Pengertian Divestasi serta Metodenya

Divestasi adalah suatu istilah yang sudah cukup dikenal dikalangan para pebisnis. Seperti halnya investasi, divestasi juga menjadi salah satu hal yang masih memiliki kaitan dengan hal tersebut. Kata divestasi bukan sebuah kata biasa tetapi juga menjadi sebuah hal yang sebenarnya memang sangat perlu untuk difahami oleh para investor. Sangat penting bagi seorang investor untuk memahami dengan benar hal ini.

Tetapi bagi sebagian orang, mungkin kata divestasi adalah kata yang masih cukup asing. Sebenarnya bukan hanya sekedar para investor yang perlu mengetahui tentang divestasi. Siapapun bisa saja mencari tahu lebih dalam tentang hal ini, terlebih jika Anda tertarik dengan dunia bisnis. Sehingga, oleh karenanya saya akan memberikan sebuah penjelasan secara lengkap terkait apa itu di divestasi.

Pengertian Divestasi

Kata divestasi merupakan sebuah kata yang cukup umum didengar di kalangan para investor. Kata ini masih memiliki hubungan dengan kata investor dan juga investasi. Jika investor adalah orang yang biasanya terkenal melakukan investasi atau memberikan bantuan aset baik barang ataupun secara finansial, maka divestasi adalah sebaliknya. Divestasi adalah sebuah aktivitas untuk pengurangan dari sebuah aset yang dimiliki baik secara finansial maupun di dalam bentuk barang.

Kegiatan ini juga bisa disebut sebagai penjualan bisnis yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk membuat perusahaan ataupun aset yang dimilikinya dibeli oleh pihak lain dengan penawaran harga yang paling tinggi. Strategi divestasi ini adalah sebuah strategi yang berkebalikan dengan investasi. Hal ini karena secara lebih singkat, divestasi adalah aktivitas untuk mengurangi aset yang sudah dimiliki agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Meskipun memiliki arti untuk mengurangi aset, bukan berarti bahwa hal ini adalah hal yang merugikan karena investor tetap akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Apabila dijelaskan secara sederhana kedalam sebuah contoh, divestasi adalah kegiatan dimana pemilik aset akan menjumlahkan sejumlah lot dari saham yang dimilikinya. Biasanya penjumlahan ini dilakukan pada saat harga dari pasar saham sedang naik. Dengan begitu, maka para investor akan bisa mendapatkan keuntungan atau profit yang jauh lebih besar, hal ini juga merupakan sebuah strategi yang menjadi tujuan awal dimana para investor melakukan investasi.

Tujuan Divestasi

Lalu, apakah tujuan dari divestasi hanyalah untuk mendapatkan laba atau profit secara besar-besaran? Adakah tujuan lainnya dari dilakukannya divestasi ini? Sebenarnya ada beberapa tujuan lain dimana para investor melakukan kegiatan divestasi ini. Meskipun tujuan awalnya memang untuk mendapatkan profit dalam jumlah yang besar, tapi hal itu bukanlah satu-satunya tujuan. Ada beberapa tujuan yang perlu Anda tahu, berikut adalah penjelasan tentang tujuan dilakukannya divestasi.

1. Normalisasi Aset

Tujuan pertama dari divestasi adalah untuk normalisasi aset. Dalam sebuah aset, biasanya mereka akan memiliki sebuah tanggungan biaya tambahan. Biaya tambahan tersebut mirip seperti dengan biaya operasional dimana mencakup seperti biaya perawatan aset, biaya untuk pajak, dan juga beberapa biaya tambahan yang lainnya. Untuk menghindari terjadinya pengeluaran biaya yang lebih besar lagi, maka para investor melakukan kegiatan divestasi ini.

Kelola pajak lebih praktis dengan aplikasi pajak dari Klikpajak. Coba Sekarang!

Dengan melakukan kegiatan divestasi atau pengurangan dari aset, maka investor juga akan mendapatkan sebuah keuntungan atau profit yang besar. Selain itu, investor juga tidak perlu mengeluarkan sebuah biaya tambahan yang lebih besar lagi guna mengurus aset yang dimilikinya. Jika dibandingkan, hal ini akan bisa menjadi dua buah keuntungan sekaligus.

2. Mengurangi Beban Kerugian

Pada tujuan yang pertama yang kita bahas, divestasi dilakukan untuk mencegah adanya pembengkakan biaya tambahan yang dibutuhkan pada saat merawat aset. Tujuan kedua dari divestasi juga tidak jauh-jauh dari hal tersebut. Tujuan kedua divestasi adalah sebagai bentuk pencegahan untuk mengurangi beban dari kerugian yang mungkin saja terjadi. Tujuan ini dikatakan sebagai sebuah pencegahan karena seperti yang diketahui bahwa dalam sebuah bisnis, tidak semua hal berjalan seperti yang diinginkan.

Ada banyak sekali kemungkinan yang bisa saja terjadi pada saat kita menjalankan bisnis termasuk pada saat kita melakukan investasi. Demi menghindari adanya hal yang tidak pernah kita harapkan terjadi, kegiatan divestasi atau pengurangan aset inipun dilakukan. Dengan demikian maka para investor bisa terhindar dari terjadinya penanggungan biaya kerugian yang tidak diinginkan. Karena mungkin saja karena beberapa hal, investor menjadi perlu menanggung sebuah kerugian yang memang tidak pernah direncanakan sebelumnya.

3. Efisiensi Profit Dalam Jangka Panjang

Setelah dua pembahasan tentang tujuan dari kegiatan divestasi di atas. Anda pastinya sudah memiliki gambaran tentang apa saja keuntungan dari melalukan kegiatan Divestasi. Selanjutnya kita akan membahas tujuan lain dari dilakukannya kegiatan divestasi ini. Tujuan terakhir dari kegiatan divestasi adalah sebagai bentuk untuk efisiensi profit dalam jangka waktu yang panjang.

Setiap investor yang melakukan investasi tentunya memiliki keinginan untuk untuk bisa memperoleh profit yang maksimal. Untuk bisa mendapatkan profit yang maksimal tersebut tentunya butuh sebuah pengorbanan. Dalam hal ini pengorbanan yang dilakukan adalah dengan melakukan divestasi tersebut. Para investor perlu melakukan pengurangan aset demi untuk mendapatkan hasil atau profit dari aset yang sudah dimilikinya sebelumnya.

Tetapi, dalam hal melakukan divestasi ini juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebelum para investor memutuskan untuk benar-benar melakukan divestasi, pastinya mereka sudah melakukan sebuah pertimbangan. Mereka membutuhkan sebuah perhitungan yang matang terkait seberapa besar risiko yang akan mereka hadapi pada saat melakukan divestasi.

Dampak Divestasi Bagi Para Investor

Setelah mengetahui tentang beberapa tujuan dari divestasi adalah untuk menghindari kerugian, normalisasi aset, dan juga sebagai efisien profit. Selanjutnya kita akan membahas tentang apa saja dampak dari kegiatan divestasi. Seperti yang sudah diketahui bahwa divestasi adalah kegiatan mengurangi aset, maka bisa dibayangkan jika hal ini juga memiliki sebuah dampak. Meskipun bukan sebuah kerugian, tetapi ada beberapa dampak yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.

Dampak ini juga terkadang bisa muncul secara langsung ataupun tidak langsung bagi para investor. Baik dampak yang negatif maupun dampak positifnya. Berikut adalah beberapa dampak dari kegiatan divestasi yang dilakukan oleh para investor.

1. Terjadinya pengembalian dana Investasi

Dampak pertama yang akan terjadi dari kegiatan divestasi adalah kembalinya modal awal investasi dari para investor dengan cepat atau dalam jangka waktu yang pendek. Hal ini disebabkan karena pada saat para investor memutuskan untuk melepaskan sebuah aset yang dimilikinya. Dengan segera ia pasti akan langsung menerima uang modal yang pernah ia investasikan pada awal investasi dulu. Tetapi sayangnya, hal ini bukanlah selalu menjadi sesuatu yang baik, karena apabila uang modal investasi tersebut berputar dan menjadi uang profit, para investor haruslah mencari sebuah instrumen dari investasi yang lainnya.

2. Terjadinya pengurangan pendapatan

Dampak kedua yang didapat dari hasil divestasi adalah berkurangnya hasil pendapatan yang didapat oleh para investor. Kenapa begitu? Hal ini dikarenakan pada saat melakukan investasi, para investor akan bisa mendapatkan pendapatan secara rutin yang berupa dividen atau yang disebut return pada beberapa periode tertentu. Sehingga, apabila investor memutuskan untuk melepaskan aset tersebut dengan divestasi, maka salah satu dari sumber pendapatnya atau passive income yang mereka miliki akan hilang atau berkurang. Karena tepat pada saat melakukan divestasi, aset tersebut pastinya akan berubah kepemilikan menjadi kepada investor lainnya.

Tetapi hal ini juga bisa berbeda kasus apabila investor mengalami kerugian. Apabila para investor yang sudah melakukan investasi justru hanya mendapatkan kerugian dari hasil investasinya. Melakukan divestasi adalah salah satu cara yang paling tepat. Hal ini bisa menjadi solusi agar investor tidak mengalami kerugian yang lebih besar dan bisa mendapatkan pendapatan.

3. Investor akan kehilangan hak atas perusahaan yang ia miliki sebelumnya

Dengan melakukan sebuah divestasi, maka seorang investor akan bisa kehilangan haknya atas sebuah perusahaan. Hal ini juga merupakan sebuah dampak dari kegiatan divestasi yang selanjutnya. Pada saat para investor memutuskan untuk melakukan tanam modal atau investasi terhadap suatu perusahaan, maka ia akan mendapatkan beberapa persen dari hak kepemilikan perusahaan. Persen dari hak kepemilikan tersebut biasanya juga tergantung pada berapa besar investasi yang dilakukan oleh para investor.

Sehingga, dengan seorang investor melakukan divestasi, maka akan secara otomatis mencabut hak kepemilikan yang dimilikinya terhadap sebuah perusahaan. Karena hak tersebut bisa saja akan berubah tangan menjadi milik investor baru yang menanam modal di perusahaan tersebut.

4. Adanya potensi terjadinya redistribusi kekayaan

Dampak terakhir dari divestasi adalah adanya sebuah potensi redistribusi dari kekayaan. Maksud dari hal ini adalah, apabila Anda melakukan divestasi maka hasil dari keuntungan yang Anda dapatkan dari sebuah aset yang Anda kurangi atau terjual tersebut bisa dimanfaatkan. Hasilnya bisa Anda alih fungsikan atau dimanfaatkan untuk sesuatu aktivitas yang lebih produktif lagi sehingga Anda akan tetap bisa mendapatkan sebuah keuntungan. Tetapi, sebelum Anda benar-benar memutuskan untuk melakukan divestasi, sebaiknya pastikan terlebih dahulu keakuratan dari perhitungan dan analisis Anda agar Anda tidak mengalami kerugian dan masih bisa mendapatkan profit yang cukup.

Metode Divestasi

Setelah mengetahui tentang pengertian divestasi, berbagai macam tujuan dari divestasi, dan juga dampaknya terhadap para investor. Selanjutnya yang akan kita bahas adalah mengenai macam-macam dari metode divestasi. Kegiatan divestasi ini memiliki beberapa beberapa metode, berikut adalah beberapa metode divestasi yang perlu Anda ketahui.

1. Direct Selling

Salah satu metode dari divestasi adalah direct selling. Metode yang satu ini adalah salah satu metode Divestasi yang paling banyak digunakan dan diterapkan di berbagai kalangan para investor. Hal ini dikarenakan, metode direct selling adalah salah satu metode yang paling mudah. Bukan hanya terbilang mudah, metode ini ternyata juga terlihat memiliki profit yang cukup menjanjikan.

Metode dari direct selling ini biasanya adalah metode yang sering dijumpai pada kegiatan penjualan saham dan juga unit bisnis. Selain pada kedua hal tersebut, ada juga metode ini digunakan untuk penjualan aset perusahaan dan juga hal yang sejenisnya.

2. Metode Spin Off

Metode kedua yang akan kita bahas adalah metode spin off. Metode dari divestasi yang satu ini adalah metode dimana ia bekerja dengan meleburkan suatu divisi menjadi sebuah entitas yang lain secara terpisah. Maksud dari entitas ini adalah sebuah jenis dari perusahaan yang masih merupakan satu bagian dengan perusahaan induknya yang sebelumnya. Untuk metode spin off ini akan berpengaruh terhadap pembagian dari pemegang saham entitas.

Meskipun pemegang dari saham ini akan tetap sama seperti yang sebelumnya. Metode yang satu ini memang tidak memiliki profit seperti metode yang sebelumnya. Dimana pada metode sebelumnya investor akan bisa langsung mendapatkan profit berupa uang tunai. Untuk metode spin off ini keuntungan dari divestasi adalah berupa efisiensi biaya.

3. Carve Out

Untuk metode divestasi yang selanjutnya adalah metode Carve out. Metode Divestasi Carve Out ini adalah sebuah metode dimana cabang dari sebuah perusahaan induk memutuskan untuk melepaskan diri dan menjadi sebuah entitas baru secara terpisah. Dengan pemisahan entitas baru ini maka, entitas ini sudah tidak akan memiliki sebuah hubungan atau kaitannya lagi dengan perusahaan yang sebelumnya. Setelah pemisahan itu, maka saham dari cabang perusahaan tersebut akan langsung ditawarkan kepada masyarakat.

Bayar e-billing pajak lebih mudah dengan e-Billing dari Klikpajak. Coba Sekarang!

Meskipun demikian, tidak semua dari cabang perusahaan akan dapat didivestasikan dengan menggunakan metode yang satu ini. Untuk melakukan metode divestasi yang satu ini, Anda diwajibkan untuk memastikan apakah cabang dari perusahaan tersebut bisa berdiri sendiri atau tidak. Karena memastikan bahwa perusahaan dapat berdiri sendiri dan memiliki branding yang cukup kuat di masyarakat adalah hal yang terpenting untuk kelanjutan dari perusahaan tersebut.

4. Tracking Stock

Metode yang terakhir dari Divestasi adalah metode tracking stock. Metode tracking stock ini adalah sebuah metode divestasi dimana investor akan memilih satu dari unit bisnisnya yang paling menjanjikan dan bisa menghasilkan keuntungan yang besar untuk dijual di masyarakat. Dalam metode yang satu ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode dari Carve Out. Perbedaan dari kedua metode ini adalah apabila metode Carve Out akan melepas 100% saham miliknya.

Untuk metode dari tracking stock ini, perusahaan tidak akan melepas saham unitnya secara 100%. Melainkan, ia akan tetap memiliki kuasa terhadap perusahaan tersebut. Dengan jumlah kepemilikan saham terbesar tetap di dalam kuasa pemilik pertama atau pada perusahaan induk.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED14 Sep 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: