Pengertian Capital Gain dan Hubungannya dengan Pajak Penghasilan - Klikpajak

Pengertian Capital Gain dan Hubungannya dengan Pajak Penghasilan

Ketika suatu perusahaan atau individu melakukan investasi, harapan yang dimiliki tentunya adalah adanya keuntungan modal atau capital gain. Capital gain sendiri adalah istilah untuk menyebut keuntungan yang didapatkan oleh suatu pelaku usaha dalam penjualan aset modal (investasi), dimana aset modal tersebut memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada harga belinya. Aset modal sebagaimana tersebut di atas dapat berupa investasi tertentu, seperti saham, reksa dana, properti, bisnis, atau investasi lainnya.

Capital gain sendiri juga memiliki dua jenis yaitu long term capital gain dan short term capital gain.

Bisa dikatakan long term capital gain apabila jangka investasi lebih dari satu tahun. Sedangkan short term capital gain jangka investasi kurang dari satu tahun.

Namun, suatu keuntungan usaha hanya dapat dikatakan sebagai keuntungan modal apabila telah direalisasikan atau saat telah terjadi penjualan. Jika Anda memiliki suatu aset, dimana harga pasarnya terus naik dibandingkan modal awal yang Anda investasikan, namun apabila Anda belum menjualnya, maka Anda belum dapat menyebut kenaikan harga tersebut sebagai capital gain.

Baca Juga: Objek, Tarif dan Cara Menghitung Pajak PPh Pasal 21

Contoh Kasus Capital Gain

Contoh 1

Tuan Indra membeli properti di tahun 2009 dengan harga perolehan Rp 500.000.000,00 dan mempertahankan aset tersebut sampai tahun 2015. Saat menjualnya, harga properti tersebut mencapai Rp 800.000.000,00 dalam jangka waktu enam tahun. Terkait dengan penjualan properti tersebut, Tuan Indra harus mengeluarkan biaya agen, biaya notaris, dan lain-lain sebesar Rp 50.000.000,00. Maka, capital gain (keuntungan modal) di tahun 2015 atas penjualan properti yang dimiliki Tuan Indra tersebut di atas dapat dihitung sbb:

Keuntungan Modal = Harga Penjualan – Harga Perolehan – Biaya Penjualan 

= Rp 800.000.000,00 – Rp 500.000.000,00 – Rp 50.000.000,00

= Rp 250.000.000,00

Contoh 2

Contoh lainnya adalah, Tuan Indra membeli 2.000 lembar saham PT. XYZ  di tahun 2009 dengan harga perolehan Rp 4.000,00 per lembar saham, total harga saham yang dimilikinya tersebut adalah Rp 8.000.000,00. Pada tahun 2015, harga per lembar saham PT. XYZ menjadi Rp 4.500,00 per lembar saham. Atau dengan kata lain nilai saham Tuan Indra menjadi Rp 9.000.000,00. Namun di tahun tersebut Tuan Indra tidak melakukan penjualan atas sahamnya tersebut. Maka kenaikan harga saham sebesar Rp 500,00 per lembar saham tadi belum menjadi keuntungana modal bagi Tuan Indra.

Capital gain = Rp 0,00

Baca Juga: Jenis Pajak dalam Penjualan Saham Perusahaan Tertutup

Capital Gain dalam Perpajakan Indonesia

Dari contoh di atas, capital gain atas penjualan properti Tuan Indra sebesar Rp 250.000.000,00 harus dilaporkan dalam SPT Tahunan masa pajak 2015 sebagai tambahan penghasilan. Sementara kenaikan harga saham yang dimiliki Tuan Indra di PT. XYZ, karena belum menjadi keuntungan modal, tidak perlu dilaporkan sebagai tambahan penghasilan.

Hal ini berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000, yang mengatur sebagai berikut:

  1. Yang dikategorikan menjadi Objek Pajak adalah penghasilan. Dimana definisi penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk antara lain keuntungan atas penjualan atau karena pengalihan harta. (Pasal 4 ayat (1) huruf d)
  2. Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima oleh wajib pajak, sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa (antara penjual dan pembeli) maka harga perolehan dan harga penjualan yang dilaporkan adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima oleh wajib pajak. (Pasal 10 ayat (1))

Klikpajak, Aplikasi Pelaporan SPT dalam Genggaman

Klikpajak merupakan aplikasi perpajakan digital yang merupakan mitra resmi DJP yang dilengkapi dengan sertifikasi  ISO 27001 dimana data pada Klikpajak dapat dijamin keamanannya.

Salah satu fitur menarik Klikpajak adalah Anda bisa mengunggah file CSV dan .pdf formulir SPT 1771 yang dibutuhkan melalui Klikpajak tentu hal ini memudahkan Anda untuk melakukan pelaporan SPT tahunan Anda.

Dengan fitur terbaik yang dimiliki Klikpajak, Anda bisa mendapatkannya dengan gratis! Daftarkan diri Anda sekarang dan ketuk banner di bawah untuk mendaftar!

 

lapor spt tahunan badan dengan klikpajak: tips dan cara daftar NPWP


PUBLISHED03 Jul 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: