Jenis SSP dan Mata Anggaran Penerimaan dalam Perpajakan - Klikpajak

Jenis SSP dan Mata Anggaran Penerimaan dalam Perpajakan

Pembayaran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak akan mendapatkan Surat Setoran Pajak atau SSP. Dokumen ini sebagai bukti bahwa wajib pajak telah melakukan penyetoran pajak yang menjadi kewajibannya. Memang kini berkas ini telah digantikan fungsinya oleh Surat Setoran Elektronik atau SSE. Namun tidak ada salahnya mengetahui seluk beluk surat setoran pajak lebih jauh.

Berkas surat setoran pajak akan diberikan pada wajib pajak setelah penyetoran pajak yang dilakukan dikonfirmasi oleh setiap pihak yang terkait dalam transaksi. Pihak-pihak ini termasuk wajib pajak penyetor, wajib pajak pemungut, dan Dirjen Pajak atau kantor persepsi lain yang menerima penyetoran pajak tersebut.

Dilihat dari jenisnya, setidaknya terdapat empat jenis SSP yang pernah digunakan di Indonesia. Disebut pernah digunakan, karena kini fungsi berkas ini telah digantikan oleh SSE yang menggunakan basis operasional internet.

[adrotate banner=”6″]

Surat Setoran Pajak Standar

Jika didefinisikan, surat setoran pajak standar (SSP Standar) merupakan surat yang digunakan wajib pajak untuk melakukan penyetoran pajak yang terutang ke KPP dan digunakan sebagai bukti pembayaran sesuai ketetapan yang berlaku. Surat ini dibuat sebanyak lima rangkap untuk keperluan masing-masing.

Surat Setoran Pajak Khusus

Merupakan bukti penyetoran pajak terutang ke KPP yang dicetak oleh KPP dengan menggunakan mesin transaksi atau alat lain, yang isinya sesuai dengan yang telah ditetapkan. Surat ini memiliki fungsi sama dengan surat setoran pajak standar dalam administrasi perpajakan. Berkas ini dibuat rangkap tiga untuk keperluan administrasi.

Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak dalam Rangka Impor

Merupakan surat setoran pajak yang digunakan oleh importir yang berstatus sebagai wajib pajak, dalam hal ini Pengusaha Kena Pajak, dalam rangka transaksi impor yang dilakukannya. Transaksi ini biasanya juga kana dikenai PPN sebesar 10% jika yang diimpor merupakan barang atau jasa kena pajak. Dibuat sebanyak delapan rangkap untuk keperluan administrasi.

Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri

Dikenal dengan sebutan SSCP, merupakan surat setoran yang digunakan oleh pengusaha untuk cukai atas barang kena cukai dan PPN khusus hasil tembakau buatan dalam negeri. Barang ini meliputi rokok dan komoditas lain yang menggunakan bahan baku tembakau yang dibuat di dalam negeri. Surat ini dibuat rangkap enam untuk keperluan administrasi.

 

Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa setiap jenis SSP digunakan untuk melakukan penyetoran pajak tertentu sesuai keperluan wajib pajak. Pada proses administrasinya, setiap jenis pajak akan diadministrasikan sendiri-sendiri dalam kas negara. Oleh sebab itu, sistem ini memerlukan apa yang disebut dengan Mata Anggaran Penerimaan (MAP).

Dalam pemakaiannya, satu surat setoran pajak hanya bisa digunakan untuk pembayaran satu jenis pajak, pada satu masa pajak atau tahun pajak tertentu. Jika ternyata yang disetorkan lebih dari satu pajak, maka kemudian diperlukan kode khusus untuk mengidentifikasi pajak yang disetorkan. Pada tabel berikut akan diuraikan kode dan peruntukan kode dalam surat setoran pajak.

No. MAP Baru Uraian Kode MAP
1. 411121 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 21
2. 411122 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 22
3. 411123 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 22 Impor
4. 411124 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 23
5. 411125 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 25/29 Orang Pribadi
6. 411126 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 25/29 Badan
7. 411127 Untuk penyetoran jenis pajak PPh 26
8. 411128 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Final dan Fiskal Luar Negeri
9. 411129 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Non-Migas Lainnya
10. 411111 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Minyak Bumi
11. 411112 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Gas Alam
12. 411113 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Lainnya dari Minyak Bumi
13. 411119 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Migas Lainnya
14. 411211 Untuk penyetoran jenis pajak PPh Dalam Negeri
15. 411212 Untuk penyetoran jenis pajak PPN Impor
16. 411221 Untuk penyetoran jenis pajak PPnBM Dalam Negeri
17. 411222 Untuk penyetoran jenis pajak PPnBM Impor
18. 411219 Untuk penyetoran jenis pajak PPN Lainnya
19. 411229 Untuk penyetoran jenis pajak PPnBM Lainnya
20. 411611 Untuk penyetoran jenis Bea Materai
21. 411612 Untuk penyetoran jenis Penjualan Benda Materai
22. 411619 Untuk penyetoran jenis Pajak Tidak Langsung Lainnya
23. 411621 Untuk penyetoran jenis Bunga Penagihan PPh
24. 411622 Untuk penyetoran jenis Bunga Penagihan PPN
25. 411623 Untuk penyetoran jenis Bunga Penagihan PPnBM
26 411624 Untuk penyetoran jenis Bunga Penagihan PTLL

 

Tentu saja, kini SSP tidak lagi menjadi alat bukti utama penyetoran pajak karena keberadaan SSE dengan basis operasional elektronik. Sama dengan penggunaan SSE, setiap urusan perpajakan kini bisa diselesaikan secara elektronik menggunakan teknologi internet. Klikpajak, sebagai salah satu mitra resmi DJP, menyediakan fitur hitung, setor dan lapor pada satu platform yang sama sehingga wajib pajak akan lebih mudah menjalankan kewajiban perpajakannya. Daftar sekarang juga di sini untuk menggunakan layanan lapor pajak cepat, mudah, dan gratis di Klikpajak!

[adrotate banner=”8″]

 


PUBLISHED30 Apr 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: