Tata Cara Hitung, Bayar, Lapor PPN Atas Kegiatan Membangun Sendiri

Tata Cara Hitung, Bayar, Lapor PPN Atas Kegiatan Membangun Sendiri

Anda berencana membangun rumah? Persiapkan dan cermati segala perancangan rumah hingga perencanaan biaya yang akan dikeluarkan. Kegiatan Membangun Sendiri (KMS) dilakukan bukan dalam rangka kegiatan usaha Badan yang hasilnya dinikmati sendiri atau pihak lain. PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri tidak dapat dikreditkan sebagai pajak masukan, karena berlaku bukan atas kegiatan usaha atau pekerjaan Pengusaha Kena Pajak.

Ketentuan Umum PPN 

Jenis pengenaan pajak ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 163/PMK.03/2012, berlaku atas bangunan yang digunakan atau dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, bukan untuk kegiatan usaha. Berdasarkan  aturan ini, kriteria bangunan memiliki luas bangunan telah mencapai 300m² atau lebih dan konstruksi bangunan bersifat permanen.

1. Kapan Saat Terutang PPN?

Saat Terutang PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri saat pendirian bangunan dimulai (menggali pondasi, memasang tiang, dan sebagainya) hingga selesai dibangun, dapat dilakukan secara bertahap dan tidak melebihi jangka waktu 2 tahun.

2. Bagaimana Jika Pembayaran Pajak Kurang Bayar?

Berdasarkan PMK No 163/PMK.03/2012, apabila badan melakukan Kegiatan Membangun Sendiri, tidak atau kurang bayar menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai, Direktorat Jenderal Pajak berwenang menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sesuai hasil pemeriksaan atau verifikasi. DJP mengimbau Wajib Pajak untuk segera memenuhi atau melunasi kewajiban pajaknya tersebut.

Tahapan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan

1. Tata Cara Perhitungan

PPN KMS terutang = Tarif Pajak × Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Tarif Pajak = 10%

DPP = 20% × total biaya pembangunan yang dikeluarkan kecuali harga pembelian tanah

2. Contoh Perhitungan

Tuan Reno memulai membangun sebuah rumah pribadi pada bulan November 2018. Luas bangunan rumah adalah 310m².

Rincian biaya yang dikeluarkan dari awal hingga selesai pembangunan:

Pembelian tanah = Rp250.000.000

Bahan baku bangunan = Rp200.000.000

Upah mandor dan buruh bangunan = Rp80.000.000

Total pembangunan tidak termasuk tanah = Rp280.000.0000

Berapakah besaran PPN terutang atas Kegiatan Membangun Sendiri yang harus ditanggung Tuan Reno?

Jawab:

PPN terutang  = 10% × DPP

= 10% × (20% × biaya pembangunan tidak termasuk tanah)

= 10% × (20% × Rp280.000.000)

= 10% × Rp56.000.000

= Rp5.600.000

Jadi, besaran Pajak Pertambahan Nilai atas Kegiatan Membangun Sendiri yang harus dibayar Tuan Reno adalah sebesar Rp5.600.000.

3. Tata Cara Pembayaran

Setelah Anda menghitung Pajak Pertambahan Nilai KMS terutang, segera membayar atau menyetor pajak yang terutang ke bank persepsi atau kantor pos terdekat paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.

Misalnya, hari pertama membangun pada tanggal 12 Mei 2018, maka penyetoran pajak terutang paling lambat tanggal 20 Juni 2018.

4. Tata Cara Pelaporan

Wajib Pajak non PKP wajib melaporkan SSP lembar ketiga kepada KPP wilayah KMS. Pelaporan paling lambat akhir bulan berikutnya.

Wajib pajak berstatus PKP melaporkan SPT Masa PPN dengan melampirkan SSP lembar ketiga ke KPP terdaftar. Apabila KMS dilakukan di wilayah berbeda dengan wilayah KPP terdaftar, maka ditambah melaporkan SSP lembar ketiga ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) KMS dilakukan.

Contoh Pelaporan:

Tanggal 12 Mei 2018 adalah hari pertama pembangunan, maka pelaporan SSP lembar ketiga paling lambat dilakukan sebelum 30 Juni 2018.

Demikian penjelasan lengkap tentang tata cara pembayaran dan pelaporan PPN untuk Kegiatan Membangun Sendiri. Pastikan untuk selalu memperhatikan segala perencanaan pembangunan Anda dengan baik dan ketahui pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Kegiatan Membangun Sendiri tersebut. Apabila ingin mengetahui lebih jauh tentang artikel-artikel seputar perpajakan dalam bisnis, telusuri situs Klikpajak yang akan memberikan Anda informasi terlengkap yang Anda butuhkan. Klikpajak adalah aplikasi resmi untuk melakukan lapor pajak yang sudah terintegrasi dengan DJP sehingga semua masalah perpajakan Anda dapat selesai lebih cepat.


PUBLISHED19 Dec 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: