Cara Kerja Bisnis Server Pulsa dan Tahapan Mengurus Pajaknya

Cara Kerja Bisnis Server Pulsa dan Tahapan Mengurus Pajaknya

Bagi sebagian besar orang, dengan berbisnis maka akan cepat kaya. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan tercapai apabila Anda hanya berpangku tangan dan pasrah. Berbagai pilihan bisnis dapat Anda jalankan sesuai keinginan Anda beserta prospek kedepannya. Salah satu bisnis yang banyak digandrungi adalah server pulsa. Pertanyaan yang muncul bagi Anda yang baru bergabung di dunia bisnis: Bagaimana cara kerja server pulsa ini? Dan bagaimanakah penerapan pajak server pulsa?

Mengenal Bisnis Server Pulsa

Pengertian Server Pulsa

Server pulsa merupakan suatu server (perangkat komputer) yang terhubung dengan jaringan penyedia pulsa, misalnya DOMPU, MTRONIK maupun MKIOS. Intinya, server pulsa tidak membuat pulsa yang dapat Anda jual, melainkan menjadi penghubung antara agen pulsa atau konter penjual pulsa sesuai operator masing-masing provider.

Server pulsa merupakan perangkat komputer yang canggih, karena perangkat ini secara otomatis dapat melakukan pemrosesan transaksi antara provider dan penjual pulsa. Anda cukup mengisi saldo server pulsa Anda.

Perangkat yang Dibutuhkan untuk Bisnis Server Pulsa

Modal utama yang wajib Anda miliki adalah seperangkat komputer lengkap. Dengan harga yang miring, tentu Anda dapat langsung membawa pulang komputer sebagai senjata dalam menjalankan bisnis ini. Kedua, miliki modem server pulsa. Model dan harga pool pulsa bervariasi tergantung jumlah port yang Anda inginkan. Miliki beberapa alat pendukung lainnya seperti UPS, dan software pulsa khusus. Beberapa jenis software yang dapat Anda pilih misalnya tiger engine, rocket pulsa, flash machine, dan sebagainya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Ketentuan Perhitungan Bisnis Server Pulsa

Dasar dari usaha ini hanya terdiri dari transaksi jual beli dan keuntungan transaksi jual beli diperoleh dari margin penjualan dan modal Anda. Setiap provider tentu memiliki harga masing-masing mengenai pulsa yang dijual.

Contohnya, pulsa seharga Rp10.000 oleh provider A dijual kepada Anda dengan harga 10.300. sebagai pebisnis atau bandar pulsa, Anda berhak menjual harga tersebut sesuai kehendak Anda.

Pastikan pasang harga yang pas sesuai pasaran. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pelanggan tetap atau agen pulsa yang banyak. Meskipun keuntungan yang Anda peroleh masih sedikit, namun jaringan dan relasi bisnis Anda terus meluas.

Mudah bukan cara kerja server pulsa? Jangan ragu-ragu lagi menjalani bisnis ini. Server pulsa merupakan bisnis kecil-kecilan dengan modal kecil dan prospek besar. Hal ini dikarenakan permintaan pulsa terus ada setiap harinya.

Tahapan Mengurus Pajak Server Pulsa

1. Menghitung Pajak Terutang (Tax Due Diligence)

Pajak atas bisnis ini terdiri dari PPN, PPh 21, PPh 23 dan PPh 25. Dokumen yang harus Anda siapkan adalah data transaksi sejak memiliki NPWP, tabungan dan rekening koran serta laporan keuangan.  Dokumen tersebut diserahkan kepada konsultan pajak untuk dihitung tax due diligence-nya. Segera penuhi kewajiban pajak Anda setelah mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan.

2. Memperbaiki Konsep Pembukuan

Perbaiki Konsep pembukuan berkaitan dengan pengakuan atas pendapatan dan biaya. Pos-pos penting yang akan berdampak adalah pada struktur neraca, struktur transaksi, struktur laporan laba-rugi, dan cash flow. Pokok utama lainnya, pahami secara mendalam mengenai Business model dan keuangan Anda. Hal ini bertujuan agar perhitungan pajak oleh konsultan pajak tepat sesuai keadaan bisnis Anda.

3. Melakukan Tax Planning

Tujuan diadakan tax planning pada dasarnya untuk menjadikan Anda bisa memahami aturan pajak. Tetap menjadi Wajib Pajak teladan tanpa bangkrut. Sesuaikan pajak Anda sesuai pendapatan yang diraup. Pajak yang terlalu besar dapat mempengaruhi pendapatan dan keberlanjutan perusahaan.

Demikian pembahasan mengenai bagaimana cara kerja bisnis server pajak dan tahapan mengurus pajak server yang benar. Selalu penuhi kewajiban pajak Anda sebagai wujud Wajib Pajak teladan. Bangga Bayar Pajak!


PUBLISHED04 Dec 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: