Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

Apakah Anda baru memulai bisnis yang bergerak di bidang perdagangan? Bingung bagaimana cara membuat laporkan keuangan perusahaan dagang? Ketahui jenis dan contoh laporan keuangan perusahaan dagang untuk kelancaran administrasi perpajakan Anda.

Setiap perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya pasti bertujuan mencari keuntungan atau laba.

Namun sudah menjadi rahasia umum, menjalankan usaha kadang tidak selalu mulus.

Untuk itu, salah satunya diperlukan pencatatan laporan keuangan.  

Laporan keuangan dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan bisnis atau usaha setiap periodenya.

Laporan keuangan bisa dibilang jalan cepat untuk mengetahui bagaimana kondisi sebuah usaha, yang sedang dijalankan, apakah untung atau rugi dan bagaimana prospek ke depannya.

Ingin mengetahui bagaimana kelola pajak dan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Secara spesifik dalam perusahaan dagang, laporan keuangan juga bermanfaat untuk memudahkan pemilik usaha atau pihak berkepentingan melihat bagaimana kondisi keuangan perusahaan, yang kemudian bisa menjadi bahan  pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk rencana masa depan.

Dalam skala perusahaan besar, laporan dijadikan referensi oleh investor. Sebab  informasi yang tercantum menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut.

Apabila data-data dalam laporan keuangan memperlihatkan kondisi finansial perusahaan dagang menurun dari periode sebelumnya atau keuntungan yang dihasilkan stagnan, maka investor bisa mendapat gambaran apakah akan tetap menanamkan modal di perusahaan tersebut atau tidak.

Note: Benefit Perusahaan Korporasi Menggunakan Klikpajak

Sebab jika keputusan tidak diambil, mereka bisa kehilangan dana yang telah ditanam pada saham perusahaan dagang tersebut.

Supaya risiko kerugian dapat diminimalisir, maka pemilik usaha, investor dan pihak terkait lainnya, harus bisa membaca laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan dagang.

Lantaran pentingnya laporan keuangan ini, maka pembuatan laporan keuangan itu harus lengkap, detail, serta tepat sehingga benar-benar bisa membantu pemilik usaha atau pihak berkepentingan lainnya di perusahaan, dalam mengembangkan bisnisnya di sektor industri perdagangan. 

Dengan begitu, jika laporan keuangan tidak dibuat dengan benar, tidak menutup kemungkinan pula ini bisa berdampak pada pengambilan keputusan yang salah dan masalah pada urusan kewajiban perpajakannya.

Lantas, bagaimana cara membuat laporan keuangan perusahaan dagang?

Klikpajak by Mekari akan mengulasnya berikut jenis laporan keuangan perusahaan dagang berserta contohnya untuk memudahkan administrasi perpajakan Anda.

Tentang Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Laporan keuangan perusahaan biasanya dibuat setiap akhir periode dari bisnis.

Akan tetapi, perihal waktu atau kapan periode laporan keuangan itu dibuat, tergantung dari keinginan pemilik usaha. 

Ada yang melakukannya sebulan sekali, bahkan ada pula yang satu minggu sekali menyusun laporan keuangan.

Namun yang bisa dipastikan adalah bisnis jenis apapun akan selalu membutuhkan laporan keuangan, termasuk perusahaan dagang tentunya.

Perusahaan dagang adalah sebuah bisnis atau perusahaan yang menjual objek atau benda kepada konsumen.

Itu artinya, yang dijual oleh kelompok usaha disektor ini adalah barang, seperti toko pakaian, toko gadget, kendaraan, dan usaha dagang lainnya.

Perusahaan dagang merupakan salah satu jenis bisnis yang mudah dijalankan karena berdasarkan proses, suatu perusahaan dagang akan membeli suatu barang lalu menjualnya kembali tanpa perlu mengubah esensi dan juga bentuk dari produk tersebut.

Lewat proses tersebut, perusahaan dagang pun mendapatkan keuntungan atau profit.

Sejauh ini, ada tiga jenis produk yang bisa dijual, yaitu: 

  1. Bahan baku dalam bentuk barang belum jadi 
  2. Bahan baku dalam bentuk barang setengah jadi. Misalnya bahan makanan
  3. Barang jadi

Sama seperti jenis perusahaan lain, setiap perusahaan dagang pastinya akan menyusun laporan keuangan.

Ini berlaku bagi perusahaan berskala kecil maupun yang sudah berskala besar dengan puluhan ribu karyawan, yang keberlangsungannya tergantung pada profit perusahaan dalam menjual produk-produknya.

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan ContohIlustrasi perusahaan dagang yang harus membuat laporan keuangan

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang dan Contoh

Ada empat jenis laporan keuangan perusahaan dagang.

Berikut penjelasannya secara lebih rinci, sekaligus contohnya.

Note: Begini Tips Cara Membuat Laporan Keuangan yang Simpel

1. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Laba Rugi

Seperti namanya, laporan keuangan laba rugi memberikan informasi terkait kegiatan operasional perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Laporan keuangan laba rugi dibuat untuk mengukur kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu. 

Laporan laba rugi berisi rincian mengenai pendapatan, laba atau rugi, dan pengeluaran atau beban perusahaan.

Di dalam laporan laba rugi ada dua unsur utama yakni penjualan dan beban, sedangkan unsur lainnya adalah harga pokok penjualan.

Dalam menyusun laporan laba rugi, berikut tiga hal yang harus diperhatikan:

  • Bentuk atau format laporan laba rugi industri dagang
  • Konsep dan pemahaman tiap elemen di dalam format laporan
  • Mengerti cara menganalisa kegiatan transaksi keuangan

Berikut ini, contoh laporan laba rugi untuk perusahaan dagang: 

PT AAA

Laporan Laba Rugi (Sederhana)

Periode 1 Januari 2021 – 31 Januari 2021

Keterangan 1-31 Januari 2021

(dalam satuan rupiah)

Pendapatan Operasional  
Pendapatan 1.655.556.277,5
Penjualan 1.713.660.342
Potongan Penjualan (58.104.064.5)
Diskon Penjualan (1.191.553.725)
Total Pendapatan Operasi 1.643.640.740,25
Harga Pokok Penjualan  
HPP (harga pokok penjualan) 1.009.386.140,07
Total HPP 1.009.386.140,07
Laba Kotor 634.254.600,18
Biaya Operasional  
Biaya Umum dan Administrasi (3.874.500,00)
Beban Utilitas, Administrasi, Sewa dan lainnya (3.874.500,00)
Biaya Ekspedisi, Pos dan Meterai (3.874.500,00)
Total Biaya Operasional (3.874.500,00)
Pendapatan dari Operasi 6.38.129.100,18
Pendapatan dan Beban Lainnya  
Pendapatan lainnya                              
Total Pendapatan Lainnya                     0.00
Biaya lainnya                              
Total Biaya Lainnya                     0.00
Total Pendapatan dan Biaya Lainnya                     0.00
Laba/Rugi Bersih (Sebelum Pajak) 638.129.100,18
Laba/Rugi (Setelah Pajak) 638.129.100,18
   

 

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

2. Laporan Keuagan Perusahaan Dagang Neraca

Tujuan membuat laporan neraca ini adalah untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan, dan melihat kegiatan keuangan  perusahaan, khususnya dari sektor pendapatan dan pengeluaran.

Dalam laporan neraca tercatat daftar komponen aktiva, kewajiban, serta modal dari suatu bisnis selama periode tertentu. 

Laporan neraca dibagi menjadi dua macam.

  • Pertama, bentuk staffel yang disusun secara ke bawah atau vertikal dan menempatkan saldo di bagian samping kolom debit
  • Kedua, neraca bentuk skontro, yang memisahkan antara komponen aktiva dan pasiva di bagian kanan dan kiri

Berikut ini contoh laporan neraca perusahaan dagang:

PT BBB

Neraca (Sederhana)

Periode 31 Januari 2021

(dalam juta rupiah)

Deskripsi Neraca
Aktiva  
Aktiva Lancar  
Kas dan bank  
Kas: 74.812.500
Kas IDR 30.090.000
Kas USD 33.900.000
Kas SGD 10.822.500
Bank: 2.931.549.587,55
Bank 1 (IDR) 319.434.889,2
Bank 2 (IDR) 2.378.089.691,55
Bank 3 (USD) 210.180.000
Bank 4 (SGD)               14.845.006,8
Jumlah Kas dan Bank 3.006.362.090,55
Piutang Dagang                                          
Jumlah Piutang Dagang 0
Persediaan  
Persediaan Barang Dagang: 1.471.430.501,25
Persediaan Bahan Tekstil 998.390.5-1,25
Persediaan Perkakas 56.166.000
Persediaan Elektronik 250.134.000
Persediaan Furniture                166.740.000
Jumlah Persediaan 1.471.430.501,25
Aktiva Lancar Lainnya:  
Biaya dibayar di muka 258.000.000
Sewa dibayar di muka 108.000.000
Asuransi dibayar di muka 150.000.000
PPn Masukan 289.170.656,4
Proyek dalam Proses              33.963.289,5
Jumlah Aktiva Lancar lainnya        581.133.948,9
Jumlah Aktiva Lancar 5.058.926.534,7
   

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan ContohIlustrasi membuat laporan keuangan perusahaan dagang

3. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Arus Kas

Ini adalah laporan yang menyajikan ringkasan pendapatan dan pengeluaran dana perusahaan dalam satu periode tertentu.

Laporan arus kas ada tiga macam kelompok aktivitas sebagai berikut:

a. Aktivitas Operasi 

Dalam aktivitas ini tercantum transaksi yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan.

Aktivitas transaksi bisa didapat pada laporan laba rugi, yaitu penjualan, harga pokok penjualan, serta beban operasional perusahaan.

b. Aktivitas investasi 

Ini terdiri dari transaksi yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan pada aktiva tetap.

c. Aktivitas pendanaan

Berisi informasi transaksi yang wajib dan modal perusahaan.

Sebagai contoh membayar utang, penambahan dana untuk modal, dan penjualan surat berharga perusahaan. 

Laporan arus kas terdiri dari dua jenis, yang penjelasannya sebagai berikut:

1. Laporan Arus Kas Metode Langsung (Direct Method)

Ini adalah cara menyusun laporan arus kas dengan menghitung arus kas dari komponen aktivitas operasi sesuai catatan pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

Berikut contoh laporan arus kas metode langsung untuk sebuah perusahaan dagang:

PT CCC

Arus Kas

Periode 31 Januari 2021

(dalam juta rupiah)

Aktivitas Operasional      
Arus Kas Masuk:      
Penjualan Sepeda 405.180.000    
Piutang    
Bunga Bank 5.866.304    
Total Arus Kas Masuk   411.046.314  
Arus Kas Keluar:      
Perlengkapan Kantor 615.000    
Iklan dibayar di muka 4.500.000    
Pembelian 49.506.000    
Gaji Karyawan 25.500.000    
Beban Listrik, Air dan Telepon 1.602.000    
Beban Perawatan 966.000    
Beban Operasional lainnya 420.000    
Administrasi Bank 1.869.000    
Total Arus Kas Keluar   84.978.000  
Arus Kas Aktivitas Operasi     326.068.3314
Aktivitas Investasi      
Peralatan Kantor    
Kendaraan Operasional                   –    
Arus Kas Aktivitas Inverstasi    
Aktivitas Pendanaan      
Utang Usaha (106.254.000)    
Uang Muka Pelanggan 9.000.000    
PPN Masukan (4.950.600)    
PPN Keluaran 40.518.000    
Modal Usaha                         –    
Arus Kas Aktivitas Pendanaan     (61.686.600)
Kenaikan atau penurunan kas     264.381.714
Saldo Awal Kas     919.185.000
Saldo Akhir Kas     1.183.566.714
      1.183.566.714
       

 

Note: Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

2. Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Ini merupakan cara menyusun laporan arus kas menurut aktivitas operasi perusahaan.

Penghitungannya dari laporan laba rugi, setelah dilakukan penyesuaian terhadap penyusutan dan amortisasi.

Dalam membuat laporan arus kas metode langsung, data yang dipakai bersumber dari:

  • Laporan neraca periode sebelumnya
  • Neraca tahun berjalan
  • Laporan laba rugi

Berikut contoh laporan arus kas metode tidak langsung pada perusahaan dagang:

PT CCC

Arus Kas

Periode 31 Januari 2021

(dalam juta rupiah)

Aktivitas Operasional      
Laba/Rugi Bersih   113.408.814  
Penyesuaian:      
Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor 900.000    
Akumulasi Penyusutan Kendaraan 1.432.500    
Total Penyesuaian   2.332.500  
Kenaikan & Penurunan Kas:      
Piutang (67.576.500)    
Persediaan Sepeda (34.149.000)    
Perlengkapan Kantor 135.000    
Sewa dibayar di muka 5.250.000    
Iklan dibayar di muka (3.000.000)    
Total Kenaikan & Penurunan Kas   (99.340.500)  
Arus Kas Aktivitas Operasi     16.400.814
Aktivitas Investasi      
Peralatan Kantor    
Kendaraan                         –
Arus Kas Aktivitas Investasi      
Aktivitas Pendanaan      
Utang Usaha   236.622.600  
Uang Muka Pelanggan    
PPN Masukan   (36.121.200)  
PPN Keluaran   47.479.500  
Modal Usaha                        –  
Arus Kas Aktivitas Pendanaan     247.980.900
Kenaikan atau Penurunan Kas     264,381.714
Saldo Awal Kas     91.918.500
Saldo Akhir Kas     1.183.566.714
       

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan ContohIlustrasi membuat laporan kuangan perusahaan dagang

4. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Utang

Apa itu laporan utang?

Laporan utang berarti laporan yang memberikan informasi secara detail kegiatan transaksi penambahan dan pengurangan utang perusahaan, serta saldo akhir hutang dari setiap supplier.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contoh laporan utang perusahaan dagang berikut ini:

PT CCC

Laporan Utang

Periode 31 Januari 2021

(dalam juta rupiah)

Kode

Supplier

Nama

Supplier

Saldo

Awal

Utang

Pembelian Potongan

Pembelian

Retur

Pembelian

PPN

Masukan

Pembayaran

Utang

Saldo

Akhir

Utang

A-1 PT DDD 60.204 106.680 10.668 60.204 117.348
A-2 PT EEE 78.378 147.513 14.751,3 40.050 194.601,3
A-3 PT FFF 86.568 78.366 20.853 5.751,3 149.832,3
A-4 PT GGG 159.150 159.150
                 
  Total 384.309 332.559 20.853 31.170,6 106.254 620.931,6

 

Note: Cara Mengajukan Surat Keterangan PP 23 Tahun 2018 Online

5. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Piutang

Laporan piutang adalah laporan rincian transaksi penambahan dan pengurangan piutang perusahaan serta saldo akhir piutang pada masing-masing pembeli (customer).

Berikut adalah contoh laporan piutang perusahaan dagang:

PT CCC

Periode 31 Januari 2021

(dalam juta rupiah)

Kode

Pembeli

Nama

Pembeli

Saldo

Awal

Piutang

Penjualan Uang

Muka

Pembeli

Potongan Penjualan Retur

Penjualan

PPN

Keluaran

Pembayaran

Piutang

Saldo

Piutang

 

B-1 Pak Kelik 69.615 9.000 6.961,5 67.576,5
                   
                   
  Total 69.615 9.000 6.961,5 67.576,5

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan ContohIlustrasi menyusun laporan keuangan perusahaan dagang dan administrasi perpajakannya

6. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Persediaan Barang

Seperti namanya, laporan ini berisi rincian mengenai stok barang.

Contohnya daftar kode barang, harga jual, stok awal, pembelian dan penjualan barang, retur pembelian, serta stok akhir yang masih tersedia pada gudang maupun toko.

Laporan persediaan barang ini terdiri dari dua jenis, yakni laporan fast moving inventory dan laporan slow moving inventory.

Berikut contoh laporan persediaan barang untuk fast moving:

PT CCC

Laporan Persediaan Barang

Laporan Inventory Fast Moving

Berdasarkan Kuantitas Penjualan

Periode 1 Januari 2021 – 31 Januari 2021

Kategori Barang: Semua Barang

(nilai dalam juta rupiah)

No Kode Nama

Barang

Satuan Jumlah

Penjualan

Nilai

Penjualan

Rasio (%)
1 PPT-0000015 Papan Tulis Pcs 5.00 600.000 90.00
2 BKU-0000021 Buku Unit 60.00 8.850,9 41.02
3 GLS-0000034 Gelas Unit 8.00 67.500 54.32
4 TAB-0000047 Tas Belanja Pcs 10.00 166,5 35.50
5 SPT-0000051 Sepatu Pcs 21.00 985,8 50.05
6 BJR-0000062 Baju Renang Unit 25.00 3.000 15.00
7 JPT-0000078 Jepit Pcs 8.00 300 10.80
8 KRJ-0000082 Keranjang Pcs 9.00 2.878,5 63.09
9 PNS-0000096 Pensil Pcs 3.00 105 13.07
10 EBR-0000088 Ember Pcs 23.00 1.340,1 9.98
             

 

Note: Jenis Insentif Pajak yang Diperpanjang hingga Desember 2021

Sedangkan ini contoh dari laporan persediaan barang untuk slow moving inventory.

PT CCC

Laporan Inventory Slow Moving

Berdasarkan Kuantitas Penjualan

Peiode 1 Januari 2021 – 31 Januari 2021

Kategori Barang: Semua Barang

(nilai dalam juta rupiah)

No. Kode Nama

Barang

Satuan Jumlah

Penjualan

Nilai

Penjualan

Rasio (%)
1 CTB-0000023 Cat Tembok Box 6.00 6.600 (100,00)
2 MYG-0000014 Minyak Goreng Liter 5.00 42,6 0,20
3 KSO-0000019 Kaos Olahraga Unit 22.00 246,9 1,70
4 AMR-0000015 Air Mineral Box 4.00 30 0,16
5 BKG-0000010 Buku Gambar Unit 65.00 674,1 3.15
6 SPD-0000018 Sepeda Unit 48.00 4.308,9 5.18
7 JKT-0000021 Jaket Pcs 3.00 300 0,25
8 KMP-000002 Kompor Unit 3.00 6.000 3.68
9 KRN-0000011 Keran Unit 6.00 300 4.12
10 LMK-0000050 Lem Kayu Pcs 50.00 1.340,1 8.39
             

 

Itulah beberapa contoh dari jenis laporan keuangan perusahaan dagang yang bisa dijadikan panduan untuk penyusunan laporan keuangan Anda.

Agar lebih mudah melakukan pengelolaan pajak sekaligus laporan keuangan usaha, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak, Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

Mudah Urus Pajak dengan Klikpajak

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar pajak, hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh dengan mudah.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda secara akurat untuk menghindari sanksi denda akibat kesalahan penghitungan.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang membuat administrasi perpajakan Anda efefktif dan efisien:

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan ContohContoh membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Berikut tutorial langkah-langkah cara lapor SPT Tahunan Pribadi dan SPT Tahunan Badan:

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan ContohAplikasi lapora SPT pajak online di e-Filing

Aturan Baru Tarif Sanksi Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Begitu juga sanksi atas pembetulan SPT.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Berikut rincian aturan sanksi dan denda pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Jenis dan Contoh

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Itulah tadi jenis dan contoh laporan keuangan perusahaan dagang

Ingin lebih mudah kelola pajak dan keuangan usaha?

Ikuti demo online di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda kapan saja.


PUBLISHED25 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: