Meterai Tempel Terbaru, Kenali Ciri-Ciri Bea Materai 2021 Asli

Awas, Bea Materai Palsu! Kenali Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 Asli

Meski dalam setahun ini hingga penghujung 2021, Bea Materai atau Meterai tempel senilai Rp6000 dan Rp3000 masih bisa digunakan, tapi pemerintah resmi mengganti Bea Meteral Rp10.000 berlaku mulai awal tahun ini. Klikpajak by Mekari akan mengulas ciri-ciri Bea Meterai Tempel 2021 asli agar Sobat Klikpajak terhindar dari Bea Materai palsu.

Tapi sebelum itu, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif & efisien guna mendukung kinerja perusahaan.

Ingin mengetahui cara kelola pajak dan keuangan bisnis yang mudah & cepat, ikuti demo online di Klikpajak Demo Pajak, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak kapan saja.

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar, melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak, kelola e-Faktur maupun e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan online Jurnal.id. 

Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id ini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenda by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan serta perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

Tentang Bea Meterai Tempel Terbaru

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebelumnya mengakui sudah sejak lama tarif meterai di Indonesia tidak naik, meski nilai mata uang rupiah sudah jauh berubah dibanding 20 tahun silam.

Kenaikan tarif Bea Materai atau Bea Meterai pada dua dekade yang lalu, yakni tahun 2000 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal yang Dikenakan Bea Meterai.

Ketentuan menaikkan Bea Meterai pada tahun 2000 lalu tanpa mengubah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985.

Pada tahun 2000, tarif Bea Meterai (Bea Materai) diputuskan naik dari sebelumnya sebesar:

  • Bea Meterai Rp500 menjadi Rp3000
  • Bea Meterai Rp1000 menjadi Rp6000

Baca juga tentang sejarah perubahan tarif Bea Materai dari masa ke masa, temukan jejak Bea Meterai Indonesia dan penggunaan Bea Meterai elektronik 2021.

Melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, pemerintah resmi menaikkan tarif Bea Meterai menjadi Rp10.000.

Tarif Bea Meterai terbaru yang berlaku mulai 1 Januari 2021 ini merupakan tarif meterai single digit alias satu tarif.

Dalam UU Bea Meterai No. 10/2020 ini pula pemerintah memperkenalkan bentuk baru dari Bea Meterai, yakni Meterai Elektronik atau dikenal Bea Meterai Digital (e-Meterai).

Dengan adanya UU Bea Meterai No. 10/2020, maka UU No. 13/1985 resmi dicabut alias tidak berlaku lagi.

Sudah penasaran dengan wajah baru Bea Meterai tempel 2021?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan sedikit mengulas penggunaan Bea Meterai (Bea Materai) terbaru ini agar aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak yang memerlukan Bea Meterai dapat berjalan lancar.

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by MekariPenggunaan Meterai Tempel Terbaru dan Bea Meterai Elektronik 2021

Tidak semua dokumen akan dikenakan Bea Meterai atau biasa disebut Bea Materai ini.

Melalui UU Bea Meterai 2020 ini, dokumen yang dikenakan Bea Meterai adalah:

  • Dokumen dengan jumlah nominal lebih dari Rp5.000.000
  • Dokumen fisik dan dokumen elektronik

Note: Objek, Tarif, Cara Menghitung dan Syarat Mengurus BPHTB

a. Dokumen yang Wajib Menggunakan Bea Materai (Bea Meterai)

Dokumen-dokumen yang dikenakan Bea Meterai bersifat perdata, diantaranya:

  • Surat perjanjian, surat keterangan/pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya
  • Akta notaris beserta grosse, Salinan, dan kutipannya
  • Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPATK) beserta salinannya dan kutipannya
  • Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apa pun
  • Dokumen transaksi surat berharga, termasuk Dokumen Transaksi Kontrak Berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun
  • Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, Salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliIlustrasi dokumen yang harus ditempel dengan Bea Materai atau Bea Meterai terbaru 2021

b. Dokumen yang Tidak Menggunakan Bea Meterai (Bea Meterai)

Jika ada dokumen-dokumen yang diwajibkan menggunakan Bea Materai, maka ada pula dokumen yang dibebaskan atau tidak dikenakan Bea Meterai, yaitu:

  • Dokumen untuk penanganan bencana alam
  • Kegiatan yang bersifat keagamaan dan sosial
  • Dalam rangka mendorong program pemerintah melakukan perjanjian internasional
  • Dokumen terkait lalu lintas orang dan barang, seperti surat penyimpanan barang, konosemen, surat angkutan penumpang serta barang, dan lainnya
  • Ijazah
  • Tanda terima gaji
  • Uang tunggu
  • Pensiun
  • Uang tunjangan
  • Pembayaran lainnya terkait dengan hubungan kerja, surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran yang dimaksud

Temukan cara mudah kelola Bukti Potong PPh 23/26 dengan tarik data langsung dari laporan keuangan online hanya di e-Bupot Klikpajak by Mekari. Coba & buktikan sekarang!

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliIlustrasi slip gaji yang tidak perlu ditempel Bea materai atau Bea Meterai

c. Nasib Stok Bea Materai atau Meterai Lama

Dengan adanya Bea Meterai baru ini, bagaimana nasib stok meterai lama?

Melalui Siaran Pers Nomor SP-02/2021, DJP menegaskan bahwa terkait stok meterai tempel edisi 2014 yang masih tersisa, masih dapat digunakan hingga 31 Desember 2021 dengan nilai paling sedikit Rp9000.

Tapi ada ketentuan cara menggunakan Bea Meterai tempel yang lama ini pada dokumen, dengan beberapa pilihan, yakni:

  • Membubuhkan tiga meterai masing-masing senilai Rp3000
  • Dua meterai masing-masing Rp6000
  • Atau meterai Rp3000 dan Rp6000 pada dokumen

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliContoh bentuk Bea Materai atau Bea Meterai lama Rp3000 dan Rp6000

Awas, Jangan Tertipu Meterai Tempel atau ‘Bea Materai’ Palsu

Ditjen Pajak mengingatkan agar masyarakat mengetahui persis bentuk Bea Meterai tempel terbaru ini guna menghindari mendapatkan meterai palsu.

Seiring bergantinya tarif Bea Meterai, berubah pula tampilan atau desain meterai.

Untuk itu, masyarakat diharapkan memahami bentuk dan ciri Bea Meterai terbaru yang dirilis 2021 ini.

Note: Lapor Pajak Pribadi: Dokumen Lapor SPT Tahunan Pribadi Pengusaha atau Pekerja Bebas

Sehingga pengguna Bea Meterai tidak dirugikan atas penyalahgunaan meterai tempel yang mungkin saja ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab melakukan tindakan pemalsuan.

Oleh karena itu, tak ada salahnya mengenal lebih jauh tentang bentuk dan tampilan Bea Meterai 2021 ini.

Meterai tempel baru ini sudah dapat diperoleh di Kantor Pos seluruh Indonesia.

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliContoh bentuk Bea Materai atau meterai tempel terbaru 2021 via dokumentasi DJP

Kenali Wajah Baru dan Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel Rp10.000

Seperti apa sih penampakan Bea Meterai tempel Rp10.000 yang mulai berlaku tahun 2021 ini?

Melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 4/PMK.03/2021, DJP resmi mengumumkan tampilan Bea Meterai baru menggantikan desain meterai lama tahun 2014.

PMK No. 4/PMK.03/2021 tentang Pembayaran Bea Meterai, Ciri Umum dan Ciri Khusus Meterai Tempel, Meterai dalam Bentuk Lain, dan Penentuan Keabsahan Meterai, serta Pemeteraian Kemudian.

Desain meterai tempel baru ini mengusung tema Ornamen Nusantara.

Pemilihan tema ini diakui DJP mewakili semangat menularkan rasa bangga atas kekayaan yang dimiliki Indonesia dan semangat nasionalisme.

Ada dua ciri dalam desain meterai tempel 2021 ini, yakni ciri umum dan ciri khusus.

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

Berikut ciri-ciri Bea Meterai tempel 2021 dalam ciri umum dan ciri khusus:

  1. Ada gambar lambang Garuda Pancasila
  2. Terdapat tulisan METERAI TEMPEL
  3. Angka 10000 dan Tulisan SEPULUH RIBU RUPIAH (menunjukkan tarif Bea Meterai)
  4. Teks mikro modulasi INDONESIA
  5. Blok ornamen khas Indonesia
  6. Tulisan Tgl.     20
  7. Bentuk meterai: Segi Empat
  8. Warna meterai: Dominan Merah Muda
  9. Perekat pada Sisi Belakang
  10. Serat pada kertas berwarna: Merah dan Kuning
  11. Hologram berbentuk: Persegi Panjang yang memuat gambar Lambang Negara Garuda Pancasila, Gambar Bintang, Logo Kementerian Keuangan dan tulisan DJP
  12. Ada efek raba pada angka 10000
  13. Efek perubahan warna dari Magenta menjadi Hijau pada Blok Ornamen Khas Indonesia
  14. Gambar Raster berupa Logo Kementerian Keuangan dan Tulisan ‘DJP
  15. Gambar Ornamen Khas Indonesia pada area lambang Garuda Pancasila
  16. Pola Motif Khusus pada tulisan METERAI TEMPEL
  17. Ada 17 Digit Nomor Seri
  18. Sebagian cetakan Berpendar Kuning di bawah sinar UV
  19. Perforasi bentuk Bintang, Oval, dan Bulat

Berikut tampilan visual ciri umum dan ciri khusus Bea Meterai tempel 2021:

Bea Materai Terbaru, Ketahui Ciri-Ciri Bea Meterai Tempel 2021 AsliCiri-ciri Bea Materai atau Bea Meterai tempel terbaru 2021 asli via dokumen DJP

Itulah penjelasan mengenai Bea Materai (Bea Meterai) tempel yang mulai berlaku 2021.

Setelah mengetahui Bea Meterai tempel terbaru ini, lakukan kewajiban perpajakan Anda dengan cara yang mudah dan simpel, mulai dari bayar dan lapor pajak, hingga urusan membuat laporan keuangan yang benar untuk administrasi perpajakan.

Agar lebih mudah melakukan administrasi pajak, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak by Mekari.

Aplikasi pajak online Kikpajak.id juga terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan administrasi perpajakan dan keuangan perusahaan.

Fitur Lengkap & Terintegrasi, Lebih Mudah Urus Pajak di Klikpajak by Mekari

Itulah penjelasan tentang bea meterai tempel terbaru yang berlaku mulai 2021.

Selanjutnya Sobat Klikpajak dapat melakukan aktivitas perpajakan dengan mudah dan cepat melalui fitur lengkap pajak online Klikpajak by Mekari.

Jika bisa praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang dapat menyita banyak waktu dan tenaga Sobat Klikpajak untuk urusan perpajakan?

Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan melalui Klikpajak yang memiliki fitur lengkap.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

Akuntansi Perpajakan & Contoh Perhitungan Akuntansi Pajak adalah...Contoh fitur lengkap pajak online Klikpajak untuk memenuhi aktivitas akuntansi perpajakan Sobat Klikpajak

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Akuntansi Perpajakan & Contoh Perhitungan Akuntansi Pajak adalah...

B. Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Sobat Klikpajak dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  4. Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur Klikpajak

Akuntansi Perpajakan & Contoh Perhitungan Akuntansi Pajak adalah...

C. Cara Bayar Pajak yang Mudah & Cepat

Ingat, sebelum bayar atau setor pajak ke kas negara, Sobat Klikpajak harus membuat yang namanya Kode Billing dari DJP terlebih dahulu sebagai syarat bayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Barang Kena Pajak dan Jenis BKP yang Harus Diketahui Pengusaha

D. Cara Lapor Pajak di e-Filing Klikpajak, Gratis!

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak tidak hanya dapat melakukan bayar pajak saja, tapi juga bisa melaporkan pajak yang dibayarkan.

Sobat Klikpajak dapat melaporkan pajak melalui e-Filing Klikpajak.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

Akuntansi Perpajakan & Contoh Perhitungan Akuntansi Pajak adalah...

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Akuntansi Perpajakan & Contoh Perhitungan Akuntansi Pajak adalah...

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Klikpajak Dirancang untuk Memenuhi Kebutuhan Perpajakan Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Ketahui Bea Meterai Tempel terbaru, hindari ‘Bea Materai’ palsu!

Gunakan Bea ‘Materai’ atau meterai untuk kebutuhan perpajakan Sobat Klikpajak dengan tepat demi kelancaran administrasi perpajakan.

Sobat Klikpajak juga dapat mengurus kewajiban perpajakan Sobat Klikpajak sekaligus mengelola laporan keuangan persuhaan dengan cara mudah.

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

 

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED24 May 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: