Pengertian Holding Company beserta Contoh Perusahaannya

Holding company atau hanya disebut holding artinya sebuah perusahaan induk yang memiliki beberapa perusahaan di dalamnya dalam satu kelompok perusahaan. Hal yang biasanya Anda temukan, yaitu suatu perusahaan terkenal yang dibawahi oleh perusahaan lainnya. Lalu, holding artinya apa dan bagaimana ciri-cirinya? Untuk memahaminya lebih lanjut, simak penjelasannya di bawah ini tentang definisi, tujuan, manfaat, serta ciri-ciri holding company di Indonesia.

 

Definisi Holding

Holding artinya sekelompok perusahaan yang tergabung menjadi satu wadah atau organisasi dan dibawahi oleh sebuah perusahaan induk (holding company). Umumnya perusahaan yang termasuk holding company memiliki visi dan misi yang searah atau bidang jasa sejenis. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan tersebut setuju untuk bergabung serta bekerja sama.

Pemimpin dari grup yaitu holding artinya memiliki tanggung jawab dalam perencanaan, koordinasi hingga pengendalian anak perusahaannya. Hal ini dilakukan agar semua tujuan dapat tercapai di seluruh perusahaan sejak awal holding.

Tujuan serta Manfaat Holding

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pembentukan perusahaan dalam grup tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, tujuan dan manfaat holding artinya bekerja sama dengan perusahaan induk agar perusahaan dapat mengatur, mengontrol dan mengkoordinasikan layanan antar anak perusahaan.

Namun, perusahaan induk perlu mengembangkan rencana yang tepat, efektif, dan terarah. Rencana holding artinya harus mencakup struktur organisasi, karyawan, strategi, serta pengelolaan keuangan. Holding artinya juga harus mampu mengelola dan mengevaluasi rencana yang telah dilaksanakan. Jika semua anak perusahaan bekerja dengan baik, mereka diharapkan dapat meningkatkan nilai pasarnya lalu dikenal masyarakat secara luas. Oleh karena itu, strategi dan peran holding artinya menjadi penentu keberhasilan perusahaan induk secara menyeluruh.

Tugas Dari Holding

Secara umum, tugas holding artinya tugas dalam bertindak sebagai pemimpin perusahaan. Setiap perusahaan induk akan merencanakan, mengelola, serya mengaudit dalam kondisi tertentu. Berikut ini penjelasan tentang tugas holding.

Perencanaan serta Pengendalian Suatu Perusahaan

Tugas pertama holding artinya membuat rencana yang berlaku umum bagi setiap anak perusahaan. Selain itu, anak perusahaan harus menjalankan rencananya dengan strateginya masing-masing. Perusahaan induk dapat melakukan pemeriksaan dan/atau audit untuk mengkonfirmasi dan memastikan setiap anak perusahaan melaksanakan rencana awal.

Namun, agar induk perusahaan dapat mengelola perusahaan lainnya, induk perusahaan harus memiliki paling sedikit 25% persen dari total saham anak perusahaan. Jika di bawah minimal itu, maka perusahaan induk tidak memiliki kendali atasnya.

Operasional Perusahaan

Tugas kedua holding artinya mengurus operasional perusahaan dan mengurangi risiko kebangkrutan atau kerugian anak perusahaan. Perusahaan induk bertanggung jawab pada kerugian semua anak perusahaannya. Jika anak perusahaan sukses serta menguntungkan, maka hasilnya juga akan dirasakan oleh perusahaan induk. Hal ini juga berlaku sebaliknya jika anak perusahaan mengalami kerugian sehingga anak perusahaan harus ditopang oleh perusahaan induk maupun anak perusahaan lainnya.

Penggabungan Perusahaan Dengan Produk dan Layanan Sejenis

Tugas ketiga holding artinya menggabungkan beberapa perusahaan yang memiliki pelayanan atau produk yang serupa. Hal ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pengelolaan operasional di masa yang akan datang. Contoh fasilitas yang dikembangkan dengan produk sejenis antara lain Pupuk Indonesia dan Semen Indonesia.

Posisi Lebih Strategis di Pasar

Tugas keempat holding artinya memiliki posisi lebih strategis di pasar. Penggabungan beberapa pasar di Indonesia akan membuat posisi holding company dan anak perusahaannya menjadi semakin kuat dan strategis. Hal ini juga yang diklaim ekspansi untuk dapat menggunakan integrasi vertikal dan integrasi horizontal bersama perusahaan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Joint Venture

Tipe-Tipe Holding Company

Tipe-tipe holding artinya adalah berbagai macam tipe holding company berdasarakan cara pembentukannya dan kebutuhannya. Umumnya, ada empat tipe holding company, yaitu tipe alami, tipe campuran, tipe segera, dan tipe menengah.

Tipe Alami

Tipe pertama holding artinya tipe alami. Sebuah perusahaan holding yang termasuk tipe alami jika dibentuk dengan tujuan tunggal, seperti memiliki saham di perusahaan lainnya. Pada dasarnya, perusahaan tidak dapat berpartisipasi dalam bisnis lain apabila perusahaan tersebut mengendalikan satu bahkan lebih dari satu perusahaan.

Tipe Campuran

Tipe kedua holding artinya tipe campuran. Sebuah perusahaan induk yang termasuk tipe campuran tidak hanya mengendalikan perusahaan lainnya tetapi juga terlibat hingga ke pengoperasian perusahaan tersebut. Tipe campuran memiliki istilah bagi perusahaannya yaitu perusahaan induk yang turut beroperasi.

Tipe Segera

Tipe ketiga holding artinya tipe segera. Perusahaan induk yang termasuk tipe segera adalah perusahaan yang mempunyai hak suara maupun kendali terhadap perusahaan lainnya, meskipun perusahaan yang dimaksud sudah dikendalikan oleh holding lainnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jenis perusahaan induk yang juga menjadi anak perusahaan dari perusahaan yang lain.

Tipe Menengah

Tipe keempat holding artinya tipe menengah. Perusahaan yang termasuk dalam tipe menengah adalah perusahaan induk dari entitas lainnya serta anak perusahaan dari suatu perusahaan yang lebih strategis dan besar. Perusahaan induk perantara bisa dikecualikan dari penerbitan catatan keuangan sebagai suatu perusahaan induk dari kelompok yang lebih kecil.

Manfaat Berdirinya Holding Company di Indonesia

Adanya Entitas Yang Independen

Jika perusahaan induk mengelola beberapa perusahaan, setiap anak perusahaan dianggap sebagai badan hukum yang terpisah. Artinya, dalam hal terjadi perkara terhadap salah satu anak perusahaan, penggugat tidak berhak atas harta kekayaan anak perusahaan yang lain. Bahkan, jika anak perusahaan tergugat bertindak secara independen, perusahaan induk kecil kemungkinannya untuk dimintai pertanggungjawaban.

Adanya Keberlanjutan Dalam Manajemen

Ketika perusahaan induk mengakuisisi anak perusahaan lain, maka perusahaan induk kemungkinan besar akan tetap berada dalam bisnis. Oleh karena itu, banyak anak perusahaan di masa depan yang memutuskan tentang persetujuan akuisisi. Perusahaan induk dapat memilih untuk tidak terlibat dalam kegiatan anak perusahaan kecuali dalam pengambilan keputusan strategis dan pemantauan kinerja anak perusahaan.

Adanya Kontrol Lebih Besar Untuk Investasi Lebih Kecil

Hal ini memungkinkan pemilik perusahaan induk untuk mendapatkan kendali atas perusahaan induk lain tanpa melakukan investasi besar. Ketika perusahaan induk membeli lebih dari 51% anak perusahaannya, secara otomatis mengambil kendali atas perusahaan yang diakuisisi. Dengan tidak membeli 100 dari setiap anak perusahaan, pemilik usaha kecil dapat mengelola banyak bisnis dengan sedikit investasi.

Terkait Pajak

Perusahaan induk yang mempunyai 80% bahkan lebih dari setiap anak perusahaannya akan memperoleh manfaat pajak. Hal ini didapat melalui pengajuan untuk pengembalian pajak konsolidasi. Sebuah pengembalian pajak konsolidasi adalah cara menggabungkan catatan keuangan dari banyak perusahaan yang diakuisisi secara bersamaan dengan perusahaan induknya. Jika salah satu anak perusahaan memperoleh kerugian, maka perusahaan induk akan mengelola keuntungan yang didapatkan dari anak perusahaan lainnya.

Kelola urusan pajak perusahaan jadi lebih mudah menggunakan aplikasi pajak online dari Klikpajak. Lapor hingga bayar pajak hanya di satu aplikasi saja.

Salah satu keuntungan yang dimiliki oleh holding company adalah potensinya dalam menghemat pajak. Sebagian besar saham yang dilepas dan pembayaran dividen tidak dikenakan pajak. Apabila perusahaan induk mempunyai sepuluh bahkan lebih “kepentingan substansial” dalam sahamnya, maka saham akan dilepaskan tanpa modal dari anak perusahaan selama 12 bulan berturut-turut dalam dua tahun sebelum penjualan.

Proses Holding Company Dapat Terbentuk

Pembentukan proses holding artinya tiap perusahaan dapat mendirikan perusahaan induk, tetapi setiap perusahaan harus melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum perusahaan induk dapat berdiri. Berikut ini adalah tiga proses yang harus dilalui untuk membentuk holding company.

Proses Residual

Proses pertama holding artinya proses residual. Proses ini adalah proses suatu perusahaan yang terpisah dari yang lain karena runtuhnya unit bisnis. Perusahaan lain nantinya akan menjadi perusahaan yang mandiri dan sisanya akan menjadi perusahaan induk. Oleh karena itu, baik perusahaan mandiri maupun fraksinya akan terus berinteraksi tapi dengan sistem yang berbeda.

Proses Prosedur Penuh

Proses kedua holding artinya proses prosedural penuh. Jika suatu perusahaan tidak memiliki banyak hal untuk diselesaikan, prosedur penuh dapat menjadi alternatif. Proses ini berbeda dengan proses sebelumnya, perusahaan induk tidak berasal dari sisa perusahaan asal, tetapi dari perusahaan independen yang sebelumnya tidak terkait atau perusahaan lainnya.

Prosedur Terprogram

Proses ketiga holding artinya prosedur terprogram. Proses ini umumnya direncanakan sejak awal bisnis. Oleh karena itu, perusahaan pertama yang berdiri disebut sebagai perusahaan induk. Selain itu, perusahaan dapat bekerja sama dengan perusahaan lainnya untuk mendirikan perusahaan baru dengan persyaratan yang disepakati. Jika ingin memperluas pasar, maka perlu meningkatkan kerjasama yang terjalin. Seiring pertumbuhan perusahaan, jumlah anak perusahaan juga akan bertambah.

Ciri-Ciri Holding Company

Ada tiga ciri holding artinya yang penting diketahui, yaitu mempunyai anak perusahaan, mempunyai sebagian saham pada anak perusahaan, dan mengontrol anak perusahaan. Tiga karakteristik ini penting untuk diketahui. Berikut ini penjelasan ciri-ciri umum holding company.

Mempunyai Anak Perusahaan

Ciri pertama holding artinya mempunyai anak perusahaan. Perusahaan induk memerlukan anak perusahaannya dalam mendukung proses bisnis serta bekerja sama antar anak perusahaan. Jumlah anak perusahaan yang boleh dibawahi perusahaan induk tidak dibatasi, misalnya dua hingga lima. Tidak ada spesifikasi khusus tentang hal ini sehingga holding company dapat menjadi suatu perusahaan yang besar.

Mempunyai Sebagian Saham Pada Anak Perusahaan

Ciri kedua holding artinya mempunyai sebagian saham pada anak perusahaan. Hal ini menjadi ciri umum karena suatu induk perusahaan perlu membantu dalam pembangunan anak perusahaan yang dibawahinya. Umumnya, induk perusahaan memiliki total saham minimal 20-25% pada suatu anak perusahaan untuk mengelola dan mengendalikan anak perusahaan tersebut.

Mengontrol Anak Perusahaan

Ciri ketiga holding artinya mengontrol anak perusahaan. Jika mayoritas saham dimiliki oleh perusahaan induk, maka proses investasi juga dapat dikendalikan oleh perusahaan induk tersebut. Induk perusahaan memiliki tugas dalam proses perencanaan, pengelolaan, pemantauan hingga evaluasi di anak perusahaan yang dibawahinya.

Contoh Holding Company Yang Berdiri Di Indonesia

Banyak holding company mulai didirikan di Indonesia umumnya holding ini berasal dari BUMN. Salah satu perusahaan pertama yang mendirikan holding company adalah PT. Semen Indonesia yang membawahi beberapa perusahaan seperti PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, dan lain-lain. Menjadi holding artinya perusahaan yang harus kokoh dan memberikan dampak positif.

PT. Semen Indonesia sudah membuktikannya sebagai holding company. Holding company lainnya yang berdiri di Indonesia adalah PT Pupuk Indonesia, PT KAI, PT Telekom, dan masih banyak lagi. Proses pendirian holding company tidak mudah karena kepentingan dan kebutuhan masing-masing industri dan perusahaan dapat berbeda. Tetapi jika holding company berhasil didirikan, maka keuntungan dalam mendirikan perusahaan induk akan mulai dirasakan jika ada kerja sama yang baik.

Contoh Holding Company Perusahaan Yang Mendunia

Holding company juga banyak menyebar di seluruh dunia dan disebut sebagai holding company perusahaan global. Salah satu perusahaan induk global yang penting adalah Sony Corporation, yaitu merek tersohor yang berafiliasi dengan berbagai produk seperti TV, musik, video game, dan elektronik yang lain. Perusahaan Sony mempunyai beberapa anak dalam perusahaannya seperti Sony Global Manufacturing Inc., Sony Electronics Inc., serta Sony Interactive Entertainment Inc.

Holding company yang sudah mendunia lainnya sepertinya Samsung Electronics Co. Ltd. Perusahaan Samsung memiliki beberapa anak perusahaan, seperti Samsung Motor, Samsung Heavy Industries, Samsung Bank, dan Samsung Life Insurance.

Kapan Sebaiknya Holding Company Mulai Didirikan?

Pendirian holding artinya mengelola beberapa bisnis sekaligus atau berinvestasi di beberapa bisnis yang dapat menghasilkan uang. Hal inilah yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam memulai holding company. Holding company dapat melindungi aset bisnis beserta dengan manfaat pajak potensialnya. Kepemilikan holding company dapat menciptakan kebutuhan administrasi serta biaya bisnis tambahan. Oleh karena itu manfaat yang didapatkan akan semakin besar.

Oleh karena itu, perhatikan selalu situasi dan kondisi dalam suatu perusahaan atau industri. Jika holding company cocok untuk perusahaan, maka kepemilikan optimal dapat mulai ditentukan sebagai pemilik dari perusahaan induk tersebut.

e Faktur PPN dari Klikpajak untuk kelola faktur pajak dan lapor PPN lebih praktis secara online. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Sebelum membentuk holding company, perlu adanya perimbangan sumber daya beserta alat keuangan. Konsultasi dengan akuntan serta pengacara sangat penting dalam mengambil keputusan tentang mendirikan holding company atau perusahaan induk federal. Diskusi selanjutnya mengenai proses penyiapan secara riil serta cara membuat akuntan bank pada perusahaan induk untuk penambahan aset.

Dua Kerugian Mendirikan Holding Company

Biaya Kepatuhan

Kerugian pertama dari holding artinya biaya kepatuhan. Biaya kepatuhan merupakan biaya set-up tambahan serta pengeluaran masa depan dengan mempunyai perusahaan sekunder, termasuk biaya kepatuhan pajak perusahaan yang diurus setiap tahunnya. Perusahaan induk juga dapat memiliki aktivitas yang terbatas, biaya kepatuhan yang tidak signifikan serta hanya pada keadaan tertentu, akan memberikan manfaatnya yang lebih besar.

Modal Holding Company

Kerugian kedua dari holding artinya modal holding company. Biaya yang dibutuhkan dalam membangun holding company tidak sedikit karena hal ini akan menggabungkan beberapa perusahaan kecil sekaligus dalam suatu perusahaan induk. Oleh karena itu, modal menjadi pertimbangan selanjutnya. Akan tetapi, jika holding company mengalami kemajuan, keuntungan yang didapatkan akan berkali-kali lipat dari modal yang ada.

Kesimpulan

Holding atau induk perusahaan mempunyai sebagian besar saham dalam satu bahkan lebih dari satu perusahaan yang dibawahinya. Kepemilikan saham di anak perusahaan dapat secara langsung maupun tidak langsung menentukan berjalannya suatu badan usaha.

Hukum positif Indonesia belum ada yang secara khusus mengelola dasar dari hukum holding. Akan tetapi, prosedur pembentukan induk perusahaan dapat mengacu pada peraturan berdirinya Perseroan Terbatas (“PT”) dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas (“UU PT”).

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED07 Jun 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: