Pengertian Working Capital beserta Cara Perhitungannya

Working capital adalah istilah dalam bidang usaha yang memiliki arti modal kerja. Setiap orang yang ingin memulai sebuah bisnis haruslah mempunyai modal usaha agar bisnis Anda berjalan dengan baik. Berikut ini pembahasan tentang definisi, tujuan, jenis, peran, hingga cara menghitung working capital.

working capital

Definisi Working Capital

Working capital adalah istilah lain bagi modal kerja bersih. Arti modal kerja bersih yaitu adanya perbedaan di antara jumlah aset perusahaan dan liabilitas dalam periode waktu tertentu. Contoh aset perusahaan, yaitu dana dalam bank, data tunai, potensi pemasukan dari piutang konsumen, dan aset yang belum bisa diuangkan dengan cepat.

Liabilitas dalam working capital adalah total utang suatu perusahaan yang harus dibayar di tahun tersebut. Aset dikurangi liabilitas menjadi modal kerja bersih. Singkatnya, working capital adalah dana yang ada atau tersedia untuk membiayai keperluan operasional suatu bisnis.

Working capital penting dalam perusahaan karena dapat menjadi indikator kesehatan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Jika selisih di antara aset dan utang jangka pendek perusahaan semakin besar, maka dapat kondisi perusahaan tersebut dinyatakan sehat. Sebaliknya, jika jumlah utang melebihi batas aset hingga nominal working capitalnya negatif, maka perusahaan tersebut berada di ambang kebangkrutan.

Konsep Modal Kerja

Munawir (2010) mencetuskan tiga konsep working capital yang biasanya digunakan dalam perusahaan. Berikut ini penjelasan tiga konsep modal kerja yang penting Anda ketahui.

Konsep Kuantitatif

Konsep pertama working capital adalah konsep kuantitatif. Konsep ini berfokus pada kuantum untuk mencukupi kebutuhan perusahaan dalam biaya operasionalnya. Sifatnya rutin dan menunjukan jumlah dana (fund) yang ada bertujuan untuk jangka pendek. Konsep ini menyatakan bahwa working capital adalah jumlah aktiva lancar.

Konsep Kualitatif

Konsep kedua working capital adalah konsep kualitatif. Konsep ini berfokus pada kualitas modal kerja. Konsep kualitatif menyatakan bahwa working capital adalah kelebihan aktiva lancar dalam utang jangka pendek. Artinya jumlah aktiva lancar dari pinjaman jangka panjang atau pemilik usaha.

Konsep Fungsional

Konsep ketiga working capital adalah konsep fungsional. Konsep ini berfokus pada fungsi dana dalam rangka menghasilkan laba dari perusahaan.

Tujuan Working Capital

Pengelolaan working capital secara langsung ditangani oleh seorang manajer keuangan. Manajer keuangan memiliki tugas dalam menghasilkan laba bagi perusahaan dan hal ini dikerjakan bersama teknisi dalam mengelola dana yang telah dialokasikan ke operasional bisnis. Berikut ini tujuan-tujuan adanya working capital yang Anda perlu ketahui:

  • Memenuhi likuiditas suatu perusahaan.
  • Mengalokasikan biaya darurat perusahaan dalam mendanai beban jangka pendek hingga jangka panjang harus dilunasi segera sebelum tenggat waktu. Ini merupakan indikasi manajemen yang berhasil mengelola working capital dengan tepat.
  • Perusahaan memiliki persediaan barang dagang yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumennya.
  • Working capital dapat diinvestasikan kembali untuk mendapat tambahan pendapatan, contohnya dalam menyediakan kredit bagi konsumen dengan syarat yang sudah disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki konsumen dalam mencicil kredit.
  • Working capital juga dapat dialokasikan ke pasar modal dalam bentuk saham perusahaan yang ditransaksikan. Kemudian dana modal tambahan dari para investor disesuaikan dengan pembagian imbal hasil sesuai kesepakatan di awal.
  • Working capital untuk mengoptimalkan pemakaian aktiva lancar yang berkaitan dengan penambahan penjualan serta keuntungan perusahaan.
  • Menjaga nilai mata uang, yakni perusahaan mampu menempatkan dana untuk meminimalkan inflasi besar-besaran dengan cara menanamkan modal kerja perusahaan ke sejumlah investasi yang terjamin.

Jenis Working Capital

Jenis working capital adalah hal vital dalam suatu perusahaan untuk menjalankan serta mengembangkan bisnisnya dengan baik. Mulai dari bisnis berskala besar hingga skala kecil membutuhkan working capital. Secara umum, working capital terbagi menjadi dua jenis. Berikut penjelasannya:

Variable Working Capital

Umumnya, jumlahnya selalu berubah tergantung pada perubahan aktivitas produksi di perusahaan. Variabel working capital terbagi menjadi tiga jenis. Berikut ini penjelasannya:

1. Seasonal Working Capital

Jenis pertama working capital adalah seasonal working capital. Perubahan working capital ini dipengaruhi oleh perubahan musim.

2. Cyclical Working Capital

Jenis kedua working capital adalah cyclical working capital. Perubahan working capital ini diakibatkan oleh perubahan konjungtur.

3. Emergency Working Capital

Jenis ketiga working capital adalah emergency working capital. Perubahan working capital ini bersifat darurat dan tidak diketahui asal mulanya.

Permanent Working Capital

Working capital ini merupakan modal yang wajib ada karena terus dibutuhkan dalam operasional bisnis. Variabel working capital terbagi menjadi dua jenis. Berikut ini penjelasannya:

1. Primary Working Capital

Jenis keempat working capital adalah primary working capital. Working capital wajib ada dalam perusahaan sebagai jaminan usaha berjalan dengan baik.

2. Normal Working Capital

Jenis kelima working capital adalah normal working capital. Jenis ini merupakan jumlah working capital yang diperlukan dalam memperluas produksi.

Cara Perhitungan Working Capital

Langkah pertama untuk menghitung working capital adalah mengumpulkan seluruh data aset perusahaan sebagai persiapan, contohnya dana rekening, uang tunai, inventaris perusahaan, piutang yang tertunda, maupun aset yang bisa dicairkan dalam rentang waktu kurang satu tahun.

Langkah kedua untuk menghitung working capital adalah mengumpulkan data liabilitas perusahaan, seperti upah pegawai, tagihan utang, cicilan utang, dan tagihan pajak. Setidaknya mempunyai tempo waktu satu tahun. Berikut ini cara perhitungannya:

Working Capital = Current Assets (Aset) – Current Liabilities (Liabilitas)

Contohnya:

Perusahaan PT. Minyak Bumi mempunyai aset sebesar 500 juta rupiah dan total utang sebesar 50 juta rupiah. Working capitalnya sebesar 100 juta rupiah. Angka tersebut termasuk positif karena nominalnya lebih tinggi dibandingkan utangnya. Hal ini berarti pembayaran utang perusahaan dapat diselesaikan. Jika selisih di antara working capital dan liabilitas yang dimiliki sangatlah rendah, maka perusahaan berpotensi tidak dapat melunasi utangnya dalam waktu yang dekat.

Analisis yang lebih lanjut tetap perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan yang lebih rinci. Rumus-rumus lainnya dalam perhitungan working capital adalah current ratio, inventory-turnover ratio, receivables ratio, quick ratio, dan days payable.

Perusahaan PT. Minyak Bumi saat ini mempunyai aset sebesar 500 juta rupiah serta utang jangka pendek sebesar 50 juta rupiah yang harus lunas dalam jangka waktu 1 tahun atau 12 bulan. Berikut ini perhitungannya.

Rp 500.000.000 / Rp 50.000.000 = 10

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui bahwa kondisi keuangan perusahaan PT. Minyak Bumi sangatlah baik. Umumnya, rasio 2 dapat dinyatakan cukup baik. Apabila Anda ingin meningkatkan rasio working capital menjadi lebih dari 2, maka Anda harus lebih sering dalam melunasi utang perusahaan serta mendorong penjualan dalam perusahaan.

Jika rasio working capital bersih ini di bawah 1, maka perusahaan terancam bangkrut. Jumlah utang perusahaan lebih besar daripada aset yang ada. Hal ini dapat membuat perusahaan mengalami kesulitan dalam melunasi utang dalam jangka waktu yang dekat.

Umumnya, modal kerja bersih yang baik ketika perusahaan dapat melunasi hutang tanpa mengganggu biaya operasional dalam perusahaan. Namun, modal kerja bersih ini tidak selalu memberikan dampak positif. Jika aset yang tidak bergerak lebih banyak dibandingkan uang tunai dalam rekening bank, maka dapat menimbulkan masalah lainnya. Contohnya, pemasukan dana dari klien menjadi lambat bahkan pembayaran menjadi lebih cepat. Nilai working capital yang berlebihan dapat membuat perusahaan mempunyai inventaris yang berlebihan tanpa adanya persediaan biaya tunai yang memadai dalam proses operasionalnya.

Jumlah Ideal Working Capital

Semakin banyak modal kerja yang dimiliki perusahaan, semakin baik. Modal kerja yang baik dapat menunjukkan bahwa perusahaan dapat melunasi hutangnya tanpa mempengaruhi biaya operasional perusahaan.

Namun, modal kerja yang tinggi tidak selalu berdampak positif. Modal kerja adalah modal yang dimiliki untuk mendanai operasi suatu perusahaan. Namun, jika rekening bank Anda memiliki lebih banyak real estat daripada uang tunai atau uang, Anda mungkin memiliki lebih banyak masalah.

Baca Juga: Capital Expenditure: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Anda mungkin terlambat menerima uang dari pelanggan Anda atau Anda mungkin membayar hutang Anda terlalu cepat. Jika nilai modal kerja terlalu tinggi, ini mungkin menunjukkan bahwa perusahaan menyimpan terlalu banyak persediaan tanpa menyediakan biaya tunai yang cukup untuk operasi sehari-hari.

Komponen-Komponen Dalam Perhitungan Net Working Capital

Modal kerja bersih muncul di neraca setelah dikurangi aset lancar dari kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan saat ini. Keduanya merupakan dua unsur yang mewakili variabel-variabel yang esensial dalam menentukan nilai likuiditas suatu perusahaan.

Aset Lancar

Komponen pertama net working capital adalah aset lancar. Aset lancar merupakan nilai kekayaan suatu perusahaan yang bisa dipakai dalam pembayaran biaya operasi serta biaya hutang lancar. Bentuk aset lancar seperti uang tunai, saldo rekening, piutang yang belum dibayar, investasi jangka pendek, serta stok produk.

Kewajiban Lancar

Komponen kedua net working capital adalah kewajiban lancar. Kewajiban lancar merupakan beban yang harus dibayar oleh perusahaan dan memiliki batas jatuh tempo dalam satu tahun. Kewajiban lancar meliputi biaya pajak penjualan, utang usaha, gaji, utang upah, serta biaya asuransi. Pembayaran di muka oleh pelanggan termasuk dalam kewajiban lancar di perusahaan.

Kelola pajak perusahaan lebih praktis menggunakan aplikasi pajak online dari Klikpajak. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Sekarang kita memiliki komponen bersama untuk menentukan modal kerja perusahaan, kita dapat menghitung untuk menemukan perbedaannya. Rumus yang dapat digunakan adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. Akibatnya, perbedaan antara keduanya adalah apa yang kita sebut modal kerja perusahaan.

Mengetahui perbedaan nominal antara aset dan kewajiban memberi Anda gambaran tentang posisi keuangan perusahaan Anda. Semakin besar selisihnya dan semakin besar selisih positifnya, maka semakin besar peluang perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya dalam waktu satu tahun.
Artinya posisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat. Semakin besar perbedaannya, semakin baik kondisi perusahaan.

Penurunan selisih antara aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek mencerminkan kondisi kesehatan perusahaan. Kalaupun nilainya negatif, kemungkinan besar perusahaan akan bangkrut. Hal ini perlu diperhatikan oleh para pebisnis agar dapat dengan cepat meningkatkan posisi keuangan perusahaan.

Faktor Lainnya Yang Mempengaruhi Net Working Capital

Modal kerja ini dapat berubah karena beberapa perubahan yang mungkin mempengaruhinya. Fluktuasi aset dan kewajiban biasanya dapat mempengaruhi nilai modal kerja bersih. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi modal kerja bersih Anda.

Tingkat Perputaran Stok

Faktor pertama yang mempengaruhi net working capital adalah tingkat perputaran stok. Semakin cepat perputaran persediaan maka semakin rendah biaya yang dibutuhkan oleh perusahaan. Di sisi lain, saham yang berputar terlalu lama meningkatkan biaya dan mempengaruhi nilai modal kerja perusahaan.

Pendapatan Perusahaan

Faktor kedua yang mempengaruhi net working capital adalah pendapatan perusahaan. Pendapatan yang dapat dihasilkan perusahaan juga mempengaruhi nilai modal kerja bersihnya. Keuntungan dari kegiatan tenaga kerja perusahaan meningkatkan aset lancar, sehingga selisih antara aset dan kewajiban semakin besar.

Penjualan Saham Perusahaan

Faktor ketiga yang mempengaruhi net working capital adalah penjualan saham perusahaan. Ada juga variabel lain yang bisa menambah modal: penjualan saham. Perusahaan yang menjual saham dapat menerima tambahan modal dari kegiatan tersebut. Tentunya hal ini juga mempengaruhi nilai aset perusahaan.

Penjualan Aset Tetap Perusahaan

Faktor keempat yang mempengaruhi net working capital adalah penjualan aset tetap perusahaan. Aset beberapa perusahaan mungkin tidak produktif atau bernilai ekonomi rendah. Anda juga dapat membuang aset tetap tersebut sebagai ganti biaya operasional perusahaan. Dana yang dihasilkan juga dapat menjadi modal kerja dan dapat mempengaruhi nilai modal perusahaan.

Pentingnya Peran Net Working Capital

Modal kerja memainkan peran penting dalam menjaga solvabilitas perusahaan dan memungkinkannya untuk membayar semua hutangnya. Sebuah perusahaan hanya dapat dianggap sebagai pelarut jika mampu memegang uang tunai.

Sebagai contoh sederhana, kas PT. Sari Pati adalah Rp 100 juta. Jika perusahaan saat ini menginvestasikan semua uang tunai, perusahaan kehilangan modal kerja yang cukup untuk membayar kewajiban atau kewajiban lancarnya.

Analisis serta Penilaian Dalam Net Working Capital (NWC)

Net working capital adalah baik jika nilainya positif dibandingkan jika nilainya negatif. Perhitungan dengan hasil yang positif dapat menunjukkan kalau perusahaan mempunyai kemampuan membayar kewajiban lancarnya dengan lebih cepat tanpa harus menambah utang baru atau investor. Kemudian perusahaan dapat melakukan pendanaan ekspansi melalui modalnya sendiri.

Modal kerja bersih yang bernilai negatif menunjukkan bahwa operasi suatu perusahaan tidak dapat menghasilkan pendapatan yang cukup dalam mendukung pembayaran hutang bisnis ketika hal itu terjadi.

Bila angka negatif terus berlangsung lama, maka perusahaan dalam menjual beberapa aset jangka waktu panjang menghasilkan laba dalam membayar kewajibannya. Bila tren negatif dalam net working capital terus berlanjut, maka perusahaan akan mengalami kebangkrutan.

Namun, hal pentinya lainnya yaitu angka negatif tidak selalu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut akan mengalami kebangkrutan. Hasil negatif mungkin saja hanya menandakan bahwa nilai likuiditas dalam jangka pendek tidak seperti yang dipikirkan.

Lapor pajak lebih praktis secara online menggunakan e-FIling SPT dari Klikpajak. Terintegrasi dengan fitur perpajakan online lainnya.

Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan angka menjadi negatif atau positif. Misalnya, modal kerja bersih tidak masuk akal jika perusahaan tidak dapat mengubah persediaan atau piutang menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Di sisi lain, jika perusahaan yang bersangkutan memiliki akses ke pembayaran besar, misalnya melalui jalur kredit untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, nilai modal kerja bersih tidak negatif.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai working capital termasuk di dalamnya net working capital. Hal ini penting diketahui bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis atau usaha Anda. Sumber dari modal kerja dapat beragam, jadi usahakan dengan kemampuan dan kebutuhan Anda ya. Jangan sampai tidak sanggup dalam melakukan pembayaran utang sehingga berpengaruh buruk terhadap perusahaan Anda.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED09 Jun 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: