Bukti Potong Bisa Digunakan untuk Kurangi Beban Pajak. Caranya?

Bukti Potong Bisa Digunakan untuk Kurangi Beban Pajak. Caranya?

Mungkin ini pernah jadi pertanyaan, “Buat apa sih simpan-simpan bukti potong? Yang penting pajak sudah dibayar dan dilaporkan. Urusan selesai”. Ternyata, bukti potong ini bisa digunakan untuk mengurangi beban pajak, lho!

Hal ini diakui Konsultan Pajak The Great Tax (TGT), Ihsan Thariq Alhamra, dalam sebuah seminar situs web atau webinar Jurnal x GKPNP bertajuk “Effective Tax Planning to Reduce Tax Expense” beberapa waktu lalu.

Seperti apa peran penting bukti potong pajak ini untuk kurangi beban pajak dalam menjalankan usaha, simak ulasan Klikpajak by Mekari berikut ini.

Apa itu Bukti Potong dan Fungsinya?

Bukti potong atau bisa disebut pungut adalah dokumen berharga untuk setiap wajib pajak. Dokumen ini berupa lampiran bukti pemotongan pajak dari pajak yang telah dibayarkan.

Pemotongan pajak atau pungut merupakan bukti potong yang biasa dijumpai pada pemungutan atau pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) dan dari transaksi yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Bukti potong atau pungut diperoleh dari hasil:

  • PPh 21/26
  • PPh 22
  • PPh 23/26
  • PPh 15
  • PPh 4 ayat (2)

Siapa yang menerbitkan bukti potong atau pungut?

Setiap pihak wajib pajak yang diberi kewenangan memungut atau memotong pajak, wajib memberikan bukti potong pajak.

Pemotong dalam hal ini perusahaan pemberi kerja, menerbitkan bukti potong untuk karyawan setahun sekali. Bukti pemotongan PPh 21 ini disebut formulir 1721 A1 bagi karyawan swasta dan 1721 A2 bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Bagi pemotong atau pemungut dari transaksi jasa atau barang yang menimbulkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bisa diterbitkan setiap bulannya oleh pembeli Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk PKP penjual dan sebaliknya.

Bagi penerima lembaran bukti potong atau pungut tersebut, dianjurkan menyimpannya untuk digunakan pada saat melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak di setiap akhir tahun.

Sedangkan fungsi bukti potong atau pungut adalah untuk mengawasi maupun mengecek kebenaran pajak yang telah dipotong oleh pemungut tersebut telah dibayarkan ke kas negara.

Ilustrasi membuat bukti potong

Cara Menggunakan Bukti Potong bagi Pengusaha

Selain berfungsi sebagai lembar bukti pembayaran pajak untuk kemudian digunakan sebagai dokumen pelengkap pada saat melaporkan pajak tahunan, bukti potong atau pungut ini bisa digunakan untuk mengurangi beban pajak usaha.

Bagaimana caranya?

Menurut Ihsan, pentingnya pemanfaatan bukti potong bagi pelaku usaha untuk mengurangi beban usaha perlu dipahami dengan baik. Ini bisa didapatkan dengan melakukan perencanaan pajak (tax planning).

Untuk itulah ia menekankan bahwa tak semua pajak yang dibayarkan merupakan beban bagi perusahaan. Karena pada akhirnya wajib pajak pengusaha bisa memanfaatkan bukti potong untuk mengurangi beban pajaknya.

Cara memanfaatkan bukti potong sebagai pengurang pajak badan adalah dengan menggunakannya pada saat melakukan penyampaian SPT Tahunan Pajak Badan. Bukti potong ini diperoleh dari transaksi jasa atau barang yang dilakukan.

Note: Usaha Anda tergolong penerima insentif pajak? Terdampak Corona, UMKM Bisa Ajukan Bebas PPh Final

Contoh kasus,

PT A menjual barang senilai Rp100.000 ke PT B. Kemudian PT A mengirim invoice Rp100.000 dan faktur pajak Rp10.000 (PPN 10%) ke PT B. Dengan demikian PT B sebagai pembeli akan membayar Rp110.000 ke PT A.

Berikutnya, PT A membayarkan PPN Rp10.000 dari transaksi dengan PT B ke negara. Maka, nilai Rp10.000 yang disetor PT A ke negara sebagai PPN itu bukanlah beban perusahaan. Karena uang itu dibayarkan oleh PT B saat membeli barang dari PT A sebagai penjual.

Sementara, dari transaksi itu PT B mendapatkan bukti potong/pungut yang diberikan oleh PT A dari hasil pembayaran PPN-nya ke kas negara. PT B bisa menggunakan bukti potong ini untuk dikreditkan sebagai pengurang pajak waktu menghitung SPT Tahunan Badan.

“Nah, bukti potong ini dapat kita kreditkan waktu kita hitung SPT Badan Tahunan. Nanti ini kita bisa jadi pengurang pajak. Jadi fungsi bukti potong seperti cek yang bisa kita gunakan nanti di pelaporan SPT Tahunan Badan,” kata Ihsan.

“Maka, bisa dipahami bahwa tak selalu pajak yang dibayarkan itu merupakan beban bagi keuangan usaha atau perusahaan. Karena di akhir tahun pajak, pajak yang dipotong/dipungut dan telah disetorkan ke negara itu akan jadi pengurang atau kredit pajak bagi pihak yang dipotong.”

Tapi sayangnya, pemanfaatan bukti potong untuk mengkreditkan pajak ini hanya bisa dinikmati oleh PKP. Pengurang pajak ini tidak berlaku bagi pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan PPh Final 0,5%.

Bagi Anda yang usahanya masih skala UMKM, tetap bisa memanfaatkan pengurang pajak penghasilan ini dengan cara mendaftarkan diri sebagai PKP. Setelah terdaftar menjadi pengusaha kena pajak, maka status PKP ini tidak bisa menggunakan PPh Final lagi.

Terbaru! Kini Anda Dapat Membuat ID Billing Langsung Melalui eBilling di KlikpajakIlustrasi membuat bukti potong

Cara Gampang Bikin Bukti Potong

Apakah Anda sering membuat bukti potong untuk usaha atau klien, maupun perusahaan tempat bekerja? Anda bisa memanfaatkan fitur e-Bupot dari aplikasi pajak online Klikpajak by Mekari.

Klikpajak adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang membantu proses bayar, lapor hingga pengelolaan pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-169/PJ/2018.

Melalui e-Bupot Klikpajak, menerbitkan bukti pemotongan dan melaporkan SPT PPh 23/26 makin gampang karena bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun secara online.

Juga bisa menghindarkan dari kesalahan penomoran bukti potong. Karena langkah-langkah pembuatannya yang simpel dan terintegrasi serta dikelola oleh sistem DJP sendiri.

Note: Membuat bukti potong mudah bisa cek di sini Pentingnya e-Bupot untuk Kelancaran dalam Berbisnis

Apa saja keunggulan lain e-Bupot Klikpajak?

e-Bupot Klikpajak memungkinkan Anda melakukan pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak dengan lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Dengan fitur e-Bupot Klikpajak, penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26. Pengiriman bukti pemotongan pajak juga langsung ke lawan transaksi. Lalu bukti pemotongan serta pelaporan SPT PPh Masa tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.

Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan dengan aman baik di PJAP dan DJP, karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Keunggulan lain e-Bupot Klikpajak adalah terintegrasi dengan sistem pembukuan Jurnal by Mekari Simple Online Accounting Software. Teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Selain keunggulan di atas, e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan, lalu bantuan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.

Satu hal lagi, fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Jika Anda importir, begini Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Di Klikpajak Bisa Gunakan e-Billing, e-Faktur, dan e-Filing

Bukan hanya membuat bukti potong dan pelaporan SPT Masa PPh 23/26 melalui e-Bupot saja, namun platform pajak online Klikpajak juga memiliki fitur lengkap, mulai dari e-Billing yang memungkinkan Anda menerbitkan ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Contoh fitur e-Billing Klikpajak

Arsip riwayat Surat Setoran Pajak (SSP) dan ID Billing dengan aman tersimpan sesuai dengan jenis dan masa pajak yang diinginkan. Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda untuk membuat dan mengelola faktur pajak masukan, faktur pajak keluaran, hingga faktur pajak retur.

Contoh fitur e-Faktur Klikpajak

Untuk urusan melaporkan SPT Tahunan Pajak, Anda juga semakin dimudahkan dengan fitur e-Filing Klikpajak. Bahkan bisa mengakses e-Filing gratis selamanya dan dalam jumlah tak terbatas. Klikpajak juga memberikan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Melaporkan SPT Tahunan Pajak Badan dengan e-Filing Klikpajak, cukup unggah CSV formulir SPT 1771 dan PDF yang dibutuhkan. Untuk lapor SPT Masa di setiap bulannya, hanya perlu melampirkan CSV dan PDF dari perusahaan. Serta pelaporan SPT Tahunan Pribadi untuk formulir 1770, yang riwayat pelaporan setiap tahunnya dapat tersimpan dengan aman di Klikpajak.

Contoh fitur e-Filing Klikpajak

Bukan hanya itu, Anda juga akan lebih mudah melakukan pembetulan SPT apabila dibutuhkan sewaktu-waktu secara online dan bisa langsung terupdate secara otomatis. Karena seluruh aktivitas perpajakan terintegrasi secara terpusat melalui Tax Activity, makin memudahkan mengecek kembali file mana saja perlu pembetulan atau statusnya masih kurang bayar maupun lebih bayar.

Tunggu apalagi, lakukan urusan perpajakan Anda sekarang juga. Cukup daftarkan alamat email Anda di www.klikpajak.id dan nikmati kemudahan cara bayar, lapor, dan kelola pajak dengan mudah dalam satu aplikasi yang terintegrasi langsung dengan DJP. Tinggal klik, urusan perpajakan Anda langsung terupdate secara otomatis! Mudah, bukan?


PUBLISHED09 Jun 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: