Apa itu Kode Faktur Pajak 080 dan Penggunaannya?

Apa itu Kode Faktur Pajak 080 dan Penggunaannya?

Setiap faktur yang dibuat harus memuat kode Kaktur Pajak yang bisa didapatkan secara online melalui aplikasi e-Nofa DJP. Salah satu kode yang ada dalam faktur adalah Kode Faktur Pajak 080.

Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib membuat Faktur Pajak.  Dalam pembuatan Faktur Pajak, harus memerhatikan jenis kode faktur yang akan digunakan.

Oleh karena itu, sebelum membuat Faktur Pajak mesti memahami dan mengerti arti dan penggunaan kode faktur.

Lalu, apa arti kode Faktur Pajak 080 dan bagaimana penggunaannya, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Pengertian Kode Faktur Pajak 080

Kode Faktur Pajak 080 adalah kode faktur yang digunakan untuk transaksi penyerahan atau impor Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kenapa Pajak (JKP) yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Hanya BPK/JKP yang bersifat strategis dan barang tertentu yang bisa menggunakan kode 080 ini.

Barang strategis adalah barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Contoh barang strategis yang penyerahan atau impornya menggunakan kode Faktur Pajak 080 diantaranya:

  • Bahan baku uang kertas
  • Barang modal
  • Bahan baku perak
  • Makanan ternak

Sedangkan yang termasuk dengan barang tertentu yang penyerahan atau impornya menggunakan kode Faktur Pajak 080 antara lain:

  • Impor senjata
  • Amunisi senjata
  • Kendaraan TNI atau Polri
  • Kendaraan patroli, termasuk juga kendaraan lapis baja beserta suku cadang yang ditunjuk oleh Kementan
  • Impor buku pelajaran umum, buku agama dan kitab suci
  • Penyerahan rumah sederhana, rumah sangat sederhana, rumah susun sederhana, dan asrama mahasiswa.

Pemberian pembebasan PPN dan PPNBM kepada wakil negara asing dan badan internasional serta pejabatnya juga menggunakan kode faktur 080 ini.

Ilustrasi kode Faktur Pajak

Penggunaan Kode Faktur Pajak 080

Kode Faktur Pajak 080 digunakan untuk barang atau jasa yang masuk kategori kena pajak. Karena barang atau jasa yang diimpor termasuk dalam BKP atau JKP, meskipun dibebaskan dari PPN harus tetap membuat Faktur Pajak.

Berbeda kasusnya jika barang yang diimpor termasuk BKP atau JKP yang tidak kena PPN. Artinya dari awal memang barang atau jasa tersebut tidak dibebankan PPN, sehingga tidak perlu membuat Faktur Pajak.

Note: Tahukah, begini Cara Membuat Faktur Pajak jika Pembeli Tidak Punya NPWP

Pembuatan Faktur Pajak 080 harus segera dibuat saat melakukan penyerahan BKP/JKP. Dalam pembuatannya, Anda wajib menyertakan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPN.

Surat ini adalah syarat mutlak yang menunjukkan bahwa barang/jasa telah bebas dari PPN.

Dengan menggunakan kode faktur pajak 080, penerima BKP/JKP tidak bisa mengkreditkan perolehan pajak masukan.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak

Cara Mudah Membuat e-Faktur

Membuat Faktur Pajak harus benar sesuai ketentuan dan perundang-undangan perpajakan. Agar lebih mudah membuat Faktur Pajak, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Aplikasi perpajakan Klikpajak by Mekari terintegrasi dalam satu platform yang memungkinkan Anda bisa mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Membuat Faktur Pajak Masukan
  • Membuat Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Note: Panduan lengkap langkah-langkah pembuatan e-Faktur, pembayaran dan pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga input data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan selengkapnya lihat di SINI.

Fitur Lengkap Klikpajak

Klikpajak berbasis cloud yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan dengan baik kapan pun dan di mana pun.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Ingat, membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 sekarang wajib menggunakan e-Bupot. Berlaku mulai 1 Agustus 2020 berdasarkan KEP-269/PJ/2020. Selengkapnya baca di SINI.

e-Billing

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Filing

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak kapan saja dengan mudah.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, di antaranya:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel. Jadi, Anda tidak perlu bingung lagi saat mengalami pelaporan SPT Tahunan lebih bayar.

Note: Langkah-langkah membuat ID Billing dan Lapor SPT Pajak melaluie-Filing selengkapnya bisa dilihat di SINI

Ketahui Batas Waktu Lapor SPT Tahunan

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Terintegrasi dengan Aplikasi Keuangan Jurnal

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration. Membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Ilustrasi tim support Klikpajak yang selalu siap membantu keperluan perpajakan Anda

Tim Support Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED25 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: