Pengertian Biaya Variabel dan Biaya Tetap beserta Perbedaannya

Anda memiliki sebuah bisnis yang memproduksi sebuah produk? Pernahkah Anda dibuat pusing dengan adanya biaya tidak terduga yang membuat pengeluaran produksi Anda membengkak? Untuk itu, Anda perlu mengetahui definisi mengenai istilah biaya variabel dan informasi lengkap lainnya mengenai istilah tersebut. Biaya variabel adalah istilah yang umum digunakan perusahaan saat melakukan proses produksi suatu barang atau jasa. Istilah lain yang sering digunakan adalah biaya tetap yang dipakai dalam pembukuan operasional di perusahaan. Keduanya yaitu biaya variabel dan biaya tetap termasuk dalam jenis biaya produksi pada perusahaan. Berikut definisi, contoh, dan perbedaannya.

Definisi Biaya Variabel

Pada bagian ini, akan dibahas mengenai definisi lengkap biaya variabel. Jadi, biaya variabel adalah biaya dalam perusahaan yang dapat berubah secara proporsional karena bergantung pada produksi yang dihasilkan. Naik dan turunnya biaya variabel tergantung pada volume produksi dalam perusahaan. Biaya variabel yang naik artinya produksi meningkat, begitu juga ketika biaya variabel menurun.

Biaya variabel dapat disebut jumlah biaya marginal (marginal cost) dari seluruh unit produksi atau biaya produksi suatu barang. Biaya variabel disebut juga sebagai biaya tingkat level (unit-level) karena biaya-biaya variabel memiliki variasi dengan jumlah unit yang telah diproduksi.

Biaya variabel adalah biaya yang hanya diperlukan ketika proses produksi sedang berlangsung, sehingga biaya variabel adalah dasar pengeluaran per unit yang nantinya dilaporkan. Jenis biaya variabel yang diperlukan dalam proses produksi disebut sebagai pembelian bahan baku. Pengeluaran bagi bahan baku umumnya dipengaruhi oleh target output selama produksi berlangsung.

Biaya variabel adalah biaya yang selalu berubah selama proses produksi tersebut berlangsung. Ketika proses produksi berhenti artinya biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan tersebut adalah nol. Biaya variabel adalah komponen dalam biaya produksi untuk menentukan harga barang saat pemasaran dengan hitungan per unit.

Definisi Biaya Tetap

Jika biaya variabel adalah biaya yang berubah secara dinamis bergantung pada proses produksi, maka biaya tetap sebaliknya. Biaya tetap disebut juga fixed cost. Biaya tetap adalah pengeluaran yang tidak mengalami perubahan pada jumlahnya, walaupun volume produksi barang meningkat atau menurun. Biaya tetap memiliki sifat yang pasti sehingga dapat dianggarkan dengan tepat.

Aplikasi eBilling dari Klikpajak untuk bayar pajak lebih praktis secara online. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Biaya tetap memiliki jumlah nominal yang sama untuk dibayar dalam setiap proses produksinya. Biaya tetap jarang bahkan tidak pernah mengalami pembengkakan meskipun proses produksinya padat, sehingga dapat meningkatkan output. Perusahaan dapat merencanakan anggaran untuk biaya tetap karena sifatnya yang pasti. Biaya tetap biasanya dikeluarkan dalam proses produksi.

Contoh Biaya Variabel

Contoh biaya variabel adalah biaya bahan langsung, biaya distribusi produksi, biaya komisi, biaya tenaga kerja langsung, serta upah lembur tenaga kerja. Agar dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai biaya-biaya tersebut, akan diberikan lima contoh penggunaan biaya tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kelima contoh ini diperhitungkan dalam keberhasilan penjualan produk. Berikut ini penjelasannya.

Biaya Bahan Langsung

Contoh pertama biaya variabel adalah biaya bahan langsung. Bahan langsung merupakan suatu persediaan bahan baku yang dibeli perusahaan manufaktur untuk membuat barang yang telah jadi, selain itu juga bahan yang berhubungan dalam proses produksi secara langsung. Sedangkan biaya bahan langsung merupakan biaya semua komponen yang digunakan dalam pembuatan suatu produk. Semua bahan langsung harus dapat diukur dan diidentifikasi sebagai kontribusi pada suatu produk. Bahan baku dapat berubah tergantung target produksi barang dan jasa.

Biaya Distribusi Produk

Contoh kedua biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan ketika mengantarkan suatu produk ke distributor atau end-user, contohnya biaya bensin, mesin produksi, supir, listrik dan lain-lain. Biaya distribusi produk merupakan bagian dari biaya variabel karena jumlahnya sesuai dengan kuantitas produk yang telah didistribusi.

Biaya Komisi

Contoh ketiga biaya variabel adalah komisi dalam penjualan. Komisi biasanya diberikan kepada tenaga penjual hanya ketika tenaga penjual berhasil menjual produk atau jasa mereka. Oleh karena itu, komisi juga termasuk ke dalam biaya variabel. Komisi penjualan yang akan diperoleh biasanya bervariasi tergantung keuntungan perusahaan maupun produktivitas tenaga penjual. Komisi sewaktu-waktu dapat dipotong apabila perusahaan gagal mencapai margin keuntungan ataupun ketika karyawan perusahaan gagal memenuhi kuota penjualan.

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Contoh keempat biaya variabel adalah biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini merupakan upah yang diberikan kepada tenaga kerja yang berhubungan secara langsung dalam proses produksi. Biaya tenaga kerja langsung yaitu jumlah yang dibayarkan untuk setiap unit yang karyawan selesaikan atau terjual. Biaya ini dapat berubah-ubah tergantung laju produksi yang ada. Biaya tenaga kerja langsung tidak sama dengan gaji. Hal ini dikarenakan upah yang diberikan tergantung per unit produk.

Upah Lembur Tenaga Kerja

Contoh kelima biaya variabel adalah biaya upah yang diberikan kepada tenaga kerja jika harus lembur dalam bekerja. Biaya ini termasuk ke dalam biaya variabel karena tidak setiap saat karyawan harus lembur kerja. Pemilik bisnis biasanya meminta karyawan untuk lembur pada periode tertentu, contohnya saat ingin mengejar suatu target.

Contoh Biaya Tetap

Contoh biaya tetap adalah biaya sewa gedung, biaya pajak bumi dan bangunan, biaya asuransi, biaya air dan listrik, serta biaya asuransi. Di bawah ini akan dibahas mengenai contoh penggunaan biaya-biaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari dalam lima contoh kasus. Kelima contoh ini diperhitungkan dalam keberhasilan penjualan produk. Berikut ini penjelasannya.

Biaya Sewa Gedung

Contoh pertama biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyewa properti, seperti tanah, gedung, dan lainnya. Biaya ini harus rutin dibayarkan sesuatu dengan kesepakatan, walaupun pendapatan perusahaan sedang menurun. Disamping itu, mungkin perusahaan membutuhkan biaya untuk menyewa atau membeli properti. Hal ini juga termasuk biaya tetap.

Biaya Pajak Bumi dan Bangunan

Contoh kedua biaya tetap adalah biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jika luas propertinya tidak bertambah, maka biaya PBB yang harus dibayar perusahaan setiap tahunnya tidak akan meningkat.

Bayar pajak lebih praktis menggunakan aplikasi e-Billing dari Klikpajak. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Biaya Asuransi

Contoh ketiga biaya tetap adalah biaya asuransi. Program asuransi yang diikuti oleh perusahaan akan terikat dalam pembayaran premi. Hal ini tidak melihat kondisi finansial perusahaan tersebut. Jumlah biaya asuransi umumnya dibayarkan pada setiap bulannya, sehingga termasuk dalam biaya tetap.

Biaya Air dan Listrik

Contoh keempat biaya tetap adalah biaya air dan listrik. Biaya air dan listrik juga dapat dimasukkan ke dalam biaya variabel, tergantung kebutuhan dari masing-masing perusahaan. Umumnya, semakin tinggi produksi suatu perusahaan, biaya air dan listrik niscaya juga akan semakin meningkat. Akan tetapi, biaya air dan listrik suatu perusahaan tidak akan pernah nol rupiah meskipun aktivitas produksi berhenti. Biaya air dan listrik minimum tetap wajib dibayarkan suatu perusahaan setiap bulannya sehingga biaya ini juga termasuk biaya tetap. Biaya utilitas lainnya, seperti biaya telepon juga termasuk biaya tetap dalam suatu perusahaan.

Perbedaan Biaya Variabel serta Biaya Tetap

Biaya variabel adalah biaya yang sama pentingnya dengan biaya tetap. Definisi dan contoh dari keduanya telah dibahas sebelumnya. Selanjutnya pembahasan tentang perbedaan biaya variabel dan biaya tetap.

Segi Nominal Pembayaran

Hal pertama tentang perbedaan biaya tetap dan biaya variabel adalah dari segi nominal pembayaran. Umumnya, nominal biaya tetap akan jauh lebih besar dari biaya variabel. Meskipun perusahaan dalam kondisi keuntungan yang nol, biaya tetap tidak akan mengalami perubahan. Hal ini berbeda dari nominal biaya variabel yang biasanya lebih kecil dan dapat diatur sesuai kondisi finansial perusahaan.

Segi Waktu yang Terjadi

Hal kedua tentang perbedaan biaya tetap dan biaya variabel adalah dari segi waktu yang terjadi. Biaya tetap merupakan pengeluaran yang tidak terjadi setiap harinya, tetapi mungkin setiap bulan, setiap tahun, atau beberapa tahun satu kali. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan dalam rentang waktu lebih pendek, mungkin seminggu satu kali atau setiap harinya.

Segi Pencatatan Akuntansi

Hal ketiga tentang perbedaan biaya tetap dan biaya variabel adalah dari segi pencatatan akuntansi. Setiap perusahaan memiliki laporan keuangannya masing-masing dan membuat perhitungan biaya variabel dan biaya tetapnya. Laporan biaya variabel adalah sebuah laporan yang dibuat setiap hari, setiap minggu, maupun satu bulan sekali menyesuaikan dengan produknya. Hal ini tidak terjadi pada biaya tetap karena intensitas laporan biaya tetap umumnya jarang, seperti satu bulan sekali, satu tahun sekali, bahkan beberapa tahun satu kali.

Segi Penentuan Harga

Hal keempat tentang perbedaan biaya tetap dan biaya variabel adalah dari segi penentuan harga. Biaya tetap merupakan komponen biaya yang jarang digunakan sebagai dasar untuk menentukan harga produk. Umumnya, jumlah total biaya tetap merupakan benchmark dasar dari biaya suatu perusahaan ketika aktivitasnya dalam keadaan nol. Hal ini berbeda dengan biaya variabel karena menjadi salah satu dasar untuk menentukan harga suatu barang.

Segi Produksi yang Ada

Hal kelima tentang perbedaan biaya tetap dan biaya variabel adalah dari segi produksi yang ada. Umumnya, biaya tetap merupakan biaya yang tidak berkaitan secara langsung dengan proses produksi suatu barang. Kondisi pengurangan produksi dalam suatu perusahaan tidak mempengaruhi nominal biaya tetap secara signifikan. Akan tetapi, hal ini akan mempengaruhi biaya variabel yang erat dengan proses produksi suatu perusahaan.

Rumus Biaya Variabel dan Biaya Tetap

Biaya variabel dan biaya tetap memiliki perbedaan yang telah dibahas sebelumnya. Sekarang pembahasan tentang rumus biaya variabel dan biaya tetap serta perhitungannya.

Rumus Biaya Variabel

Perhitungan biaya variabel adalah perhitungan yang dapat diketahui melalui rumus biaya variabel.

Biaya Variabel (VC) = (Biaya Total (TC) – Biaya Tetap (FC)) / Kuantitas

Contoh perhitungan:

Per November 2021, Sasha mengeluarkan biaya produksi sebesar 50 juta rupiah dengan tagihan biaya tetap sebesar 5 juta rupiah. Pada bulan tersebut, Sasha berhasil memproduksi 2500 unit barang, maka biaya variabel adalah:

Variable Cost November 2021 Sasha

= (Rp50.000.000 – Rp5.000.000) / 2500

= Rp45.000,000 / 2500

= Rp18.000

Oleh karena itu, biaya variabel Sasha pada bulan November 2021 sebesar 18 ribu rupiah per unit produk.

Rumus Biaya Tetap

Perhitungan biaya tetap adalah perhitungan yang dapat diketahui melalui rumus biaya tetap. Simak rumusnya di bawah ini!

Biaya Tetap (FC) = Total Biaya (TC) – (Biaya Variabel Per Unit (UVC) X Kuantitas)

Contoh perhitungan:

Per Desember 2021, PT. Setia Jaya menghabiskan biaya produksi sebesar 500 juta rupiah, dengan kuantitas produksi sebesar 25 ribu unit barang dan biaya variabel 15 ribu rupiah per produk, maka perhitungan biaya tetap adalah:

Biaya Tetap Desember 2021 PT. Setia Jaya

= Rp500.000.000 – (25.000 X Rp15.000)

= Rp500.000.000 – Rp375.000.000

= Rp125.000.000

Oleh karena itu, biaya tetap PT. Setia Jaya pada bulan Desember 2021 sebesar 125 juta rupiah.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED06 Jun 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: