Mempekerjakan Karyawan Asing, Bagaimana Penerapan Pajaknya?

Mempekerjakan Karyawan Asing, Bagaimana Penerapan Pajaknya?

Dalam mengelola bisnis perusahaan, karyawan menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan. Sebagai orang yang bekerja untuk kesuksesan visi dan misi perusahaan, pemimpin usaha wajib menyediakan pelayanan untuk mendukung kinerja karyawan terus meningkat, dari mulai memenuhi aspek gaji, tunjangan dan bujet-bujet lain yang sifatnya memudahkan kegiatan karyawan di kantor. Sekarang juga sudah banyak perusahaan yang mempekerjakan karyawan asing sebagai pilihan karena berbagai faktor mulai dari sisi kemampuan, pengalaman, karena kesamaan visi atau mungkin karena perusahaan itu sendiri memang berasal dari brand internasional sehingga amat wajar mempekerjakan karyawan asing. Lalu, bagaimana penerapan pajak karyawan asing tersebut? Apakah sama atau berbeda dengan penerapan pajak untuk karyawan di Indonesia pada umumnya? Ketahui penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

Penerapan Pajak Karyawan Asing

Untuk menerapkan pajak karyawan asing dan bagaimana pengaplikasian pajaknya, terdapat dua jenis subjek pajak yaitu Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) dan Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN).

Subjek Pajak Dalam Negeri

Karyawan asing atau Tenaga Kerja Asing (TKA) yang menjadi SPDN harus memiliki persyaratan-persyaratan sebagai berikut sesuai Pasal 3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak (DJP) Nomor Per – 43/PJ/2011 Tentang Penentuan Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) Dan Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN) :

  1. Orang Pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia.
  2. Sudah berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.
  3. Sudah berada di Indonesia dalam suatu Tahun Pajak.
  4. Memiliki niat untuk menetap lama di Indonesia.

Apabila karyawan asing tersebut sudah ditentukan sebagai SPDN maka penghasilannya akan dikenakan PPh Pasal 21 seperti karyawan pada umumnya. Ia juga wajib memiliki NPWP. Dari segi perhitungan, PPh 21 untuk karyawan asing akan disetahunkan apabila karyawan tersebut baru mulai bekerja di tengah tahun berjalan. Namun apabila ia masuk dari awal tahun, maka hasil perhitungannya akan langsung dipotong PPh.

Subjek Pajak Luar Negeri

Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN) dapat dikenakan untuk karyawan asing dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Orang Pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.
  2. Berada di Indonesia tapi tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.
  3. Tidak dikenakan PPh 21 dan tidak wajib membuat NPWP dan menyampaikan SPT Tahunan.

Yang pasti, mempekerjakan karyawan asing atau WNI, tetap dibutuhkan kebijakan dari pemimpin usaha untuk mengaturnya. Dengan memastikan penerapan pajaknya memang sesuai ketentuan maka akan menghapus risiko bagi bisnis atau perusahaan itu sendiri juga pasti tidak akan merugikan karyawan tersebut. Jadi tetap terapkan  kepedulian pada aspek perpajakan pada siapa dan dimana saja!


PUBLISHED21 Nov 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: