Syarat dan Cara Lapor SPT Masa PPN 2019 - Klikpajak

Syarat dan Cara Lapor SPT Masa PPN 2019

SPT Masa PPN 2019 dibebankan pada Wajib Pajak Badan untuk melaporkan penghitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang terhutang. Selain untuk melaporkan pelunasan pajak, SPT Masa PPN juga berfungsi untuk melaporkan harta dan kewajiban serta penyetoran pajak dari pemotong atau pemungut.

Pelaporan SPT Masa PPN harus dilakukan setiap bulan, meskipun tidak ada perubahan neraca atau pun nilai pada masa pajak adalah nihil. Dengan batas akhir pelaporan pada hari terakhir bulan berikutnya setelah akhir masa pajak yang bersangkutan. Bila Wajib Pajak gagal melaporkan, maka akan mendapat denda sebesar RP 500,0000,00, sebagaimana yang di atur dalam UU KUP Pasal 7 Ayat 1.

Cara lapor SPT Masa PPN 2019 yang akan dibahas pada artikel ini adalah menggunakan kanal e-Filing dengan pengunggahan file CSV. Dapat dikatakan cara ini merupakan cara yang paling mudah, karena Anda hanya tinggal login, upload dan mendapat kode laporan penerimaan laporan perpajakan. Tapi sebelum membahas lebih detail, mari sedikit mundur dan melihat syarat yang harus Anda penuhi.

Baca Juga : DJP Online: Cara Mudah Registrasi Akun Baru Wajib Pajak

 

Syarat Lapor SPT Masa PPN

Berikut syarat-syarat untuk melapor SPT Masa PPN 2019:

  • Syarat utama tentu saja memiliki EFIN yang bisa didapatkan melalui pengajuan ke KPP.
  • Buat laporan SPT Masa PPN 2019 dengan menggunakan e-Faktur.
  • Setelah memiliki berkas tersebut, Anda juga disarankan membuat salinan laporan dalam format PDF. Meski tidak wajib, namun PDF ini nanti dapat berfungsi sebagai berkas pendukung dan pelengkap CSV yang diunggah.
  • Setiap melakukan upload, hanya dapat masing-masing 1 laporan yang sama (format PDF dan CSV).
  • Sekali lagi, pastikan berkas yang Anda miliki merupakan berkas yang dibuat dengan menggunakan aplikasi e-Faktur. Karena hanya berkas dari aplikasi ini saja yang bisa dibaca dalam pengunggahan.
  • Pastikan tidak mengubah nama berkas yang dibuat dari aplikasi tersebut, baik PDF maupun CSV.
  • Untuk file PDF, jangan unggah berkas hasil scan atau pemindaian. Namun unggah berkas hasil convert dari CSV yang Anda miliki.

 

Cara Lapor SPT Masa PPN

Setelah Anda menyiapkan CSV dan PDF hasil dari aplikasi e-Faktur, pastikan kembali namanya tidak diganti. Umumnya, nama berkas output dari e-Faktur terdiri dari 39 karakter kombinasi angka dan huruf. Nama ini tidak boleh diganti, agar tidak terjadi kesalahan identifikasi ketika Anda unggah dan pelaporan dapat berjalan lancar.

Sebab sederet karakter tersebut memiliki makna dan arti spesifik yang menunjukkan laporan SPT Anda. 15 digit pertama merupakan NPWP Anda atau perusahaan Anda. 8 digit selanjutnya adalah Masa dan Tahun Pajak Surat Pemberitahuan yang Anda buat. 2 digit selanjutnya adalah jenis SPT (bisa normal atau pembetulan). 11 digit terakhir adalah identitas dari SPT yang Anda buat.

Langkah yang harus Anda lakukan untuk lapor melalui Klikpajak adalah sebagai berikut.

  1. Masuk ke akun Klikpajak Anda melalui my.klikpajak.id, masukkan email beserta password yang Anda miliki, kemudian klik ‘Masuk’.
  2. Anda akan masuk ke halaman utama dashboard Klikpajak. Pastikan Anda telah mendaftarkan e-Filing (melalui ‘Settings’), jika belum, maka akan muncul pilihan daftar e-Filing, klik dan ikuti langkah yang ada.
  3. Klik pada ‘Prepare Tax’, pilih ‘Lapor Pajak’, pilih SPT yang ingin dilaporkan (SPT Normal atau SPT pembetulan), lalu pilih jenis pajak (pilih sesuai dengan keperluan Anda), kemudian pilih masa pajak yang ingin dilaporkan. Setelah selesai, klik ‘ Lanjutkan’.
  4. Akan muncul satu pertanyaan pada laman berikutnya. Jika Anda belum pernah melaporkan SPT Tahunan melalui Klikpajak, maka tandai pilihan pertama, yang menyatakan bahwa akan dilakukan penghitungan dan pembayaran pajak terlebih dahulu. Jika Anda ingin langsung melaporkan SPT, tandai pilihan kedua yang menyatakan bahwa Anda akan langsung melaporkan SPT Anda. Klik ‘Lanjutkan’.
  5. Berikutnya Anda akan menghadapi pertanyaan kembali, dan disarankan untuk menandai pilihan pertama demi mudahnya proses pelaporan SPT. Klik ‘Lanjutkan’.
  6. Setelah itu, Anda akan masuk pada dashboard pelaporan SPT Tahunan masa pajak 2019. Langkah selanjutnya cukup sederhana, yakni Anda tinggal mengunggah file CSV dan PDF dengan nama yang sama yang Anda miliki. Klik ‘Lanjutkan’.
  7. Akan muncul pemberitahuan melalui email bahwa pelaporan SPT Tahunan Anda telah selesai dilaksanakan. Bukti lapor yang ada akan diterima melalui email dan dapat diperiksa beberapa menit kemudian.
  8. Setelah selesai, Anda bisa memeriksa status pajak yang telah dilaporkan pada menu ‘Status Pajak’. Di sini akan muncul data mengenai pajak yang pernah Anda laporkan melalui Klikpajak, dan dapat digunakan sebagai arsip penyimpanan bukti pelaporan pajak yang Anda lakukan.

Langkah lebih jelasnya dapat dilihat di sini berupa video tutorial.

Baca Juga : Persyaratan e-Faktur untuk Lapor SPT Masa PPN

 

Mudah dan ringkas bukan prosesnya? Kurang dari hitungan lima menit, keperluan pelaporan SPT Masa PPN 2019 Anda bisa diselesaikan. Tanpa perlu ke kantor pajak, tanpa perlu berbagai berkas apapun, cukup dengan dua file CSV dan PDF yang bisa Anda buat dengan bantuan aplikasi terkait, urusan laporan SPT bisa diselesaikan.

Selain mudah dioperasikan, bila Anda melakukan pelaporan pajak melalui Klikpajak, Anda akan mendapatkan fitur pengarsipan laporan atas transaksi yang Anda lakukan. Sehingga akan sangat memudahkan melakukan pengecekan transaksi yang sudah dilakukan di kemudian hari. Pelajari lebih lanjut kelebihan dan fitur Klikpajak lainnya di sini.

 


PUBLISHED24 Sep 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: