SSE Pajak online: SSE1 & SSE3 Ditutup, Membuat Kode Billing di SSE2

SSE Pajak: SSE1 dan SSE3 Ditutup, Saluran Membuat Kode Billing di SSE2 Lebur di DJP Online

Selama ini ada 3 saluran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk membuat kode billing, yakni SSE1, SSE2, SSE3. Akan tetapi dari ketiganya, dua saluran ditutup dan satu saluran yang masih digunakan untuk membuat Surat Setoran Elektronik atau SSE pajak online ini.

DJP telah menutup saluran pembuatan kode billing untuk pembayaran pajak pada SSE1 dan SSE3 sejak akhir 2019. Mulai Januari 2020, saluran yang digunakan hanya SSE2 yang sudah dilebur dalam DJP Online (djponline.pajak.go.id).

Bagi Wajib Pajak (WP), kode billing diperlukan sebelum membayar pajak ke bank atau kantor pos persepsi. Kode billing tersebut bisa dapatkan WP melalui situs DJP Online.

Kode billing adalah kode yang terdiri dari angka yang akan dimasukkan WP saat melakukan pembayaran pajak baik itu melalui ATM, internet banking, maupun aplikasi bayar pajak online mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Di Klikpajak.id, membuat Kode Billing dan bayar billing (pajak) bisa langsung dilakukan di aplikasi ini tanpa keluar platform.

Menurut DJP berhenti beroperasinya SSE1 dan SSE3 untuk pembuatan kode billing adalah bagian dari integrasi sistem e-Billing dan e-Filing dalam satu tautan guna memudahkan WP dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Dengan integrasi sistem ini, maka PIN (Personal Identification Number) yang digunakan saat mengakses SSE1 dan SSE3 tidak dapat dipakai lagi pada DJP Online. Sedangkan bagi WP yang ingin membuat kode billing tinggal mengakses ke menu e-Billing DJP Online. 

Lebih jelasnya mengenai saluran pembayaran pajak DJP yang disebut SSE pajak online ini, berikut penjelasan tentang SSE pajak online atau Surat Setoran Elektronik DJP Online dari Klikpajak by Mekari.

Tentang Kode Billing 

Seperti dijelaskan sebelumnya, kode billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan oleh sistem billing untuk pembayaran suatu jenis pajak yang akan dilakukan oleh WP.

Kode billing terdiri dari 15 digit angka, di mana:

  • Angka digit pertama merupakan kode penerbit billing
  • Angka awal 0, 1, 2, 3 merupakan penanda untuk sistem billing DJP
  • Sedangkan angka awal 4, 5, 6 untuk sistem billing Ditjen Bea dan Cukai (DJBC)
  • Adapun angka awal 7, 8, 9 untuk sistem billing Ditjen Anggaran (DJA)

Untuk memperoleh kode billing inilah DJP menyediakan saluran pembuatannya melalui SSE pajak.

Contoh membuat Kode Billing

 

Tentang SSE2

SSE Pajak online merupakan pengganti dari metode lama yang masih manual dalam pengisian Surat Setoran Pajak (SSP Pajak).

Lewat SSE Pajak online, WP tidak perlu datang langsung ke Bank atau Kantor Pos untuk mengisi secara manual Surat Setoran Pajak dan membayar pajak.

Salah satu keunggulan e-Billing SSE2 adalah kemampuan untuk membuat kode Billing Pajak untuk NPWP selain milik WP.

Dengan begitu, WP tidak perlu repot-repot mendaftarkan akun SSE Pajak online untuk setiap nomor NPWP seperti yang terjadi pada e-Billing SSE1.

WP juga tidak perlu menghabiskan waktu mengantre di loket untuk membuat SSP sebelum menbayar pajak.

Ilustrasi membuat Bukti Billing online

Cara Daftar SSE 2 di DJP Online

Sesuai namanya, Surat Setoran Elektronik atau SSE pajak online merupakan suatu sistem pembayaran pajak elektronik yang diadministrasikan biller DJP dengan menerapkan billing system.

Di perpajakan dikenal istilah sistem billing, yakni sistem untuk mengatur pembayaran pajak secara elektronik.

Sebelum SSE1 dan SSE3 pajak ditutup pada Januari 2020 lalu, kanal yang paling sering digunakan WP adalah SSE1 dan SSE2. Sedangkan, SSE3 pajak dipakai jika terjadi gangguan pada SSE1 dan SSE2.

WP yang ingin membayar pajak secara online, dibutuhkan ID billing atau kode billing. Untuk mendapatkan kode billing tersebut, WP bisa mendapatkannya melalui situs SSE2 pajak DJP Online.

Mengingat SSE2 sudah melebur pada layanan DJP Online, maka WP harus melakukan registrasi ke DJP Online.

Dari sana, untuk mulai menggunakan e-Billing Pajak di DJP Online silahkan WP harus login di https://djponline.pajak.go.id/account/login. Masukkan nomor NPWP dan password.

Setelah login, kembali ke menu DJP Online dan pilih tab LAPOR.

Pada menu ini, WP dapat memilih layanan e-Billing SSE Pajak online dengan cara klik logo e-Billing.

Ilustrasi bayar pajak secara langsung

Tahapan Membuat Kode Billing di DJP Online

Bagi WP yang akan membuat Kode Billing di SSE2 atau DJP Online untuk membayar pajak, ada beberapa tahapan sebagai berikut:

a. Sudah Terdaftar DJP Online

WP yang sudah memiliki akun DJP Online, tinggal login dan tambah hak akses e-Billing. Caranya:

  • Pilih menu “Profile Lengkap” di bagian kiri laman
  • Centang pilihan e-Billing pada bagian “Tambah/Kurang Hak Akses”
  • Klik “Ubah Akses”.

Note: Surat Setoran Pajak (SSP) Hilang, Bagaimana Cara Mengurusnya?

b. Belum Punya Akun DJP Online

WP yang belum memiliki akun DJP Online, harus mendaftar akun DJP Online terlebih dahulu.

Namun sebelumnya WP harus mengajukan permohonan aktivasi EFIN.

Permohonan aktivasi EFIN harus dilakukan dengan cara mendatangi secara langsung Kantor Pelayanan pajak (KPP) untuk WP Orang Pribadi atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) untuk WP Badan dan Bendahara.

Sekarang, permohonan atau untuk mendapatkan EFIN bisa dilakukan secara online.

djp online spt tahunan pajakIlustrasi laman DJP Online

Macam-Macam Saluran Pembutan Kode Billing

Selain SSE2, WP juga bisa mendapatkan kode billing lewat saluran lain karena Sistem Billing DJP terkadang terlalu sibuk sehingga menyebabkan WP gagal membuat kode billing.

Maka dibuat saluran-saluran lain yang dapat digunakan dalam rangka mempermudah WP seperti berikut:

a. DJP Online

Seperti pembahasan di atas bahwa membuat kode billing sebelum membayar pajak dapat dilakukan melalui saluran yang disebut SSE yang sudah mengalami beberapa perubahan yakni SSE1 dan SSE3 yang sudah ditutup dan SSE2 yang dilebur ke DJP Online.

Setelah mendapatkan kode billing, WP baru dapat membayar kewajaiban pajaknya ke bank persepsi atau di kantor pos persepsi.

b. Kring Pajak atau Datang Langsung

Untuk WP yang masih konvensional atau lebih suka tatap muka dan berbicara langsung untuk mendapatkan kode billing, maka bisa menghubungi telepon Kring Pajak 1500200 untuk meminta kode billing.

Setelah itu kemudian masih harus dilakukan verifikasi data dengan datang langsung ke petugas TPT atau Helpdesk di KPP/KP2KP.

c. Laman Penerimaan Negara

Alternatif membuat kode billing dapat dilakukan melalui laman penerimaan negara.

WP dapat mengunjungi situs resmi ini di mpn.kemenkeu.go.id.

d. ‘Customer Service’ Bank

Pembuatan kode billing juga dapat dilakukan melalui customer service pada bank persepsi.

Karena melalui customer service, artinya pembuatan kode billing ini tidak bisa dilakukan secara online, tapi harus dilakukan dengan mendatangi langsung kantor cabang bank persepsi.

e. Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau ASP

Pembuatan kode billing tidak hanya dilakukan di SSE 2 DJP Online saja, tapi juga melalui saluran-saluran lain yang ditunjuk DJP.

Salah satu PJAP atau Application Service Provider (ASP) yang ditunjuk Ditjen Pajak adalah Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Ilustrasi membuat kode billing untuk bayar pajak

Tempat Membayar Pajak

Perlu diingat, proses pembayaran pajak tidak berhenti pada pembuatan kode billing saja, tapi setelah mendapatkan kode billing tersebut harus membayarkan jumlah nominal yang tertera pada kode billing tersebut memasukkan angka yang tertera pada kode billing.

Pembayaran billing itu dapat dilakukan dengan beberapa pilihan yakni secara langsung mendatangi kantor cabang bank persepsi atau pembayaran elektronik maupun kantor pos persepsi.

Jadi, SSE2 DJP Online hanya sebagai saluran membuat kode billing melalui saluran DJP, setelah mendapatkan kode billing tersebut harus membayar atau setorkan nilai jumlah kewajiban pajaknya ke bank atau kantor pos persepsi.

Berikut beberapa pilihan tempat membayar billing atau bayar pajak setelah mendapatkan kode billing, diantaranya:

a. Bank atau Pos Persepsi

Seperti yang dijelaskan di atas, membuat kode billing dapat dilakukan melalui kantor cabang bank atau pos persepsi.

Pilihan pembayaran ini ada beberapa pilihan, yakni:

  • Teller pada bank dan kantor pos persepsi
  • ATM (Anjungan Tunai Mandiri)

Untuk pembayaran billing/pajak melalui ATM, cukup memasukkan kode billing yang sudah didapatkan tersebut dengan cara memasukan kode yang tertera pada kode billing tersebut sesuai petunjuk di ATM.

b. Internet Banking

Pembayaran pajak juga dapat dilakukan secara elektronik atau secara online.

Pembayaran melalui pajak/billing juga dapat dilakukan melalui Internet Banking tersedia pada 10 bank, diantaranya adalah Citibank, Bank Bukopin, CIMB Niaga, BRI, Bank Permata, BCA, Bank UOB, Maybank, Bank Danamon, dan Bank OCBC-NISP.

Sebagai agen laku pandai, yakni BRILink, Mandiri, dan BNI 46 untuk PPh Pasal 21/22/23/25 OP & Badan (masa), PPN Dalam Negeri (masa), PPh Final Bruto Tertentu/PP 23 UMKM.

Sementara itu, pembayaran melalui mesin ATM pada Bank BCA untuk pembayaran PPh Final Bruto Tertentu/PP 23 UMKM.

c. Bayar Pajak Melalui PJAP

Bayar pajak/billing juga dapat dilakukan melalui PJAP mitra resmi DJP.

Melalui PJAP atau ASP mitra DJP, selain dapat membuat Kode Billing sebagai syarat untuk membayar pajak karena harus memiliki kode atau angka yang akan dimasukkan dalam proses pembayaran pajak, membuat kode billing dan bayar billing/pajak juga dapat langsung di PJAP.

Untuk ketahui, selain melalui PJAP atau ASP, antara membuat kode billing dan membayar billing atau pajaknya masih harus berpindah platform.

Contoh fitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Bukan hanya kemudahan melakukan proses pembayaran pajak, melalui e-Billing Klikpajak, yakni Anda dapat langsung membuat kode billing dan bayar billing di sini tanpa keluar platform, Anda juga dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan lainnya karena Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Fitur lengkap apa sajakah yang ada di Klikpajak untuk memudahkan urus perpajakan Anda?

a. Mudah Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur e.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Contoh fitur impor Faktur Pajak Masukan e-Faktur 3.0 di Klikpajak

b. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT Pajak, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

e. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu plaform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangana lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

Integrasi aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id

 

f. Bagaimana dengan Keamanan Data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Ilustrasi keamanan data dan sistem keamanan cloud yang berlapis

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan. Ketahui tentang SSE Pajak dan penuhi pembayaran pajak dengan cara yang mudah.


PUBLISHED21 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: