Risiko Membangun Event Organizer bagi Pengusaha Pemula dan Penerapan Pajaknya

Risiko Membangun Event Organizer bagi Pengusaha Pemula dan Penerapan Pajaknya

Dewasa ini, usaha Event Organizer (EO) mulai diperhitungkan karena banyak dilirik oleh sebagian masyarakat yang lebih memilih pelayanannya untuk menyelenggarakan suatu acara. Bagi konsumen, pilihan ini tepat karena dianggap lebih unggul dari nilai kepraktisannya sehingga tidak perlu repot lagi mempersiapkan.  Jasa EO sangat dibutuhkan terutama saat akan menggelar acara-acara besar yang dirancang sedemikian detailnya sesuai rencana. Sebelum membangun usaha Event Organizer, sebagai pengusaha pemula, Anda wajib paham mengenai risiko usaha EO dan solusinya beserta pajak usaha event organizer yang diterapkan.

Risiko Usaha Event Organizer dan Solusinya

1.  Tanpa Pengalaman Bisnis? Seraplah Ilmu dari Bisnis Orang Lain

Bisnis EO membutuhkan banyak keahlian dan pengalaman beragam untuk mendukung kelancaran usaha. Ada banyak permasalahan rumit dalam pengembangan bisnisnya sehingga penanganan yang cepat dan tetap sangat dibutuhkan. Jika Anda telah memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni berarti Anda sudah siap membangun bisnis EO sebab modal awal sebagai landasan kuat membangun bisnis ini, telah Anda miliki.

Namun bagaimana bila Anda tidak memiliki pengalaman sama sekali? Salah satu cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan bergabung dengan bisnis orang lain. Seraplah ilmu, soft skill dan pengalaman yang baik. Dengan bertemu banyak orang, Anda akan lebih mudah mengenali banyak karakter manusia, sehingga Anda dapat belajar bagaimana karakter klien dan staf yang nantinya Anda miliki.

2.   ingin Output Memuaskan? Miliki Tim yang Kuat dan Profesional

Saat berbisnis EO, Anda akan menjumpai beragam klien dengan beragam kebutuhan pula. Oleh karena itu sangat dibutuhkan peran tim dengan berbagai keahlian khusus dalam menanganinya. Setiap anggota tim akan bekerja melengkapi satu sama lain sesuai spesialisasi kerja. Pembentukan tim yang solid membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Anda perlu menyiapkan lebih awal untuk mencari orang-orang pilihan yang bersedia berkomitmen dalam satu tim.

Tim yang beranggotakan “sembarangan” cenderung akan menghasilkan output yang kurang memuaskan. Kurangnya koordinasi, komunikasi serta keahlian yang kurang mumpuni akan berujung pada kerja yang tidak berkualitas dan gagal. Kenyataannya, setiap hasil kerja yang berkualitas pasti dihasilkan dari proses kerja sama tim yang solid dan kuat. Tim yang solid akan menghadirkan suasana menyenangkan dalam berproses menyelesaikan suatu proyek secara baik dan profesional.

3.     Cegah Masalah Kekurangan Modal? Persiapkan Anggaran Dana Sejak Awal

Persiapkan modal dalam menjalankan bisnis event organizer dengan baik dan terencana. Pembayaran konsumen biasanya dilakukan secara bertahap dan baru dilunasi sepenuhnya di akhir acara. Antisipasi dengan baik. Siapkan dana atau modal cukup pada bisnis Anda untuk menutupi kebutuhan acara terlebih dahulu. Kekurangan modal akan menghambat kinerja bisnis Anda jika tidak sigap diatasi. Kepercayaan dan kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan menjadi hal yang paling nomor satu. Jangan lupa memempersiapkan anggaran dana perusahaan Anda untuk membayar kewajiban perpajakan.

4.   Bisnis Tidak Stabil? Pastikan Ada Dukungan Relasi dan Mitra Bisnis

Bisnis Anda dapat berhenti atau menjadi tidak stabil apabila relasi yang dimilki kurang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Tidak menutup kemungkinan, target-target yang Anda rancang akan terhambat ketercapaiannya karena tidak ada daya dukung dari luar.

Relasi dengan beberapa pihak atau mitra terkait sangat berperan kuat dalam kesuksesan bisnis Anda. Jalinlah hubungan yang baik dan intensif dengan relasi atau mitra bisnis. Para mitra atau relasi Anda akan semakin nyaman dan senang berbisnis juga kemungkinan mendapat testimoni dan rekomendasi yang luar biasa baik kepada calon klien baru Anda.

5.  Cara Melancarkan Bisnis? Berikan Kreativitas Tinggi

Dalam berbisnis, Anda dituntut wajib berusaha untuk selalu memberikan kreativitas tinggi agar klien puas. Kreativitas yang tinggi sangat dibutuhkan untuk suksesnya bisnis EO. Kreativitas dapat mencakup pada aspek konsep dan penanganan tepat. Anda diharuskan selalu mengikuti perkembangan dan trend yang ada di masyarakat. Kreativitas menjadi kunci utama keberlangsungan bisnis EO.

Penerapan Pajak Usaha Event Organizer untuk Badan

Pada dasarnya tidak ada perbedaan penerapan pajak usaha event organizer dengan usaha lain. Pajak yang diterapkan terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Jenis Jasa Penyelenggara Kegiatan  atau Event organizer Badan merupakan Objek PPh Pasal 23 dengan tarif sebesar 2% dan 15%.

Penerapan PPN atas Penyerahan Jasa Event Organizer

  1. EO menyelenggarakan kegiatan atas permintaan klien atau pengusaha EO sendiri meliputi: pameran, pesta, seminar, pagelaran musik, konferensi pers, launching produk, talkshow, lomba, fashion show dan sejenisnya.
  2. Jasa EO dalam terselenggaranya acara termasuk pemesanan gedung, desain interior, penyediaan ruangan, sound system dan sebagainya.
  3. Penyerahan Jasa EO di dalam daerah pabean dan klien berasal dari luar daerah pabean dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  4. Dasar Pengenaan Pajak untuk menghitung PPN terutang meliputi:
  • Biaya yang diminta oleh pemilik EO kepada klien termasuk karena pembatalan pemesanan oleh klien.
  • Imbalan yang diperoleh dari kegiatan termasuk bagi hasil.
  • Pemungut PPN adalah Perusahaan EO kepada pengguna jasa.

Banyaknya EO yang bermunculan di masyarakat seharusnya berbanding sama dengan pajak yang disetorkan. Apabila EO tidak memenuhi kewajiban pajak usaha event organizer, maka akan dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 2% setiap bulannya.


PUBLISHED25 Oct 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: