Jenis Pajak Badan Usaha yang Wajib Dibayarkan - Klikpajak

Jenis Pajak Badan Usaha yang Wajib Dibayarkan

Beberapa pengusaha yang mulai merintis usahanya sepertinya harus memulai untuk berpikir lebih detail mengenai pajak. Ini adalah salah satu komponen yang sangat penting apalagi jika usaha Anda semakin besar dan menghasilkan laba yang makin besar pula. Oleh karena itu, Anda perlu memahami beberapa jenis pajak badan usaha yang wajib dibayarkan, sesuai peraturan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Pajak Penghasilan (PPh)

PPh termasuk jenis pajak badan usaha. Subjeknya bisa orang secara invididu atau badan termasuk juga perusahaan. Penghasilan sendiri didefinisikan sebagai setiap tambahan dari kemampuan ekonomis yang bisa berasal dari dalam atau luar Indonesia dimana hal itu bisa dikonsumsi atau bisa menambah kekayaan baik dengan nama atau bentuk apapun. Oleh sebab itu, setiap pengusaha atau perusahaan juga akan dikenai pajak penghasilan. Besaran pajak yang diambil adalah 1% dari omzet.

PPh ini juga berlaku bagi bisnis model UMKM atau konvensional yang memiliki bangunan fisik atau juga bagi mereka pebisnis online atau e-commerce. Besaran pajaknya sama yakni 1% dari omzet termasuk juga landasan Undang-Undang tentang pajak pengusaha.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Per tanggal 1 Januari tahun 2014, pemerintah sudah menetapkan batasan Pengusaha Kena Pajak atau PKP yakni pengusaha yang memiliki omzet mencapai Rp4,8 Miliar setiap tahun. Jadi, setiap pengusaha baik offline atau online yang memiliki penghasilan hingga angka tersebut dalam setiap tahun, wajib dikenai PPN. PPN ini biasanya dipungut dari setiap transaksi yang terjadi. Anda bisa lihat ketika berbelanja di swalayan atau minimarket atau juga membeli tiket tertentu, maka di dalam struk atau tiket tersebut terdapat tulisan ‘sudah termasuk biaya PPN’.

PPN bisa didefinisikan sebagai pajak yang dikenakan bagi siapa saja yang melakukan transaksi barang yang termasuk dalam kategori objek PPN. Jadi, siapa saja pelaku transaksi tersebut, baik kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, jika transaksinya termasuk dalam objek PPN, maka wajib dikenai PPN sebesar 10%.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Hampir sama dengan PPN, bedanya Objek Pajak disini secara khusus disebutkan. Kategori objek yang masuk pajak ini adalah objek yamg mahal atau mewah. Ada beberapa acuan barang terkategori pajak ini seperti sebagai berikut:

  1. Barang tersebut bukan merupakan kebutuhan pokok.
  2. Barang tersebut hanya dikonsumsi oleh kalangan masyarakat tertentu (kelas atas).
  3. Barang tersebut pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.
  4. Barang tersebut dikonsumsi dengan tujuan untuk menunjukkan status sosial.
  5. Barang tersebut apabila dikonsumsi bisa merusak kesehatan atau moral masyarakat termasuk juga mengganggu ketertiban masyarakat.

Namun, yang paling pokok adalah antara PPh dan PPN dimana hampir setiap pengusaha akan dikenai keduanya baik pengusaha dengan model online atau offline (konvensional). Jadi, hampir setiap mereka yang terjun di dunia usaha dan memiliki omzet sejumlah yang sudah disebut di atas memang sudah memiliki kewajiban untuk dikenai PPh dan PPN.

Berikut tadi beberapa pajak Badan Usaha. Anda membutuhkan perencanaan pajak yang matang dalam menajemen keuangan Anda, agar memudahkan pelaporan pajak tiap bulannya. Membayar pajak merupakan kewajiban dan salah satu kontribusi penting masyarakat dalam membangun negara. Jadi tidak akan ada ruginya dalam membayar pajak.


PUBLISHED04 Sep 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: