Accrual Basis: Perbedaan dengan Jenis Laporan Keuangan Cash Basis

Accrual Basis: Perbedaan dengan Jenis Laporan Keuangan ‘Cash Basis’

Di dalam akuntansi, istilah Accrual Basis dan Cash Basis adalah merujuk pada dasar yang digunakan untuk membuat laporan keuangan. Pahami perbedaan kedua jenis laporan keuangan ini. Klikpajak by Mekari akan mengulas masing-masing dari cash basis dan accrual basis mulai dari pemahaman dasar seperti accrual basis adalah dan cash basis adalah untuk Sobat Klikpajak.

Dalam mencatat keuangan, sebuah perusahaan harus memiliki pedoman seperti apa yang disebut basis akuntansi.

Basis akuntansi adalah berbagai prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui demi tujuan pelaporan keuangan.

Selain itu, basis akuntansi juga berkaitan erat dengan waktu dilakukannya pengukuran tersebut. 

Setiap perusahaan memiliki jenis basis akuntansi yang berbeda, tergantung pada kebijakannya masing-masing.

Umumnya, terdapat dua jenis basis akuntansi yang kerap diterapkan, yakni accrual basis dan cash basis.

Sebelum membahas lebih lanjut pemahaman dasar accrual basis adalah dan cash basis adalah, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif dan efisien untuk menunjang kinerja usaha.

Ingin mengetahui cara mengelola pajak dan keuangan perusahaan yang mudah dan cepat, ikuti demo online di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak kapan saja.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basis

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar, melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak, kelola e-Faktur maupun e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan online Jurnal.id.

Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id ini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenda by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan serta perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

Kembali pada pembahasan cash basis dan accrual basis, seperti apa berpedaan kedua istilah dalam membuat laporan keuangan ini, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Definisi Laporan Keuangan ‘Accrual Basis’

Laporan keuangan accrual basis atau basis akrual adalah pencatatan pendapatan ketika berlangsungnya suatu transaksi, meski pendapatan belum benar-benar diterima atau dibayarkan.

Pencatatan dalam metode laporan keuangan basis akrual dilakukan saat memberikan atau menerima suatu layanan/produk, bahkan sebelum transaksi tunai terjadi. 

Dengan kata lain, accrual basis umumnya digunakan untuk mengukur aset dan ekuitas dana, karena mengakui pengaruh transaksi atau peristiwa lainnya saat terjadi tanpa memperhatikan kapan kas diterima atau dibayarkan.

Tak hanya pengeluaran dan penerimaan kas, jenis laporan keuangan ini juga mencatat jumlah utang dan piutang organisasi.

Itu sebabnya accrual basis dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dan detail terhadap kondisi keuangan organisasi. 

Selain itu, laporan keuangan accrual basis juga mendukung penggunaan anggaran sebagai metode pengendalian.

Baca juga tentang Kenali Istilah Akuntansi ini: ‘Account Payable’ dan ‘Account Receivable’ Adalah?

Secara garis besar, accrual basis berfokus pada dua konsep, yakni:

a. Pengakuan Pendapatan

Pada accrual basis, pengakuan pendapatan dilakukan ketika perusahaan memiliki hak untuk menagih hasil dari kegiatan perusahaan.

Kapan kas akan diterima bukan menjadi hal yang begitu penting dari metode ini.

Oleh karena itu, sering kali muncul estimasi piutang tak tertagih lantaran pendapatan sudah diakui sebelum kas diterima.

b. Pengakuan Biaya

Sementara itu, pengakuan biaya pada accrual basis dilakukan ketika transaksi pembayaran sudah terjadi.

Saat kewajiban membayar sudah terjadi, ini dapat dianggap sebagai titik awal munculnya biaya, meski biaya itu belum dibayar.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basisIlustrasi laporan keuangan cash basis dan accrual basis

Apa itu Laporan Keuangan ‘Cash Basis’?

Laporan Keuangan cash basis atau basis kas merupakan pencatatan transaksi ketika kas diterima atau dibayarkan, bukan berdasarkan kapan benar-benar diperoleh atau terjadi.

Dengan kata lain, metode ini mengakui pengaruh transaksi atau peristiwa lainnya, termasuk piutang pada saat kas diterima atau dibayar, yang digunakan untuk pengakuan pendapatan atau biaya.

Sama seperti accrual basis, jenis laporan ini juga berfokus pada dua konsep, yaitu sebagai berikut:

a. Pengakuan Pendapatan

Pada cash basis, pengakuan pendapatan dilakukan saat perusahaan menerima pembayaran secara kas.

Di dalam metode ini, penagihan tidak dianggap begitu penting.

Oleh karena itu, cash basis tak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih dan memiliki metode penghapusan piutang secara langsung.

Mau tahu tentang Mengapa Akuntansi Perpajakan itu Penting Dipahami oleh Pebisnis?

b. Pengakuan Biaya

Pengakuan biaya pada cash terjadi ketika pembayaran secara kas sudah dilakukan.

Dengan kata lain, ketika pembayaran sudah diterima, maka pada saat itu biaya diakui.

Seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan besar yang sudah beralih dari metode ini, namun beberapa usaha tertentu seperti mall, toko, praktik spesialis seperti dokter, masih menggunakannya.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basisIlustrasi perbedaan laporan keuangan accrual basis dan cash basis

Faktor Pembeda ‘Accrual Basis’ dan ‘Cash Basis’

Di atas sudah dijelaskan mengenai definisi accrual basis dan cash basis.

Untuk lebih memahami perbedaannya, berikut akan dijabarkan faktor apa saja yang menjadi pembeda di antara kedua jenis laporan keuangan tersebut.

a. Jangka Waktu

Salah satu perbedaan mendasar antara accrual basis dan cash basis adalah waktu pencatatan.

Pada accrual basis, pencatatan dilakukan setelah transaksi terjadi, sementara pada cash basis, pencatatan dilakukan setelah uang diterima.

Sebaiknya pahami juga Pencatatan dan Pembukuan Pajak, Apa Bedanya?

b. Ketepatan

Cash basis kurang efektif apabila digunakan untuk jangka panjang.

Penyebabnya adalah karena Anda dapat menerima dana dari penjualan dalam waktu yang cukup lama.

Dari segi bisnis, hal ini sangat merugikan dan tidak memiliki kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks.

Sementara itu, accrual basis dinilai lebih akurat dan dapat memberikan gambaran tentang posisi bisnis secara real-time.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basisIlustrasi arus kas atau cash basis dan accrual basis dalam laporan keuangan

c. Arus Kas

Accrual basis sulit mempresentasikan laporan kas dengan tepat karena banyak perusahaan harus membuat laporan arus kas secara terpisah.

Sementara cash basis memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap arus kas yang keluar dan masuk.

d. Penerapan Industri 

Accrual basis umumnya digunakan oleh bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang lebih besar seperti konstruksi dan manufaktur.

Sementara cash basis tidak cocok untuk bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat.

Jenis laporan keuangan ini biasanya digunakan oleh usaha kecil atau usaha yang sedang berkembang.

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

e. Kemudahan Penggunaan

Pemeriksaan dan pencatatan laporan keuangan berbasis akrual cukup sulit karena membutuhkan lebih banyak entri jurnal pada setiap transaksi yang terjadi.

Berbeda dengan cash basis yang lebih mudah karena tidak banyak membutuhkan entri jurnal.

f. Analisis Tren

Karena metode accrual basis mencatat setiap transaksi, maka ada representasi yang lebih akurat pada setiap transaksi yang terjadi.

Oleh karenanya analisis untuk pola penjualan atau pengeluaran lebih mudah dilakukan.

Sementara itu, untuk metode cash basis yang hanya mencatat transaksi saat dana berpindah tangan, ada kesenjangan atau celah waktu signifikan antara saat terjadinya transaksi dengan pencatatannya.

Hal itu menyebabkan analisis tren pada metode ini sulit dilakukan.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basisIlustrasi membuat laporan keuangan accrual basis dan cash basis

Cash Basis dan Accrual Basis, Mana yang Lebih Baik?

Demikianlah beberapa faktor utama yang membedakan antara jenis laporan keuangan accrual basis dan cash basis.

Sebenarnya, kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika berbicara soal mana yang lebih baik, itu tergantung pada usaha seperti apa yang Anda jalankan.

Apabila usaha yang Sobat Klikpajak jalankan baru dirintis dan hanya menerapkan metode pembayaran dengan uang tunai, maka sebaiknya metode yang digunakan adalah cash basis

Namun, bila usaha Sobat Klikpajak memiliki perputaran bisnis besar yang melibatkan transaksi kompleks seperti pinjaman, pembayaran, inventaris, kreditor, cadangan, piutang, dan lainnya, akan lebih baik jika menggunakan accrual basis.

Hal ini dikarenakan accrual basis dapat menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang profitabilitas bisnis dan operasinya.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basisIlustrasi melakukan aktivitas perpajakan dalam laporan keuangan perusahaan cash basis dan accrual basis

Cash Basis dan Accrual Basis, Permudah Urusan Perpajakan dalam Laporan Keuangan

Dalam aktivitas laporan keuangan perusahaan tak lepas dari soal perpajakan, baik itu pembuatan Faktur Pajak bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP), pembuatan bukti pemotongan pajak penghasilan, pembayaran hingga pelaporan pajak.

Agar lebih mudah mengurus perpajakan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Sobat Klikpajak akan dimudahkan dengan aplikasi ini karena Klikpajak terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, Sobat Klikpajak dapat menarik data dari laporan keuangan perusahaan ketika ingin membuat e-Faktur, bukti potong PPh Pasal 23/26, hingga penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh dan PPN.

Penarikan data ini akan membuat Anda tidak perlu lagi memasukkan (input) data secara manual satu per satu dari setiap laporan keuangan yang akan dibuat administrasi perpajakannya.

Sobat Klikpajak tinggal mengimpor laporan keuangan yang diinginkan, data transaksi berpajak yang tercatat pada laporan keuangan akan otomatis tersedia dan tersusun dalam aplikasi pajak online Klikpajak.

Siap digunakan untuk membuat administrasi perpajakan sesuai kebutuhan.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basisContoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system apajak online Klikpajak.id

Fitur Lengkap Klikpajak by Mekari Permudah Urusan Pajak Anda

Sebagai wajib pajak yang memiliki kewajiban atas perpajakan, memenuhi kewajiban bayar dan lapor pajak dengan tertib juga akan mempermudah urusan bisnis.

Agar melakukan berbagai aktivitas perpajakan mulai dari membuat Faktur Pajak di e-Faktur, membuat bukti pemotongan pajak di e-Bupot, serta bayar pajak melalui e-Billing dan lapor pajak melalui e-Filing, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.

Jika bisa praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang dapat menyita banyak waktu dan tenaga Sobat Klikpajak untuk urusan perpajakan?

Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan ini melalui Klikpajak yang memiliki fitur lengkap.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

Meterai Elektronik: Materai Digital atau Materai Online yang Berlaku 2021

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basis

B. Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Sobat Klikpajak dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

C. Lapor SPT Pajak di Klikpajak juga Gratis!

Lapor SPT pajak penghasilan melalui e-Filing Klikpajak sangat cepat karena Sobat Klikpajak akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

Meterai Elektronik: Materai Digital atau Materai Online yang Berlaku 2021

C. Bayar Pajak Langsung Lewat ‘Virtual Account’

Sebelum membayar atau menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Meterai Elektronik: Materai Digital atau Materai Online yang Berlaku 2021

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Accrual Basis adalah dan Cash Basis adalah jenis laporan keuangan cash basis dan accrual basis

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Sobat Klikpajak dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

data protectionKeamanan data adalah yang utama

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Klikpajak Dirancang untuk Memenuhi Kebutuhan Perpajakan Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Sudah tahu ya perbedaan cash basis dan accrual basis?

Cash Basis dan Accrual Basis, pilih sesuai kebutuhan usaha Sobat Klikpajak

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED17 May 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: