Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhinya

Industri manufaktur merupakan salah satu perusahaan yang terbilang cukup rumit di dalam dunia bisnis, yang perusahaan tersebut harus menyediakan raw material yang tepat. Raw material adalah sebutan lain dari bahan baku yang menjadi komponen utama dalam bidang industri manufaktur.

Istilah manufaktur sendiri memiliki arti sebuah proses mengubah bahan baku menjadi barang jadi yang siap digunakan atau dikonsumsi. Industri manufaktur di Indonesia cukup beragam, sehingga permintaan terhadap bahan baku juga cukup tinggi.

raw material

Raw Material

Bagi yang belum terlalu paham dengan istilah raw material, sebenarnya istilah tersebut diambil dari bahasa Inggris. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia raw material adalah bahan mentah yang umumnya digunakan, untuk menyebut bahan baku di bidang industri manufaktur.

Bahan baku sendiri adalah bahan mentah yang belum siap digunakan atau dikonsumsi, sehingga perlu melalui proses pengolahan untuk menjadi barang jadi. Jadi, bahan baku termasuk jenis komoditas yang diperjualbelikan di bursa efek di seluruh dunia, karena banyak perusahaan yang membutuhkannya.

Raw materials adalah aspek penting dalam faktor produksi terutama pada perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur. Karena peranannya yang sangat penting dalam produktivitas Perusahaan, raw material menjadi barang input yang persediaannya harus dipenuhi sesuai kebutuhan perusahaan.

Jika tidak terpenuhi dengan baik, perusahaan manufaktur tersebut akan kesulitan menghasilkan produk dan memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, proses produksi bisa berjalan lancar, diperlihatkan persediaan bahan baku yang memadai.

Pengertiannya Menurut Para Ahli Raw Material

Dalam mengenal dan mempelajari sesuatu hal, tentunya Anda harus memahami pengertiannya secara rinci terlebih dahulu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahan baku adalah bahan yang digunakan untuk diolah menjadi barang jadi atau bahan untuk kebutuhan pokok melalui proses produksi.

Lalu apa pengertian raw material menurut para ahli? Berikut ini pengertian raw material menurut Sofjan Assauri dan Hanggana:

Sofjan Assauri

Menurut Sofjan Assauri bahan baku atau raw material adalah semua bahan produksi yang di dalamnya termasuk semua bahan yang digunakan oleh suatu perusahaan. Kecuali beberapa jenis bahan yang secara fisik dijadikan satu dengan produk yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Hanggana

Sementara menurut Hanggana, bahan baku adalah suatu bahan yang berguna untuk menghasilkan barang jadi. Bahan-bahan tersebut akan saling terikat dan berubah menjadi barang jadi setelah melalui proses produksi.

Selain itu, menurut Hanggana sebuah perusahaan akan sangat tergantung dengan bahan baku dan bahan penolong, karena keduanya memiliki peran penting dalam proses produksi hingga menghasilkan produk jadi.

Berdasarkan pengertian bahan baku tersebut, bisa dikatakan bahwa raw material adalah bahan utama yang sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan, khususnya yang bergerak dalam industri manufaktur. Untuk menghasilkan atau menciptakan suatu produk yang siap digunakan oleh konsumen.

Maka dari itu, setiap perusahaan manufaktur tentunya harus mengetahui berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan, untuk mendapatkan bahan baku yang memadai. Itu karena pengeluaran untuk biaya bahan baku memiliki peranan yang cukup penting dalam menentukan kemajuan suatu perusahaan.

Semakin besar biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan bahan baku dalam jumlah besar.

Sehingga produktivitasnya juga akan meningkat karena suplai bahan baku yang terpenuhi dengan baik. Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwa pengeluaran dalam pengadaan bahan baku menjadi sebuah hal yang krusial bagi perusahaan.

Jenis-Jenis Raw Material

Perlu Anda tahu bahwa raw material adalah bahan baku yang terdiri dari dua jenis, yaitu bahan baku langsung (Direct Material) dan bahan baku tidak langsung (Indirect Material). Baik bahan baku langsung dan tidak langsung umumnya bisa didapatkan dengan cara membuatnya sendiri, membelinya di pasar komoditi lokal maupun internasional.

Supaya Anda lebih paham lagi tentang dua jenis raw material tersebut, berikut ini penjelasan selengkapnya yang bisa disimak:

Direct Material (Bahan Baku Langsung)

Secara umum raw material adalah bahan baku yang menjadi komponen utama dalam sebuah proses produksi. Posisi bahan baku utama atau direct material tersebut terbilang sangat penting bagi suatu perusahaan dalam menyokong kegiatan bisnisnya.

Sebuah perusahaan yang memiliki bahan baku langsung yang memadai, pasti memiliki kinerja produksi yang berjalan lancar. Sehingga mereka akan lebih mudah dalam membuat barang jadi atau produk yang mereka pasarkan.

Pentingnya bahan baku langsung pada sebuah industri manufaktur, membuat perusahaan harus melakukan pengadaan bahan baku sesegera mungkin ketika jumlah stoknya mulai menipis.

Oleh karena itu, anggaran untuk pengadaan bahan baku langsung harus segera dikeluarkan supaya proses produksi bisa segera dilakukan.

Bisa dibayangkan ketika sebuah industri manufaktur tidak memiliki bahan baku langsung yang cukup, pasti kegiatan produksi yang mereka lakukan akan terhambat.

Sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja bisnis pada perusahaan tersebut, yang pada ujungnya profit yang didapatkan juga akan menurun atau bahkan mengalami kerugian.

Indirect Material (Bahan Baku Tidak Langsung)

Selanjutnya jenis raw material adalah bahan baku tidak langsung, yaitu bahan yang akan membantu proses berjalannya produksi. Namun, peranannya tidak secara langsung terlihat pada produk yang dihasilkan dari proses produksi tersebut.

Jadi, bahan baku tidak langsung adalah bahan baku pendukung yang mana posisinya tidak terlalu penting, baik ada atau tidak adanya bahan tersebut proses produksi akan tetap berjalan. Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan bahwa bahan baku tidak langsung berfungsi sebagai bahan baku pendukung saja.

Itulah mengapa perusahaan harus mencari tahu terlebih dahulu apakah bahan baku tidak langsung tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Apabila perusahaan melakukan pengadaan bahan baku tidak langsung secara berlebihan tentu akan menimbulkan kerugian.

10 Faktor yang Mempengaruhi Persediaan Raw Material

Setiap perusahaan Manukan, sudah seharusnya memahami faktor-faktor yang bisa mempengaruhi persediaan raw material. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, pihak perusahaan dapat memperhitungkan kebutuhan bahan baku yang digunakan untuk membuat suatu produk.

Pasalnya, raw material adalah komponen utama yang harus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, jadi jumlah stoknya tidak boleh kurang maupun berlebih. Perhitungan bahan baku yang tepat tentu akan menghasilkan kondisi keuangan yang stabil.

Apabila kondisi keuangannya stabil, maka perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam menggapai tujuan dan target yang mereka rencanakan. Supaya Anda lebih paham tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku, sebaiknya simak penjelasan di bawah ini hingga akhir:

Bentuk dan Fungsi dari Bahan Baku Tersebut

Dalam menjalankan kegiatan industri, perusahaan perlu memperhatikan bentuk dan fungsi dari bahan baku yang akan mereka digunakan. Dengan mengetahui fungsi dan bentuk dari bahan baku tersebut, proses produksi akan berjalan dengan baik.

Proses produksi yang berjalan dengan baik menandakan bahwa, semua bahan baku yang dibeli perusahaan dapat digunakan dan tidak yang terbuang sia-sia. Apabila perusahaan salah membeli bahan baku tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri.

Ini karena bahan baku atau raw material adalah bahan utama dalam proses produksi, jadi ketika perusahaan salah membelinya. Tentunya anggaran yang dikeluarkan juga akan terbuang sia-sia, belum lagi proses produksi tidak bisa dilakukan.

Masalah tersebut tentunya akan membuat perusahaan mengalami kerugian yang berlipat-lipat. Untuk menghindari kejadian tersebut, biasanya pihak perusahaan akan melakukan riset terlebih dulu mengenai bahan baku yang akan mereka beli.

Harga Bahan Baku

Selanjutnya faktor yang mempengaruhi persediaan raw material adalah dari segi harganya. Harga juga menjadi faktor penting dalam melakukan pengadaan bahan baku. Pasalnya, harga bahan baku akan mempengaruhi harga jual dari produk yang dihasilkan.

Oleh karena itu, sebelum membeli bahan baku setiap perusahaan pasti akan mempertimbangkannya dengan matang. Jadi, perusahaan akan mempertimbangkan jenis dan harga bahan baku yang sesuai, berdasarkan harga jual produk, biaya pengeluaran perusahaan, dan biaya lainnya.

Dengan kata lain, harga bahan baku menjadi landasan bagi perusahaan dalam menyiapkan persediaan bahan baku untuk kegiatan produksi.

Perkiraan Penggunaan Bahan Baku

Perlu Anda tahu bahwa raw material adalah bahan mentah yang terdiri dari berbagai macam jenis. Sehingga tidak semua bahan baku dapat disimpan dan digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Perkiraan atau estimasi penggunaan bahan baku, berfungsi untuk mengetahui masa masa simpan dari bahan tersebut untuk digunakan membuat produk. Estimasi penggunaan bahan baku menjadi faktor penting yang tidak boleh dilewatkan dalam melakukan pengadaan bahan baku.

Dengan mengetahui estimasi penggunaannya, perusahaan dapat menentukan jumlah dan membeli bahan baku secara tepat. Sehingga risiko terjadinya bahan baku rusak atau tidak layak pakai akan terminimalisir.

Anggaran Pembelian Bahan Baku

Melakukan pengadaan raw material adalah termasuk kegiatan yang berkaitan erat dengan keuangan perusahaan.

Membeli bahan baku pengukuran biaya harus diperhatikan karena akan mempengaruhi persediaan bahan baku. Selain itu, biaya persediaan bahan baku juga mempengaruhi keuangan perusahaan.

Anggaran untuk pembelian bahan baku harus dipisahkan dari anggaran lainnya, supaya perusahaan tidak kesulitan dalam memperhitungkannya. Itulah mengapa, anggaran penyediaan bahan baku penting sekali diperhatikan kondisi keuangan perusahaan tetap berjalan dengan baik.

Masa Tunggu Pemesanan Bahan Baku

Selanjutnya faktor yang mempengaruhi pengadaan raw material adalah masa tunggu pemesanan, ketika perusahaan melakukan pemesanan.

Tentunya bahan baku tersebut tidak langsung datang di hari itu juga. Terdapat waktu tunggu pemesanan yang cukup bervariasi tergantung produsen yang dipilih. Semakin jauh lokasi produsen bahan baku yang dipilih, tentu memerlukan masa tunggu yang lebih lama.

Dengan menghitung lamanya waktu pemesanan, perusahaan dapat memperkirakan persediaan bahan baku yang tersedia apakah masih cukup atau tidak untuk menunjang kegiatan produksi.

Penggunaan Bahan Baku

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi raw material adalah penggunaan bahan baku. Faktor tersebut harus diperhatikan karena berkaitan dengan proses produksi. Penggunaan bahan baku biasanya akan menentukan anggaran yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu produk.

Kebijakan Pembelian Bahan Baku

Faktor lain yang tidak kalah penting yang akan mempengaruhi persediaan bahan baku yaitu kebijakan dalam pembelian bahan baku.

Setiap perusahaan yang hendak membeli bahan baku wajib memperhatikan kebijakan yang berlaku, baik kebijakan dari perusahaan penyedianya maupun kebijakan dari pemerintah setempat.

Pembelian Bahan Baku Kembali

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi persediaan raw material adalah pembelian kembali yang akan dilakukan perusahaan. Untuk menjaga persediaan bahan baku tetap mencukupi perusahaan perlu melakukan pembelian kembali secara teratur sesuai dengan kapasitas produksinya.

Untuk melakukan pembelian kembali, perusahaan perlu menghitung berapa lama waktu tunggu yang diperlukan. Dengan memperkirakan waktu tunggu pemesanan, perusahaan dapat menyediakan bahan baku tanpa perlu takut kehabisan stok di gudang.

Sehingga proses produksi akan terus berjalan dan kinerja bisnis pun juga akan terus meningkat, tanpa ada kendala pada proses pengadaan bahan baku.

Pengamanan Persediaan Bahan Baku

Persediaan stok bahan baku harus terus dipantau, supaya proses produksi terus berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, pengamanan pada persediaan bahan baku harus terjamin, baik pada bahan langsung maupun bahan baku yang disimpan terlebih dulu.

Jika perusahaan tidak mampu melakukan pengamanan pada bahan baku yang mereka butuhkan, maka kemungkinan besar proses produksi dan kinerja bisnis akan terkendala. Jika kinerja bisnis terkendala, keuntungan yang didapatkan perusahaan juga akan mengalami penurunan.

Biaya Penyimpanan Bahan Baku

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi persediaan raw material adalah biaya penyimpanan bahan baku. Biaya penyimpanan bahan baku menjadi faktor penting, terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki gudang penyimpanan sendiri.

Menyewa gudang penyimpanan membutuhkan anggaran, sehingga hal tersebut harus diperhitungkan dengan matang. Pasalnya tidak semua bahan baku akan langsung digunakan untuk produksi. Terkadang ada bahan baku yang perlu disimpan lebih dulu, sebelum diolah menjadi suatu produk.

Biaya penyimpanan bahan baku umumnya meliputi tagihan listrik, biaya sewa tempat (bila menyewa), gaji petugas keamanan gudang, dan lain-lain. Jika perusahaan tidak melakukan perhitungan dengan matang, maka pengeluaran akan terus membengkak dan akan merugikan perusahaan.

Jenis-Jenis Industri Berdasarkan Raw Material Produksinya

industri raw material

Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan bahan baku, kini tidak ada salahnya jika Anda memahami jenis-jenis industri berdasarkan bahan baku yang digunakan. Pasalnya ada berbagai macam jenis industri jika dikategorikan berdasarkan bahan baku produksinya.

Berikut ini beberapa jenis industri yang dibedakan berdasarkan bahan baku yang mereka gunakan:

Industri Berbasis Agro

Raw material adalah termasuk komponen utama dalam kegiatan produksi, bentuknya pun bisa bermacam-macam. Pada jenis industri berbasis agro, raw material yang digunakan adalah bahan baku nabati dan hewani.

Dalam istilah bahasa bahasa Inggris, industri berbasis agro disebut dengan istilah Agro Based Industries. Contoh perusahaan yang bergerak dalam industri berbasis agro adalah yang berkaitan dengan produksi tekstil, susu, minyak nabati, bahan makanan, dan lain-lain.

Perusahaan yang bergerak dalam industri berbasis agro akan mengubah bahan baku nabati dan bahan baku hewani menjadi sebuah produk yang siap digunakan atau dikonsumsi masyarakat. Industri berbasis agro ini termasuk jenis industri yang menyuplai kebutuhan pokok untuk masyarakat.

Karena sebagian besar produk yang dihasilkan berupa bahan pokok. Contoh seperti kain untuk membuat pakaian, susu, minyak goreng, mi instan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, industri berbasis agro sangat dibutuhkan di tengah masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok.

Namun, industri ini tidak dapat berjalan jika sumber daya nabati dan hewani yang mereka butuhkan tidak tersedia. Karena pada dasarnya industri ini sangat bergantung dengan keberlangsungan makhluk hidup.

Industri Berbasis Mineral

Bahan baku yang digunakan dalam industri berbasis mineral adalah bahan yang dihasilkan dari galian pertambangan. Seperti yang Anda tahu raw material adalah bahan baku yang terdiri dari berbagai macam komoditi.

Sehingga ada banyak kategori industri yang dikelompokkan berdasarkan jenis raw material yang digunakan dalam melakukan produksi. Industri berbasis mineral umumnya menyediakan bahan baku yang dibutuhkan oleh perusahaan lainnya.

Dalam istilah bahasa Inggris, industri berbasis mineral ini biasanya disebut Mineral Based Industries. Jenis industri ini sangat bergantung dengan sumber pertambangan, sehingga ketika hasil tambang tersebut habis. Maka industri berbasis mineral tersebut tidak dapat melakukan produksi.

Biasanya hasil produksi dari industri tersebut digunakan untuk membuat bahan bangunan, komponen elektronik, alat berat, dan lain sebagainya. Pada bidang industri berbasis mineral, perusahaan akan mendapatkan banyak keuntungan ketika ada banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama.

Industri Berbasis Kelautan

Jenis industri selanjutnya yaitu industri berbasis kelautan yang memanfaatkan sumber daya dari laut. Industri ini biasanya disebut dengan nama Marine Based Industries. Produk yang biasanya dihasilkan oleh industri berbasis kelautan di antaranya adalah minyak ikan, ikan kaleng, dan lain-lain.

Industri Berbasis Hutan

Industri berbasis hutan merupakan industri yang memanfaatkan sumber daya dari hutan sebagai bahan utamanya. Bahan utama yang paling umum digunakan dalam industri ini yaitu kayu yang didapatkan dari pepohonan di hutan. Industri berbasis hutan juga disebut dengan istilah Forest Based Industries.

Produk yang dihasilkan dari industri ini di antaranya adalah produk mebel, kertas, tisu, dan lain sebagainya. Industri berbasis hutan yang dijalankan secara berlebihan tanpa mempedulikan keberlangsungan hutan akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Jadi itulah beberapa jenis industri yang dikelompokkan berdasarkan jenis raw material yang digunakan. Jadi, raw material adalah bahan baku untuk menunjang proses produksi dalam menghasilkan produk siap pakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengelolaan pajak perusahaan menjadi lebih mudah menggunakan aplikasi pajak online dari Klikpajak. Anda dapat melakukan pelaporan pajak menggunakan aplikasi e-filing Klikpajak. Selain itu, aktivitas perpajakan lainnya dapat dilakukan hanya dengan satu platform Klikpajak saja.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED13 May 2022
Pradana Vincentiar
Pradana Vincentiar

SHARE THIS ARTICLE: