SKT Pajak: Pengertian, Isi, dan Cara Mendapatkannya

Ada beberapa dokumen yang harus dimiliki oleh wajib pajak baik perorangan maupun badan usaha. Diantaranya seperti NPWP dan SKT. NPWP merupakan Nomor Pokok Wajib Pajak sementara SKT adalah Surat Keterangan Terdaftar.

NPWP sudah cukup familiar di kalangan masyarakat karena keberadaan dokumen ini diperlukan untuk pengurusan berbagai kegiatan administrasi. Sementara SKT banyak yang belum mengenalnya padahal fungsinya juga tak kalah penting terutama bagi perusahaan skala besar.

surat keterangan terdaftar

Definisi SKT Pajak

Setiap warga negara harus mendaftarkan diri sebagai wajib pajak untuk memudahkan sistem administrasi pajak. Dari sekian banyak dokumen yang dibutuhkan, salah satu yang harus diketahui oleh wajib pajak terutama yang bersifat badan usaha adalah Surat Keterangan Terdaftar atau disingkat SKT.

SKT adalah surat keterangan yang ditujukan bagi wajib pajak yang baru pertama kali mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak. Tak hanya wajib pajak badan usaha saja yang memperoleh surat ini. Wajib pajak yang sifatnya perseorangan pun akan mendapatkan SKT.

Berdasarkan pada Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER 04/PJ/2020. Disebutkan bahwa SKT dikeluarkan secara resmi oleh KPP atau KP2P sebagai pemberitahuan bahwa wajib pajak sudah terdaftar secara administratif di Direktorat Jenderal Pajak.

Jadi saat Anda mengajukan permohonan pembuatan NPWP, maka secara otomatis Anda sudah terdaftar sebagai wajib pajak dan berhak mendapatkan surat keterangan tersebut.

Fungsi SKT Pajak

Tak hanya sekedar dokumen yang berisi data diri serta rincian jumlah pajak yang harus dibayarkan, SKT adalah adalah surat keterangan yang mempunyai peran penting. Terutama untuk perusahaan konstruksi, wajib menyertakan SKT bila ingin membuat SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi)

Selain itu kepemilikan SKT juga dapat menggambarkan kualitas perusahaan. Dimana perusahaan yang mempunyai surat ini sudah pasti telah mendaftarkan kewajiban pajaknya pada Dirjen Pajak dan tentunya lebih terpercaya.

Banyak yang mengira SKT serupa dengan TDP. Faktanya kedua dokumen tersebut adalah berbeda. SKT sebagai bukti jika perusahaan sudah terdaftar sebagai wajib pajak. Sementara TDP (Tanda Daftar Perusahaan) berisikan daftar aset perusahaan yang harus disahkan.

Bagaimana Cara Mendapatkan SKT Pajak

SKT adalah surat yang dikeluarkan bersamaan dengan NPWP. Jadi proses untuk memperoleh surat keterangan ini sangatlah cepat. Apalagi saat ini Dirjen Pajak sudah menyediakan sistem pelayanan online. Anda hanya perlu melakukan pendaftaran secara online tanpa perlu keluar rumah.

Untuk mendapatkan SKT, alurnya sama dengan pengajuan NPWP. Berikut ini adalah tahapan pendaftaran SKT secara online:

1. Membuat akun E-reg pajak dengan mengakses laman resminya disini.

2. Melakukan pengisian formulir pendaftaran

3. Menyertakan dokumen yang dipersyaratkan:

  • Fotokopi KTP untuk wajib pajak perorangan
  • Fotokopi KTP dan Surat Keterangan Usaha (SKU) untuk wajib pajak badan
  • Fotokopi Kartu Izin Tinggal (KITAP) untuk WNA

4. Mengupload formulir pendaftaran dan dokumen yang disyaratkan melalui akun E-reg

5. Menunggu proses konfirmasi kemudian KPP akan menerbitkan surat tanda bukti penerimaan pendaftaran

6. SKT dan NPWP akan dikirimkan melalui Pos ke alamat wajib pajak

Proses pendaftaran SKT adalah tahapan yang mudah. Dan hanya butuh waktu 1 hari saja, Anda bisa mendapatkan NPWP, SKT, serta EFIN (Electronic Filing Identification Number). Ketiga surat ini harus disimpan dengan baik karena akan berguna untuk aktivitas pelaporan pajak setiap tahunnya.

Bagi Anda yang belum membuat SKT, sebaiknya segera lakukan registrasi karena caranya sangat mudah dan cepat. Dengan memiliki SKT dan NPWP, Anda tak hanya terdaftar secara resmi sebagai wajib pajak tetapi juga akan mendapatkan kemudahan dalam mengurus administrasi kependudukan lainnya.

Contoh SKT Pajak

contoh skt pajak

Surat keterangan yang menunjukkan perusahaan maupun perorangan sudah terdaftar sebagai wajib pajak ini merupakan dokumen penting yang harus dimiliki setiap warga negara. Berbeda dengan NPWP yang berupa kart, bentuk SKT adalah beberapa lembar dokumen.

Di Dalam dokumen tersebut terdapat data yang harus diisi dengan lengkap dan jelas. Adapun contoh SKT bisa Anda lihat disini. Berikut ini adalah beberapa data yang ada pada surat keterangan tersebut:

1. Nama
Pada kolom ini berisi nama lengkap sesuai pada kartu tanda pengenal. Jika terjadi kesalahan penulisan maka pihak wajib pajak harus segera melapor ke Kantor Pelayanan Pajak atau KKP agar segera dilakukan penggantian.

2. NPWP dan NIK
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya jika registrasi permohonan SKT secara online disetujui, maka Anda akan mendapatkan NPWP dan SKT. Kolom kedua ini diisi NPWP yang sesuai pada kartu. Sementara untuk kolom NIK hanya diperuntukkan untuk wajib pajak perseorangan.

3. Klasifikasi Lapangan Usaha Utama
Isian pada kolom ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan wajib pajak. Apakah karyawan atau memiliki usaha sendiri. Apabila jenis pekerjaannya lebih dari satu, maka diisi dengan pekerjaan utamanya.

4. Alamat
Pengisian alamat lengkap pada kolom ini harus sesuai dengan data yang ada pada KTP. Bila wajib pajak pindah alamat maka sebaiknya segera melapor kepada KKP agar dilakukan penggantian SKT. Untuk wajib pajak badan usaha, maka diisi dengan alamat lokasi usaha didirikan.

5. Kategori
Kategori wajib pajak sangat beragam. Mulai dari wajib pada badan yang terdiri dari JO, KPDA, Bend, dan lain sebagainya. Serta wajib pajak perseorangan dengan kategori induk, PH, HB, dan sebagainya.

6. Tanggal Mulai Terdaftar
Pada kolom ini diisi tanggal wajib pajak pertama kali terdaftar di Dirjen Pajak. Pengisian kolom ini berlaku untuk wajib pajak perorangan maupun badan.

7. Kewajiban Pajak
Pengisian kolom ini disesuaikan dengan kondisi wajib pajak. Ada 3 jenis kewajiban pajak yang terdapat pada kolom SKT ini yaitu PPh Sendiri, PPN, serta Pemotongan dan Pemungutan PPN.

8. Tempat dan Tanggal SKT Diterbitkan
SKT adalah surat yang diterbitkan oleh KKP. Jadi dalam kolom ini petugas KKP akan mengisi tanggal dan tahun saat SKT dikeluarkan dan diberikan kepada wajib pajak.

9. Tanda Tangan Kepala KP2KP
SKT NPWP adalah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa seseorang ataupun badan usaha sudah resmi terdaftar sebagai wajib pajak. SKT dianggap sah jika sudah ditandatangani oleh kepala KP2KP dengan menyertakan nama terang dan NIP kepala KP2KP tersebut.

Selain dalam bentuk lembaran dokumen, Anda juga bisa mengajukan pengiriman SKT dalam bentuk dokumen elektronik. Dengan begitu surat ini bisa disimpan dan Anda dapat melakukan pencetakan sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Mencetak SKT Pajak yang Hilang

Pihak KPP memberikan dokumen SKT dalam bentuk print out yang dikirim melalui pos. Sebagian besar wajib pajak tidak mengajukan permintaan SKT Elektronik. Akibatnya SKT sering hilang padahal dokumen tersebut sangat penting untuk mengurus administrasi pajak selanjutnya.

SKT adalah surat yang diberikan pertama kali saat wajib pajak dinyatakan terdaftar. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mengajukan permintaan pengiriman ulang SKT jika dokumen tersebut hilang ataupun mengalami kerusakan.

Caranya sangat mudah, tinggal ajukan saja pencetakan ulang ke KPP atau KP2KP di wilayah kerja yang sesuai dengan tempat tinggal ataupun alamat usaha. Pengajuan tidak harus datang ke kantornya secara langsung, bisa juga diajukan secara elektronik .

Tentunya Anda juga harus menyertakan dokumen yang dipersyaratkan. Adapun dokumen yang diperlukan untuk pencetakan ulang SKT adalah fotokopi KTP untuk wajib pajak perorangan dan bagi wajib pajak badan harus menyertakan pula Surat Keterangan Usaha.

Jika persyaratan pengajuan sudah dipenuhi dan dikirim, KPP ataupun KP2KP akan memberikan kembali SKT kepada wajib pajak. Dan bila diperlukan juga akan diberikan SKT dalam bentuk file elektronik.

Siapakah Yang Harus Memiliki SKT Pajak?

Pada dasarnya SKT adalah surat yang harus dimiliki oleh warga negara yang memenuhi syarat. Karena kewajiban membayar pajak harus dilakukan oleh setiap warga negara. Adapun 5 golongan yang diharuskan mempunyai SKT yaitu:

  • Orang Pribadi termasuk wanita yang sudah menikah harus memiliki SKT sendiri karena secara hukum memiliki kehidupan yang terpisah
  • Wajib pajak badan yang memiliki wewenang dalam perpajakan sebagai pemungut atau pemotong pajak sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan pajak
  • Wajib pajak badan yang mempunyai kewajiban dalam perpajakan sebagai pihak yang membayar, memotong, dan memungut pajak sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan pajak
  • Bendahara yang bertugas untuk memotong dan memungut pajak sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan pajak
  • Wajib pajak pribadi selain empat golongan diatas juga bisa mendaftarkan diri untuk memperoleh SKT.

Apa Saja Kegunaan SKT Pajak?

Mengapa setiap warga negara diharuskan untuk mempunyai SKT? Hal ini tak lepas dari kegunaan SKT yang sangat penting untuk berbagai aktivitas keuangan. Dirjen Pajak pun tidak mempersulit pengajuan SKT dan prosesnya pun sangat cepat.

Berikut ini adalah beberapa kegunaan dari SKT adalah:

1. Sarana Administrasi
Pelaporan dan pembayaran pajak harus dilakukan setiap tahun sesuai dengan jadwal. Untuk memudahkan kegiatan tersebut, dibutuhkan dokumen SKT. Dengan begitu Anda sebagai wajib pajak tak perlu melakukan pendaftaran lagi karena sudah memiliki SKT.

Selain memberi kemudahan kepada wajib pajak, pihak KPP juga bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat. Dengan begitu Anda tak perlu menunggu terlalu lama bukti laporan pembayaran pajak tahunan.

2. Sebagai Identitas Wajib Pajak
Seseorang ataupun badan usaha yang dianggap sudah sah menjadi wajib pajak bila telah mengantongi dua jenis dokumen yaitu NPWP dan SKT. Isi dari dokumen SKT adalah berupa data diri serta info lainnya mengenai perpajakan yang ditanggung oleh wajib pajak.

Jika NPWP berupa kartu yang bisa dengan mudah dibawa kemana-mana. Sekarang ini Anda juga bisa SKT versi elektronik agar bisa disimpan dalam bentuk file. Dan jika dibutuhkan Anda dapat mencetaknya sendiri tanpa perlu mengajukan permohonan cetak SKT ke KPP ataupun KP2KP.

3. Sebagai Pelengkap Persyaratan Aktivitas Keuangan
Saat ini untuk mengajukan kredit baik untuk membeli kendaraan, rumah, maupun tanah. Penjual ataupun pihak bank mensyaratkan kepemilikan NPWP serta SKT. Jadi tanpa SKT, maka Anda tidak bisa mengajukan permohonan kredit dengan mudah.

Begitu membuat rekening dan mendaftar asuransi, SKT adalah persyaratan yang harus dipenuhi selain jenis dokumen lainnya. Sebab itulah jangan menunda untuk mengajukan pembuatan SKT agar pengajuan kredit, asuransi, dan produk keuangan lainnya dipermudah.

Meski hanya sebatas dokumen tanda Anda sudah terdaftar sebagai wajib pajak, namun SKT adalah surat yang penting. Karena dengan memiliki dokumen ini, pihak penyedia produk keuangan akan lebih percaya dan akhirnya lebih cepat menyetujui pengajuan kredit yang Anda inginkan.

Keuntungan Memiliki SKT

Bagi perusahaan yang memiliki SKT, tingkat kepercayaan yang dimiliki lebih tinggi karena usaha yang dikelola sudah terdaftar dan taat pajak. Sebab itulah banyak perusahaan berkembang yang langsung mengajukan pendaftaran SKT badan usaha agar bisnis yang dikelola semakin maju.

Tak hanya itu, kepemilikan SKT juga memberikan banyak keuntungan. Adapun kelebihan mempunyai SKT adalah:

Pengurusan Administrasi Lebih Diprioritaskan

Tak hanya perseorangan saja yang sering mengajukan kredit, perusahaan sebagai wajib pajak badan juga kerap melakukan pengajuan produk keuangan tersebut. Tentu jumlah kredit yang diperlukan tak sedikit sebab diperlukan untuk menyokong kegiatan produksi perusahaan.

SKT adalah salah satu dokumen yang bisa membuat pengajuan kredit perusahaan lebih diprioritaskan. Selain tentunya perusahaan tersebut juga harus menyertakan NPWP. Dengan memiliki SKT dan NPWP, administrasi kredit jadi lebih cepat dan tentunya pengajuan lebih berpeluang untuk disetujui.

Meringankan Tarif Pajak

Besarnya pajak yang dibebankan kepada wajib pajak baik perorangan maupun badan usaha, tidak melebihi dari penghasilan yang didapatkan atau diterima. Dengan melaporkan SPT secara rutin maka bisa diketahui besarnya pajak yang dikenakan untuk tahun tersebut.

Dalam SKT juga dicantumkan mengenai jenis pajak yang dibebankan berdasarkan kondisi keuangan wajib pajak. Beda kondisi jika Anda tidak memiliki SKT, maka KPP tidak bisa mengetahui jumlah penghasilan yang diterima dan bisa jadi perhitungan pajak melebihi pendapatan yang diperoleh.

Dengan tarif pajak yang melebihi penghasilan, maka akan sangat membebani keuangan wajib pajak. Sebab itulah selain memiliki NPWP dan SKT adalah hal penting jika Anda juga mengirimkan SPT Tahunan tepat waktu.

Memudahkan Pembukaan Rekening

Proses pembukaan rekening untuk badan usaha tidak semudah pembuatan rekening baru untuk perseorangan. Ada banyak persyaratan dokumen yang harus disertakan. Mulai dari surat keterangan usaha hingga NPWP dan SKT.

Mengapa SKT sangat diperlukan saat pembukaan rekening bank dan pengajuan kredit produk keuangan. Ini karena SKT adalah sebagai bukti bahwa badan usaha tersebut sudah terdaftar sebagai wajib pajak di Dirjen Pajak sehingga kredibilitasnya dianggap sangat baik.

Sebab itulah pihak bank atau penyedia jasa keuangan lain tak segan untuk mempermudah proses pembukaan rekening. Selain persyaratannya dipenuhi, kepemilikan SKT juga berpengaruh. Dengan begitu pihak Bank bisa melakukan pengecekan lebih mudah apakah badan usaha tersebut taat pajak atau tidak.

Cara Melapor Pajak Secara Online

Langkah selanjutnya setelah wajib pajak memiliki NPWP dan SKT adalah melakukan pelaporan dan pembayaran tepat waktu. Jika Anda adalah wajib pajak yang tak kena pajak karena penghasilannya masih dibawah ketentuan pajak. Maka tetap diharuskan melaporkan SPT tahunan.

SKT adalah surat tanda bukti telah terdaftar yang kini proses registrasinya bisa dilakukan secara online. Begitu juga dengan pelaporan SPT, Anda tak perlu datang ke KPP terdekat karena pengisian laporan juga bisa dikerjakan secara online.

Banyak yang belum mengetahui jika telat mengirimkan laporan pajak akan dikenai denda dengan nominal tertentu. Adapun daftar denda telat pelaporan SPT tahunan adalah sebagai berikut:

  • Wajib pajak badan dikenai denda sebesar Rp. 1.000.000
  • Wajib pajak perorangan dikenai denda sebesar Rp. 100.000
  • Keterlambatan surat pemberitahuan masa pajak pertambahan nilai dikenai denda sebesar 500.000
  • Keterlambatan surat pemberitahuan massa yang lain dikenai denda sebesar 100.000

Untuk wajib pajak yang ingin melakukan lapor SPT online, perhatikan uraian singkat dibawah ini:

  1. Masuk ke situs DJP online dengan mengklik link berikut
  2. Lakukan log in akun dengan memasukkan NPWP, kata sandi, dengan kode keamanan dengan benar. Untuk yang belum melakukan registrasi sebelumnya, bisa melakukan pendaftaran akun terlebih dulu dengan mengunjungi laman berikut ini
  3. Masuk ke laman utama Dirjen Pajak kemudian klik tombol “Lapor” dan pilih menu “E-filing”
  4. Melakukan pengisian tahun pajak, status SPT, serta pembetulan isi bagian A, B, dan C
  5. Pada bagian kolom pernyataan, klik menu “Setuju” hingga muncul gambar centang
  6. Tunggu konfirmasi mengenai proses pengiriman laporan apakan sudah diterima atau belum. Jika ada kekeliruan dalam pengisian, sistem akan memberikan pemberitahuan secara otomatis
  7. Jika laporan diterima, maka bukti dari penerimaan laporan SPT secara elektronik akan dikirim melalui alamat email

Pengiriman laporan SPT kini lebih cepat dan mudah dengan hadirnya layanan dari Dirjen Pajak ini. sebelum melakukan pengisian laporan secara online, ada baiknya Anda menyiapkan data yang diperlukan. Misalnya saja jumlah penghasilan tahun ini, jumlah hadiah yang didapatkan, serta aset barang yang dimiliki.

Selain menggunakan layanan dari DJP, lapor SPT Online dapat dilakukan menggunakan aplikasi e-Filing SPT dari Klikpajak. Urusan perpajakan jadi lebih mudah. Aktivitas pelaporan hingga pembayaran pajak dapat dilakukan dalam satu aplikasi saja.

Pengisian laporan SPT online harus dilakukan dengan benar dan sesuai data. Karena jika terbukti terdapat kecurangan, pihak Dirjen Pajak akan mengambil tindakan tegas karena dianggap melanggar peraturan perpajakan yang berlaku.

SKT adalah surat yang dimiliki oleh wajib pajak yang sudah terdaftar. Untuk mendapatkan SKT cukup mudah tinggal lakukan pengajuan pendaftaran ke KPP terdekat atau secara online. Sama seperti NPWP, SKT juga memiliki fungsi penting salah satunya memudahkan proses administrasi perpajakan.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED17 May 2022
Pradana Vincentiar
Pradana Vincentiar

SHARE THIS ARTICLE: