Apa Itu Take Home Pay (THP)? Yuk Simak Penjelasan Lengkapnya

Dalam urusan pemberian gaji didalamnya banyak sekali sebutannya seperti upah pokok, gaji pokok dan juga Take Home Pay. Mungkin, sebagian karyawan baru menganggap gaji pokok itu memiliki sebutan Take Home Pay. Banyak yang salah pemahaman dalam mengartikan THP.

Karena Take Home Pay memang tidak sebegitu familiar dibandingkan gaji pokok. Agar Anda tidak keliru lagi dalam mengartikannya. Maka menyimak informasi dibawah ini bisa meluruskan pemahaman Anda mengenai Take Home Pay, komponennya dan perhitungannya seperti apa. Simak penjelasan di bawah:

take home pay

Apa Itu Take Home Pay?

Pada pembahasan ini pertama kalinya Anda akan mengetahui tentang pengertian Take Home Pay. Bagi Anda karyawan lama tentu tidak asing lagi dengan nama THP (Take Home Pay). Hal ini dikarenakan dalam slip gaji yang Anda terima tertera tulisan THP disana.

Namun, karyawan baru yang belum pernah menerima slip gaji tentu tidak familiar dan paham betul apa itu THP. Definisi Take Home Pay adalah pembayaran penuh yang diterima masing-masing karyawan dalam tempat kerjanya secara bersih.

Artinya adalah besarnya nominal yang dibayarkan perusahaan tersebut telah ditambahkan dengan pendapatan rutin atau insidental, hak karyawan dan pengurangan nominal sesuai dengan aturan berlaku oleh karena itu THP tidak sama artinya dengan gaji pokok.

Terlihat dari segi nominal yang diterima, Take Home Pay besarnya tiap bulan bisa berbeda. Dikarenakan ini bergantung dengan komponen lain yang saling berhubungan. Sedangkan untuk gaji pokok sendiri yaitu per bulannya nominalnya selalu sama.

Pengertian Gaji Pokok

Setelah membaca definisi THP diatas, tentunya saat ini Anda lebih paham. Namun, agar lebih memahaminya dan tidak tertukar lagi Anda juga harus mengerti definisi gaji pokok. Definisi gaji pokok adalah unsur utama yang terdapat dalam penghasilan karyawan.

Dari definisi tersebut bisa Anda ketahui bahwa gaji pokok bukan lah gaji secara bersih yang diterima oleh tenaga kerja. Sedangkan Take Home Pay merupakan gaji bersih yang diberikan kepada tenaga kerjanya. Jadi inilah yang menyebabkan nominal keduanya berbeda.

Penetapan gaji pokok sendiri adalah didasarkan dengan posisi dan jabatan masing-maasing karyawan. Selain hal tersebut ketentuan gaji pokok juga bisa diketahui dari 2 ketentuan yang berlaku. Ketentuan tersebut adalah gaji pokok yang dibayarkan tanpa tunjangan nilainya tidak boleh kurang dari UMR perusahaan berada. Komponen selanjutnya yaitu, apabila besarnya gaji pokok yang diberikan terdapat tunjangan didalamnya. Maka besarnya nominal minimal 75% dari total gaji pokok dengan tunjangan tersebut.

Apa Saja Komponen Take Home Pay?

Perlu Anda ketahui bahwa Take Home Pay yang dibayarkan perusahaan didalamnya terdapat komponen penyusunnya. Berikut komponen yang terdapat dalam Take Home Pay.

Upah Rutin

Komponen pertama yang digunakan dalam penentuan Take Home Pay adalah upah rutin. Biasanya upah ini juga dikenal dengan sebutan pendapatan rutin. Upah rutin merupakan besarnya gaji yang dibayarkan per bulannya kepada masing-masing tenaga kerja.

Jumlah gaji yang dibayarkan besarnya sesuai dengan kontrak kerja antara perusahaan dan tenaga kerja. Dalam perhitungan pendapatan rutin ini memiliki beberapa komponen penyusunnya seperti gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

Seperti uraian diatas disebutkan bahwa gaji pokok dan THP itu berbeda definisi. Didalam Take Home Pay didalamnya memuat gaji pokok. Dimana gaji pokok ini adalah upah rutin yang besarnya bergantung dengan jabatan dan perjanjian kontrak kerja. Dalam perhitungan Take Home Pay, gaji pokok ini masuk dalam komponen pendapatan rutin.

Selain gaji pokok dalam pendapatan rutin nilainya juga diperoleh dari komponen lain yaitu tunjangan. Untuk tunjangan sendiri yang dimaksudkan terbagi menjadi 2 yaitu tetap dan tidak tetap. Tunjangan tetap merupakan besarnya nominal yang diberikan perusahaan secara rutin.

Contoh dari pemberian tunjangan tetap yaitu tunjangan keluarga, tunjangan makan, dan tunjangan perjalanan atas ketidak hadiran. Sedangkan yang dimaksud dengan tunjangan tidak tetap adalah besarnya pemberian yang proses pembayarannya tidak secara bersamaan dengan gaji pokok.

Biasanya jumlah pembayarannya berbeda-berbeda karena dipengaruhi oleh kehadiran tenaga kerja. Bentuk tunjangan tidak tetap ini contohnya yaitu uang makan dan uang transportasi menurut absensi.

Gaji Insidental

Selanjutnya komponen dalam Take Home Pay yang perlu Anda ketahui adalah gaji insidental. Definisi dari gaji insidental merupakan besarnya gaji yang bisa terima oleh tenaga kerja dengan nominal tidak menentu. Hal ini dikarenakan gaji ini tidak tetap dan dipengaruhi oleh waktu lembur, bonus dan lain-lain. Besarnya setiap bulan tidak sama dan tidak selalu ada. Antar karyawan pun juga bisa saja berbeda. Karena ini berdasarkan kinerja dan waktu kerja masing-masing karyawan.

Komponen Pemotong

Dalam perhitungan Take Home Pay selain dua komponen diatas didalamnya juga memiliki komponen pemotong. Komponen pemotong ini masih terbagi menjadi beberapa bagian yang perlu Anda ketahui. Berikut daftar komponennya:

BPJS Ketenagakerjaan

Komponen pemotong pertama dalam perhitungan THP adalah BPJS Ketenagakerjaan. Program ini merupakan ketetapan dari pemerintah yang harus dijalankan oleh pelaku usaha seperti perusahaan. Macam dari BPJS ini ada yang diperuntukan sebagai jaminan tua, jaminan pensiun dan JKK serta JKM.

BPJS untuk jaminan hari tua dihitung dari 3.7% gaji yang ditanggung oleh perusahaan kepada tenaga kerjanya. Sedangkan untuk BPJS jaminan pensiun besarnya iuran yang diwajibkan adalah 3% dari gaji karyawan. Namun, untuk 2% nilainya ditanggung oleh perusahaan dan sisanya diambil dari gaji bulanan tenaga kerja.

Berikutnya BPJS JKK dan JKM merupakan jaminan atau perlindungan terhadap tenaga kerja dari kecelakaan kerja dan kematian. Besar iurannya pun lebih rendah dibandingkan jenis BPJS Ketenagakerjaan lainnya. Persen iurannya untuk JKK dan JKM adalah 0.24 dan 0.3.

BPJS Kesehatan

Pemerintah selain mengeluarkan aturan BPJS Ketenagakerjaan juga mengeluarkan jaminan terhadap kesehatan. BPJS Kesehatan adalah salah satu komponen pemotong perhitungan Take Home Pay. Peraturan mengenai BPJS Kesehatan ini tercantum dalam Peraturan Presiden nomor 75 tahun 2019. Besar iuran yang harus dibayarkan berdasarkan peraturan tersebut adalah 5%.

Iuran sebesar 5% tersebut tidak seluruhnya menjadi tanggung jawab tenaga kerja. Melainkan 4% iurannya akan menjadi tanggung jawab perusahaan dan sisanya menjadi tanggung jawab tenaga kerja yang diambilkan dari gajinya.

PPh 21

Komponen pemotong lainnya yang terlibat adalah PPh 21. Komponen ini lebih familiar dikenal sebagai pajak penghasilan. Artinya adalah kewajiban yang dibebankan baik pada perseorangan atau suatu badan yang mempunyai penghasilan. Untuk besarnya pajak penghasilan atau PPh 21 ini menyesuaikan dengan beberapa hal seperti tunjangan, gaji pokok, penghasilan kena pajak dan lain-lain.

Utang Karyawan

Dalam sebuah perusahaan terkadang memberikan keleluasaan bagi tenaga kerjanya untuk bisa mengajukan hutang. Pemberian utang kepada karyawan di perusahaan sistem pembayarannya biasanya memakai skema potongan gaji per bulannya. Untuk skema potongan gaji ini besarnya tergantung dengan regulasi yang ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu jika Anda memiliki hutang maka gaji per bulan yang diterima bisa menjadi berkurang nominalnya.

Kelebihan Gaji

Di sebuah perusahaan saat memberikan gaji kepada karyawannya bisa saja mengalami kelebihan. Apabila ini terjadi kepada Anda maka pada bulan selanjutnya jumlah gaji yang diterima akan dikurangi jumlahnya. Jadi jangan merasa senang bila Anda menerima lebihan gaji. Karena itu akan tetap terpantau sistem dan langsung dilakukan pemotongan ke tahap pemberian gaji berikutnya.

Unpaid Leave

Berikutnya selain komponen pemotong diatas, unpaid leave juga menjadi penyebab pemotongan gaji. Istilah unpaid leave ini merupakan melakukan cuti diluar batas yang diizinkan. Setiap karyawan pada dasarnya memiliki jatah cuti. Namun, jika karyawan melakukan cuti diluar jatah yang diberikan maka ini akan berpengaruh terhadap gaji bulanannya.

Ganti Rugi Kepada Perusahaan

Terakhir komponen pemotong dalam Take Home Pay yaitu beban ganti rugi kepada perusahaan. Perihal ganti rugi ini tentunya sesuai dengan regulasi dalam perusahaan tempat Anda bekerja. Namun, untuk nominal ganti ruginya sendiri besarnya potongan yang diberlakukan tidak boleh lebih dari 50%. Biasanya penyebab Anda harus membayar ganti rugi ini bisa dikarenakan kesalahan menghilangkan barang atau merusakkan barang.

Rumus Perhitungan THP

Sudah mengenal komponen didalam THP, ini akan membuat Anda lebih mudah dalam memahami dan menerapkannya dalam rumus perhitungan. THP diperoleh dari perhitungan komponen-komponen didalamnya seperti pada daftar diatas.

Secara sederhananya Take Home Pay diperoleh dari pengurangan dari komponen pendapatan dengan komponen pemotong. Komponen pendapatan yang bisa dimasukkan dalam perhitungan THP meliputi upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap dan gaji insidental.

Perhitungan THP ini bisa dilakukan secara manual maupun lebih praktisnya menggunakan software HRIS. Secara manual perhitungan THP bisa memakai bantuan aplikasi Microsoft Excel. Pada aplikasi tersebut proses perhitungan bisa lebih mudah dan minim kesalahan apabila dikerjakan secara teliti. Namun, saat ini ada software khusus yang lebih praktis yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk menghitung THP dengan akurat.

Contoh THP

Secara sederhananya THP dapat dihitung menggunakan rumus seperti penjelasan diatas. Namun, berdasarkan kejadian di lapangan THP di slip gaji bisa saja berbeda tampilannya. Berikut contoh yang bisa Anda pelajari.

THP Dua Lajur

Jenis THP ini pengaplikasiannya biasa digunakan perusahaan besar. Biasanya perusahaan besar yang menggunakan THP Dua Lajur ini karena didalamnya menggunakan komponen pemotongan dan pendapatan dengan ragam yang banyak.

Komponen yang biasanya tertulis di slip Take Home Pay ini seperti biaya transport, upah lembur, honorarium, tunjangan tetap, gaji pokok. Sedangkan untuk komponen pemotongnya bisa meliputi BPJS ketenagakerjaan, PPh 21, BPJS kesehatan, hutang dan lain-lain.

THP Tanpa Potongan

Jika THP dua jalur biasanya diterapkan di perusahaan besar dan ternama. Lain lagi dengan THP tanpa potongan yang tampilannya lebih sederhana. THP jenis ini sesuai namanya di dalamnya nominal yang diperoleh dari total keseluruhan komponen pendapatan. Sehingga dari tampilannya sederhana tanpa adanya komponen pemotong.

THP dengan Pengurangan PPh 21

Membaca penjelasan diatas tentu Anda mengetahui bahwa PPh 21 adalah bagian dari komponen pemotong THP. Dalam penerapannya slip THP yang didalamnya menyertakan perhitungan PPh 21 tentu tampilannya menjadi tidak sederhana.

Menghitung PPh 21 pun banyak komponen yang mempengaruhinya. Jika masih awal dan melakukan perhitungan secara manual, pastinya bisa memakan waktu cukup lama. Namun, di zaman seperti ini perusahaan bisa membayar aplikasi yang bisa melakukan perhitungan PPh 21 secara mudah.

Melalui aplikasi yang handal hasil perhitungan PPh 21 baik bagi perusahaan maupun masing-masing tenaga kerja menjadi efektif dan akurat. Anda dapat menggunakan aplikasi espt pph 21 dari Klikpajak untuk pengelolaan PPh 21 lebih mudah dan praktis.

Tips Mengelola Take Home Pay yang Diterima

Saat menerima THP tentunya tenaga kerja akan merasa senang. Namun, sebaiknya Anda bisa menggunakan secara bijak THP tersebut agar bisa bermanfaat dan tidak habis sebelum masa gajian berikutnya. Simak tips berikut untuk mengelolanya secara bijak.

Membuat Rencana Keuangan

Tips awal yang bisa Anda ikuti untuk mengelola THP adalah dengan membuat rencana keuangan. Dalam menjalankan tips ini, Anda dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Karena tips ini mengharuskan Anda membuat rencana keuangan setiap bulannya.

Namun, tenang saja pencatatan rencana keuangan saat ini bisa dengan mudah dilakukan dengan bantuan aplikasi Android ataupun dengan membeli buku budget planner. Perlu diingat bahwa tips ini tidak akan berhasil apabila Anda dalam pengaplikasiannya melebihi budget di dalam rencana keuangan.

Melakukan Investasi

Tips selanjutnya yang bisa Anda ikuti agar THP bisa dimanfaatkan sebaik mungkin adalah dengan mengalokasikan dana ke investasi. Banyak jenis investasi yang bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan. Tidak perlu banyak-banyak jika Anda baru mulai belajar investasi. Anda bisa memulainya dengan nominal kecil namun berkelanjutan. Namun, pastikan saat Anda memilih platform investasi pilihlah yang memiliki legalitas dan dalam pengawasan OJK.

Selesaikan Cicilan dan Hutang Sesegera

Berikutnya, jika Anda menerima THP alokasikan gaji tersebut untuk membayar hutang dan cicilan terlebih dahulu. Hal ini tujuannya untuk menghindari terjadinya tumpukan cicilan di kemudian hari. Dengan memprioritaskan cicilan dan hutang, ini jauh lebih mudah dalam mengelola gaji untuk keperluan sehari-hari hingga tabungan dan persiapan dana darurat.

Terapkan Penggunaan Uang dengan Metode 40:30:20:10

Banyak metode pengaturan keuangan yang bisa Anda terapkan. Salah satu metodenya yaitu 40:30:20:10. Metode ini bertujuan untuk memudahkan dalam mengatur pos-pos pengeluaran. Pada metode ini 40% alokasi gajinya digunakan untuk keperluan makan, listrik dan kebutuhan pokok lainnya.

Sedangkan untuk 30% alokasinya ditujukan untuk biaya cicilan. 20% penggunan pos THP bisa digunakan untuk dana darurat, investasi dan tabungan. Sedangkan sisa 10% bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya.

Prioritaskan Kebutuhan Dibandingkan Keinginan

Tips terakhir yang bisa Anda terapkan saat menerima Take Home Pay yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan. Sering kali hal yang menyebabkan THP habis sebelum waktunya adalah banyaknya keinginan. Apalagi, saat ini banyak sekali promo menarik setiap bulannya yang menggoda. Jika hal ini tidak bisa Anda kendalikan, maka uang THP bisa habis lebih cepat sebelum waktunya.

Kira-kira itulah informasi mengenai THP yang bisa Anda pelajari. Seperti penjelasan diatas bahwa dalam perhitungan THP terdapat komponen PPh 21. Urusan perpajakan memang tergolong rumit dan memerlukan tingkat ketelitian tinggi. Kelola berbagai jenis pajak perusahaan dengan lebih mudah menggunakan aplikasi espt tahunan badan dari Klikpajak. Coba Sekarang!

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED31 Aug 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: