Penyedia & Mitra Resmi Tersertifikasi
djp kemenkeu
Beranda › Blog › AI Tax Assistant: Solusi untuk Menghadapi Era Coretax DJP 2026
4 min read

AI Tax Assistant: Solusi untuk Menghadapi Era Coretax DJP 2026

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal Fitriya
Mekari Klikpajak - AI Tax Assistant
AI Tax Assistant: Solusi untuk Menghadapi Era Coretax DJP 2026

Digitalisasi pajak di Indonesia terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memudahkan sistem perpajakan. Hal ini terlihat dengan bagaimana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus melakukan transformasi sistem secara masif. Mulai dari optimalisasi portal digital, kehadiran Tanya Fiska sebagai chatbot edukasi, hingga implementasi penuh Coretax Administration System (CTAS) yang akan mencapai kematangannya di tahun 2026.

Di satu sisi, digitalisasi ini mempermudah akses. Namun di sisi lain, bagi dunia usaha, pengurusan pajak justru menjadi semakin kompleks. Di tengah sistem DJP yang semakin “pintar” dalam mendeteksi dan memvalidasi data secara otomatis, perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan proses manual yang rentan kesalahan.


Beban Berat di Pundak Tim Finance dan Tax Manager

Siapa yang paling merasakan tekanan dari transformasi digital ini? Jawabannya adalah Tim Finance dan Tax Manager. Dalam struktur perusahaan, mereka adalah garda terdepan yang memikul tanggung jawab besar namun sering kali terhambat dalam hal :

  • Pekerjaan Administratif Repetitif: Menghabiskan mayoritas waktu kerja hanya untuk mencocokkan (rekonsiliasi) data antara invoice, catatan bank, dan bukti potong.
  • Data yang Terfragmentasi: Informasi keuangan sering kali tersebar di berbagai sistem (ERP, spreadsheet, hingga sistem payroll), membuat proses pengumpulan data menjadi lambat dan melelahkan.
  • Risiko Sanksi di Era AI: Di era Coretax, setiap data yang dilaporkan akan divalidasi oleh sistem cerdas milik DJP. Kesalahan kecil dalam input data bisa langsung terdeteksi, yang berujung pada denda administratif yang merugikan perusahaan.
  • Kelelahan Mental (Burnout): Beban kerja yang melonjak tajam menjelang tenggat pelaporan sering kali memicu human error yang fatal.

Bagi seorang CFO (Chief Financial Officer), kondisi ini adalah risiko strategis. Akurasi data bukan lagi sekadar pilihan, melainkan instrumen utama untuk melindungi kesehatan finansial perusahaan.

Baca Juga: Pertanyaan Umum tentang Pajak, Cek di Sini!

Tanya Fiska 

DJP telah meluncurkan Tanya Fiska/Fisko, sebuah Virtual assistant pajak yang membantu wajib pajak mendapatkan informasi regulasi secara cepat. Namun, perlu dipahami bahwa Fiska/Fisko berfungsi sebagai asisten edukasi publik untuk menjawab pertanyaan umum tentang aturan pajak.

Sementara itu, untuk kebutuhan internal yang spesifik, perusahaan dapat mempertimbangkan virtual assistant yang lebih privat, seperti AI Tax Assistant berbasis conversational AI dari GITS.ID . Jika Fiska/Fisko adalah “perpustakaan berjalan” yang memberikan panduan, maka AI Tax Assistant adalah “Digital Workforce” (Tenaga Kerja Digital) yang terintegrasi ke dalam sistem perusahaan dan mampu mengeksekusi tugas secara mandiri.

Baca Juga: Kring Pajak: Layanan Call Center Pajak dan Fitur Live Chat

Kekuatan Digital Workforce: Keunggulan Conversational AI dari GITS

Berbeda dengan chatbot tradisional yang hanya berbasis tanya-jawab (FAQ), Conversational AI dari GITS membawa teknologi asisten digital ke level yang jauh lebih canggih. Berikut adalah fitur-fitur kunci yang menjadikannya solusi esensial bagi perusahaan modern:

  1. Dynamic Planning (Perencanaan Dinamis): AI ini tidak hanya memberikan teks jawaban. Jika Tim Finance memberikan instruksi kompleks, AI akan secara mandiri menyusun rencana langkah demi langkah untuk menyelesaikan tugas tersebut dari awal hingga tuntas.
  2. Multi-step Execution: Asisten ini mampu melakukan tugas bertahap secara otomatis, mulai dari menarik data transaksi, memverifikasi kesesuaiannya dengan aturan pajak, hingga menyajikan ringkasan siap lapor tanpa perlu intervensi manual di setiap tahapannya.
  3. Seamless Integration: Melalui koneksi API, AI ini terintegrasi secara halus dengan database internal perusahaan (CRM, ERP, atau database akuntansi). Ia “berbicara” langsung dengan data internal Anda secara aman dan privat.
  4. Goal-Oriented NLU (Natural Language Understanding): AI ini memahami “tujuan akhir” pengguna. Ia mampu menangkap maksud dari bahasa percakapan sehari-hari yang digunakan Tim Finance, sehingga komunikasi terasa natural namun tetap presisi secara teknis.

AI Tax Assistant Sebagai Lapisan Pengaman Sebelum Pelaporan

Di era Coretax 2026, perusahaan memiliki tantangan besar untuk menyajikan data yang bersih dan konsisten. AI Tax Assistant bertindak sebagai lapisan pengaman (buffer) yang memastikan seluruh data internal divalidasi dan dirapikan terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan sistem DJP yang semakin ketat.

Jangan biarkan proses manual menghambat pertumbuhan bisnis Anda di era pajak digital yang terkoneksi sepenuhnya. Optimalkan efisiensi perusahaan Anda dengan AI tax assistant Conversational AI dari GITS dapat mengotomatiskan alur kerja pajak perusahaan Anda.

Bagi Anda yang ingin mengelola administrasi pajak lebih mudah dan cepat serta sesuai peraturan perpajakan terbaru yang berlaku, dapat menggunakan aplikasi pajak online Mekari Klikpajak yang merupakan mitra Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi. Mekari Klikpajak juga telah terintegrasi dengan software akuntansi Mekari Jurnal dan software payroll HCM Cloud Mekari Talenta, sehingga semua proses pengelolaan e-Faktur hingga e-Bupot serba otomatis.

Klikpajak Blog Banner_Integras Mekari Jurnal

Saya Mau Coba Gratis Mekari Klikpajak Sekarang!

Kategori : Edukasi

Aplikasi Pajak Online Mekari Klikpajak

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Klikpajak

Aplikasi Pajak Online Mekari Klikpajak

WhatsApp Hubungi Kami