Mempekerjakan Freelancer, Bagaimana Perhitungan Pajak Penghasilannya?

Mempekerjakan Freelancer, Bagaimana Perhitungan Pajak Penghasilannya?

Pekerja lepas atau yang biasa disebut dengan freelancer mungkin sudah bukan sesuatu yang baru lagi dalam dunia kerja. Freelancer berbeda dengan konsep full time worker dimana keterikatan pada jam kantor adalah hal yang diwajibkan. Sementara freelancer bisa bekerja dimana saja meskipun juga tetap terikat pada deadline dan perjanjian kerja sama yang berlaku antara kedua belah pihak. Tidak bisa dipungkiri juga peranan freelancer banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengelola bisnis seperti konten dan kreatif misalnya untuk pekerjaan freelance writer atau freelance designer. Baik dari sisi perusahaan atau Badan yang mempekerjakan atau dari sudut pandang tenaga lepas itu sendiri, ada baiknya untuk mengetahui pentingnya perhitungan pajak penghasilan atas freelancer.

Keunggulan VS Risiko Mempekerjakan Freelancer

 Keunggulan

  1. Lebih efisien untuk mempekerjakan freelancer bila Anda hanya ingin mencari pegawai untukbeberapa project dalam jangka waktu yang terbatas.
  2. Perusahaan menjadi lebih hemat dari segi finansial. Biasanya keputusan mempekerjakan freelancer atau tenaga lepas ada karena pertimbangan-pertimbangan menghapus biaya tunjangan dan gaji tetap yang biasa diberlakukan untuk pekerja full time.
  3. Freelancer kadang memiliki lebih banyak ide baru yang out of the box, sesuatu yang menarik dan kreatif karena mereka datang dari luar lingkungan perusahaan sehingga dapat memberikan opini atau perspektif baru untuk bisnis yang Anda jalankan.
  4. Kepercayaan Anda berasal dari seberapa cepat dan bagus freelancer itu dalam bekerja. Ketika seorang pekerja lepas memberikan hasil yang memuaskan maka Anda akan terbiasa dan kembali mempekerjakannya untuk project-project lain, sehingga akan menjadi salah satu pondasi kuat dan penting untuk perusahaan.

Risiko

  1. Mempekerjakan freelancer kadang tidak sesuai rencana dan harapan. Anda bisa saja mendapat tenaga lepas yang ternyata hasil kerjanya kurang memuaskan atau berantakan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencari tahu latar belakang dan melakukan seleksi ketat untuk pekerja lepas yang akan Anda pekerjakan.
  2. Komunikasi yang kuat dan chemistry mungkin akan lebih renggang dibandingkan dengan saat mempekerjakan karyawan tetap yang bisa Anda temui dan ajak diskusi kapan saja. Ada baiknya Anda menjalin hubungan yang erat dengan freelancer yang Anda pekerjakan walaupun tidak sering bertemu, terutama apabila freelancer tersebut adalah salah satu yang memberikan hasil yang memuaskan untuk perusahaan.

Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan untuk Freelancer

Freelancer atau tenaga lepas tetap dapat dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Meskipun ada pertimbangan-pertimbangan lain seperti status Wajib Pajak juga mempengaruhi apakah ia termasuk objek Penghasilan Tidak Kena Pajak atau bukan. Wajib Pajak tidak akan dikenakan Pajak Penghasilan apabila penghasilan Wajib Pajak sama dengan atau tidak lebih dari Rp54.000.000,-.

Dalam masalah pendapatan, freelancer kadang memiliki aturan penghasilan yang tidak pasti seperti karyawan tetap. Apabila karyawan tetap mendapat penghasilan per bulan, freelancer bisa saja mendapat penghasilan per minggu atau per dua minggu. Untuk memudahkan perhitungan pajaknya, akan tetap diakumulasikan selama sebulan.

Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan 

Marina adalah seorang freelancer dengan status belum menikah dan sudah memiliki NPWP. Penghasilannya adalah Rp2.000.000,- per minggu. Maka akan diakumulasikan sebulan yaitu Rp8.000.000,-. Perhitungan pajak Marina yang gajinya dibayarkan secara mingguan adalah sebagai berikut:

Rp2.000.000 x 4 = Rp8.000.000,-.

Penghasilan bruto = Rp8.000.000,-.

Biaya Jabatan

5% x Rp8.000.000 =  Rp400.000,-.

Penghasilan neto sebulan = Rp7.600.000,-.

Penghasilan neto setahun

12 x Rp7.600.000 =  Rp91.200.000,-.

PTKP setahun untuk Wajib Pajak Tidak Kawin adalah Rp54.000.000 = Rp91.200.000 – Rp54.000.000,-.

Penghasilan Kena Pajak setahun = Rp37.200.000,-.

PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp37.200.000 =  Rp1.860.000,-.

Maka PPh Pasal 21 dalam satu bulan yang dikenakan pada penghasilan Marina adalah  Rp38.750,-.

Demikian perhitungan Pajak Penghasilan untuk tenaga lepas atau freelancer. Bisa disimpulkan ada keunggulan dan risiko tersendiri untuk mempekerjakan tenaga lepas dalam suatu perusahaan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan itu agar mendapat freelancer yang dapat memberikan hasil kerja yang bagus dan profesional.

 

 


PUBLISHED30 Oct 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: