Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

Cara Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan pelonggaran terhadap Wajib Pajak (WP) untuk dapat melakukan pembetulan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) pajaknya jika dirasa perlu. Klikpajak by Mekari akan mengulas cara pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing.

Pembetulan SPT pajak biasanya dilakukan karena adanya kesalahan dalam pengisian data maupun ada data yang berubah dan membuat SPT perlu dibetulkan.

Lalu, bagaimana cara pembetulan SPT Tahunan pribadi ini?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan mengingatkan Sobat Klikpajak yang punya usaha, ada cara mudah untuk Kelola pajak sekaligus keuangan bisnis dengan cara mudah dan praktis.

Ingin mengetahui cara mengelola pajak dan laporan keuangan bisnis, ikuti demo online Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak kapan saja.

Berapa kali Sobat Klikpajak dapat membetulkan SPT Tahunan?

Jawabnya adalah tidak terbatas, selama jangka waktu pelaporan SPT Tahunan belum habis yakni hingga 31 Maret untuk pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi ini.

Pembetulan SPT Tahunan juga tidak terbatas selama sebelum dilakukan pemeriksaan atau Tindakan oleh pihak DJP.

Sebab, ketika pembetulan pelaporan SPT Sobat Klikpajak sudah diperiksa oleh DJP dan hasilnya adalah PPh terutang lebih besar, maka Sobat Klikpajak harus membayar kekurangan PPh terutang tersebut berikut jumlah sanksi atau dendanya.

Apa saja ketentuan pembetulan SPT Tahunan Pribadi ini, Klikpajak by Mekari akan menjabarkannya untuk kelancaran pelaporan SPT pajak Sobat Klikpajak.

Ketentuan dan Syarat Pembetulan SPT Tahunan Pribadi

Sesuai dengan ketentuan perpajakan, pembetulan SPT pajak merupakan hak Sobat Pajak sebagai wajib pajak ketika ada kesalahan atau kekeliruan pada pelaporan SPT.

Berikut ketentuan dan syarat pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing yang termaktub dalam Pasal 6 ayat (2) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-01/PJ/2016:

1. Belum terima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan

Syarat pertama Sobat Klikpajak masih bisa melakukan pembetulan SPT adalah jika Surat Pemberitahuan Pemeriksaan belum disampaikan.

DJP biasanya melayangkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan kepada WP, wakil, kuasa, pegawai, atau anggota keluarga yang telah dewasa dari wajib pajak.

Note: Cara Mengajukan Penundaan atau Perpanjangan Penyampaian SPT Tahunan

2. Belum ada Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Bukti Permulaan

Selama Sobat Klikpajak belum mendapatkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Bukti Permulaan, artinya masih dapat melakukan pembetulan SPT.

DJP biasanya mengirimkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Bukti Permulaan kepada WP, wakil, kuasa, pegawai, atau anggota keluarga yang telah dewasa dari wajib pajak.

3. Pembetulan SPT sebelum masa daluwarsa

Jika dalam pembetulan SPT tersebut Sobat Klikpajak menyatakan rugi atau lebih bayar, maka pembetulan SPT harus disampaikan paling lama 2 tahun sebelum daluwarsa penetapan.

Note: Insentif Pajak PPh 21 Karyawan Diperpanjang hingga Juni 2021 dan 5 Jenis Insentif Pajak Lainnya

4. Jika sudah menerima surat dari DJP

Ingat, Sobat Klikpajak harus menyampaikan pembetulan dalam waktu 3 bulan setelah menerima:

  • Surat Ketetapan Pajak (SKP)
  • Surat Keputusan Keberatan (SKK)
  • Surat Keputusan Pembetulan
  • Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali

Pembetulan SPT Tahunan yang disampaikan karena menerima berapa surat di atas untuk Tahun Pajak sebelumnya atau beberapa Tahun Pajak sebelumnya, yang menyatakan rugi fiskal yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam SPT Tahunan yang akan dibetulkan tersebut.

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini CaranyaIlustrasi melakukan pembetulan SPT Tahunan Pribadi

Sanksi Pajak Pembetulan SPT Tahunan Pribadi

Sobat Klikpajak perlu ketahui bahwa ada dampak dari pembetulan SPT pajak, yakni sanksi administrasi sebagai konsekuensinya.

Aturannya, ketika melakukan pembetulan dan hasilnya jumlah pajak penghasilan terutang itu jauh lebih besar, maka Sobat Klikpajak akan dikenakan sanksi sesuai tarif bunga sanksi pajak yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Melalui aturan baru sanksi pajak dalam UU Cipta Kerja ini, tarif sanksi administrasi pajak yang digunakan berubah, dari sebelumnya berlaku tarif datar atau single tariff, menjadi tarif bunga yang fluktuatif mengacu pada suku bunga Bank Indonesia.

Jadi, setiap bulan bank sentral Indonesia menetapkan tingkat suku bunga acuan BI 7 days repo rate yang nantinya dijadikan acuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menetapkan tarif bunga sanksi administrasi pajak yang berlaku sebulan.

Dari tarif bunga sanksi pajak yang ditetapkan Menteri Keuangan (Menkeu) RI ini, kemudian dilakukan penghitungan lagi untuk menemukan berapa besar tarif sanksi pajak yang dikenakan.

Note: Tahapan Pengenaan Sanksi Pajak: Pemeriksaan & Penyelesaiannya

Berapa tarif sanksi pembetulan SPT?

Sobat Klikpajak dapat lihat rumus penghitungan besar sanksi pajak yang dihitung berdasarkan tarif bunga sanksi administrasi berikut ini:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

Note: Panduan Penghitungan PPh 21 Karyawan, Contoh, Cara Bayar dan Lapor SPT

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda terkait tindak pidana karena pengungkapan ketidakbenaran

Untuk tarif sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Tarif sanksi karena pengungkapan ketidakbenaran atau ketidaksesuaian data dalam konteks tindak pidana perpajakan, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Cara Mengkreditkan Pajak Masukan di UU Cipta Kerja

5. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan hanya dilakukan setelah WP melunasi utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan dan ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Lalu, bagaimana sebenarnya tahapan atau alur pengenaan sanksi pajak dan penyelesaiannya yang harus diketahui wajib pajak terutama UMKM agar bisnis tetap lancar?

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini CaranyaIlustrasi tarif pajak terbaru dalam tahapan pengenaan sanksi pajak

Cara Pembetulan SPT Tahunan Pribadi

Sobat Klikpajak dapat lihat langkah-langkah pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing:

1. Pada halaman utama (Home), klik menu “Lapor Pajak”.

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

2. Jika sudah berhasil masuk ke halaman Lapor Pajak, Masukan file CSV yang didapatkan dari aplikasi e-SPT atau e-Faktur di field yang tersedia, dengan klik button “Pilih File”.

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

3. ika file CSV yang diupload valid, maka informasi Jenis SPT, Masa pajak, NPWP, beserta keterangan pembetulan akan muncul.

4. Jika sistem kami menemukan pajak yang sudah dilaporkan sebelumnya di Klikpajak, kami akan memunculkan pajak tersebut.

Pilihlah laporan SPT yang ingin Sobat Klikpajak lakukan pembetulan, lalu klik “Lapor pembetulan”. (Langkah ini hanya muncul apabila Sobat Klikpajak telah melakukan pelaporan sebelumnya di Klikpajak)

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

5. Setelah itu masukan file lampiran PDF yang ingin turut dilaporkan di field yang tersedia. Lampiran PDF ini bersifat conditional sesuai dengan kebutuhan.

Sobat Klikpajak bisa melihat daftar lampiran apa saja yang harus diunggah bersamaan dengan SPT dengan klik link “Lampiran dokumen PDF”.

Nama file PDF wajib sama dengan nama file CSV yang ingin Sobat Klikpajak laporkan.

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

6. Kemudian Sobat Klikpajak akan diarahkan ke halaman utama, tab Status e-Filing, di mana akan muncul Pelaporan Sobat Klikpajak sedang diproses oleh DJP

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

7. Apabila pelaporan SPT Sobat Klikpajak telah berhasil menerima NTTE, maka Sobat Klikpajak dapat melihatnya pada tab Arsip pajak, Pajak sudah dilapor

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

8. Pada halaman ini akan muncul pelaporan Sobat Klikpajak dengan status lapor ‘Berhasil’ dan Status SPT ‘Nihil’ / ‘Kurang bayar’ / ‘Lebih bayar’.

BPE akan dikirimkan ke email yang terdaftar di Klikpajak dan pelaporan SPT Sobat Klikpajak telah selesai.

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

Itulah sederet langkah-langkah pembetulan SPT di e- Filing.

Note: Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT Tahunan Pribadi di e-Filing di SINI.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah dan gratis selamanya!

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini:

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

Klikpajak by Mekari untuk Kelola Pajak Lebih Mudah

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Bahkan, Sobat Klikpajak juga dapat kelola pajak lebih mudah dan cepat karena Klikpajak.id terhubung dengan software akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga, dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Note: Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak dan Jurnal.id di SINI.

Pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing, Begini Caranya

Fitur lengkap apa saja yang membuat pengelolaan perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif dan efisien?

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara Mengatasinya

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Sebab Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara Mengatasinya

C. Setor Pajak dengan Cara Praktis di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Sobat Klikpajak dapat dengan mudah membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak.

“e-Billing Klikpajak akan menerbitkan ID Billing resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sobat Klikpajak bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Hanya dalam satu platform, membuat Kode Billing dan bayar billing selesai dalam sekejap lewat e-Billing Klikpajak.

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara Mengatasinya

Data Sobat Klikpajak Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara MengatasinyaKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Sobat Klikpajak!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Kode Error Lapor SPT Tahunan 2021 dan Cara Mengatasinya

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Cara pembetulan SPT Tahunan Pribadi di e-Filing mudah, bukan?

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT Tahunan Pribadi dan SPT Badan online dan pemahaman tentang pajak penghasilan secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online secara gratis di Mekari University.

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

 

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED18 Feb 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: