Cara Mengatasi Gagal dan Error Login SSE Pajak Online

Cara Mengatasi Gagal dan Error Login SSE Pajak

Surat Setoran Elektronik Pajak atau SSE Pajak dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan sistem billing untuk memudahkan Wajib Pajak (WP) dalam melakukan proses pembayaran pajak. Bagaimana cara mengatasi gagal dan error login SSE Pajak?

Dengan sistem online ini, maka WP di seluruh Indonesia menggunakan formulir elektronik yang didapat dari situs djponline.pajak.go.id.

Namun ketika banyak WP mengakses situs SSE Pajak itu, biasanya timbul sejumlah gangguan. Berikut penjelasan lengkap masalah yang umumnya muncul dan solusi yang bisa dilakukan WP.

Bagaimana cara mengatasi gagal dan error login SSE Pajak, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Permasalahan Akses SSE Pajak dan Cara Mengatasinya

Dalam mengakses saluran pembuatan kode billing yang digunakan untuk membayar pajak tidak selalu mulus.

Ada saja gangguan atau masalah seperti gagal atau error saat login SSE pajak ini.

Berikut ini adalah beberapa jenis masalah yang kerap dihadapi WP saat mengakses saluran DJP Online ini:

a. Notifikasi ‘User ID Sudah Ada’ 

Ketika WP mau melakukan registrasi, tiba-tiba muncul notifikasi “User ID sudah ada”, yang berarti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang diinput user sudah pernah digunakan.

Untuk kendala seperti ini, jalan keluarnya segera login dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang sudah terdaftar.

Jika WP lupa PIN (Personal Identification Number), klik “Forgot Password” untuk membuat PIN yang baru.

Apabila WP merasa belum pernah mendaftar, namun menerima notifikasi “User ID sudah ada”.

Maka yang harus dilakukan adalah mengubah data pendaftaran dengan melapor ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau menelpon ke call center Kring Pajak.

Note: Surat Setoran Elektronik: Mengenal SSE Pajak Online DJP

Note: Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang hingga Akhir Tahun: Jadwal dan Caranya

b. Tidak Ada Pemberitahuan Aktivasi 

Ketika WP sudah melakukan registrasi di SSE pajak, WP tidak menerima email link (tautan) aktivasi.

Masalah ini kemungkinan besar karena email link aktivasi SSE pajak masuk ke folder spam.

Dengan begitu solusinya sangat sederhana, yakni cukup periksa spam mail.

Namun jika pada spam juga email yang dimaksud belum ada, maka sebaiknya WP segera menghubungi Kring Pajak untuk meminta pengiriman ulang link aktivasi.

Apabila sampai tiga hari kerja link aktivasi belum kunjung muncul, maka sebaiknya melakukan registrasi ulang.

Kendala seperti ini dikenal dengan kode error S0004 atau “Pengguna Belum Aktif”.

Untuk itu, setelah selesai registrasi akun di website DJP online, WP harus membuka link aktivasi yang dikirim ke e-mail yang didaftarkan.

Klik link aktivasi yang dikirimkan itu dan WP bisa login ulang pada website DJP online.

Ilustrasi registrasi di SSE pajak online

c. Muncul Notifikasi “Data Tidak Ditemukan” 

Ketika aktivasi SSE Pajak munculnya notifikasi “data tidak ditemukan”. Itu disebabkan link aktivasi diklik lebih dari sekali oleh WP saat melakukan aktivasi SSE pajak.

Untuk kendala ini, jalan keluarnya adalah login ke SSE pajak dengan NPWP sebagai User ID dan PIN yang dikirimkan melalui email yang sama dengan email aktivasi.

d. Susah Daftar SSE Pajak 

WP yang menghadapi masalah kesulitan mendaftar SSE Pajak, bisa melapor ke Kring Pajak.

Cara untuk menghubungi Kring Pajak bisa langsung di nomor 1500 200, melalui Twitter di @kring_pajak atau email di informasi@pajak.go.id atau pengaduan@pajak.go.id.

Semua kanal pengaduan itu resmi disediakan oleh DJP, khusus untuk menghadapi pertanyaan dan keluhan WP.

Di website resmi pengaduan.pajak.go.id, WP juga bisa mendapatkan informasi yang barangkali bisa menjawab keluhan WP.

Note: Daftar NPWP Online, Ini Langkah dan Petunjuk Mudahnya!

e. Salah ‘Input’ NPWP

Salah input NPWP atau yang dikenal dengan kode error S0001 juga dapat menyebabkan SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login sehingga tidak bisa menerbitkan ID billing.

Ketika WP salah input NPWP, akan muncul keterangan NPWP tidak ditemukan karena tidak terdaftar pada mastefile wajib pajak.

Namun jika muncul keterangan Web server Service Masterfile “Out Of Service”, maka WP hanya bisa sabar menunggu sampai sistem berjalan normal kembali.

Ilustrasi salah input NPWP di SSE Pajak online

f. Jenis KAP dan KJS Tidak Terdaftar di DJP

Penyebab lainnya adalah salah input Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) akan mengakibatkan tidak terbitnya ID billing.

Solusinya, cek KAP dan KJS juga jika ID billing tidak terbit. 

g. Keliru Memasukkan Nomor Surat Keputusan (SK) 

WP yang kena denda karena terlambat biasanya dikirim sebuah Surat Keputusan (SK) oleh DJP.

Bila WP salah memasukkan nomor SK ini, maka sistem SSE pajak tidak dapat menerbitkan ID billing.

Maka jalan keluarnya, pastikan pula WP memasukkan nomor SK dengan benar. 

Note: Surat Pernyataan Non-PKP: Fungsi, Contoh dan Cara Membuatnya

h. Nomor Objek Pajak (NOP) Tidak Sesuai

Jika WP memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP) yang tidak sesuai dengan yang terdaftar di DJP, maka bisa menjadi penyebab gagalnya penerbitan ID billing.

Untuk itu, selalu lakukan cek dan ricek terlebih dahulu ketika melakukan input nomor ini.

i. Data Pengguna Tidak Ditemukan 

Ketika SSE pajak tidak bisa login dan muncul kode error S0002 “data pengguna tidak ditemukan”, maka berarti NPWP tersebut belum terdaftar pada website DJP online.

Solusinya, WP bisa langsung mendaftarkan NPWP di website resmi DJP online dengan syarat harus memiliki EFIN (Electronic Filing Identification Number).

Ilustrasi data tidak ditemukan saat login SSE Pajak online

j. Password  Tidak Sesuai 

WP sebaiknya mengingat password yang dimasukkan saat registrasi akun di website resmi DJP online.

Sebab salah memasukkan password bisa membuat WP tidak bisa login SSE Pajak atau dikenal dengan kode error S0003. 

Jika tidak ingat password, WP solusinya WP bisa menggunakan pilihan “Lupa Password”.

k. Email Sudah Digunakan 

WP yang mengalami kendala ini saat registrasi akun di website DJP online berarti email yang digunakan untuk mendaftar sudah dipakai oleh Wajib Pajak lain.

Permasalahan seperti ini dikenal dengan kode eror S0005

Solusinya adalah ganti alamat e-mail dengan yang belum pernah dipakai sebelumnya oleh user lain (WP).

Note: Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang hingga Akhir Tahun: Jadwal dan Caranya

l. Gagal Autentikasi 

Mulai Januari 2020 hanya ada satu cara membayar pajak online, yakni melalui situs DJP online.

Maka jika WP mencoba login SSE pajak menggunakan PIN lama (SSE1 atau SSE3), login SSE pajak tidak akan berhasil atau yang dikenal dengan kode error S0006.

Solusinya adalah WP harus reset ulang password dan email untuk situs DJP online. 

m. Invalid Credentials 

Ketika muncul “Invalid Credentials” atau kode error S0007. Itu artinya, WP tidak lengkap mengisi 15 digit NPWP pada form isian atau tidak mengisi kolom password.

Maka itu, setelah melengkapi 15 digit NPWP serta mengisi password yang sesuai dengan pada saat registrasi, WP bisa login SSE pajak.

Umumnya masalah SSE pajak tidak bisa login bukanlah kendala serius. Asalkan data yang dimasukkan sesuai dengan apa yang terdaftar dalam sistem DJP, login SSE pajak tidak akan terkendala masalah.

Ilustrasi gagal login SSE Pajak online

Gagal Login SSE Pajak

Terhitung mulai 1 Januari 2020, fasilitas SSE1 dan SSE3 tidak lagi dioperasikan oleh DJP. Dengan begitu, sekarang tinggal layanan SSE2 saja yang masih berfungsi saat ini dan itu pun sudah dilebur dengan DJP Online (djponline.pajak.go.id).

Untuk bisa menggunakan layanan SSE2, WP harus memiliki EFIN (Electronic Filing Identification Number) Pajak dan terdaftar ke layanan DJP Online.

Layanan SSE2 digunakan WP yang ingin membuat ID billing.

Apabila WP menemukan SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login hal itu mungkin disebabkan akses server DJP padat menjelang tenggat setor pajak sehingga terjadi penyumbatan server dalam menerbitkan ID billing atau server sedang down (tidak bisa diakses).

Walhasil, SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login.

Untuk mengatasi gagal login SSE Pajak, lakukan langkah berikut:

1. Cek dan Masukkan Lagi Data dengan Benar

Coba cek data yang dimasukkan seperti NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), KAP (Kode Akun Pajak), KJS (jenis Setoran Pajak), nomor Surat Keputusan (jika hendak membayar denda), Nomor Objek Pajak (bila ada).

Selanjutnya, masukkan lagi data yang benar dan coba buat ID billing baru.

2. Buat Ulang ID Billing

Jika server DJP down atau tidak dapat diakses, maka WP dapat mencoba akses lagi SSE pajak setelah beberapa saat dan buat ulang ID billing.

Tahukah, Anda dapat membuat kode billing dan langsung bayar billing/pajak hanya dalam satu platform melalui e-Billing Klikpajak.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh kode billing

Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Contoh fitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

Bukan hanya kemudahan melakukan proses pembayaran pajak, melalui e-Billing Klikpajak, yakni Anda dapat langsung membuat kode billing dan bayar billing di sini tanpa keluar platform, Anda juga dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan lainnya karena Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Fitur lengkap apa sajakah yang ada di Klikpajak untuk memudahkan urus perpajakan Anda?

a. Mudah Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur e.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Contoh membuat Faktur Pajak elektronik di e-Faktur Klikpajak

 

b. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Contoh membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT Pajak, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

e. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu plaform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangana lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SIN.

Bagaimana dengan Keamanan Data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Ilustrasi keamanan data dan sistem keamanan cloud yang berlapis

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

 


PUBLISHED22 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: