Penyebab Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Gagal dan Cara Mengatasi

Penyebab Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Gagal dan Cara Mengatasi

NSFP adalah kode yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk penomoran Faktur Pajak sebagai validasi faktur yang dibuat Pengusaha Kena Pajak (PKP). Ketahui penyebab permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) gagal agar pembuatan e-Faktur lancar.

NSFP umumnya terdiri dari 16 digit yang merupakan kombinasi antara angka, huruf, dan keduanya, yakni:

  • Dua digit pertama menunjukkan kode transaksi
  • Satu digit selanjutnya menunjukkan kode status
  • Tiga belas sisanya merupakan NSFP yang diterbitkan DJP satu kali setahun

Untuk mendapatkan NSFP, PKP dapat mengajukannya secara manual melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat, maupun melalui e-Nofa (Elektronik Nomor Seri Faktur Pajak).

e-Nofa adalah aplikasi DJP yang digunakan untuk meminta NSFP secara online (daring).

Melalui e-Nofa, permintaan NSFP akan lebih terpantau karena nomor yang diterbitkan langsung berada di bawah pengawasan DJP. Sehingga risiko kecurangan atau manipulasi yang membuat Faktur Pajak tidak sah dapat dihindari.

Namun permintaan NSFP melalui e-Nofa tidak selalu mulus. Ada kalanya proses pengajuan gagal. Apa penyebab permintaan Nomor Seri Faktur Pajak ini gagal? Berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Penyebab Gagalnya Permintaan NSFP

Terkadang fenomena gagalnya melakukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak sering kali dialami PKP. Apa saja yang menjadi penyebab gagalnya permintaan NSFP?

Sebelum mengajukan permintaan NSFP di e-Nofa, sebenarnya ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh PKP, di antaranya:

  • Memiliki dan menginstal Sertifikat Elektronik pajak
  • Memiliki kode aktivasi serta kata sandi yang diberikan DJP

Note: Saat membuat Faktur Pajak, ketahui bagaimana Perlakuan Jika NSFP Habis dan Bagaimana Ketentuan Penggunaan Tanggalnya

Namun meski semua persyaratan sudah dilakukan, ada kalanya permintaan NSFP gagal. Penyebabnya adalah:

  1. Muncul notifikasi “Error! Username/password is invalid!”, artinya username dan kata sandi atau password yang PKP masukkan salah
  2. Di layar perangkat yang digunakan oleh PKP baik itu komputer maupun laptop, muncul notifikasi There is a problem with this website’s security certificate
  3. Muncul notifikasi “Your connections is not secure
  4. Muncul notifikasi “This connections is untrusted
  5. Ada masalah pada SSL Connection yang terdapat di browser

Ilustrasi permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Elektronik

Solusi Permintaan NSFP Gagal

Apabila terjadi kendala seperti di atas yang menyebabkan gagalnya permintaan Nomor Seri Faktur Pajak, Anda tidak perlu khawatir.

Berikut adalah solusi yang bisa Anda lakukan saat menghadapi permintaan NSFP gagal:

1. Apabila muncul notifikasi “Error! Username is not valid“

Anda perlu untuk memastikan apakah username (NPWP) dan password yang dimasukkan sudah benar.

2. Periksa Sertifikat Elektronik yang Anda miliki

Kemungkinan masalah muncul karena Sertifikat Elektronik Anda sudah kadaluarsa atau sudah melewati tanggal aktifnya.

Untuk itu, perlu diajukan pembaruan sertifikat elektronik dengan mendatangi KPP terdaftar.

Note: Sebelum membuat Faktur Pajak, ajukan permohonan Digital Certificate. Begini Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik e-Faktur.

3. Mengakses e-Nofa melalui peramban Mozilla Firefox, muncul notifikasi “Your Connections is Not Secure“

Jika menghadapi kendala ini, yang perlu Anda lakukan hanya meng-klik tombol “Advanced”, lalu  muncul tombol “Add Exception“.

Setelah muncul “Add Security Exception“, pastikan location diisi dengan http://efaktur.pajak.go.id. Lalu, klik “Confirm Security Exception“.

4. Ketika ada notifikasi “secure connection failed”

Ketika mendapatkan notifikasi seperti ini, maka Anda hanya perlu merefresh kembali browser yang digunakan. 

5. Jika menggunakan satu browser tetap gagal, misalnya Mozilla Firefox

Pada saat menghadapi kendala ketika mengguna browser tersebut, maka gunakan browser lain seperti Google Chrome atau Opera.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak setelah melakukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak

NSFP Siap Digunakan untuk Membuat Faktur Pajak

Ketika seluruh masalah terkait permintaan Nomor Seri Faktur Pajak berhasil ditangani dengan solusi-solusi di atas, maka Anda sudah dapat mengajukan permintaan NSFP melalui e-Nofa.

Jika NSFP sudah diperoleh, selanjutnya membuat Faktur Pajak sesuai kebutuhan Anda.

Agar lebih mudah membuat e-Faktur, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Membuat e-Faktur di Klikpajak

Dengan e-Faktur Klikpajak, Anda akan mudah mengelola administrasi perpajakan mulai dari:

  • Membuat Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Untuk langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Fitur Lainnya di Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Selain e-Faktur, berikut fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan:

Contoh membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot yang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh fitur lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak

e-Filing Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak. Sebab Anda akan dipandu dengan langkah-langkah mudah.

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak kapan saja dan di mana saja, seperti:

  • Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Selengkapnya kemudahan dalam urusan penyampaian pajak mulai dari Membuat ID Billing hingga lapor SPT online lewat aplikasi e-Filing Klikpajak juga gratis, baca di SINI.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Anda bisa menyimpan semua riwayat ID Billing dan SSP secara aman sesuai jenis serta masa pajak yang diinginkan.

Bukan hanya itu, Anda juga bisa menyimpan dengan rapi dan aman Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh fitur akuntansi pajak online Jurnal.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED04 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: