e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

eFiling Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

Menyambut tahun baru, sebagian Wajib Pajak mungkin mulai bersiap melakukan pelaporan SPT Tahun Pajak 2020 pada awal 2021. Bagi WP Orang Pribadi (OP), diberikan batas waktu lapor SPT hingga tanggal 31 Maret setiap tahunnya. Ketahui tata cara lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online di e-Filing Pajak 2021.

Mengingat kondisi penyebaran wabah virus corona saat ini, maka melakukan pelaporan SPT Tahunan lewat e-Filing adalah cara paling aman bagi Wajib Pajak (WP).

Penyampaian SPT Tahunan secara elektronik dan real time dapat dilakukan dengan mengakses website DJP www.pajak.go.id atau ASP (Application Service Provider/Penyedia Jasa Aplikasi) seperti Klikpajak.id. 

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Mengapa harus e-Filing?

Dengan adanya layanan lapor SPT online, WP tidak perlu lagi mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Sebab pelaporan pajak dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, asalkan tidak lewat dari tenggat waktu yang ditentukan.

Lapor SPT Tahunan PPh (Pajak Penghasilan) juga sekarang bisa diakses e-Filing lewat gadget kapan saja selama terkoneksi dengan internet.

Cara ini sangat mudah, murah, cepat, dan dijamin kerahasiaan datanya oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Dengan segala kemudahan ini, diharapkan bisa mendorong WP untuk tidak bermalas-malasan dalam melakukan pelaporan SPT Tahunan dan penerimaan negara dari sektor pajak bisa meningkat.

Bagaimana cara lapor SPT Tahunan pajak pribadi online di e-Filing pajak 2021, Klikpajak by Mekari akan mengulasnya dengan penjelasan umumnya.

Jenis SPT dalam Pelaporan Pajak Pribadi Online di e-Filing Pajak 2021

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI menyediakan 3 jenis formulir bagi wajib pajak pribadi yang masing-masing memiliki perbedaan, yaitu:

  1. SPT 1770 SS

Formulir ini digunakan oleh WP yang berstatus pegawai dengan penghasilan tahunan kurang dari sama dengan Rp60 juta per tahun.

Bagi pegawai swasta, selain formulir 1770 SS Anda juga diminta untuk memindahkan semua data yang ada pada formulir 1772 A1. 

Sementara untuk pegawai negeri, akan diminta untuk memindahkan data dari formulir 1772 A2.

  1. SPT 1770 S

Bagi yang memiliki penghasilan tahunan lebih dari Rp60 juta harus menggunakan formulir jenis ini. Dokumen pendukung berupa formulir 1772 A1 dan A2 juga dibutuhkan.

Kode A1 untuk pegawai swasta dan kode A2 untuk PNS. Sedangkan bagi suami istri yang berstatus perjanjian pisah harta (PH) atau istri memilih menjalankan kewajiban pajak sendiri (MT) maka dibutuhkan lembar penghitungan PPh terutang.

  1. SPT 1770 SS

Formulir ini digunakan oleh WP OP yang berstatus pemilik bisnis atau pekerja bebas, maupun penghasilan lain di luar pekerjaan.

Dokumen tambahan yang dibutuhkan adalah bukti potong A1 dan A2, neraca dan laporan laba rugi. Lalu, rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya dan lembar perhitungan PPh terutang bagi wajib pajak dengan status PH atau MT. 

Lapor SPT Tahunan pribadi online melalui DJP Online memiliki tiga mekanisme:

  1. e-Filing: Pengisian langsung untuk SPT Tahunan wajib pajak pribadi yang 1770 S dan 1770 SS.
  2. e-Filing: Mengunggah formal CSV hasil e-SPT, untuk SPT Tahunan pribadi 1770, 1770 S, dan SPT Tahunan badan. 
  3. e-Form: Yaitu formulir SPT elektronik yang dapat diisi secara offline dan diunggah secara online saat akan submit SPT.

Note: Cara Lapor SPT Tahunan di e-Form DJP Online 2021

Jenis Layanan e-Filing: 

  1. SPT Tahunan OP 1770S
  2. SPT Tahunan OP 1770 
  3. SPT Tahunan Badan 1771

 

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi OnlineIlustrasi lapor SPT Tahunan pribadi online di e-Filing pajak 2021

3 Hal Penting untuk Bisa Gunakan e-Filing Pajak 2021 

Bagi WP yang ingin mengakses e-Filing setidaknya harus memiliki tiga har berikut:  

1. Punya Nomor EFIN 

Jika Anda belum memiliki nomor EFIN, berikut ini cara aktivasi EFIN untuk WP OP.  

  • Silakan datang langsung ke KPP/KP2KP terdekat. Proses pembuatan ini harus dilakukan sendiri oleh WP atau tidak dapat dikuasakan kepada pihak lain.
  • WP harus mengisi, menandatangani, dan menyampaikan Formulir Permohonan Aktivasi EFIN.  
  • Menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi KTP (bagi WNI) atau Paspor dan KITAS/KITAP (bagi WNA).  
  • NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Note: Pajak Desainer: Cara Menghitung, Cara Bayar dan Lapor Pajaknya

2. Punya Akun DJP Online atau Klikpajak

Jika Anda belum punya akun djponline, berikut panduan daftar akun DJP Online:

  • Masuk ke www.pajak.go.id 
  • Klik “LOGIN” untuk menuju djponline, klik “Belum Registrasi” untuk mendaftar.
  • Isi NPWP, EFIN, dan kode keamanan, 
  • Klik “Submit”.  

Sistem nanti akan mengirimkan identitas pengguna (NPWP), kata sandi, dan link aktivasi melalui email yang didaftarkan oleh WP. Silakan klik link aktivasi tersebut.  

Setelah akun Anda diaktifkan, silahkan login kembali dengan NPWP dan kata sandi yang sudah diberikan.

3. Punya Nomor NPWP

Belum memiliki NPWP?

Begini syarat dan cara membuat NPWP online yang mudah.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi OnlineIlustrasi EFIN untuk lapor SPT Tahunan di e-Filing pajak 2021

Tata Cara e-Filing Pajak 2021

Lalu, bagaimana cara mengakses e-Filing?

Berikut tahapan tata cara lapor SPT Tahunan pajak pribadi online di e-Filing pajak 2021:

  • Silakan login di www.pajak.go.id dengan Akun DJP Online atau e-Filing Klikpajak.id
  • Klik layanan e-Filing Pada menu ”Lapor” 
  • Buat SPT
  • Ambil dan isi Kode Verifikasi
  • Kirim SPT
  • Bukti Penerimaan Elektronik nanti akan dikirim ke email WP 

Sebelum pengisian SPT, ada baiknya WP menyiapkan terlebih dahulu dokumen pendukung seperti berikut:

1.Bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta, atau 1721 A2 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)

2. Bukti potong 1721 VII untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat final

3. Bukti potong PPh Pasal 23 untuk penghasilan dari sewa selain tanah dan bangunan

4. Bukti potong PPh Pasal 4 ayat 2 untuk sewa tanah dan bangunan

5. Daftar penghasilan

6. Daftar harta (buku tabungan, sertifikat tanah atau bangunan) dan utang (rekening utang)

7. Daftar tanggungan keluarga

8. Bukti pembayaran zakat atau sumbangan lain

9. Dokumen penunjang lainnya

 

 

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi OnlineIlustrasi formulir SPT Tahunan pribadi untuk lapor di e-Filing pajak 2021

Panduan Umum Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online e-Filing Pajak 2021

Secara umum berikut ini tata cara lapor SPT Tahunan. 

  • Jika Anda sudah menyiapkan dokumen pendukung, silakan masuk ke www.pajak.go.id  atau Klikpajak.id
  • Klik “LOGIN”, lalu masukkan NPWP ,kata sandi dan kode keamanan, lalu Klik Login.
  • Klik Menu: “Lapor”, lalu Pilih Layanan: e-Filing .
  • Pilih ‘Buat SPT’ 

Ikuti panduan yang diberikan, termasuk yang berbentuk pertanyaan seperti ini: 

  • Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas? Pilih jawaban “Tidak”
  • Apakah Anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau pisah harta? Pilih jawaban “Tidak”
  • Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari Rp60 juta? Pilih jawaban “Tidak”
  • Misalkan Anda menggunakan 1770 S. Anda akan mendapat pertanyaan, apakah Anda dapat menggunakan formulir 1770 S, pilihlah form yang akan digunakan. 

Jika Anda sudah tahu cara mengisi formulir 1770 S, maka Anda bisa pilih jawaban “Dengan Bentuk Formulir”. Tapi bila Anda ingin dipandu dan dipermudah bentuk tampilan pengisiannya, pilih jawaban “Dengan Panduan”. Isilah SPT mengikuti panduan yang ada.

  • Jika SPT sudah dibuat, sistem akan menampilkan ringkasan SPT.
  • Untuk mengirim SPT tersebut, ambil terlebih dahulu kode verifikasi, di mana kode verifikasi ini akan dikirim ke email wajib pajak yang sudah didaftarkan.
  • Masukkan kode verifikasi dan klik ‘Kirim SPT’.
  • Jika WP siap mengirim SPT atau masih ragu, bisa klik ‘Selesai’ dan SPT Anda akan tersimpan untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Untuk mengedit, bisa kembali di menu ‘Submit SPT’

Cara Mudah Lapor SPT Tahunan Pribadi e-Filing 2021 di Klikpajak

Lapor SPT Tahunan melalui e-Filing Klikpajak, Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Berikut panduan lapor SPT Tahunan di eFiling 2021 di e-Filing Klikpajak:

1. Langkah pertama untuk menggunakan fitur eBilling di Klikpajak adalah login/masuk ke akun Klikpajak Anda melalui link https://my.klikpajak.id/login, lalu masukkan ‘email dan password’ yang telah Anda daftarkan di Klikpajak.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

2. Setelah Anda registrasi, Anda akan langsung dibawa menuju ke dashboard dari Klikpajak. Untuk melakukan e-Filing, Anda wajib mendaftarkan penggunaan e-Filing Klikpajak melalui tombol Daftar EFIN dibawah ini.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

3. Setelah itu, isi form pendaftaran yang ada. Anda hanya melakukan pengisian ini 1 kali, selanjutnya Klikpajak akan menggunakan data yang telah Anda isikan pada form ini.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

4. Setelah menyelesaikan pendaftaran dan melakukan verifikasi, masuk kembali ke menu utama dengan kembali login di my.klikpajak.id, lalu pilih Lapor Pajak, jika sudah berhasil masuk ke halaman ‘Lapor Pajak’, maka akan muncul halaman baru seperti gambar di bawah ini.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

 

5. Setelah itu, Masukan file CSV yang didapatkan dari aplikasi e-SPT atau e-Faktur di field yang tersedia. Jika file CSV yang diupload valid, maka informasi Jenis SPT, Masa pajak, NPWP, beserta keterangan pembetulan akan muncul.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

6. Apabila kami menemukan pajak terkait yang sudah lunas dan tersimpan di Klikpajak, kami akan memunculkan pajak tersebut. Pilihlah pajak yang ingin Anda laporkan dalam pelaporan SPT Anda, lalu klik ‘Lapor pajak terkait’. (Langkah ini hanya muncul apabila Anda melakukan pembayaran di Klikpajak).

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

7. Masukan file lampiran PDF yang ingin turut dilaporkan di field yang tersedia. Lampiran PDF ini bersifat opsional jika status pelaporan SPT Anda nihil. Apabila status SPT Anda adalah Kurang Bayar, Anda wajib melampirkan PDF minimal bukti pembayaran pajak Anda. (Nama file PDF wajib sama dengan nama file CSV yang ingin Anda laporkan). Setelah Anda yakin dengan data pajak yang ingin Anda lapor, klik ‘Laporkan’. Anda akan dibawa ke halaman Status pelaporan dan dapat melihat status SPT yang baru Anda sampaikan muncul di baris teratas.

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

8. Setelah pelaporan Anda sudah berhasil maka akan muncul Pelaporan Anda sedang diproses oleh DJP dan tinggal menunggu Bukti PelaporanElektronik(BPE) seperti gambar di  bawah ini:

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

9. Tahap terakhir, Apabila pelaporan SPT berhasil dan telah menerima NTTE, BPE akan dikirimkan ke email yang terdaftar di Klikpajak seperti contoh di bawah ini.

 

e-Filing Pajak 2021: Tata Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi Online

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

  1. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan
  2. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

  1. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Mengapa Mudah Urus Perpajakan di Klikpajak.id?

Karena Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi, mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak hanya dalam satu platform yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun Anda berada.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat merugikan.

Bukan hanya itu, Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur lain yang semakin membuat urusan perpajakan Anda efektif dan efisien. Fitur apa sajakah itu?

A. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

B. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

C. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayarPajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED24 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: