Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi Perpajakan

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contohnya untuk Administrasi Perpajakan

Setiap usaha yang didirikan selalu membutuhkan yang namanya laporan keuangan. Sebab sebagai subjek yang dikenakan pajak, harus memenuhi kewajiban pajaknya yang dihitung berdasarkan data laporan keuangannya. Ketahui jenis-jenis laporan keuangan dan contohnya untuk administrasi perpajakan Anda.

Jika Anda ingin melihat sehat atau tidaknya sebuah usaha, salah satu caranya tengoklah laporan keuangannya.

Sebab dari laporan keuangan tersebut, dapat diketahui bagaimana kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu.

Laporan keuangan bukan hanya untuk perusahaan besar, namun bagi UMKM juga penting memiliki laporan keuangan.

Ingin mengetahui bagaimana cara kelola pajak dan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan laporkan keuangan perusahaan/usaha di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Dengan adanya laporan keuangan, seorang pemilik usaha maupun investor bisa melihat atau mengecek kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu.

Dengan begitu, juga dapat ditarik sebuah strategi untuk perkembangan perusahaan selanjutnya.

Utang pada sebuah perusahaan bukan berarti perusahaan itu mengalami kesulitan, namun kuncinya bagaimana cara perusahaan itu mengelola manajemen utang dan aset yang dimiliki demi keberlangsungan bisnisnya.

Keberadaan laporan keuangan juga sangat dibutuhkan saat lapor SPT Tahunan.

Lalu, bagaimana cara membuat laporan keuangan? Berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Ketentuan Membuat Laporan Keuangan dan Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan harus dibuat sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Dalam membuat laporan keuangan, juga dibutuhkan ketelitian sehingga data yang disajikan akurat dan benar. 

Laporan keuangan biasanya dibuat setiap tiga bulan, empat bulan, atau satu tahun.

Semua itu tergantung dari kebijakan pemilik usaha, yang intinya tetap saja laporan keuangan itu harus berisi data kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. 

Perusahaan bukan sekadar tempat aktivitas jual-beli barang atau jasa saja.

Namun di dalamnya ada aktivitas lain, seperti utang-piutang, investasi, hingga pengelolaan aset, yang semuanya harus dilaporkan kepada pemilik usaha atau pemangku kepentingan lain seperti investor yang mengucurkan modal.

Note: Begini Tips Cara Membuat Laporan Keuangan yang Simpel

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, laporan keuangan perusahaan yang lengkap terdiri dari 5 jenis, yang memiliki fungsi berbeda. Detail dan contohnya seperti berikut:

1. Jenis-Jenis Laporan Keuangan Laba Rugi

Laporan jenis ini biasanya disebut dengan profit and loss statement. Laporan keuangan ini berfungsi untuk melihat apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian. 

Ada dua cara untuk membuat laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap).

Namun beberapa orang menilai laporan laba rugi single step lebih mudah karena lebih sederhana penghitungannya.

Sebaliknya, laporan laba rugi multiple step dinilai lebih kompleks.

Dalam laporan laba rugi multiple step, harus dipisahkan terlebih dahulu transaksi operasional dan non operasional.

Setelah itu, dilakukan pengurangan selisih antara pendapatan dan biaya yang ditanggung perusahaan. 

Berikut ini contoh Laporan Laba Rugi (single step):

PT AAA

Laporan Laba Rugi (PL)

Periode 01 Januari 2021 – 31 Januari 2021

Akun

 

31 Januari 2021

(dalam mata uang Rp)

4.0.00 PENDAPATAN    
4.1.00 Pendapatan usaha   550.000.000
4.1.01 Pendapatan Total pendapatan 550.000.000
       
5.0.00 Harga pokok penjualan    
5.1.00 Harga pokok penjualan   250.000.000
5.1.01 Harga pokok penjualan    
       
5.2.00 Harga pokok barang dagang     15.000.000
5.2.01 Pembelian    
    Total harga pokok penjualan 265.000.000
    Laba kotor

(Total laba kotor – total biaya)

285.000.000
6.0.00 BIAYA    
6.1.00 Biaya usaha    
6.1.01 Biaya umum dan administratif   75.000.000
    Total pendapatan usaha

(total laba kotor – total biaya)

210.000.000
7.0.00 Pendapatan lainnya    
7.1.00 Pendapatan di luar usaha    
7.1.01 Pendapatan lainnya   150.000.000
    Total pendapatan lainnya 150.000.000
8.0.00 Biaya lainnya    
8.1.00 Biaya diluar usaha    
8.1.01 Biaya lainnya   20.000.000
  Total pendapatan di luar usaha

(total pendapatan lainnya – total biaya lainnya)

130.000.000
  Laba – Rugi bersih

(total pendapatan usaha + total pendapatan di luar usaha)

340.000.000

 

Contoh jenis-jenis laporan keuangan laba rugi single step di aplikasi pembukuan online Jurnal.id:

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi PerpajakanContoh laporan laba rugi single step

Berikut contoh laporan Laba Rugi multi step di pembukuan online Jurnal.id:

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi Perpajakan

2. Jenis-Jenis Laporan Keuangan Arus Kas

Laporan arus kas atau cash flow statement adalah laporan yang dibuat untuk menunjukkan keluar masuknya aliran kas perusahaan. Laporan keuangan ini dapat menjadi indikator untuk memprediksi arus kas di masa mendatang berdasarkan laporan saat ini. 

Berikut ini contoh Laporan Arus Kas :

PT AAA

Arus kas

Periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021

Akun dan Kategori

Periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021

(dalam Rp)

Arus kas dari aktivitas operasional

 

Pemasukan dari pelanggan 5.000.000
Asset lancar lainnya 0.00
Pembayara ke penjual kain (2.000.000)
Kartu kredit dan liabilitas jangka pendek lainnya 0.00
Pendapatan lainnya 0.00
Pengeluaran operasional (500.000)
Kas bersih yang diperoleh dari Aktivitas Operasional                                                                                                                                                                                                                                                                               -2.500.000

 

Arus kas dari aktivitas investasi

 

Perolehan/penjualan aset 0.00
Aktivitas investasi lainnya 0.00
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi 0.00
 

Arus kas dari aktivitas keuangan

 

Pembayaran atau penerimaan pinjaman 0.00
Ekuitas atau modal 250.000.000
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas keuangan                                                                                                                                                                                                                                                                                     250.000.000

 

Kenaikan (penurunan) kas 247.000.000
Total revaluasi bank 0.00
Saldo kas awal 0.00
Saldo kas akhir 247.500.000

 

Contoh jenis-jenis laporan keuangan arus kas di aplikasi pembukuan online Jurnal.id:

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi PerpajakanContoh laporan arus kas

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi PerpajakanIlustrasi membuat laporan keuanagn

3. Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perubahan Modal

Sesuai dengan namanya, laporan perubahan modal ditujukan untuk menggambarkan informasi perubahan, baik itu peningkatan maupun pengurangan jumlah modal masing-masing pemegang saham. 

Dari laporan perubahan modal, Anda tidak hanya dapat melihat perubahan apa saja yang terjadi pada modal perusahaan, namun terlihat pula berapa jumlah modal awal perusahaan, jumlah pengambilan dana pribadi dalam satu periode, dan juga laba rugi bersih perusahaan. 

Untuk itu, sebelum menyusun laporan perubahan modal, perusahaan harus membuat dulu laporan laba rugi.

Ini adalah contoh Laporan Perubahan Modal :

PT BBB

Laporan perubahan modal

Periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021

Kode akun Nama akun Permulaan

(Rp)

Debit

(Rp)

Kredit

(Rp)

Saldo akhir

(Rp)

3-30000 Modal saham 0.00 0.00 100.000.000 100.000.000
3-30001 Tambahan modal disetor 0.00 0.00 75.000.000 75.000.000
3-30100 Laba ditahan 0.00 0.00 0.00 0.00
3-30200 Deviden 0.00 0.00 0.00 0.00
3-30300 Pendapatan komprehensif lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00
3-30999 Ekuitas saldo awal 0.00 0.00 150.000.000 250.000.000
Total 550.000.000   325.000.000 425.000.000
Pergerakan 325.700.000  

 

Contoh jenis-jenis laporan keuangan perubahan modal di aplikasi pembukuan online Jurnal.id:

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi PerpajakanContoh laporan perubahan modal

4. Jenis-Jenis Laporan Keuangan Neraca

Balance sheet atau nama lain dari laporan keuangan neraca dibuat untuk melihat posisi dan informasi keuangan dalam satu periode. Laporan ini mengacu pada rumus persamaan akuntansi “aset= kewajiban + modal”

Berikut contoh Laporan Neraca :

PT AAA

Laporan keuangan neraca

Periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021

Daftar akun Saldo Awal (Rp) Pergerakan (Rp) Saldo Akhir (Rp)
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit
Aset

 

1-10001 Kas 0.00 0.00 300.000.000 0.00 300.000.000 0.00
1-10002

Bank DKI

0.00 0.00 50.000.000 0.00 59.000.000 0.00
1-10100

Piutang usaha

0.00 0.00 60.000.000 0.00 60.000.000 0.00
1-10101

Piutang belum ditagih

0.00 0.00 1.000.000 0.00 1.000.000 0.00
1-10200

Persediaan barang

0.00 0.00 12.000.000 0.00 6.500.000 0.00
1-10502

Pajak dibayar di muka PPh 23

0.00 0.00 6.000.000 0.00 65.000.000 0.00
1-10705

Aset tetap – inventaris kantor

350.000.000 0.00 0.00 0.00 150.000.000 0.00
1-10754 akumulasi penyusutan mesin dan peralatan penunjang kerja 0.00 200.000.000 0.00 780.000.000 0.00 25.000.000
Kewajiban

 

2-20100

Hutang usaha

0.00 0.00 0.00 10.500.000 0.00 35.000.000
2-20500

PPN Keluaran

0.00 0.00 0.00 42.000.000 0.00 45.000.000
2-20503

Hutang pajak – PPh 23

0.00 0.00 0.00 25.000.000 0.00 35.000.000
Ekuitas

 

3-30000 modal saham 0.00 0.00 0.00 50.500.000 0.00 55.000.000
3-30001 tambahan modal disetor 0.00 0.00 0.00 5.000.000 0.00 1.000.000

 

Contoh jenis-jenis laporan keuangan neraca di aplikasi pembukuan online Jurnal.id:

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi PerpajakanContoh laporan keuangan neraca

5. Jenis Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan jenis ini bukanlah laporan yang wajib dibuat perusahaan. Walhasil, umumnya yang membuat laporan ini hanyalah perusahaan berskala besar atau perusahaan terbuka.

Jenis laporan ini terbilang unik karena merupakan laporan yang berkaitan dengan laporan keuangan yang telah disajikan.

Dengan begitu, laporan ini sifatnya menyertai laporan keuangan sebelumnya.

Agar lebih mudah melakukan administrasi perpajakan dan membuat laporan keuangan usaha, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi Perpajakan

Melalui Klikpajak, Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

ntegrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Gunakan Klikpajak untuk Kemudahan Perpajakan Anda

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar pajak, hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh dengan mudah.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda secara akurat untuk menghindari sanksi denda akibat kesalahan penghitungan.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang membuat administrasi perpajakan Anda efefktif dan efisien:

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi Perpajakan

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contoh, untuk Administrasi Perpajakan

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Berikut tutorial langkah-langkah cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan:

Aturan Baru Tarif Sanksi Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Begitu juga sanksi atas pembetulan SPT.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Berikut rincian aturan sanksi dan denda pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Ingin mengetahui cara kelola pajak dan keuangan bisnis?

Ikuti demo online di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.


PUBLISHED24 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: