Ketentuan Lengkap Pembatalan dan Pembetulan Bukti Pemotongan Pajak

Ketentuan Lengkap Pembatalan dan Pembetulan Bukti Pemotongan Pajak

Bagi Wajib Pajak terutama yang membuat dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23/26, bukti pemotongan pajak adalah satu hal yang paling penting untuk disimpan. Bukti pemotongan ini sendiri digunakan oleh Pemotong PPh Pasal 23/26 sebagai bukti pemotongan dan pertanggungjawaban. Namun dalam praktiknya, bisa saja terjadi kesalahan seperti kekeliruan atau pembatalan transaksi dalam membuat bukti pemotongan. Untuk membetulkan kekeliruan dalam pengisian disebut Bukti Pemotongan Pembetulan sementara untuk pembatalan transaksi disebut Bukti Pemotongan Pembatalan.

Ketentuan Pembatalan dan Pembetulan Bukti Pemotongan Pajak

1. Bukti Pemotongan Pembetulan

Pemotong bisa saja melakukan kesalahan saat mengisi data di Bupot dan terdapat peraturan yang mengatur tentang Bukti Pemotongan Pembetulan ini seperti tertulis dalam Per-04 /PJ/2017  yang mengatur mekanisme pembetulan Bupot. Sesuai aturan tersebut, pembetulan dapat dilakukan pada setiap data di Bupot kecuali nomor Bupot. Mekanisme pembetulan Bupot ini juga sudah dijalankan KPP agar mempermudah Wajib Pajak.

Tata Cara Pembetulan Bukti Pemotongan Pajak

a. Melakukan pembetulan pada Bupot dengan ketentuan nomor yang dicantumkan dalam Bukti Pemotongan Pembetulan adalah sama dengan nomor pada Bukti Pemotongan sebelum dibetulkan.
b. Pemotong Pajak harus mengisi tanggal sesuai tanggal diterbitkannya Bukti Pemotongan Pembetulan. Selain itu juga wajib melampirkan Bukti Pemotongan Pembetulan dalam SPT pembetulan.

2. Bukti Pemotongan Pembatalan

Mengacu pada Per-04/PJ/2017 yang mengatur mekanisme pembatalan Bupot dalam hal ini adalah transaksi  yang terutang PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26 ternyata dibatalkan.

Tata Cara Pembatalan Bukti Pemotongan Pajak

a. Sama dengan Pembetulan, nomor yang dicantumkan dalam Bukti Pemotongan Pembatalan adalah sama dengan nomor pada Bukti Pemotongan sebelum dibatalkan.

b. Isi kolom “Jumlah Penghasilan Bruto” dan kolom “PPh yang Dipotong” dengan nilai NOL (“0”).

c. Mengisi tanggal sesuai tanggal diterbitkannya Bukti Pemotongan Pembatalan.

d. Melampirkan Bukti Pemotongan Pembatalan dalam SPT pembetulan.

Demikian penjelasan lengkap tentang pembatalan dan pembetulan dalam bukti pemotongan pajak. Semoga dapat membantu bagi Wajib Pajak yang ingin mengetahui seluk-beluk bukti pemotongan pajak terutama bagi yang baru pertama kali menggunakan aplikasi online e-Bupot.

 


PUBLISHED16 Nov 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: