Aplikasi e-Faktur 3.0: Fitur-Fitur Baru dan Cara Menggunakannya

Aplikasi e-Faktur 3.0: Fitur-Fitur Baru dan Cara Menggunakannya

Terhitung mulai 1 Oktober 2020, Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menggunakan e-Faktur Client Desktop Direktorat Jenderal Pajak (DJP) wajib mengupdate aplikasi e-Faktur versi terbaru menggantikan e-Faktur versi 2.2. Ketahui fitur-fitur e-Faktur 3.0.

Aturan mengenai hal ini disampaikan lewat pemberitahuan secara resmi Nomor PENG-11/PJ.09/2020 tentang Implementasi Nasional Aplikasi e-Faktur Desktop versi 3.0.

Sementara itu, wajib pembuatan Faktur Pajak elektronik (e-Faktur) sendiri sebelumnya diatur dalam surat keputusan Direktur Jenderal Pajak KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.

Apa saja fitur-fitur e-Faktur 3.0 ini? Ketahui berbagai macam fitur e-Faktur 3.0 serta penggunaannya dari ulasan Klikpajak by Mekari .

Fitur-Fitur dalam Aplikasi e-Faktur 3.0

Untuk dapat menggunakan fitur pada e-Faktur 3.0 ini, PKP yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP harus mengupdate dengan cara menginstal patch download yang tersedia pada laman DJP Online di efaktur.pajak.go.id.

Dengan berlakunya e-Faktur versi 3.0 ini maka e-Faktur 2.2 resmi ditutup oleh DJP per 5 Oktober 2020.

Note: Cara Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur 3.0

e-Faktur versi terbaru ini memiliki beberapa fitur unggulan. Berikut fitur-fitur aplikasi e-Faktur 3.0:

  1. Prepopulated Pajak Masukan berupa Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
  2. Prepopulated Pajak Masukan berupa e-Faktur
  3. Prepopulated Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN
  4. Sinkronisasi kode cap fasilitas padad aplikasi e-Faktur
  5. Prepopulated VAT refund

Fitur prepopulated ini bersifat otomatis di mana pengisian informasi berdasarkan informasi yang telah terekam sebelumnya.

Dengan adanya fitur prepopulated pemberitahuan impor barang, maka antara DJP dengan secara otomatis tersinkronisasi dengan sistem Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia (DJBC).

Ilustrasi fitur e-Faktur 3.0

Kelebihan Fitur-Fitur e-Faktur 3.0

Dengan fitur terbaru ini, para wajib pajak yang diantaranya PKP, juga tidak perlu lagi mengisi data mereka ke dalam SPT Masa PPN secara manual.

Wajib pajak hanya perlu memeriksa data yang telah terekam dalam prepopulated SPT Masa PPN tersebut. 

Setelah data terekam, PKP tinggal membuat dan melaporkan SPT Masa melalui sistem itu.

Dengan begitu, tidak perlu lagi menggunakan e-Filing untuk menyampaikan SPT Masa PPN seperti yang sebelumnya berjalan.

Note: Cara Menghitung PPN Kurang Bayar, PPN Lebih Bayar dan PPN Nihil

Secara ringkas keunggulan e-Faktur versi 3.0 sebagai berikut: 

  • Dengan adanya fitur prepopulated E-Faktur 3.0 bekerja dalam sistem otomasi yang menghindarkan kesalahan input data
  • Sistem terintegrasi antara data DJP dengan data DJBC untuk mengakomodasi ekspor-impor 

Ilustrasi integrasi data DJP dan Bea Cukai

Penggunaan Fitur-Fitur e-Faktur 3.0

Untuk dapat menggunakan dan menikmati fasilitas di aplikasi e-Faktur 3.0, PKP harus memperbarui sistem pada perangkat komputernya.

Dengan sistem e-Faktur terbaru ini, seluruh aktivitas Faktur Pajak maupun PIB bisa dilakukan dalam waktu yang sebenarnya (real time).

Berikut alur penggunaan e-Faktur 3.0:

1. Untuk permintaan PIB dan Faktur Pajak Masukan

  • Gunakan e-Faktur desktop atau e-Faktur basis web (web-based)
  • Lakukan permintaan (request) Faktur Masukan dan PIB
  • Masukkan permintaan ke sistem e-Faktur
  • Database e-Faktur sudah tersedia di DJP
  • Kirim PIB dan Faktur Pajak Masukan

Note: Cara Mudah Urus Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0 bagi Eksportir-Importir

2. Untuk merekam PIB

  • Gunakan e-Faktur desktop atau e-Faktur basis web
  • Lakukan validasi dengan database DJBC
  • Kirim data batch/hari yang sudah divalidasi pembayarannya, masuk ke database e-Faktur DJP
  • Kembali ke e-Faktur

3. Lapor SPT Masa PPN

  • Masuk ke e-Faktur web
  • Masuk ke database SPT
  • Pilih SPT Masa PPN yang akan dilaporkan

Ilustrasi membuat Faktur Pajak dan lapor SPT Masa di e-Faktur

Cara Memperbaharui Aplikasi e-Faktur 3.0

Agar dapat memanfaatkan fitur-fitur e-Faktur 3.0, ada beberapa langkah yang harus lakukan untuk update aplikasi ini dianyaranya:

  1. Lakukan back-up e-Faktur versi sebelumnya.
  2. Unduh aplikasi e-Faktur 3.0 di situs https://efaktur.pajak.go.id.
  3. Pilih aplikasi yang sesuai dengan sistem operasi perangkat Anda.
  4. Extract file aplikasi e-Faktur terbaru untuk mendapatkan ‘ETaxInvoice’, ‘ETaxInvoiceMain’, dan ‘ETaxInvoiceUp’.
  5. Copy ketiga file dan paste ke folder e-Faktur 2.2. Nanti akan muncul notifikasi atau pemberitahuan, kemudian klik ‘Replace the files’.
  6. Klik ‘ETaxInvoice’, pilih ‘database’, pilih ‘local database’, lalu klik ‘Connect’.
  7. Silakan login ke aplikasi e-Faktur.
  8. Kalau sukses, akan muncul menu baru pada aplikasi e-Faktur, yaitu ‘Prepopulated Data’.
  9. Masuk menu ‘Setting’ untuk mengatur referensi Sertifikat Elektronik.

Ilustrasi update e-Faktur 3.0

Cara Cetak Bukti Penerimaan Pelaporan SPT Masa PPN

Mencetak bukti penerimaan pelaporan SPT Masa PPN sangat penting untuk mengetahui apakah pelaporan berhasil dengan baik atau gagal.

  • Langkah pertama, akses https://web-efaktur.pajak.go.id/
  • Selanjutnya, Login aplikasi e-faktur dengan mengisi password akun PKP
  • Berikutnya, pilih sertifikat elektronik, bila laptop Anda memiliki beberapa sertifikat elektronik
  • Lalu, akan diarahkan untuk Login kembali aplikasi e-Faktur dengan akun sesuai dengan sertifikat elektronik yang dipilih sebelumnya.
  • Isi password e-Nofa, dan klik Login.
  • Pada menu utama e-Faktur, pilih Administrasi SPT dan klik “Monitoring SPT”
  • Pada kolom Daftar SPT, silakan untuk mengisi tahun pajak yang akan ingin dicetak. Contohnya, 2019 lalu klik “Tampilkan”
  • Maka akan muncul SPT Masa yang sudah dilaporkan
  • Kemudian, pilih SPT Masa yang ingin dicetak bukti penerimaannya
  • Untuk mencetak bukti penerimaan, klik “Lihat bukti penerimaan elektronik (BPE)”, yang ada di bagian kanan
  • Selanjutnya akan muncul data perincian BPE mulai dari nama wajib pajak, nomor NPWP, tahun pajak, masa pajak, status SPT, nomor tanda terima elektronik dan lainnya.
  • Untuk mencetak, tinggal klik “Cetak PDF”.

Apabila data e-Faktur ada yang rusak atau hilang, maka PKP dapat mengajukan permintaan data e-Faktur ke Kantor Pelayanan Pajak (KKP) tempat PKP atau perusahaan terdaftar dengan menyampaikan surat permintaan data e-Faktur.

Mengenai hal ini diatur dalam PER-16/PJ/2014. Sedangkan prosedur penyelesaian atas permintaan data e-Faktur ditetapkan pada SE-58/PJ/2015.

Agar lebih mudah membuat dan mengelola e-Faktur serta perlaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi lapor SPT Masa PPN yang mudah di e-Faktur

Lebih Mudah Membuat e-Faktur di Klikpajak

Seperti diketahui, per 1 Oktober 2020, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur client desktop harus update e-Faktur 3.0 karena e-Faktur 2.2 telah ditutup.

Note: Perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Tahukah, Anda dapat lebih mudah dan praktis menggunakan e-Faktur Klikpajak karena Anda tidak perlu ribet harus menginstall aplikasi maupun backup data e-Faktur ke komputer lain terlebih dahulu.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda tidak perlu repot-repot download patch terbaru e-Faktur ini karena Anda bisa langsung menggunakannya dan memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur.

“Gunakan aplikasnya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Sebab aplikasi e-Faktur online Klikpajak mengadopsi sistem berbasis web dengan teknologi cloud. Memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpainstall terlebih dahulu
  • Tidak perluinput data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Selengkapnya, lihat di Panduan Lengkap Penggunaan e-Faktur Online.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Bisa Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id,sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda juga bisa membuat Kode Billing sebagai syarat yang harus dipenuhi pada saat akan melakukan pembayaran pajak dengan mudah di Klikpajak.

Anda bisa membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Kode Billing di Klikpajak

Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar dan lapor pajak.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

Data Terlindungi

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Ilustrasi sistem keamanan cloud yang berlapis

Makin Praktis karena Terhubung dengan Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Proses pengelolaan pajak pun jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Note: Ingin mengetahui bagaimana kemudahan dalam pengelolaan administrasi perpajakan Anda dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id, selengkapnya baca di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim Support Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED26 Oct 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: