Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di Klikpajak

Cara Membuat e-Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di Klikpajak

Sebagai PKP, tentu akan selalu berurusan dengan yang namanya Faktur Pajak. Sudah tahu cara membuat eFaktur? Klikpajak by Mekari akan menunjukkan cara membuat e Faktur yang mudah beserta contoh e Faktur, cara buat e Faktur di aplikasi e-Faktur 3.0 dan cara buat eFaktur yang simpel.

Setiap Wajib Pajak (WP) yang statusnya Pengusaha Kena Pajak (PKP) pasti diwajibkan membuat Faktur Pajak saat melakukan transasi barang/jasa kena pajak.

Demi memudahkan pembuatan Faktur Pajak dan pelaporan SPT Masa PPN, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerbitkan aplikasi e-Faktur.

Tahukah, cara membuat eFaktur lebih mudah di Klikpajak.

Sebelum membahas tentang cara membuat e Faktur yang mudah, seperti biasanya Klikpajak.id akan selalu mengingatkan Sobat Klikpajak pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif & efisien untuk membantu meningkatkan kinerja perusahaan.

Ingin mengetahui cara kelola pajak dan keuangan bisnis yang mudah & cepat, ikuti demo online di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajaka kapan saja dibutuhkan.

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di Klikpajak

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar, melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak, kelola e-Faktur maupun e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan online Jurnal.id.

Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id di sini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenta by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi untuk mendukung kinerja perusahaan serta perkembangan bisnis yang lebih baik lagi.”

Pengertian Faktur & Ketentuan Cara Membuat e Faktur

Faktur sendiri artinya kuitansi atau tagihan penjualan.

Faktur tersebut akan menjadi Faktur Pajak ketika sudah sah tertera pengenaan pajaknya dari transaksi yang dilakukan.

Jadi pengertian Faktur Pajak adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagai pelaporan barang/jasa kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Oleh karena itu, setiap pengusaha yang statusnya PKP perlu menerbitkan Faktur Pajak dalam setiap transaksinya yang berfungsi sebagai bukti bahwa PKP telah memungut dan menyetor PPN terutang ke negara, serta melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN.

Dengan e-Faktur, pembuatan dan pelaporan Faktur Pajak bisa dilakukan secara elektronik, di mana pun dan kapan saja.

Tapi meski urusan Faktur Pajak sudah bisa dilakukan secara daring, tetap saja tidak sesederhana yang dibayangkan untuk melakukan aktivitas yang satu ini.

Sebab, seperti diketahui mulai 1 Oktober 2020 DJP telah merilis pembaruan sistem e-Faktur 3.0 yang memiliki fitur prepopulated, yakni pembuatan Faktur Pajak hingga penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak pertambahan Nilai (PPN) secara otomatis.

Apa sih perbedaan e-Faktur 3.0 dengan e-Faktur 2.2?

Selengkapnya baca perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2

Tapi sayangnya, untuk dapat menggunakan e-Faktur versi terbaru ini, PKP yang selama ini menggunakan e-Faktur Client Desktop DJP, harus melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 dengan cara install dan download patch terbaru di perangkat komputernya.

Namun Sobat Klikpajak tidak perlu repot-repot install dan download partch e-Faktur 3.0 jika menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

“Gunakan aplikasnya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Bagaimana cara membuat Faktur Pajak elektronik yang mudah praktis di e-Faktur? Simak langkah-langkah di sini, Klikpajak by Mekari akan menunjukkan cara mudahnya untuk Sobat Klikpajak.

Temukan apa saja Fitur Kemudahan Cara Membuat Faktur Pajak Keluaran di e-Faktur Klikpajak?

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di KlikpajakContoh Faktur Pajak yang dibuat dengan cara membuat e Faktur online

Cara Membuat e Faktur atau Faktur Pajak Harus Benar

Ingat, membuat Faktur Pajak sering kali butuh perhatian dan penanganan khusus.

Maksudnya, pembuatannya harus benar agar Faktur Pajak yang diterbitkan itu merupakan Faktur Pajak sah dan diakui oleh Ditjen Pajak.

Jika Faktur Pajak itu tidak sesuai, PKP bisa dikenai sanksi berupa denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau PKP tidak bisa memanfaatkan Pajak Masukan yang dikreditkan untuk mengurangi beban PPN yang harus dibayar.

Beberapa kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan Faktur Pajak adalah:

  • Bentuk faktur atau cara pengisian Faktur Pajak salah
  • Faktur tidak lengkap atau penggunaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) tidak tepat
  • Pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) tidak sesuai
  • Terlambat melakukan pelaporan Faktur Pajak (SPT Masa PPN)
  • Tidak melaporkan ekspor dalam SPT PPN (jika melakukan kegiatan ekspor)

Kesalahan-kesalahan tersebut sangat mungkin terjadi ketika pembuatan Faktur Pajak dilakukan secara manual atau tidak ditunjang dengan teknologi yang memungkinkan pengerjaannya lebih mudah dan sederhana.

Jika Sobat Klikpajak sebagai importir, berikut Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Selain perlunya memahami ketentuan dalam pembuatan Faktur Pajak dan pelaporannya, Wajib Pajak PKP juga membutuhkan pengelolaan pajak, mulai dari pembetulan hingga pengarsipan atau dokumentasi Faktur Pajak yang telah diterbitkan.

Karena urusan perpajakan cukup kompleks, tapi bukan berarti tidak bisa dikerjakan dengan cara yang mudah dan sesederhana mungkin.

Tentunya bukan hal asing lagi permasalahan yang sering muncul saat membuat atau menerbitkan maupun pengelolaan Faktur Pajak.

Tak jarang masalah Faktur Pajak ini pun bisa memengaruhi kinerja perusahaan. Ketika pembuatan Faktur Pajak tidak lengkap atau salah memasukkan data, maka Faktur Pajak yang diterbitkan pun bisa dianggap tidak sah.

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di KlikpajakIlustrasi membuat Faktur Pajak elektronik melalui cara membuat e Faktur online

Car Membuat e Faktur di Aplikasi e-Faktur 3.0 Klikpajak

Untuk memudahkan mengelola Faktur Pajak, fitur e-Faktur Klikpajak.id bisa Sobat Klikpajak manfaatkan.

Bukan hanya pembuatan e-Faktur saja, Klikpajak juga dilengkapi fitur lain yang membantu menghitung, membayar dan melaporkan pajak hingga pengelolaan pajak.

“Di Klikpajak, Anda dipandu langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana. Fitur e-Faktur Klikpajak memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.”

Klikpajak memungkinkan Sobat Klikpajak jadi lebih mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, mulai dari membuat dan mengelola Faktur Pajak Masukan, Faktur Pajak Keluaran, hingga Faktur Pajak Retur.

Ketahui Bagaimana Cara Pembulatan PPN di e-Faktur yang Benar?

Berikut panduan cara membuat Faktur Pajak yang mudah praktis di Klikpajak:

a. Aktivasi Pajak

1. Cara aktivasi e-Faktur adalah dengan mengajukan Sertifikat Elektronik pajak bagi yang belum memilikinya.

2. Jika permohonan Sertifikat Elektronik pajak sudah disetujui, unduh di situs resmi DJP di efaktur.pajak.go.id.

Note: Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik dan Syarat Pengajuannya

b.Daftar Akun e-Faktur Klikpajak & Mulai Membuat e-Faktur

Melalui e-Faktur Klikpajak Anda dapat lebih mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, mulai dari:

  • Membuat dan mengelola Faktur Pajak Masukan
  • Membuat Faktur Pajak Keluaran
  • Faktur Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Menghapus draft Faktur Pajak
  • Membuat Faktur Pajak Pengganti

c. Langkah-langkah Cara Membuat e Faktur

Berikut adalah panduan lengkap Tutorial Cara Membuat e Faktur dan Cara Menggunakan Prepopulated Pajak Masukan e-Faktur 3.0 Klikpajak

d. Cara Melaporkan SPT Masa PPN

Setelah membuat Faktur Pajak sesuai dengan transaksi Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP), kewajiban Sobat Klikpajak sebagai PKP berikutnya adalah melaporkan SPT Masa PPN.

Untuk mengetahui cara lapor SPT PPN, selengkapnya baca Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur Klikpajak.

e. Cara Bayar atau Setor PPN

Sesuai ketentuan perundang-undangan PPN, kewajiban PKP harus menyetorkan PPN terutang ke negara ketika hasil pengurangan Pajak Keluaran dengan Pajak Masukan ternyata lebih besar Pajak Keluaran.

PPN terutang tersebut harus dibayarkan dengan cara membuat kode billing terlebih dahulu sebagai syarat untuk dapat membayar pajak online.

Pembuatan Kode Billing dan membayar billing dapat langsung dilakukan di e-Billing Klikpajak.

Sobat Klikpajak tidak perlu keluar masuk platform hanya untuk membuat kode billing dan membayar pajaknya.

Sebab e-Billing Klikpajak sudah terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk Menteri Keuangan untuk menerima pembayaran pajak.

Bagaimana cara bayar atau setor PPN, berikut langkah-langkah Cara Mudah Bayar Pajak Online di e-Billing Klikpajak

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di KlikpajakIlustrasi cara membuat e Faktur dan contoh e Faktur

Fitur Lengkap Klikpajak: Hitung, Bayar dan Lapor Pajak dalam Satu Platform

Bukan hanya kelola e-Faktur saja yang butuh penanganan cepat dan praktis dan dapat Sobat Klikpajak temukan melalui aplikasi pajak online mitra resmi DJP.

Kini saatnya Sobat Klikpajak melakukan berbagai aktivitas perpajakana lainnya mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dengan mudah & cepat dalam satu platform di Klikpajak by Mekari.

Kami memahami bagaimana kompleksitas mengurus administrasi perpajakan perusahaan.

Oleh karena itu, Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan melalui Klikpajak yang memiliki fitur lengkap.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat Faktur Pajak elektronik hingga Bukti Potong elektronik.

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

A. Mudah Membuat Bukti Potong & Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di Klikpajak

B. Cara Lapor Pajak di e-Filing Klikpajak, Gratis!

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak tidak hanya dapat melakukan bayar pajak saja, tapi juga bisa melaporkan pajak yang dibayarkan.

Sobat Klikpajak dapat melaporkan pajak melalui e-Filing Klikpajak.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara menghitung pajak penghasilan perusahaan, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT PPh Pribadi berikut ini:

Selengkapnya tutorial lapor SPT pajak lainnya:

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di Klikpajak

C. Buat Kode Billing, Langsung Bayar Pajak dalam Satu Platform

Ingat, sebelum bayar atau setor pajak ke kas negara, Sobat Klikpajak harus membuat yang namanya Kode Billing dari DJP terlebih dahulu sebagai syarat bayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Pengetahuan membayar pajak online bagi perusahaan mutlak diperlukan.

Karena dengan sistem bayar pajak online ini, proses pembayaran pajak Sobat Klikpajak akan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat.

“Tahukah? Kini Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing sekaligus bayar billing-nya melalui virtual account bank hanya dalam satu platform di e-Billing Klikpajak.”

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Perhitungan Bea Masuk dan Kalkulator Bea Masuk Bagi Importir

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited, Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Cara Membuat e Faktur yang Mudah dan Praktis hanya di Klikpajak

Ketahui Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Klikpajak Dirancang untuk Memenuhi Kebutuhan Perpajakan Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Sobat Klikpajak para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Sobat Klikpajak dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Sobat Klikpajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

klikpajak support

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Sudah tahu cara membuat e Faktur & contoh e Faktur, ya?

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klik banner di bawah ini untuk menjadwalkan demo online bersama tim konsultan kami.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED10 Jun 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: