Sistem Upah Sebagai Dasar Pemberian Kompensasi Karyawan Setiap Bulan

Setiap bulannya seorang karyawan akan berhak mendapatkan sejumlah uang yang dikenal sebagai upah. Perusahaan sendiri wajib memiliki suatu sistem upah untuk memperkirakan seberapa besarnya pendapatan yang akan di diterima oleh pekerja dalam jangka waktu tertentu.

Sebab tata kelola tersebut yang akan membantu menentukan bagaimana mengaplikasikan upah yang layak. Bukan saja sebagai penghasilan, tetapi juga mampu menjadi standar perhitungan untuk memberikan penghargaan atas prestasi kerjanya. Sebab, yang dapat dihitung secara nyata adalah uang.

sistem upah

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Upah?

Setiap perusahaan wajib memiliki suatu standar terhadap kebijakan sistem upah yang nantinya akan menjadi patokan bagi pemberian sejumlah kompensasi setiap bulannya. tentu saja berbeda-beda dari satu kegiatan bisnis dengan yang lainnya. Namun memiliki prinsip yang sama.

Sistem upah sendiri merupakan salah satu dari kebijakan serta strategi yang telah ditentukan oleh perusahaan sebagai salah satu bentuk kompensasi usaha para pekerjanya. Pasalnya, karyawan berhak untuk menerima imbalan dalam bentuk uang setelah bekerja dalam kurun waktu tertentu.

Untuk menentukan sistem upah mana yang akan dianut oleh perusahaan, akan dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain adalah Jumlah pekerja, tingkat persaingan upah oleh kompetitor, pengupahan minimal yang ditentukan oleh pemerintah serta penyesuaian yang dilakukan oleh pengusaha, serta yang terakhir adalah performa.

Dalam dunia pekerjaan yang penuh dengan kompetensi ini performa juga merupakan salah satu faktor yang sangat mendominasi bagaimana seorang karyawan dapat diberikan imbalan. sebab semakin mereka menghasilkan sesuatu yang menguntungkan bagi perusahaan tentu layak untuk suatu penghargaan.

Faktor yang Mempengaruhi Sistem Upah

Untuk menentukan bagaimana suatu sistem pengupahan tersebut dijadikan dasar untuk pembayaran kompensasi perusahaan tentu perlu mempertimbangkan banyak hal. Sebab pengajian tersebut juga diatur oleh undang-undang serta mempertimbangkan kelayakan penghidupannya.

Ketentuan Pengupahan Minimal dari Pemerintah

Setiap tahun biasanya pemerintah memberikan kriteria minimal pengupahan dari suatu daerah yang dikenal sebagai UMR atau UMP. UMR atau yang dikenal sebagai upah minimal regional merupakan besaran minimal kompensasi yang wajib diberikan oleh pengusaha ke pekerjanya. Besaran ini berlaku secara regional.

Sementara UMP yang merupakan singkatan dari upah minimum provinsi akan berlaku dan wajib dipatuhi oleh mereka yang melakukan kegiatan bisnis pada provinsi tertentu. Oleh karena itu besaran UMP setiap provinsi berbeda-beda karena juga dipengaruhi oleh daya beli serta kelayakan untuk hidup.

Tingkat Persaingan Upah

Terdapat pula sistem upah yang dipengaruhi oleh tingkat persaingan upah antara usaha sejenis yang dilakukan oleh kompetitor. artinya adalah selain mentaati UMP dan UMR para pengusaha memiliki kriteria sendiri agar para pekerjanya tergolong Sejahtera serta dapat hidup di atas biaya kelayakan.

Umumnya pengusaha tersebut memiliki perhitungan sendiri yang disesuaikan dengan keadaan keuangan perusahaan tersebut. Artinya tidak dapat disamakan besaran upah antara kegiatan bisnis yang satu dengan yang lainnya. Namun faktor inilah yang kemudian membuat gaji terlihat berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Penyesuaian yang Dilakukan oleh Pengusaha

Banyak pengusaha yang memiliki kriteria sendiri untuk menetapkan kompensasi yang perlu dibayarkan kepada setiap karyawan. Biasanya dimulai dengan melihat tingkat pendidikan, tanggung jawab yang perlu diselesaikan serta bagaimana karyawan tersebut memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.

Kelola pajak perusahaan lebih praktis menggunakan aplikasi pajak dari Klikpajak. Coba Sekarang!

Sehingga Setiap karyawan akan memiliki besaran upah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Padahal, bisa jadi tingkat pendidikan mereka sama. Sebab Ada hal lain yang perlu dipertimbangkan yaitu tanggung jawab serta kontribusi positif yang berdampak naiknya laba perusahaan.

Performa Pekerja

Performa pekerja juga merupakan salah satu faktor yang mendasari standar prosedur sistem upah yang dianut oleh suatu perusahaan. Artinya pengupahan ini juga melihat bagaimana kinerja karyawan ketika menyelesaikan pekerjaannya. Apakah rata-rata, di bawah harapan, atau bahkan melebihi ekspektasi.

Hal ini dirasakan cukup adil. Karena pekerja yang memberikan hasil di atas rata-rata tentu saja akan telah memberikan effort yang lebih dari seharusnya. Sehingga wajar saja jika pada akhirnya pengusaha merasa dapat memberikan penghargaan atas pekerjaannya yang memiliki kontribusi positif terhadap laba perusahaan.

Juga dengan sistem pengupahan di mana saat karyawan tidak dapat memberikan kinerja yang sesuai dengan harapan. Akan wajar jika ternyata tidak terdapat penghargaan tersebut pada kompensasi yang diberikan setiap bulannya. Hal inilah akan mendorong karyawan berlomba-lomba untuk mencapai prestasi terbaiknya.

Jumlah Pekerja

Kadang jumlah pekerja juga merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan pengusaha untuk memberikan kompensasi. Selain memperhatikan UMR dan UMP yang telah ditetapkan pemerintah, pelaku bisnis juga memperhitungkan besaran laba yang dapat diberikan sebagai salah satu bentuk pengupahan.

Namun, tentu saja hal itu harus dihitung dengan jumlah pekerja yang ada di perusahaan tersebut. Agar rasionya tidak terlalu berat bagi keuntungan perusahaan. Sehingga besaran pengubahan yang diberikan dengan memperhatikan jumlah pekerja, tentu tidak akan sama nilainya.

Jenis-Jenis Sistem Upah yang Umum Digunakan

Ada banyak sistem upah yang umum digunakan oleh perusahaan untuk menentukan besaran kompensasi setiap karyawannya. Beberapa ada yang mengkombinasikan kan satu dengan yang lain ada juga yang tunggal. Seluruhnya tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan perusahaan untuk mengorganisasinya.

Berdasarkan Waktu Kerja Karyawan

Sistem upah yang pertama adalah berdasarkan lama atau waktu kerja karyawan. metode yang pertama ini umum digunakan oleh banyak perusahaan di Indonesia. artinya nominal kompensasi yang diberikan juga diukur berdasarkan Berapa lama pekerjaan tersebut mengabdi pada perusahaan itu.

Namun, sayangnya metode ini terdapat kekurangan yaitu tidak dapat membedakan antara karyawan yang produktif dengan yang tidak. Karena Komponen pengukurannya adalah lamal karyawan tersebut bekerja pada perusahaan itu. Sehingga besaran gaji tentu akan lebih besar bagi mereka yang sudah lama bekerja dibandingkan yang baru masuk.

Walaupun bisa jadi tingkat produktivitasnya lebih baik yang baru masuk dibandingkan yang sudah lama. Sehingga banyak yang menyatakan bahwa sistem upah ini tidak dapat diaplikasikan secara murni dan membutuhkan kombinasi dengan yang lainnya. agar terjadi penilaian dimana tingkat produktivitas pun dihitung.

Berdasarkan Hasil Jumlah Produksi

Sistem upah yang kedua ini dihitung berdasarkan kemampuan produktivitas karyawannya. Artinya besaran kompensasi sesuai dengan barang yang dihasilkan oleh setiap para pekerjanya apakah memenuhi target atau tidak. Sehingga bisa jadi besaran upah akan berbeda antara satu karyawan dengan yang lainnya.

Umumnya sistem upah ini diaplikasikan pada perusahaan industri berbasis target produk. Dimana terjadi perbedaan nominal pengupahan pada karyawan yang berhasil memenuhi target minimal atau melebihi ekspektasi. Semakin tinggi tingkat produktivitas karyawan tentu nominal upahnya pun akan semakin besar.

Namun yang perlu diingat pada sistem pengupahan berdasarkan jumlah produk adalah harus diiringi dengan sistem kontrol mutu yang sangat ketat. Pasalnya produk itulah ya nanti hanya akan mendatangkan pendapatan bagi perusahaan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghadapi karyawan yang hanya berorientasi pada jumlah uang.

Sehingga perlu diberikan lagi komponen penghitungan besaran upah yaitu dengan memasukkan kontrol kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Sehingga Setiap karyawan yang memiliki target akan selalu menjaga kualitasnya sehingga barang yang diproduksi layak untuk dilempar ke pasar.

Berdasarkan Perjanjian Kerja

Umumnya sistem upah ini berdasarkan perjanjian Kerja dimana perusahaan tidak ingin menanggung resiko yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya manusia. sebab bagaimanapun kedua hal tersebut memerlukan waktu yang Intens pelatihan yang cukup lama.

Biasanya dikenal dengan sistem upah borongan di mana perusahaan dapat membuat kerjasama pada pihak ketiga untuk melakukan sesuatu. Antara lain adalah jasa untuk membuat suatu barang ataupun menyelenggarakan suatu pelatihan untuk meningkatkan kualitas karyawannya.

Namun sistem ini pun juga memiliki kelemahan. Di mana biasanya borongan akan lebih mahal dibandingkan dengan upah harian. Sebab seluruh risikonya akan ditanggung oleh pihak ketiga yang tentu saja telah memperhitungkan keseluruhan jenis pekerjaan yang perlu diselesaikan.

Berdasarkan Upah Premi

Sistem ini merupakan salah satu upaya penghargaan berupa upah tambahan atau premi bagi pekerja yang yang dapat meningkatkan produktivitasnya sehingga memberikan efek yang baik bagi kelangsungan perusahaan. Umumnya ditandai dengan peningkatan hasil yang melebihi target.

Berdasarkan Upah Indeks

Sistem upah Indeks ini sangat dipengaruhi dengan indeks biaya hidup yang perlu ditanggung oleh seorang karyawan untuk hidup layak. Artinya perusahaan mempertimbangkan kenaikan indeks biaya hidup yang nanti akan dimasukkan dalam perhitungan kompensasi setiap bulannya.

Namun, pada umumnya perhitungan ini dilakukan setiap tahun berjalan. Sehingga perusahaan akan bisa menentukan berapa banyaknya laba yang akan diperoleh. Selanjutnya nanti akan digunakan sebagai salah satu komponen untuk menghitung kompensasi upah berdasarkan indeks.

Berdasarkan Upah Skala

Umumnya sistem upah skala merupakan pembayaran yang diberikan pada pekerja dengan berdasarkan penjualan. Artinya kompensasi tersebut akan berbanding lurus dengan jumlah penjualan yang dihasilkan pada waktu tertentu. Semakin besar volumenya maka gaji akan semakin tinggi juga.

Biasanya sistem ini dilakukan oleh perusahaan yang bergerak pada bidang penjualan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak juga yang menganggapnya sebagai komisi per produk. Keuntungan menggunakan sistem ini adalah siapa yang rajin bekerja akan mendapatkan gaji yang lebih besar.

Hal ini tentu saja akan menjadi tantangan bagi para pekerja yang bergerak dalam bidang penjualan. Lantaran karena besaran upah akan berbanding lurus dengan dengan volume produk tersebut. Jika pada suatu waktu, penjualan menurun maka penerimaan kompensasi pun akan sebanding.

Sistem Upah Bonus

Ada pula perusahaan yang memberikan penghargaan terhadap karyawannya berupa bonus. bisa jadi ini merupakan salah satu komponen insentif yang diberikan untuk memberikan stimulasi agar karyawan terus-menerus terdorong untuk meningkatkan produktivitasnya.

Sebab pada umumnya bonus yang diberikan pun cukup besar. Bahkan bisa melebihi 1 kali gaji pokok perbulannya. Seluruh perhitungan itu umumnya telah ditentukan oleh pihak perusahaan yang nantinya akan mendorong para karyawan untuk mencapai target minimal bahkan lebih.

Sistem Mitra Usaha

Pembayaran kompensasi berdasarkan sistem mitra usaha biasanya diberikan dalam bentuk saham perusahaan. Namun tidak akan diperoleh pada pekerja secara pribadi melainkan organisasi yang ada pada perusahaan itu. Sehingga nanti akan dianggap sebagai salah satu pendapatan perusahaan.

Sistem Upah Berdasarkan Banyaknya Produktivitasnya

Sistem ini umumnya dilakukan pada perusahaan yang berbasis target oriented. Artinya bisa jadi pada suatu unit pengupahannya akan berdasarkan jumlah barang yang dihasilkan. Tetapi bisa juga berdasarkan jasa yang telah berhasil di jual kepada pihak lain untuk dimanfaatkan.

Sistem Menurut Prestasi

Sistem pengupahan yang terakhir adalah berdasarkan prestasi. umumnya seluruh komponen untuk menilai Apakah karyawan tersebut berprestasi atau tidak akan ditentukan oleh bagian sumber daya manusia perusahaan tersebut. karena setiap Departemen akan memiliki target pekerjaannya sendiri-sendiri harus diselesaikan.

Pemberian ini sering pula dianggap sebagai penghargaan yang tujuannya memberikan dukungan positif untuk setiap usaha karyawan membantu perusahaan. Tetapi juga dapat berfungsi sebagai pendorong bagi karyawan lain untuk melakukan hal yang sama pada penyelesaian tanggung jawabnya masing-masing.

Bentuk Upah yang Diizinkan Sesuai dengan Ketentuan Undang-Undang

Pemberian upah umumnya diberikan dalam bentuk uang dengan menggunakan alat pembayaran yang sah yang berlaku di Indonesia yaitu rupiah. Bila ternyata ditetapkan dengan menggunakan mata uang asing negara tertentu, maka perhitungannya haruslah berdasarkan kurs pada hari apakah itu.

Kendati demikian KUHP Perdata pasal 1601-p juga mengatur tentang pemberian upah bukan dalam bentuk tunai. Sehingga bisa saja di dengan kombinasi sistem upah maka ada yang diperlukan dalam bentuk sebagai berikut dibawah ini:

  • Adanya pemberian uang sejumlah nominal yang akan diberikan selama karyawan mengambil masa cuti tertentu
  • Pemberian pakaian seragam atau seragam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan sebagai identitas
  • Upah lain tersebut dapat diberikan dalam bentuk bahan pangan, penerangan, serta bahan bakar
  • Perusahaan juga dapat menentukan upah sebagai suatu hasil perusahaan yang telah ditentukan bagi seluruh karyawan

Jenis Upah yang Ada dalam Sistem Upah

Terdapat berbagai jenis upah yang ada dalam suatu sistem upah perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat memberikan kompensasi yang tepat sesuai dengan metode pengupahan yang diaplikasikan.

Upah Minimum

Upah minimum atau minimum merupakan batasan yang telah ditentukan oleh pemerintah dan wajib dipenuhi oleh perusahaan. Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kelayakan hidup karena juga memperhitungkan biaya hidup yang bisa jadi mengalami kenaikan dari waktu-waktu.

Selain sebagai jaminan kehidupan yang layak, pemberian upah minuman ini juga memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Sebagai salah satu bentuk perlindungan tenaga kerja dari sistem pemberian upah yang tidak adil dan tidak sesuai dengan kebutuhan hidup
  • Merupakan salah satu bentuk penilaian yang berkeadilan karena sesuai dengan tanggung jawab dari setiap pekerjanya
  • Adanya jaminan bahwa setelah mendapatkan upah yang sesuai dengan kebutuhan hidup maka karyawan pun dapat bekerja dengan nyaman
  • Mengakui bahwa adanya peran tenaga kerja sebagai suatu sistem kreatif dalam usaha tersebut

Upah Wajar

Upah wajar merupakan salah satu bentuk kompensasi yang jumlahnya dianggap sesuai dengan kebutuhan hidup secara wajar. Tujuannya tentu sebagai imbalan jasa atau tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Umumnya besaran ini juga dipengaruhi oleh penetapan proyek pemerintah berdasarkan UMR dan UMP.

Besaran upah wajar ini berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Sebab seringkali untuk mencapai nominal tersebut, diadakanlah sebagai suatu sistem tunjangan agar proporsional. Sehingga bisa jadi antara pelaku usaha dengan kegiatan bisnis yang lain pun berbeda.

Pemberian upah wajar ini didasari dengan perhitungan bahwa nominal tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan karyawan beserta keluarganya. sehingga diperlukan perhitungan yang detail tentang biaya hidup pada jangka waktu tertentu.

Pajak Sebagai Salah Satu Komponen Upah

Salah satu komponen penggajian yang ada dalam sistem upah adalah pembayaran pajak yang sistem pemotongannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ada yang menghitungnya dalam bentuk potongan perbulan yang nanti akan diakumulasikan pada akhir tahun pajak.

Adapula yang memotongnya pada akhir tahun pajak dimana besarnya akan disesuaikan dengan ketentuan pembayaran pajak. Setiap kali proses itu terjadi tentu saja harus ada kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan bagaimana sistem pengambilan pajak PPh tersebut.

Kelola pajak karyawan dengan lebih mudah menggunakan aplikasi eSPT PPh 21 dari Klikpajak. Coba Sekarang!

Model apapun yang dipilih untuk melakukan pemotongan pajak baik perbulan maupun pertahun tetap saja membutuhkan suatu sistem penggajian yang tepat. Pasalnya, ini berhubungan dengan nominal yang cukup besar jika diakumulasikan pertahunnya. Sehingga pada umumnya karyawan pun akan memperhatikannya dengan cermat.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED02 Sep 2022
Mochammad Fadhil
Mochammad Fadhil

SHARE THIS ARTICLE: