Mudah Urus Pajak, e-Billing dan e-Filing di Klikpajak juga Gratis

Mudah Urus Pajak, e-Billing dan e-Filing di Klikpajak juga Gratis

Cara bayar dan lapor pajak secara online melalui e-Billing dan e-Filing jadi salah satu faktor penentu efektivitas dan efisiensi usaha. Bisa dibayangkan jika urusan perpajakan masih dilakukan manual datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Selain ribet, pasti menguras waktu, tenaga juga biaya.

Maka langkah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerapkan pembayaran pajak secara elektronik dengan aplikasi e-Billing dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Masa/Tahunan secara daring (online) melalui e-Filing jadi cara yang tepat. Bayar dan lapor pajak pun mudah tanpa harus mengantre di KPP.

Sistem e-Billing akan membimbing wajib pajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, wajib pajak perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui sistem e-Billing.

Setelah kewajiban perpajakan dilakukan, selanjutnya melaporkan pembayaran pajaknya melalui e-Filing. Wajib pajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang berisi informasi Nama Wajib Pajak (WP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Tanggal, Jam, serta Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) jika e-Filing dilakukan di situs DJP.

Akan tertera Nomor Transaksi Pengiriman ASP (NTPA) jika e-Filing dilakukan melalui Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP).

Masalah yang Sering Muncul

Namun terkadang urusan bayar dan lapor pajak secara online pun tak semulus kenyataannya. Banyak faktor yang memengaruhi, seperti gagal submit laporan karena data yang dimasukkan tidak sesuai, atau sekadar bingung cara mengisi tahap-tahap pembayaran dan pelaporan pajak yang benar.

Atau gagal membuat ID Billing sebagai syarat untuk membayar pajak. Belum lagi mengalami kendala saat mengakses layanan perpajakan, seperti ada kesalahan sistem di situs resmi DJP Online karena berbagai hal.

Masalah ini biasanya muncul ketika ada lonjakan pengunjung (traffic) yang signifikan di jaringan sistem atau server DJP. Mau tak mau harus menunggu setidaknya 2×24 jam untuk bisa melanjutkan layanan DJP Online, dan mengulang dari awal proses bayar atau lapor pajak.

Menguras waktu dan tenaga? Pasti. Kondisi ini tentunya semakin menyulitkan dalam mengurus kewajiban perpajakan dan menghambat aktivitas usaha. Bukan tak mungkin situasi seperti ini menimbulkan masalah besar karena banyak hal yang harus dikerjakan jadi berantakan.

Terlepas dari semua kendala tersebut, karena pembayaran serta pelaporan pajak adalah sebuah keharusan bagi wajib pajak, memanfaatkan PJAP mitras resmi DJP akan memudahkan dalam mengakses e-Billing juga menggunakan e-Filing.

Salah satu PJAP atau ASP yang menyediakan jasa aplikasi bayar dan lapor pajak serta layanan surat pemberitahuan elektronik resmi DJP adalah Klikpajak by Mekari. Klikpajak adalah aplikasi pajak online resmi yang membantu proses bayar, lapor hingga pengelolaan pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-169/PJ/2018.

Klikpajak menyediakan fitur e-Billing serta e-Filing pajak yang bisa diakses secara gratis selamanya dalam jumlah tak terbatas, serta untuk semua jenis pajak bagi WP Badan maupun WP Pribadi. Hal ini sejalan dengan misi Klikpajak, yakni memudahkan wajib pajak dalam urusan perpajakan, sekaligus mendukung pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dari pajak yang lebih baik melalui aplikasinya.

Klikpajak ditunjuk sebagai mitra resmi DJP untuk menerbitkan ID Billing yang valid untuk pembayaran pajak dan wajib pajak bisa membuat ID Billing di Klikpajak secara gratis selamanya.

Semua riwayat ID Billing dan Surat Setoran Pajak (SSP) akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Bagaimana Cara Mengembalikan Data Faktur Pajak yang Hilang?

Urusan Bayar Pajak Beres dengan e-Billing Klikpajak

Kompleksitas urusan perpajakan bisa jadi tantangan tersendiri bagi Wajib Pajak (WP) Badan. Maka sebagai pemilik usaha atau konsultan pajak maupun pekerja di divisi yang mengurus pajak perusahaan, sudah selayaknya menggunakan cara mudah buat memenuhi kewajiban perpajakan. Terlebih bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang masih harus banyak fokus kembangkan bisnis rintisannya.

Bagi wajib pajak PKP, kemudahan bayar pajak dan pelaporan SPT Tahunan/Masa Pajak sangat diperlukan guna menunjang kelancaran usaha. Jika urusan perpajakan saja menyita banyak waktu dan biaya, bagaimana bisa roda bisnis akan berjalan efektif dan efisien?

Apalagi dunia usaha sangat erat kaitannya dengan penerbitan faktur pajak. Semakin banyak transaksi, makin banyak pula faktur pajak yang dibuat. Semua itu perlu pengelolaan dan penanganan yang tepat, simpel dan mudah.

Salah satunya, kemudahan membuat ID Billing sebagai syarat untuk membayar pajak secara online melalui e-Billing. Klikpajak dapat menerbitkan ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Fitur e-Billing KlikpajakContoh  tampilan fitur e-Billing Klikpajak

Aplikasi buat dan lapor pajak online di Klikpajak memungkinkan WP Badan semakin mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, mulai dari membuat dan mengelola faktur pajak masukan, faktur pajak keluaran, hingga faktur pajak retur yang lebih mudah dengan fitur e-Faktur Klikpajak.

Berbagai riwayat pembayaran pajak atau bukti pelaporan pajak akan tersimpan rapi dan aman karena menggunakan teknologi cloud. Sehingga tidak perlu khawatir bukti bayar dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Selain bisa menghemat waktu dan biaya karena pengelolaan pajak hanya dilakukan dalam satu platform, kelebihan Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari Simple Online Accounting Software.

Teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah dengan pemakain Klikpajak.id. Sehingga proses pembuatan, pembayaran, pelaporan pajak jadi makin gampang dan tepat.

Wajib pajak badan juga dapat menelusuri file perpajakan sebelumnya dengan mudah dan cepat. Karena seluruh aktivitas perpajakan terintegrasi secara terpusat melalui Tax Activity di Klikpajak. Sehingga semakin memudahkan untuk mengecek kembali file mana saja yang masih perlu ada pembetulan atau statusnya masih kurang bayar maupun lebih bayar.

Di Klikpajak, arsip riwayat Surat Setoran Pajak (SSP) dan ID Billing dengan aman tersimpan sesuai dengan jenis dan masa pajak yang diinginkan. Bukan hanya itu, wajib pajak badan juga akan lebih mudah melakukan pembetulan SPT apabila dibutuhkan sewaktu-waktu secara online dan bisa langsung terupdate secara otomatis.

Cara Menggunakan Fitur e-Billing Klikpajak

Pembuatan ID Billing untuk membayar pajak melalui fitur e-Billing Klikpajak dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Lakukan Log-in di aplikasi Klikpajak, klik “Buat Kode Billing”;

2. Isikan informasi pajak yang ingin Anda bayarkan, yang terdiri dari kolom “Pilih Kode Akun Pajak” dan “Pilih Kode Jenis Setoran”, lalu klik “Lanjutkan”;

Catatan:

Pengisian yang dimulai dari kolom “Kode Akun Pajak” kemudian “Kode Jenis Setoran” itu selanjutnya akan tampil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah untuk masing-masing “Kode Akun Pajak” dan “Kode Jenis Setoran” yang Anda isikan.

Misalnya:

Anda mengisi “Kode Jenis Setoran: Setoran Tahunan”, maka Anda hanya perlu mengisi kolom “Tahun Pajak” dan tidak bisa menentukan “Dari Bulan”; Anda mengisi “Kode Jenis Setoran: Pembayaran SK”, maka Anda perlu memasukkan “Nomor Surat Ketetapan” yang Anda bayarkan.

3. Memasukkan jumlah pajak yang akan dibayarkan, lalu klik “Lanjutkan”;

4. Anda dapat membuat ID Billing dengan mencentang “I’m not a robot”, kemudian klik tombol “Buat ID Billing dan Lanjutkan”;

5. Selanjutnya, Anda akan diarahkan kembali ke halaman Aktivitas pajak, dan ID Billing akan muncul pada tab Menunggu pembayaran;

Lapor Pajak Semakin Mudah dengan e-Filing Klikpajak

Wajib pajak juga bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing di Klikpajak dengan gampang, dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Klikpajak juga memberikan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak seperti SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi, dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Jenis SPT Tahunan Masa Pajak Badan yang bisa dilaporkan melalui fitur e-Filing di Klikpajak di antaranya:

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) Masa

PPN dan PPnBM wajib dilaporkan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa kena pajak untuk jenis PPN dan penjualan barang-barang tergolong sebagai barang mewah untuk PPnBM.

  • Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat 2 Masa atau PPh Final

Pelaporan PPh Final ini diwajibkan bagi WP Badan maupun WP Pribadi atas beberapa jenis penghasilan yang didapatkan dan pemotongannya bersifat final dan tarifnya berbeda untuk setiap jenis pajaknya. Salah satu objek PPh Pasal 4 ayat 2 dengan tarif 0,5% adalah omzet penjualan dari UMKM yang di bawah Rp4,8 miliar per tahun.

  • Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 15 Masa

Pelaporan PPh Pasal 15 ini wajib dilakukan oleh WP Badan yang bergerak di bidang pelayaran, penerbangan internasional, perusahaan asuransi asing, dan perusahaan pengeboran minyak serta perusahaan yang berinvestasi bentuk bangun-guna-serah (build-operate-transfer) seperti proyek-proyek infrastruktur.

  • Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21/26 Masa

Pelaporan PPh Pasal 21/26 Masa ini wajib dilakukan pengusaha atas pemungutan yang dilakukan terhadap gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya kepada pekerjanya.

  • Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Masa

Pelaporan PPh Pasal 22 Masa ini wajib dilakukan oleh badan usaha tertentu, baik milik pemerintah maupun swasta yang melakukan kegiatan ekspor-impor dan re-impor.

  • Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 Masa

Pelaporan PPh Pasal 23/26 ini harus dilakukan oleh badan usaha milik pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, Bentuk Usaha Tetap (BUT), dan perwakilan perusahaan luar negeri. Juga WP Pribadi yang melakukan usaha dengan pembukuan atas pembayaran berupa sewa, memotong PPh Pasal 23 atas sewa selain tanah dan bangunan, serta profesi akuntan, arsitek, dokter, notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPATK).

Untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Badan dengan e-Filing Klikpajak, cukup upload CSV formulir SPT 1771 dan PDF yang dibutuhkan. Sedangkan untuk lapor SPT Masa di setiap bulannya, hanya perlu melampirkan CSV dan PDF dari perusahaan.

Pelaporan SPT Tahunan Pribadi untuk formulir 1770, yang riwayat pelaporan setiap tahunnya dapat tersimpan dengan aman di Klikpajak.

Contoh tampilan fitur e-Filing Klikpajak

Bagaimana cara menggunakan fitur e-Filing Klikpajak?

Saat melakukan pelaporan pajak, pastikan sudah mendaftarkan EFIN sebelumnya. Berikut langkah-langkah mudah lapor pajak melalui fitur e-Filing Klikpajak:

1. Lakukan Log-in di aplikasi Klikpajak, dan klik “Lapor Pajak”;

2. Masukkan file CSV yang didapatkan dari aplikasi e-SPT atau e-Faktur di field yang tersedia;

Catatan: CSV adalah format file hasil ekspor dari aplikasi e-Faktur ataupun e-SPT;  Sedangkan nama file dan isi CSV tidak boleh diubah dan harus sesuai dengan nama file.

3. Jika file CSV yang diupload valid, maka informasi Jenis SPT, Masa pajak, NPWP, beserta keterangan pembetulan akan muncul seperti berikut:

4. Apabila sistem menemukan pajak terkait yang sudah lunas dan tersimpan di Klikpajak, maka sistem akan memunculkan pajak tersebut;

Dapat memilih pajak yang ingin dilaporkan dalam pelaporan SPT, lalu klik “Lapor pajak terkait

Catatan: Langkah ini hanya muncul apabila melakukan pembayaran di Klikpajak

5. Apabila tidak ditemukan pajak terkait di pembayaran Klikpajak, maka dapat langsung menuju tahap berikutnya untuk memasukkan file lampiran PDF yang ingin turut dilaporkan di field yang tersedia;

Lampiran PDF ini bersifat opsional jika status pelaporan SPT nihil. Namun, lampiran PDF ini menjadi wajib bila status SPT adalah “Kurang Bayar”, Anda harus melampirkan setidaknya bukti pembayaran pajak;  Dan nama file PDF harus sama dengan nama file CSV.

6. Setelah yakin dengan data pajak yang ingin dilaporkan, klik “Laporkan”;

7. Berikutnya, akan dibawa ke halaman Status Pelaporan dan dapat melihat status SPT yang baru saja dilaporkan pada baris teratas;

Catatan: Status tersebut menunjukkan bahwa pelaporan Anda sedang diproses oleh DJP dan tinggal menunggu Bukti Pelaporan Elektronik (BPE)

8. Apabila pelaporan SPT telah berhasil, maka NTTE akan muncul seperti berikut;

9. Selanjutnya, akan memperoleh BPE yang dikirimkan ke email yang terdaftar di Klikpajak seperti contoh di bawah ini;

10. BPE juga dapat diunduh dalam aplikasi seperti pada contoh berikut;

11. Berikutnya, Anda dapat melihat kembali riwayat laporan dengan pilih “Arsip Pajak”;

12. Jika ingin melakukan pembetulan untuk pajak yang telah dilaporkan, dapat kembali ke tab Lapor Pajak dan unggah CSV SPT Pembetulan.

Cara untuk mendapatkan berbagai kelancaran melakukan urusan perpajakan sangat mudah. Cukup mendaftarkan alamat e-mail di www.klikpajak.id dan langsung bisa menggunakan semua fitur pajak, mulai dari buat dan kelola faktur pajak lewat e-Faktur secara simpel, menggunakan fitur e-Billing dan lapor SPT Pajak secara online dengan e-Filing hanya dalam satu aplikasi Klikpajak.


PUBLISHED04 May 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: