Mekari Conference 2019: Menyambut Era Baru Perpajakan Digital Bersama Tokopedia, DJP, dan Klikpajak - Klikpajak

Mekari Conference 2019: Menyambut Era Baru Perpajakan Digital Bersama Tokopedia, DJP, dan Klikpajak

Kemajuan teknologi yang semakin pesat tentunya berdampak pada segala aspek, salah satunya dalam aspek perpajakan. Saat ini, peran transformasi digital ternyata sangat signifikan di dunia perpajakan Indonesia. Sebelum adanya digital, dulu pajak memiliki berkas yang tebal dan antrean yang panjang, sementara sekarang ini segala proses jadi lebih efisien. Banyak hal yang dilakukan secara realtime untuk mengurus masalah perpajakan. Inilah bukti nyata bagaimana kita mampu mengimplementasikan teknologi di dalam sistem administrasi perpajakan. Keberadaan digitalisasi saat ini tentunya memudahkan orang-orang untuk melaporkan pajak dengan e-Filing. Faktanya, sudah 93% para wajib pajak menggunakan e-Filing.

Dukungan Pemerintah terhadap UKM untuk Taat Pajak 

Tidak hanya sektor pajak saja, tapi sektor UKM juga merasakan dampak positif dengan hadirnya transformasi digital. Pertanyaannya, bagaimana UMKM mampu mentranformasi digital dan merasakan manfaatnya agar lebih mudah untuk menaati pajak di Indonesia? Menjawab hal ini, Hestu Yoga Saksama selaku Direktur P2Humas DJP Indonesia dalam acara Mekari Conference 2019 menyebutkan bahwa sekarang ini para UKM sudah banyak yang melek digital. Dari sisi perlakuan perpajakannya, para pelaku usaha yang memiliki omzet tidak lebih dari 4,8 Miliar setahun akan dikenakan pajak 0,5% (sebelumnya 1%). Hal ini membuktikan bahwa pemerintah mendukung penuh UKM dengan membuat skema yang sederhana. 

Para pelaku UKM bisa langsung membayarkan pajaknya dengan cara mentransfer melalui ATM. Selain itu, mereka tidak perlu lagi repot melaporkan bulanan karena sistem perpajakan sudah mendeteksi secara otomatis. Selain teknologi, Direktorat Jenderal Pajak juga memperhatikan tarif dengan cara berkolaborasi bersama pihak-pihak lain untuk melakukan business development service. Melakukan pendekatan dengan UKM binaan bank, terutama bank pemerintah, bahkan mengundang dan memfasilitasi cara mencari kredit. 

Reformasi Perpajakan

Pilar utama adalah proses bisnis dan membangun sistem IT. Ini adalah pilar utama dari era yang sekarang, yaitu bagaimana Direktorat Jenderal Pajak membuat proses bisnis perpajakan lebih bagus, user friendly, dan tentunya semua hal tersebut harus dilakukan dengan teknologi. Lalu, cara berinteraksi dengan wajib pajak tidak lagi dengan face to face, tapi secara online juga terus ditingkatkan guna menciptakan proses yang lebih efisien.

Dituturkan oleh Hestu Yoga, dalam perpajakan saat ini terus berusaha untuk mengembangkan sistem 3C (click, contact centre, counter). Click di sini adalah online website yang memudahkan para wajib pajak untuk melaporkan pajak. Namun, kalau mengalami kesulitan, Anda bisa langsung menghubungi contact centre melalui telepon, chat, email, atau Twitter. Terakhir, saat Anda benar-benar tidak mampu menyelesaikan masalah, Anda bisa langsung mendatangi kantor pajak (counter). Namun, tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah dan perlunya edukasi internal dan masyarakat wajib pajak. Segala proses dan dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan guna mendukung sistem ini menjadi kenyataan. 

Tokopedia, Marketplace yang Menyediakan Layananan Bayar Pajak 

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, di mana dia menjadi negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, di mana 2% penetrasi e-commerce. Di Indonesia, potensi penetrasi online e-commerce diramalkan akan mengalami peningkatan hingga 82% di tahun 2022. Membicarakan soal pajak, ternyata Tokopedia adalah salah satu marketplace yang bekerja sama dengan Direktorat Pajak menyediakan layanan bayar pajak melalui situsnya.

Sundfitris (Akok) sebagai VP of Tax Tokopedia dalam acara Mekari Conference mengatakan bahwa sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia mulai sebagai bisnis marketplace C2C yang dimulai di ruko kecil. Pada tahun 2016, Tokopedia mulai memasuki bisnis produk digital dan fintech dan hingga saat ini sudah memiliki 30 produk digital serta lebih dari 50 metode pembayaran. 

30 lebih produk digital yang ada di Tokopedia ini tentunya dipercaya menawarkan berbagai keuntungan, yaitu melakukan pembayaran dengan mudah, menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan dengan solusi keuangan digital, mendukung pemerintah dan layanan publik, sekaligus berkontribusi untuk masyarakat. Sebagai marketplace, Tokopedia bukan menjadi penghalang, tapi menjadi penghubung (membangun jembatan, bukan dinding penghalang).

Inovasi Tokopedia dalam Kemudahan Membayar Pajak

Tokopedia dipercaya lebih dari 40 ribu wajib bayar pajak untuk melakukan transaksi (bayar pajak) dengan total lebih 130 miliar. Selain itu, tercatat bahwa pendapatan daerah dan provinsi terkumpul melalui Tokopedia. Sementara itu, khusus layanan e-samsat Jabar yang sejak diluncurkan resmi pada Januari 2018, Tokopedia konsisten menjadi platform no. 1 dalam jumlah transaksi. Ini membuktikan bahwa Tokopedia memang menjadi salah satu marketplace yang dipercaya untuk melakukan berbagai transaksi pembayaran. 

Indikator Keberhasilan Penerapan Teknologi Digital untuk Perpajakan Indonesia dikator

Membicarakan indikator keberhasilan, salah satunya adalah 94% orang sudah menyampaikan pajaknya melalui e-Filing. Namun, sebenarnya masih banyak PR bagi perpajakan di Indonesia untuk mendigitalisasikan semua proses bisnis agar lebih mudah. Hestu Yoga mengatakan bahwa “Kami optimis, karena katakan marketplace (sekarang sudah banyak 90 juta yang sudah aktif) sehingga kedepannya untuk perpajakan kami punya optimisme kalau masyarakat kita bisa belajar sendiri. PR besar bagi kami adalah menyiapkan proses bisnis (layanan pajak) yang sangat user friendly. Jadi, apa yang kita buat nanti bisa dicapture oleh masyarakat wajib pajak sehingga tidak ada lag yang kami siapkan dengan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri.”

Para pengusaha seringkali mengalami kesulitan administrasi pajak, sebenarnya apa tantangan terbesar yang dihadapi wajib pajak dalam penerapan teknologi?

Indikator Keberhasilan Penerapan Teknologi Digital untuk Perpajakan Indonesia dikator

Satu karakter dari perpajakan di Indonesia harus mengikuti dinamika dari bisnis itu sendiri dan semakin lama bisnis itu makin kompleks yang memunculkan isu-isu perpajakan. Tentunya, aspek perpajakan pun juga mengikuti dan semakin banyak menimbulkan kesulitan. Direktorat Pajak sendiri berusaha membantu dan menyediakan berbagai sosialisasi (layanan untuk membantu) yang. Kedepannya, segala proses akan menyesuaikan perkembangan interaksi masyarakat yang semakin digital wise dengan mengembangkan berbagai model edukasi melalui website kami. Ini yg tentunya menjadi saluran yang mudah bagi wajib pajak. Selain itu, regulasi dan proses bisnis akan dilihat lagi untuk memperbaiki hal yang sulit sehingga para wajib pajak mampu memenuhi kewajiban pajaknya. 

Disinilah peran Mekari sebagai Saas Indonesia dengan berbagai produk yang membantu bisnis terus berkembang. Mekari dengan produknya Klikpajak dapat membantu pengusaha Indonesia dalam mengelola pajaknya lebih mudah dan cepat secara online, kapan dan di mana saja. Bukan hanya melapor pajak, kini Klikpajak juga bisa membantu pengusaha dalam menghitung, menyimpan, membayar, hingga melaporkan pajak dalam 1 aplikasi. Klikpajak juga telah menjadi mitra resmi DJP, sehingga keamanannya tidak perlu diragukan lagi. Daftar Klikpajak sekarang!


PUBLISHED22 Nov 2019
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: