Ekstensifikasi Pajak Daerah, Pengertian dan Strateginya - Klikpajak

Ekstensifikasi Pajak Daerah, Pengertian dan Strateginya

Pendapatan daerah merupakan satu poin krusial dalam proses peningkatan kualitas hidup di suatu daerah. Sama dengan pendapatan negara, sebagian besar pendapatan daerah didapatkan dari sektor pajak. Ketika penerimaan pajak tidak dapat optimal, maka pemerintah daerah juga harus memutar otak bagaimana cara agar pendapatan dari sektor pajak meningkat. Salah satu caranya adalah dengan melakukan ekstensifikasi pajak daerah.

Prosedur ini sendiri secara umum banyak dilakukan pemerintah daerah di Indonesia untuk dapat meningkatkan pendapatan dari sektor pajak daerah. Seperti diketahui bersama, segala bentuk operasional daerah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Jika biaya ini tidak dapat dipenuhi, maka sudah barang tentu kinerja pemerintah daerah dan pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal.

Baca juga: Pajak Nasional dan Pajak Daerah, Kenali Perbedaannya!

 

Definisi Ekstensifikasi Pajak

Jika dilihat dari definisinya, ekstensifikasi pajak dapat diartikan sebagai segala bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan dari sektor pajak, dengan mencari informasi terkait objek dan subjek pajak yang telah memenuhi syarat namun belum terdata. Karena objek dan subjek pajak tersebut belum masuk ke dalam arsip dan database pemerintah daerah, maka pendapatan dari pajak tentu tidak maksimal.

Ekstensifikasi pajak daerah sendiri jelas memerlukan upaya aktif dari pemerintah daerah serta seluruh perangkat kerjanya. Kegiatan paling sederhana yang dilakukan adalah ‘jemput bola’ dengan turun langsung ke lapangan untuk mendata wajib pajak baru yang sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan kewajiban perpajakan. Upaya ini dapat digolongkan dalam upaya mikro karena dilakukan secara langsung.

Untuk upaya dalam skala makro, pemerintah daerah akan merumuskan kebijakan baru yang berlaku di daerah tersebut terkait perpajakan. Misalnya menentukan standar baru objek dan subjek pajak yang masuk dalam golongan wajib pajak dan harus melaksanakan kewajiban perpajakan, atau dengan merumuskan tarif pajak daerah dan sektor pajak yang baru, yang sebelumnya belum dimasukkan.

Baca juga: Pajak yang Dipungut Pemerintah Daerah, Ketahui Jenis dan Ketentuannya!

 

Strategi Ekstensifikasi Pajak Daerah

Setidaknya jika dilihat secara praktis, ada 4 strategi yang seringkali dilakukan pemerintah daerah untuk melakukan ekstensifikasi pajak daerah. Di antaranya adalah membentuk satuan tugas khusus yang terintegrasi dan bertanggung jawab untuk proses pelaksanaan, meningkatkan kompetensi petugas pajak daerah, melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan melaksanakan sosialisasi pada masyarakat.

Keempat strategi ini kemudian diadaptasi, diolah serta dipraktekkan dengan berbagai penyesuaian agar dapat menghasilkan output maksimal. Output dari proses ini paling sederhana adalah penambahan jumlah wajib pajak yang sudah memenuhi syarat melaksanakan kewajiban perpajakan. Output lain dapat berupa disahkannya kebijakan baru terkait perpajakan daerah yang dapat secara umum meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak.

Strategi yang disusun tentu harus melihat kondisi lapangan dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Jika ada satu faktor yang tidak mendukung, terlebih dahulu akan dilakukan kajian dan peningkatan kualitas sehingga ketika tiba waktunya program dieksekusi semua dapat berjalan lancar dan minim hambatan.

 

Tips Ekstensifikasi Pajak Daerah

Jika mungkin saja Anda berada dalam jajaran pejabat daerah atau dinas terkait perpajakan daerah, mungkin artikel ini sangat tepat karena pada bagian ini akan diberikan sedikit tips dalam rangka optimalisasi pelaksanaan ekstensifikasi pajak.

Pembenahan dan Peningkatan, hal ini dilakukan pada sistem dalam menunjang kinerja aparatur terkait pengelolaan pajak agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan maksimal.

Agenda Rutin, pelaksanaan agenda rutin seperti ‘jemput bola’ dan sosialisasi ke masyarakat secara langsung harus terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kewajiban yang dimilikinya.

Internal Aparat, peningkatan kualitas harus terus dilakukan agar dapat menjalankan fungsinya dengan optimal. Aparatur perpajakan yang disiplin, taat hukum dan menjalankan perannya dengan baik memberikan kontribusi besar dalam kesadaran wajib pajak pada kewajiban pajak yang dimilikinya. Pembangunan karakter serta sifat yang dapat menjadi fasilitator sangat diperlukan.

Penggunaan Teknologi, seperti yang diketahui bersama generasi muda sangat lekat dengan segala macam teknologi. Tidak ada salahnya pemerintah daerah membuat satu aplikasi yang dapat membantu wajib pajak baru dalam memahami kewajiban perpajakannya. Hal ini juga bisa dikolaborasikan dengan pihak swasta, agar dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga: Pajak Pertambangan yang Berlaku di Indonesia sesuai Tahapannya

 

Pelaksanaan program ekstensifikasi pajak ini harus dilakukan dengan kesungguhan agar memberikan output yang maksimal. Di satu sisi, antusiasme warga dapat banyak meningkat jika informasi perpajakan disampaikan dengan cara yang menarik, interaktif dan tidak membosankan. Di sisi lain, kualitas pelayanan aparat juga harus terus ditingkatkan agar kesan birokrasi yang buruk dapat dihilangkan.

Program ekstensifikasi pajak daerah pada akhirnya harus direncanakan dengan matang. Pengetahuan yang mendalam mengenai pajak harus dimiliki oleh setiap wajib pajak dengan cara proaktif. Untuk memberikan pengetahuan perpajakan, Klikpajak dapat menjadi solusinya. Dengan artikel baru yang diunggah secara rutin, layanan Klikpajak dapat menjadi referensi yang komprehensif. Layanan ini juga menyediakan jasa penghitungan, pembayaran hingga pelaporan pajak yang sah, karena merupakan mitra resmi dari DJP.

 


PUBLISHED15 Nov 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: