SSP dan SSE Pajak: Pahami Prosedur dan Cara Praktis Penggunaannya

SSP dan SSE Pajak: Pahami Prosedur dan Cara Praktis Penggunaannya

Surat Setoran Pajak atau SSP, telah lama dikenal di kalangan masyarakat, khususnya para Wajib Pajak. Surat Setoran Pajak merupakan bukti pembayaran pajak yang telah dilakukan melalui pengisian formulir yang ditujukan untuk kas negara lewat lokasi pembayaran yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. Namun kini SSP sudah tidak digunakan lagi dan digantikan dengan SSE atau Surat Setoran Elektronik.

Prosedur Penggunaan SSP dan SSE Pajak

Sebagai wajib pajak, Anda wajib memahami prosedur penggunaan baik SSP dan SSE Pajak dalam proses pembayaran atau penyetoran pajak. Berikut penjelasan mengenai keduanya yang perlu Anda ketahui:

a. Surat Setoran Pajak (SSP)

SSP atau Surat Setoran Pajak merupakan lampiran yang memuat informasi berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nama pemilik Wajib Pajak, nomor objek pajak, alamat objek pajak, kode akun pajak serta kode jenis setoran. Termuat juga rincian pembayaran masa pajak, tahun pajak, nomor ketetapan dan besar pembayaran pajak. Namun seiring berjalannya waktu, SSP dinilai memiliki banyak kekurangan dalam penggunaannya, sehingga sejak 1 Juli 2016 pemanfaatan layanan SSP sudah tidak diberlakukan lagi. Kemudian untuk menggantikan SSP, pemerintah meluncurkan MPN G2 pengganti SSP yaitu Surat Setoran Elektronik atau disingkat dengan SSE yang bertumpu pada sistem e-Billing. Sistem Surat Setoran Elektronik lebih dapat diterima karena memudahkan serta menurunkan resiko kesalahan yang sering terjadi pada MPN G1.

b. Surat Setoran Elektronik (SSE)

Kehadiran SSE memudahkan Anda dalam mengurus setoran pajak melalui sistem e-Billing. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, Surat Setoran Elektronik atau SSE pajak online diluncurkan sebagai suatu sistem pembayaran pajak elektronik yang nantinya diadministrasikan oleh Biller Direktorat Jenderal Pajak melalui penerapan atau penerbitan sistem billing.

Surat Setoran Elektronik (SSE) pajak online yang merupakan aplikasi Surat Setoran Elektronik bertugas untuk menerbitkan ID billing pajak dalam berbagai Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran yang nantinya ID billing tersebut dapat digunakan Wajib Pajak sebagai kode pembayaran pajak secara online maupun pembayaran non online.

Cara Praktis Mendaftar Surat Setoran Elektronik Pajak

Sebelum menggunakan layanan Surat Setoran Elektronik (SSE), Wajib Pajak orang pribadi maupun badan diharuskan melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Proses pendaftarannya terbilang cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu yang singkat, karena Wajib Pajak tidak perlu datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Pendaftaran cukup dilakukan secara online melalui sse.pajak.go.id. Berikut cara pendaftaran Surat Setoran Elektronik, mudah dan singkat.

  1. Buka laman sse.pajak.go.id lalu pilih menu ‘Daftar Baru’
  2. Isi dan lengkapi formulir pendaftaran yang ditampilkan. Isi data lengkap Wajib Pajak Anda dengan nama lengkap, NPWP dan email yang sudah terdaftar
  3. Jika sudah selesai melakukan registrasi, cek email Anda untuk melakukan aktivasi
  4. Setelah aktivasi, lakukan login dengan memasukkan nama, NPWP serta password yang telah dibuat
  5. Ketika sudah login pada kolom NPWP, nama dan alamat Anda sudah akan terisi secara otomatis
  6. Isi dan lengkapi pada kolom jenis pajak, jenis setoran, masa pajak, dan tahun pajak serta nominal yang harus disetor untuk pembayaran pajak
  7. Isi nomor SK jika Anda memiliki tagihan-tagihan pajak yang harus dibayar

Jika semua langkah telah dilakukan berarti Anda sudah menyelesaikan pendaftaran Surat Setoran Elektronik yang nantinya bisa anda manfaatkan untuk kepentingan perpajakan Anda.

Keuntungan Mendaftar SSE 

a. Tidak Terikat Waktu dan Tempat

Layanan sistem Surat Setoran Elektronik (SSE) yang telah diluncurkan Direktorat Jenderal Pajak, memberikan keringanan bagi Wajib Pajak untuk menunjang kemudahan urusan pajak yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja dengan mudah, cepat, dan singkat.

b. Praktis

Tidak ada dokumen-dokumen cetak yang diperlukan dalam pemanfaatan Surat Setoran Elektronik ini, sehingga praktis untuk Anda lakukan. Cukup bermodalkan akses internet lancar untuk menuntaskan proses pemenuhan kewajiban perpajakan Anda.

c. Tepat dan Akurat

Adanya sistem pelayanan Surat Setoran Elektronik tersebut akan mempermudah Wajib Pajak dalam meminimalkan resiko kesalahan saat memasukkan kode akun pajak maupun kode jenis setoran. Sehingga kemungkinan terjadi kesalahan sangat kecil atau tidak ada sama sekali.  Surat Setoran Elektronik juga dapat memudahkan Anda untuk membayar pajak secara akurat dan meminimalisasi kesalahan input Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) seperti yang sering terjadi pada pembayaran pajak secara manual. Sistem akan selalu mengarahkan Anda dalam pengisian Surat Setoran Elektronik dengan benar dan tepat.

Demikian pemaparan seputar SSP dan SSE Pajak serta cara pendaftaran yang bisa Anda aplikasikan untuk melakukan setoran pajak masa dan tahunan. Agar pembayaran pajak tidak tertunda, Anda bisa menyiapkannya dengan melakukan pendaftaran SSE dari sekarang.  Salah satu aplikasi yang bisa digunakan wajib pajak adalah Klikpajak. Mitra resmi DJP yang satu ini membantu menghitung, membayarkan dan melaporkan pajak yang telah dibayarkan, dengan menggunakan Surat Setoran Elektronik, yakni bentuk digital dari surat setoran pajak. Penggunaannya yang mudah serta gratis, menjadikan Klikpajak sebagai mitra perpajakan untuk wajib pajak secara umum, baik badan atau orang pribadi. Daftar di sini untuk menggunakan layanan perpajakannya secara gratis!

 

PUBLISHED12 May 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: