Berapa Penghasilan Tidak Kena Pajak Lajang, Menikah atau Punya Anak?

Berapa Penghasilan Tidak Kena Pajak Pekerja Lajang, Sudah Menikah dan Punya Anak?

Dalam menghitung pajak penghasilan, dikenal istilah PTKP. Masing-masing besar Penghasilan Tidak Kena Pajak pekerja lajang, sudah menikah dan pekerja yang punya anak itu berbeda. Berapa besarnya?

PTKP adalah besarnya penghasilan yang menjadi batasan tidak dikenakan pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP).

Dengan kata lain, jika penghasilan di bawah batas PTKP maka tidak akan dikenakan potongan pajak penghasilan (PPh) pasal 25/29. Jika berstatus sebagai pegawai atau penerima penghasilan objek PPh 21 maka penghasilan tersebut juga tidak dilakukan pemotongan. 

Berapa nominal Penghasilan Tidak Kena Pajak pekerja lajang, sudah menaikah atau pekerja yang sudah memiliki anak, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Status Wajib Pajak

Perlu diketahui bahwa besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak ditentukan oleh status Wajib Pajak pada awal tahun pajak.

Status Wajib Pajak terdiri dari:

  • Status TK/…

TK/… Artinya Tidak Kawin, kemudian ditambah dengan banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

  • Status K/…

K/… Artinya Kawin, ditambah dengan banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

  • Status K/I/…

K/I/.. Artinya Kawin, tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami, kemudian ditambah dengan anggota keluarga yang menjadi tanggungan. 

Note: Selengkapnya bisa Anda baca Ulasan Lengkap Pajak Penghasilan: Jenis-Jenis PPh, Objek, Subjek, Tarif dan Contoh

Tanggungan anggota keluarga adalah anggota keluarga yang memiliki hubungan sedarah dan keluarga dalam satu garis keturunan.

Termasuk juga anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya. Jumlahnya adalah maksimal tiga orang untuk setiap keluarga.

Hubungan keluarga sedarah lurus adalah ayah, ibu, atau anak kandung. Sedangkan hubungan semenda lurus adalah mertua atau anak tiri.

Saudara kandung dan saudara ipar yang menjadi tanggungan tidak termasuk dalam penambahan tanggungan PTKP. 

Ilustrasi Wajib Pajak yang berpenghasilan dan berhak atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak pekerja lajang

Besar Jumlah PTKP Berdasarkan Status Wajib Pajak

Jumlah besar Penghasilan Tidak Kena Pajak telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Namun sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 besar PTKP belum mengalami perubahan.

Note: Tidak semua subjek dan objek pajak dikenai pajak penghasilan, Inilah Daftar Subjek dan Objek Pajak yang Dikecualikan dari PPh

Berikut besar PTKP berasarkan statusnya:

Laki-Laki atau Perempuan Lajang

  • TK/0 Rp54.000.000
  • TK/1 Rp58.500.000
  • TK/2 Rp63.000.000
  • TK/3 Rp67.500.000

Laki-Laki Kawin

  • K/0 Rp58.500.000
  • K/1 Rp63.000.000
  • K/2 Rp67.500.000
  • K/3 Rp72.000.000

Penghasilan Suami Istri Digabung

  • K/I/0 Rp112.500.000
  • K/I/1 Rp117.000.000
  • K/I/2 Rp121.500.000
  • K/I/3 Rp126.000.000

Berapa Batas Perhitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak?Ilustrasi penghasilan tidak kena pajak pekerja lajang yang menjadi hak wajib pajak

Lapor SPT Pajak di KlikPajak

Setiap Wajib Pajak mendapatkan penghasilan dengan nilai kurang dari Penghasilan Tidak Kena Pajak tetap wajib melakukan lapor SPT Tahunan. Kondisi ini disebut dengan SPT Nihil.

Untuk mempermudah pelaporan SPT Tahunan PPh Anda, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak by Mekari.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak kapan saja dengan mudah.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, di antaranya:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Note: Langkah-langkah membuat ID Billing dan Lapor SPT Pajak melaluie-Filing selengkapnya bisa dilihat di SINI

Ketahui Batas Waktu Lapor SPT Tahunan

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Fitur Lengkap Klikpajak

Klikpajak berbasis cloud yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan dengan baik kapan pun dan di mana pun.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

e-Faktur

Di Klikpajak, Anda semakin mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, seperti:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Faktur Pajak Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Note: Panduan lengkap langkah-langkah pembuatan e-Faktur, pembayaran dan pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Contoh fitur membuat bukti potong di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Ingat, membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 sekarang wajib menggunakan e-Bupot. Berlaku mulai 1 Agustus 2020 berdasarkan KEP-269/PJ/2020. Selengkapnya baca di SINI.

e-Billing

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration. Membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Ilustrasi tim support Klikpajak yang selalu siap membantu keperluan perpajakan Anda

Tim Support Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED24 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: