Rumus Menghitung THR Lebaran dan Pajaknya - Klikpajak

Rumus Menghitung THR Lebaran dan Pajaknya

Memasuki bulan Ramadan, bagian HRD dan keuangan biasanya mulai disibukkan dengan perhitungan tunjangan hari raya bagi para pekerjanya. Tunjangan hari raya atau yang sering disebut dengan THR Lebaran diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Pelaksanaannya tidak boleh diabaikan karena dapat menimbulkan sanksi dari pemerintah. Oleh karena itu, baik pekerja maupun pemilik usaha wajib memahami bagaimana cara menghitung besaran dan pajak THR.

Cara Menghitung THR

Cara menghitung THR diatur dalam pasal 3 ayat Permenaker No.6/2016. Adapun besaran dimaksud tergantung pada masa kerja dan besaran upah bulanan pekerja sebagai berikut:

  1. Pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, berhak mendapatkan THR sebesar satu kali upah bulanannya,
  2. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan, berhak atas THR yang besarannya diperhitungkan secara proporsional dengan masa kerja. Rumusnya: masa kerja dalam bulan/ 12 x 1 upah bulanan.

THR harus diberikan dalam bentuk uang rupiah, dengan kata lain tidak boleh digantikan dengan barang seperti sembako, dll. Selain itu, THR juga merupakan objek pajak PPh 21 bagi para pekerja yang memiliki pendapatan di di atas Rp 4.500.000,00 tiap bulan atau sebesar Rp 54.000.000,00 per tahun.

Baca juga: Ini 5 Insentif Pajak Dampak COVID-19 dalam PMK No. 44 Tahun 2020

Contoh Perhitungan dan Pajak THR

Kasus: 

Bagian HRD PT Nusa Jaya menghitung THR Lebaran yang diterima oleh pekerjanya. Salah satu pekerjanya bernama Indra adalah adalah pegawai yang baru bekerja di PT. Nusa Jaya selama 10 bulan. Selama ini Indra menerima upah bulanan sebesar Rp 6.000.000,00. Terkait perpajakan, Indra telah memiliki NPWP dengan status K/1. 

Berikut adalah 4 langkah untuk menghitung besaran THR neto yang diterima Indra setelah Pajak Penghasilan Pasal 21: 

Langkah 1. Menghitung Besaran THR Lebaran Indra secara Proporsional

Berdasar masa kerja, Indra bekerja selama 10 bulan dalam satu tahun (10/12).

THR proporsional : 10 bulan/ 12 x Rp 6.000.000,00

:  Rp 5.000.000,00 (i)

Langkah 2. Menghitung PPh 21 atas Pendapatan Setahun

Pendapatan Rutin Rp 6.000.000,00

Pengurang

Biaya Jabatan 5% (Rp 300.000,00)

Pendapatan Netto Sebulan Rp 5.700.000,00

Pendapatan Netto Setahun Rp 68.400.000,00 (ii)

PTKP K/1 (Rp 63.000.000,00)

PKP Setahun Rp 5.400.000,00

Pajak Setahun 5% Rp 270.000,00 (iii)

Langkah 3. Menghitung PPh 21 atas THR

Pendapatan Netto Setahun Rp 68.400.000,00 (ii)

THR Rp 5.000.000,00 (i)

Pendapatan Total Rp 73.400.000,00

PTKP K/1 (Rp 63.000.000,00)

PKP Setahun Rp 10.400.00,00

Pajak Setahun 5% Rp 540.000,00 (iv)

Pajak PPh 21 atas THR : Rp 540.000,00 (iv) – Rp 270.000,00 (i)

: Rp 270.000,00 (v)

Langkah 4. Menghitung THR yang diterima Indra

THR yang Diterima Indra : THR Proporsional Masa Kerja – PPh 21

: Rp 5.000.000,00 (i) – Rp 270.000,00 (v)

: Rp 4.780.000,00

PT Nusa Jaya memiliki kewajiban untuk memungut PPh 21 atas THR Lebaran tersebut, membayarkannya dan melaporkannya ke negara.

Tahapan di atas adalah tahapan yang harus dilakukan oleh Bagian HRD atau Bagian Keuangan ketika menghitung besaran THR lebaran dan pajak terkaitnya apabila dilakukan secara manual. Dapat dibayangkan apabila pekerja yang dimiliki jumlahnya ratusan, tentu saja proses perhitungan ini akan membutuhkan banyak waktu serta tenaga kerja untuk menyelesaikannya. Belum lagi adanya risiko kesalahan hitung serta human error yang mungkin terjadi.

Anda dapat meminimalisasi hal tersebut dengan menggunakan aplikasi perpajakan digital KlikPajak. Selain dapat mengotomasi perhitungan pajak penghasilan, aplikasi ini dapat disinergikan dengan aplikasi pengelola sumber daya manusia. Sehingga akan sangat praktis, karena proses penginputan dilakukan secara langsung dan tidak diperlukan input manual.

Setelah menerima THR Lebaran, pastikan Anda menghitung dan membayar pajak THR sebagai upaya memenuhi kewajiban perpajakan Anda. Untuk memudahkan pembayaran pajak, Anda dapat menggunakan aplikasi pajak online seperti Klikpajak.

Baca juga: Mudah Urus Pajak, e-Billing dan e-Filing di Klikpajak juga Gratis

Klikpajak, Permudah Pembayaran Pajak THR Anda

Klikpajak adalah penyedia jasa aplikasi (ASP) resmi dari Dirjen Pajak. Platform pajak online Klikpajak juga memiliki fitur lengkap, mulai dari e-Billing yang memungkinkan wajib pajak badan dapat menerbitkan ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Contoh membuat ID Billing di e-Billing Klikpajak

 Contoh membuat ID Billing di e-Billing Klikpajak

Arsip riwayat Surat Setoran Pajak (SSP) dan ID Billing dengan aman tersimpan sesuai dengan jenis dan masa pajak yang diinginkan. Kemudian fitur e-Faktur Klikpajak yang memudahkan WP Badan untuk membuat dan mengelola faktur pajak masukan, faktur pajak keluaran, hingga faktur pajak retur.

e-faktur klikpajak

Contoh membuat faktur pajak di e-Faktur Klikpajak

Untuk urusan melaporkan SPT Tahunan Pajak, wajib pajak badan juga semakin dimudahkan dengan fitur e-Filing Klikpajak. Bahkan bisa mengakses e-Filing gratis selamanya dan dalam jumlah tak terbatas. Klikpajak juga memberikan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Badan dengan e-Filing Klikpajak, cukup upload CSV formulir SPT 1771 dan PDF yang dibutuhkan. Sedangkan untuk lapor SPT Masa di setiap bulannya, hanya perlu melampirkan CSV dan PDF dari perusahaan, serta pelaporan SPT Tahunan Pribadi untuk formulir 1770, yang riwayat pelaporan setiap tahunnya dapat tersimpan dengan aman di Klikpajak.

 

Contoh lapor pajak di e-Filing Klikpajak

Bukan hanya itu, wajib pajak juga akan lebih mudah melakukan pembetulan SPT apabila dibutuhkan sewaktu-waktu secara online dan bisa langsung terupdate secara otomatis. Karena seluruh aktivitas perpajakan terintegrasi secara terpusat melalui Tax Activity, makin memudahkan untuk mengecek kembali file mana saja yang masih perlu ada pembetulan atau statusnya masih kurang bayar maupun lebih bayar.

Cari tahu lebih banyak mengenai Klikpajak dan dapatkan informasi baru mengenai perkembangan dan fitur-fitur terbaru Anda juga dapat langsung melakukan registrasi untuk menggunakan Klikpajak secara gratis.


PUBLISHED29 May 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: