Belajar dan Mengenal Pajak Melalui Slogan di Dunia Perpajakan - Klikpajak

Belajar dan Mengenal Pajak Melalui Slogan di Dunia Perpajakan

Pajak, Pajak dan Pajak. Apa yang dimaksud dengan pajak? Pajak pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, mulai dari pelajar tingkat sekolah menengah pertama, hingga pebisnis ternama. Banyak cara untuk mengenal dunia pajak, salah satu cara yang asyik mengenal pajak adalah dari berbagai slogan yang terkait dengan pajak, seperti berikut ini.

1. “Orang Bijak Taat Pajak”

Slogan ini bukan slogan biasa. Slogan yang terpampang jelas di jalan raya dan di website Dirjen Pajak tentu memiliki maksud tersendiri. Bukan sekedar jadi slogan apa adanya. Indonesia, sebagai negara berkembang masih membutuhkan banyak dana untuk pembangunan Negara. Di mana, pajak adalah salah satu sumber dana yang digunakan Indonesia untuk pembangunan dan juga infrastruktur. Oleh karena itu, warga Negara yang taat bayar pajak seperti PPh, PPn, PBB, dan jenis pajak lainnya maka tergolong warga yang bijak.

2. “Bangga Bayar Pajak”

Tujuan adanya slogan ini tentu untuk meningkatkan minat masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak. Namun ada rasa yang mengganjal, kenapa harus bangga? Jawabannya simpel. Secara sederhana kita tahu bahwa APBN Indonesia dari tahun ke tahun sumber utamanya dari pajak, di mana penggunaan dana APBN atas pajak tersebut digunakan diantaranya untuk pembangunan berbagai fasilitas atau infrastruktur Negara kita ini, jadi pantas saja kalau kita merasa bangga jika termasuk orang yang sadar untuk bayar pajak.

3. “Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya”

Slogan yang satu ini mengingatkan kita akan lirik sebuah lagu “Andai Ku Gayus Tambunan”, di mana dana pajak yang terkumpul disalah gunakan oleh salah satu oknum pegawai di Direktorat Jenderal Pajak. Seyogyanya, dana pajak digunakan minimal sesuai dengan 4 fungsi pajak yaitu, Fungsi Anggaran, Fungsi Regulasi, Fungsi Stabilitas, dan Fungsi Redistribusi Pendapatan. Jadi ayo kita sama-sama lunasi pajak dan awasi bersama penggunaannya.

4. “Ayo Peduli Pajak”

Untuk slogan yang satu ini, sebagai warga negara yang baik kita diarahkan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap segala perkembangan terkait dengan dunia perpajakan di Indonesia. Kepemilikan NPWP, Program Tax Amnesti, Perubahan PTKP, dan masih banyak perkembangan terbaru tentang pajak. Peduli artinya, kita tahu bukan tidak mau tahu apalagi pura-pura tidak tahu.

5. “Apa Kata Dunia”

Untuk yang terakhir ini memang sempat menimbulkan berbagai plesetan kata di masyarakat saat slogan ini muncul. Tapi jika dilihat dari sisi yang positif, slogan ini bermaksud untuk menumbuhkan rasa malu pada diri wajib pajak, misalnya malu jika kita tidak melakukan perhitungan, penyetoran, dan pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku, sementara tidak sedikit wajib pajak yang sudah mulai taat akan pemenuhan kewajiban perpajakannya baik jenis pajak penghasilan (pph 21, 22, 23,dll), PPN atau jenis pajak yang lainnya.

Dari berbagai slogan di atas dapat disimpulkan bahwa ternyata slogan dalam perpajakan itu tidak kalah pentingnya seperti slogan dalam perusahaan untuk menawarkan hasil produksinya untuk dikenal dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tetapi slogan di dunia perpajakan tidak menawarkan produk, melainkan untuk memberikan rangsangan kepada masyarakat Indonesia untuk tergerak hatinya dalam melaksanakan kewajiban mereka dalam bidang perpajakan yang sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku secara suka rela dan tidak paksarela lagi ketika membaca atau mendengar slogan pajak itu. Sehingga, hal ini sangat membantu pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pajak dalam melakukan tugasnya. Dan pada akhirnya hal ini berdampak positif juga bagi pendapatan Negara khususnya pendapatan dari sektor perpajakan.


PUBLISHED03 Jul 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: