Etax API 10001: Penyebab Error dan Solusi Mengatasi - Klikpajak

Etax API 10001: Penyebab Error dan Solusi Mengatasi

Permasalahan upload faktur corrupt atau kegagalan upload faktur pajak kerap kali dialami oleh para wajib pajak pengguna aplikasi e-Faktur pajak. Mengapa hal ini dapat terjadi? Kegagalan upload faktur pajak dapat terjadi karena jaringan internet yang Anda gunakan tidak terhubung dan terdapat kesalahan dalam pengisian data faktur pajak. Kondisi ini mengakibatkan faktur pajak gagal untuk diunggah. Etax API 10001 merupakan salah satu kode error upload faktur corrupt yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

Error e-Faktur ETAX API 10001

e-Faktur merupakan sebuah aplikasi desktop yang dirancang oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan upload faktur pajak secara elektronik. Satu hal pendukung yang diperlukan saat mengunggah faktur pajak adalah Anda harus online dan terhubung koneksi internet yang stabil.

Error dengan kode ini memang seringkali dijumpai saat akan melakukan upload faktur pajak. Apabila Anda mengalami hal ini, berarti terdapat ketidakberesan dengan nama barang dan alamat lawan transaksi Anda.

3 Penyebab Kesalahan Upload Faktur Pajak

Apa saja penyebab dan solusi mengatasi munculnya ETAX API 10001? Perlu Anda pahami bahwa indikasi upload faktur corrupt dan perintah upload ulang dapat disebabkan oleh tiga hal berikut ini:

  1. File database hilang atau mengalami corrupt
  2. Versi aplikasi e-Faktur berbeda dengan versi database
  3. Server komputer yang Anda gunakan tidak aktif.

Secara umum, penyebab error upload e-Faktur adalah service master file Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sedang sibuk atau dalam proses perbaikan.

Solusi Mengatasi Kesalahan Upload Faktur Pajak

Keunggulan e-SPT, e-Faktur, dan e-Billing Yang Memudahkan Administrasi Perpajakan

  1. Apabila file database hilang atau mengalami corrupt, maka sebagai pengguna Anda harus memastikan kembali bahwa folder database yang terdapat pada aplikasi e-Faktur pajak hanya terdapat 1 folder, yaitu EtaxInvoice. Bagaimana jika terdapat lebih dari 1 folder? Solusinya adalah salah satu folder harus dihapus. Saat Anda memilih folder yang akan dihapus, pengguna dapat melihat data modified terkait. Folder lengkap terdiri dari log, seg0, db.lck, tmp, service properties, dan README_DO_NOT_TOUCH_FILES.
  2. Apabila versi e-Faktur pajak yang Anda miliki ternyata berbeda dengan versi database, maka satu hal yang Anda perlu Anda lakukan adalah memeriksa jaringan internet dan memastikan kembali ketika menjalankan aplikasi, bahwa komputer telah terhubung dengan internet, dan terakhir Anda bisa melakukan update database aplikasi.
  3. Apabila server PC Anda mati, maka pastikan kembali server PC telah menyala dan aplikasi e-Faktur pajak berjalan dengan baik. Opsi lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengatur start database sebagai server dari menu file, lakukan administrasi database, dan kemudian tekan tombol start database sebagai server.

Secara garis besar, solusi mengatasi kesalahan upload faktur pajak dengan kode ETAX-API 10001 adalah dengan menghapus tanda strip (-) pada deskripsi barang, input kembali data dengan teliti, dan coba kembali lakukan upload ulang.

Upload Retur ke Aplikasi e-Faktur

Terkadang dalam suatu transaksi penjualan dan pembelian, ada kalanya seorang customer mencatat barang yang telah dibeli dari penjual. Sebelum menggunakan aplikasi e-Faktur, tentunya retur seperti demikian bukan menjadi masalah karena tidak perlu melakukan konfirmasi atas faktur pajak tersebut ke server DJP. Saat ini, retur harus diupload melalui aplikasi e-Faktur.

Selain menggunakan e-Faktur, jangan lupa untuk menuntaskan kewajiban perpajakan Anda yang lain seperti bayar dan lapor pajak. Klikpajak merupakan salah satu Aplikasi Penyedia Jasa (ASP) mitra resmi Dirjen Pajak yang menyediakan berbagai layanan perpajakan. Selain itu, Klikpajak juga menyediakan berbagai informasi perpajakan terbaru dalam membantu wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakan. Segera daftar dan tuntaskan kewajiban perpajakan Anda di sini bersama Klikpajak!


PUBLISHED04 Jul 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: