E-Faktur untuk Pembuatan Faktur Pajak BKP dan KJP - Klikpajak

E-Faktur untuk Pembuatan Faktur Pajak BKP dan KJP

Untuk Anda yang berstatus sebagai Pengusaha Kena Pajak, melakukan transaksi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak tentu menjadi transaksi yang Anda lakukan sehari-hari. Transaksi tersebut, pada prosesnya harus memenuhi kewajiban pajak yang tersemat yakni Pajak Pertambahan Nilai atau PPN. Ketika sudah mencantumkan PPN inilah harus dicatat dengan faktur pajak yang dibuat dengan e-Faktur.

E-Faktur sendiri merupakan salah satu layanan perpajakan online yang disediakan DJP guna memenuhi kebutuhan Pengusaha Kena Pajak dalam membuat faktur pajak. E-Faktur sendiri digunakan beriringan dengan e-NOFA, yang menjadi kanal penomoran pajak resmi dari DJP. Nantinya setiap faktur pajak yang dibuat dengan aplikasi tersebut harus memiliki nomor seri faktur pajak yang sah sehingga transaksi akan dianggap sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kini penggunaan e-Faktur seperti sudah menjadi ‘prosedur tetap’ yang digunakan oleh PKP dalam setiap transaksinya. Untuk Anda yang baru saja berstatus PKP, mungkin Anda masih kebingungan bagaimana cara menggunakan e-Faktur secara benar. Pada artikel ini secara khusus akan dibahas bagaimana cara menggunakan aplikasi ini sehingga Anda bisa melakukan transaksi dengan lancar.

Baca juga: Daftar Barang yang Terkena Pajak Ekspor 2019, Anda Harus Tahu

 

Prosedur Penggunaan

Bagian ini akan membahas langkah-langkah yang harus Anda lakukan dalam menggunakan e-Faktur.

  • Unduh aplikasi pada link resmi yang sudah disediakan, atau kunjungi laman https:/pajak.go.id.
  • Ekstrak unduhan yang Anda dapatkan dengan WinRAR, 7-zip atau aplikasi sejenisnya.
  • Pastikan kapasitas RAM memadai (minimal 3GB RAM).
  • Buka situs Elektronik Nomor Faktur atau e-NoFa untuk melakukan konfigurasi file Sertifikat Digital.
  • Lakukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan jumlah faktur pajak yang dibuat beberapa bulan terakhir (idealnya acuan yang digunakan adalah jumlah faktur pajak dalam 3 hingga 12 bulan terakhir).
  • Lakukan input data NSFP pada menu untuk membuat Pajak Keluaran dengan cara klik ‘Referensi’, lalu ‘Referensi Nomor Faktur’ lalu ‘Rekam Range Faktur Pajak’.
  • Masuk ke menu ‘Faktur’, lalu ‘Pajak Keluaran’.
  • Untuk Pajak Masukan, masuk menu ‘Faktur’, lalu ‘Pajak Masukan’.
  • Untuk melakukan input data pajak (keluaran maupun masukan) satu per satu dan membuat faktur pajak elektronik, masuk ke menu ‘Administrasi Faktur’, lalu ‘Rekam Faktur’.
  • Untuk input data pajak (keluaran atau masukan) secara sekaligus atau beberapa, masuk ke menu ‘Impor’, ‘Open File’ dan ‘Proses Impor’. perlu diingat untuk proses ini file yang ingin dimasukkan harus terlebih dahulu dibuat.
  • Klik ‘Preview’ untuk melihat faktur yang dibuat, klik ‘Ubah’ jika perlu dilakukan perbaikan.
  • Periksa kolom status ‘Approval’, jika statusnya ditolak atau ‘Reject’ artinya pengunggahan faktur pajak gagal. Periksa kolom keterangan dan perbaiki menurut saran yang diberikan.

Demikian tadi cara membuat dan memasukkan faktur pajak dengan aplikasi e-Faktur. Tentu jika dibandingkan dengan pembuatan manual, hal ini jauh lebih efektif karena dapat dibuat dalam hitungan menit saja.

Baca juga: Penyebab Lain Munculnya ETAX 40001 pada E-Faktur

 

Keuntungan Faktur Pajak dengan E-Faktur

Beberapa keuntungan bisa Anda dapatkan secara langsung dengan penggunaan aplikasi resmi ini. Selain proses yang dilakukan secara elektronik, penggunaan aplikasi ini dinilai sangat fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja. Selama terdapat koneksi internet dan identitas Anda sebagai PKP jelas terdaftar pada aplikasi yang digunakan, faktur pajak bisa dibuat segera setelah transaksi dilakukan.

Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga terintegrasi dengan e-NoFa yang digunakan untuk mengajukan permintaan nomor faktur pajak. Secara praktis, penggunaan dua aplikasi ini secara bersamaan dapat membuat faktur pajak yang dibuat menjadi valid karena tidak mungkin bisa dibuat dua faktur pajak dengan nomor faktur yang sama. Ini jelas dapat meminimalisir kesalahan penomoran yang dilakukan.

Karena faktur pajak memuat informasi yang sangat berharga terkait transaksi BKP dan JKP serta kewajiban PPN, maka pemerintah memutuskan nomor faktur hanya diterbitkan melalui satu pintu. Tujuannya agar peredaran nomor faktur dapat dikontrol dan meminimalisir terjadinya pelanggaran penggunaan nomor faktur pajak.

Baca juga: Pahami Objek PPN dalam Pelaporan SPT Masa

 

Dahulu faktur pajak menjadi salah satu kanal penyelewengan perpajakan dan merugikan negara dalam jumlah yang besar. Modusnya adalah dengan melaporkan faktur pajak palsu, atau membuat faktur pajak fiktif yang pajak masukan dan keluarannya memiliki selisih yang besar. Selisih ini kemudian diajukan ke negara untuk direstitusi dan memberikan keuntungan untuk oknum tersebut.

Penggunaan e-Faktur dalam pembuatan faktur pajak dinilai sebagai salah satu inovasi yang cukup berdampak baik bagi ketertiban perpajakan. Meskipun terkadang masih bermasalah, namun perbaikan demi perbaikan terus dilakukan agar dapat melayani PKP lebih baik lagi. Senada dengan hal tersebut, Klikpajak sebagai penyedia layanan perpajakan mitra resmi DJP juga terus melakukan perbaikan. Berbagai kemudahan dapat dinikmati dengan gratis, dan fitur baru terus ditambahkan demi kenyamanan Anda dalam melaksanakan kewajiban perpajakan melalui layanan ini.

 


PUBLISHED29 Oct 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: