Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

Awas, Bea Materai Palsu! Kenali Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

Meski dalam setahun ke depan hingga penghujung 2021, Bea Materai atau Meterai tempel senilai Rp6000 dan Rp3000 masih bisa digunakan, tapi pemerintah resmi mengganti Bea Meteral Rp10.000 berlaku mulai awal tahun ini. Klikpajak by Mekari akan mengulas ciri-ciri Bea Meterai Tempel 2021 asli agar Anda terhindar dari Bea Materai palsu.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebelumnya mengakui sudah sejak lama tarif meterai di Indonesia tidak naik, meski nilai mata uang rupiah sudah jauh berubah dibanding 20 tahun silam.

Kenaikan tarif Bea Materai atau Bea Meterai pada dua dekade yang lalu, yakni tahun 2000 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal yang Dikenakan Bea Meterai.

Ketentuan menaikkan Bea Meterai pada tahun 2000 lalu tanpa mengubah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985.

Pada tahun 2000, tarif Bea Meterai (Bea Materai) diputuskan naik dari sebelumnya sebesar:

  • Bea Meterai Rp500 menjadi Rp3000
  • Bea Meterai Rp1000 menjadi Rp6000

Note: Ingin mengetahui sejarah perubahan tarif Bea Materai dari masa ke masa, temukan jejak Bea Meterai Indonesia dan penggunaan Bea Meterai elektronik 2021 di SINI.

Melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, pemerintah resmi menaikkan tarif Bea Meterai menjadi Rp10.000.

Tarif Bea Meterai terbaru yang berlaku mulai 1 Januari 2021 ini merupakan tarif meterai single digit alias satu tarif.

Dalam UU Bea Meterai No. 10/2020 ini pula pemerintah memperkenalkan bentuk baru dari Bea Meterai, yakni Meterai Elektronik atau dikenal Bea Meterai Digital (e-Meterai).

Dengan adanya UU Bea Meterai No. 10/2020, maka UU No. 13/1985 resmi dicabut alias tidak berlaku lagi.

Sudah penasaran dengan wajah baru Bea Meterai tempel 2021?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan sedikit mengulas penggunaan Bea Meterai (Bea Materai) terbaru ini agar aktivitas perpajakan Anda yang memerlukan Bea Meterai dapat berjalan lancar.

Penggunaan ‘Bea Materai’ Terbaru dan Bea Meterai Elektronik 2021

Tidak semua dokumen akan dikenakan Bea Meterai atau biasa disebut Bea Materai ini.

Melalui UU Bea Meterai 2020 ini, dokumen yang dikenakan Bea Meterai adalah:

  • Dokumen dengan jumlah nominal lebih dari Rp5.000.000
  • Dokumen fisik dan dokumen elektronik

Note: Objek, Tarif, Cara Menghitung dan Syarat Mengurus BPHTB

a. Dokumen yang Wajib Menggunakan Bea Materai (Bea Meterai)

Dokumen-dokumen yang dikenakan Bea Meterai bersifat perdata, diantaranya:

  • Surat perjanjian, surat keterangan/pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya
  • Akta notaris beserta grosse, Salinan, dan kutipannya
  • Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPATK) beserta salinannya dan kutipannya
  • Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apa pun
  • Dokumen transaksi surat berharga, termasuk Dokumen Transaksi Kontrak Berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun
  • Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, Salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliIlustrasi dokumen yang harus ditempel dengan Bea Materai atau Bea Meterai terbaru 2021

b. Dokumen yang Tidak Menggunakan Bea Meterai (Bea Meterai)

Jika ada dokumen-dokumen yang diwajibkan menggunakan Bea Materai, maka ada pula dokumen yang dibebaskan atau tidak dikenakan Bea Meterai, yaitu:

  • Dokumen untuk penanganan bencana alam
  • Kegiatan yang bersifat keagamaan dan sosial
  • Dalam rangka mendorong program pemerintah melakukan perjanjian internasional
  • Dokumen terkait lalu lintas orang dan barang, seperti surat penyimpanan barang, konosemen, surat angkutan penumpang serta barang, dan lainnya
  • Ijazah
  • Tanda terima gaji
  • Uang tunggu
  • Pensiun
  • Uang tunjangan
  • Pembayaran lainnya terkait dengan hubungan kerja, surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran yang dimaksud

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliIlustrasi slip gaji yang tidak perlu ditempel Bea materai atau Bea Meterai

c. Nasib Stok Bea Materai atau Meterai Lama

Dengan adanya Bea Meterai baru ini, bagaimana nasib stok meterai lama?

Melalui Siaran Pers Nomor SP-02/2021, DJP menegaskan bahwa terkait stok meterai tempel edisi 2014 yang masih tersisa, masih dapat digunakan hingga 31 Desember 2021 dengan nilai paling sedikit Rp9000.

Tapi ada ketentuan cara menggunakan Bea Meterai tempel yang lama ini pada dokumen, dengan beberapa pilihan, yakni:

  • Membubuhkan tiga meterai masing-masing senilai Rp3000
  • Dua meterai masing-masing Rp6000
  • Atau meterai Rp3000 dan Rp6000 pada dokumen

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliContoh bentuk Bea Materai atau Bea Meterai lama Rp3000 dan Rp6000

Awas, Jangan Tertipu ‘Bea Materai’ Palsu

Ditjen Pajak mengingatkan agar masyarakat mengetahui persis bentuk Bea Meterai tempel terbaru ini guna menghindari mendapatkan meterai palsu.

Seiring bergantinya tarif Bea Meterai, berubah pula tampilan atau desain meterai.

Untuk itu, masyarakat diharapkan memahami bentuk dan ciri Bea Meterai terbaru yang dirilis 2021 ini.

Note: Lapor Pajak Pribadi: Dokumen Lapor SPT Tahunan Pribadi Pengusaha atau Pekerja Bebas

Sehingga pengguna Bea Meterai tidak dirugikan atas penyalahgunaan meterai tempel yang mungkin saja ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab melakukan tindakan pemalsuan.

Oleh karena itu, tak ada salahnya mengenal lebih jauh tentang bentuk dan tampilan Bea Meterai 2021 ini.

Meterai tempel baru ini sudah dapat diperoleh di Kantor Pos seluruh Indonesia.

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliContoh bentuk Bea Materai atau meterai tempel terbaru 2021 via dokumentasi DJP

Kenali Wajah Baru dan Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel Rp10.000

Seperti apa sih penampakan Bea Meterai tempel Rp10.000 yang mulai berlaku tahun 2021 ini?

Melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 4/PMK.03/2021, DJP resmi mengumumkan tampilan Bea Meterai baru menggantikan desain meterai lama tahun 2014.

PMK No. 4/PMK.03/2021 tentang Pembayaran Bea Meterai, Ciri Umum dan Ciri Khusus Meterai Tempel, Meterai dalam Bentuk Lain, dan Penentuan Keabsahan Meterai, serta Pemeteraian Kemudian.

Desain meterai tempel baru ini mengusung tema Ornamen Nusantara.

Pemilihan tema ini diakui DJP mewakili semangat menularkan rasa bangga atas kekayaan yang dimiliki Indonesia dan semangat nasionalisme.

Ada dua ciri dalam desain meterai tempel 2021 ini, yakni ciri umum dan ciri khusus.

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

Berikut ciri-ciri Bea Meterai tempel 2021 dalam ciri umum dan ciri khusus:

  1. Ada gambar lambang Garuda Pancasila
  2. Terdapat tulisan METERAI TEMPEL
  3. Angka 10000 dan Tulisan SEPULUH RIBU RUPIAH (menunjukkan tarif Bea Meterai)
  4. Teks mikro modulasi INDONESIA
  5. Blok ornamen khas Indonesia
  6. Tulisan Tgl.     20
  7. Bentuk meterai: Segi Empat
  8. Warna meterai: Dominan Merah Muda
  9. Perekat pada Sisi Belakang
  10. Serat pada kertas berwarna: Merah dan Kuning
  11. Hologram berbentuk: Persegi Panjang yang memuat gambar Lambang Negara Garuda Pancasila, Gambar Bintang, Logo Kementerian Keuangan dan tulisan DJP
  12. Ada efek raba pada angka 10000
  13. Efek perubahan warna dari Magenta menjadi Hijau pada Blok Ornamen Khas Indonesia
  14. Gambar Raster berupa Logo Kementerian Keuangan dan Tulisan ‘DJP
  15. Gambar Ornamen Khas Indonesia pada area lambang Garuda Pancasila
  16. Pola Motif Khusus pada tulisan METERAI TEMPEL
  17. Ada 17 Digit Nomor Seri
  18. Sebagian cetakan Berpendar Kuning di bawah sinar UV
  19. Perforasi bentuk Bintang, Oval, dan Bulat

Berikut tampilan visual ciri umum dan ciri khusus Bea Meterai tempel 2021:

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliCiri-ciri Bea Materai atau Bea Meterai tempel terbaru 2021 asli via dokumen DJP

Itulah penjelasan mengenai Bea Materai (Bea Meterai) tempel yang mulai berlaku 2021.

Setelah mengetahui Bea Meterai tempel terbaru ini, lakukan kewajiban perpajakan Anda dengan cara yang mudah dan simpel, mulai dari bayar dan lapor pajak, hingga urusan membuat laporan keuangan yang benar untuk administrasi perpajakan.

Agar lebih mudah melakukan administrasi pajak, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Kikpajak.id juga terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga, melalui Klikpajak Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

Fitur Lengkap dan Terintegrasi, Lebih Mudah Urus Pajak di Klikpajak

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Anda melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda dengan tepat dan akurat sehingga Anda terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Fitur lengkap apa saja yang membuat pengelolaan perpajakan Anda lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini:

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

Berikut rincian aturan sanksi dan denda pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

Note: Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

 

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

6. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan hanya dilakukan setelah WP melunasi utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan dan ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, di bawah ini:

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Ketahui Bea Meterai terbaru, hindari ‘Bea Materai’ palsu!

Gunakan Bea ‘Materai’ atau meterai untuk kebutuhan perpajakan Anda dengan tepat demi kelancaran administrasi perpajakan.

Anda juga dapat mengurus kewajiban perpajakan Anda sekaligus mengelola laporan keuangan persuhaan dengan cara mudah.

Ingin tahu bagaimana cara mengelola pajak dan laporan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara kelola pajak dan keuangan usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

 


PUBLISHED01 Feb 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: