Ketahui Indikator Kepatuhan Pajak Lewat Sistem Self Assessment - Klikpajak

Ketahui Indikator Kepatuhan Pajak Lewat Sistem Self Assessment

Setiap tahunnya, Direktorat Jenderal Pajak atau instansi pemerintahan terkait mengadakan agenda rutin pemberian penghargaan bagi wajib pajak yang berprestasi. Upaya ini ternyata merupakan salah satu wujud nyata pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan negara terutama sektor perpajakan. Prestasi wajib pajak adalah keseluruhan pencapaian terbaik wajib pajak selama setahun dalam memenuhi kewajiban perpajakan dengan bermodalkan kepatuhan wajib pajak badan bersangkutan. Tentunya dalam mempertimbangkan pemberian penghargaan, terdapat beberapa indikator kepatuhan pajak yang perlu diperhatikan. Apa saja indikatornya? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

 

Tujuan Pemberian Penghargaan Patuh Pajak

Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak yang berbentuk sekumpulan orang dan/ atau modal yang merupakan usaha sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Maksud dan tujuan pemberian penghargaan ini adalah sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap wajib pajak orang pribadi maupun badan atas kontribusinya dalam mencapai target penerimaan pajak untuk kemajuan ekonomi. Selain kontibusi yang besar, penghargaan diberikan dengan pertimbangan kepatuhan pajak wajib pajak badan tersebut terhadap peraturan perpajakan.

Pemberian penghargaan atau apresiasi ini adalah bentuk kampanye ajakan kepada Wajib Pajak lain untuk secara penuh melaksanakan kewajiban perpajakan dengan senantiasa meningkatkan kepatuhan pajak dengan membayar pajak secara tertib, tepat waktu serta melaporkan pajak secara akurat dan benar.

 

Indikator Kepatuhan Pajak

Konsep Dasar Pajak Penghasilan Badan Yang Perlu Dipahami oleh Wajib Pajak

Kesuksesan dalam penyelenggaraan perpajakan memerlukan kepatuhan wajib pajak yang tinggi. Seperti yang telah diketahui, Indonesia menerapkan sistem self assessment dimana kepatuhan memenuhi kewajiban perpajakan menjadi aspek pentingnya. Wajib pajak bertanggungjawab dalam memenuhi segala kewajiban perpajakannya secara akurat dan tepat waktu.

Kepatuhan pajak menjadi pokok terpenting bagi semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Mengapa demikian? Karena apabila wajib pajak tidak patuh dalam menaati peraturan perpajakan, maka secara tidak langsung akan menimbulkan keinginan untuk melakukan tindakan penghindaran, pengelakan, penyelundupan, dan pelalaian pajak. Dampak dari tindakan-tindakan tersebut akan menyebabkan penerimaan pajak negara akan berkurang. Hal paling penting, Anda juga harus mengetahui dan memahami apa saja indikator dalam mengukur kepatuhan wajib pajak. Berikut ini adalah 4 indikator kepatuhan pajak:

  1. Kepatuhan wajib pajak dalam mendaftarkan diri.
  2. Kepatuhan wajib pajak untuk menyetorkan kembali surat pemberitahuan (SPT) secara tepat waktu.
  3. Kepatuhan dalam penghitungan dan pembayaran pajak terutang atas penghasilan yang diperoleh.
  4. Kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran tunggakan pajak (STP atau SKP) sebelum jatuh tempo.

Lalu, apa sajakah syarat atau kriteria yang perlu dipersiapakan untuk menjadi wajib pajak berprestasi?

  1. Menyumbang Nominal pajak daerah terbanyak.
  2. Membayar pajak tepat waktu sebelum jatuh tempo.
  3. Tidak memiliki tunggakan pajak.

 

Prioritaskan Integrasi Data

Salah satu cara DJP meningkatkan kepatuhan wajib pajak adalah dengan agenda “integrasi data” pepajakan. Integrasi data ini akan memudahkan wajib pajak dalam pelaporan SPT, menurunkan compliance cost, dan yang terpenting memberikan ketenangan wajib pajak dalam menjalankan usahanya.

Bagi Direktorat Jenderal Pajak, integrasi data akan mempermudah pengawasan, memperoleh data, untuk menggali potensi pajak wajib pajak lain, dan meningkatkan target penerimaan pajak. Di sisi lain, Kantor Wilayah (Kanwil) DJP setempat secara sektoral juga tetap mengadakan pertemuan rutin dengan para wajib pajak untuk berdiskusi mengenai permasalahan pajak dan membantu mencarikan solusinya.

 

Bayarlah Pajak Awal Waktu dan Tepat Jumlah

Pengoptimalan penerimaan pajak di bidang unggulan, misalnya jasa pelayanan publik, diwujudkan dengan kemudahan pembayaran pajak secara online. Besarnya kontribusi pajak dari sektor unggulan daerah pasti akan mempengaruhi besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun. Wajib Pajak baik dan berprestasi akan bertindak kooperatif dalam melaporkan dan menyetorkan pajak. Keadaan ini khususnya akan mendongkrak PAD secara signifikan dan mendukung kemajuan perekonomian daerah setempat. Secara nasional, terlihat dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, target penerimaan pajak mencapai Rp1.781,0 Triliun.

Salah satu cara mencapai target penerimaan pajak tersebut, pemerintah memberikan stimulus berupa penghargaan wajib pajak terbaik di Indonesia atas kepatuhan wajib pajak tersebut. Kepatuhan wajib pajak baik dalam membayar pajak dan melaporkan pajak dengan benar, lengkap, dan jelas merupakan faktor penting dalam merealisasikan target penerimaan pajak. Indikator kepatuhan pajak pun wajib diketahui oleh setiap wajib pajak. Demikian pula menumbuhkan kepatuhan pajak sudah seharusnya menjadi agenda utama Direktorat Jenderal Pajak.

Pajak merupakan salah satu fondasi negara dan menjadi salah satu kontributor terbesar sektor penerimaan negara. Pajak itu sangat menentukan pembangunan nasional pada umumnya. Jadi jika Indonesia ingin lebih maju, marilah patuh bayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah. Bangga Bayar Pajak!

Sebagai Aplikasi Penyedia Jasa (ASP) mitra resmi dari Dirjen Pajak, Klikpajak menyediakan berbagai layanan perpajakan online yang dapat membantu wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain itu, Klikpajak juga menyediakan berbagai informasi perpajakan terbaru yang bisa diakses di websitenya. Segera daftar dan gunakan layanan Klikpajak untuk menggunakan layanan hitung, setor, dan lapor oajak dengan mudah, cepat, dan praktis!

[adrotate banner=”6″]

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED02 Aug 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: