Lapor SPT Online 2021, Sebaiknya Pakai e-Filing Pajak atau e-Form?

Lapor SPT Online 2021, Sebaiknya Pakai e-Filing Pajak atau e-Form?

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberian dua pilihan pelaporan SPT Tahunan secara elektronik. Lapor SPT online tahun ini, sebaiknya pakai e-Filing Pajak atau e-Form? Cari tahu selengkapnya di sini.

Seiring perkembangan teknologi, aktivitas perpajakan secara online jadi pilihan yang tepat ketimbang lapor Surat Pemberitahuan (SPT) secara manual datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Pelaporan SPT Pajak secara daring melalui e-Filing dan e-Form terkadang membuat WP cukup bingung aplikasi yang mana harus digunakan. e-Filing atau e-Form?

DJP juga menunjuk Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) menjadi mitra resminya untuk membantu mempermudah WP melakukan pelaporan pajak, melalui e-Filing Klikpajak.

Keduanya memang sama-sama aplikasi buat menyampaikan SPT pajak online.

Namun kedua memang ada perbedaan dari segi penggunaannya.

Jika e-Filing, pengunaannya harus dengan jaringan internet dari tahap awal hingga akhir. Jika pelaporan belum selesai tapi internet tiba-tiba terputus, maka WP harus mengulanginya dari awal.

Sedangkan e-Form, penyampaian SPT dapat secara offline selama proses pengisian SPT, kemudian tinggal diunggah untuk dilaporkan setelah proses pengisian selesai.

Lalu, sebaiknya lapor SPT online 2021 menggunakan e-Filing atau e-Form? Berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari tentang lapor SPT online 2021 menggunakan aplikasi penyampaian SPT pajak.

 

Lapor SPT Online 2021 Lewat e-Filing

e-Filing adalah cara menyampaikan SPT secara online yang bisa diakses lewat situs www.djponline.pajak.go.id atau bisa juga lewat PJAP Klikpajak.id. 

Pelaporan SPT lewat e-Filing bersifat real time. Fitur ini bisa digunakan untuk melaporkan SPT tahunan oleh WP Orang Pribadi (OP), baik dengan formulir 1770 SS, 1770 S, maupun 1770.

Namanya juga online, maka pelaporan SPT pajak melalui e-Filing ini menggunakan sistem komputerisasi dan harus terhubung dengan jaringan internet.

Lalu, bagaimana cara menggunakannya untuk melaporkan SPT Tahunan ?

Syaratnya, WP harus sudah punya nomor EFIN.

Nomor ini didapat dengan cara mendaftarkan diri ke DJP Online.

Note: Untuk mengetahui lebih jelasnya pengajuan EFIN, selengkapnya baca Cara Mendapatkan EFIN Pajak Secara Online Mudah untuk Wajib Pajak Pribadi dan Badan

Setelah mendapatkan nomor EFIN, silakan lakukan tahapan ini: 

  1. Masuk ke www.djponline.pajak.go.id
  2. Silakan Login menggunakan Nomor NPWP dan password 
  3. Pilih menu ‘Lapor – e-Filing’ 
  4. Silakan isi SPT Tahunan. WP bisa memilih pengisian dengan panduan atau tidak. Alternatif lain, WP juga bisa masuk ke laman efiling.pajak.go.id.
  5. WP akan diminta untuk mengisi informasi soal sumber penghasilan, jumlah harta yang dimiliki, dan utang yang berjalan. 
  6. Setelah mengisi data dengan lengkap, silakan masukkan kode verifikasi yang dikirimkan melalui email. 
  7. Klik menu ‘Submit SPT’ untuk mengirimkan hasil SPT Tahunan.
  8. WP nanti akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT Tahunan yang dikirim lewat email. BPE adalah bukti bahwa SPT telah dilaporkan. 

Lewat tahapan tersebut, jelas e-Filing adalah fitur yang dibuat untuk mempermudah WP dalam melaporkan SPT Tahunan tanpa harus datang ke KPP.

Melalui e-Filing, WP tak perlu mengantre di KPP karena proses pengisian di e-Filing bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun selama terhubung dengan koneksi internet yang stabil dan kuat.

Sayangnya, kelemahan e-Filing adalah bisa terjadi error, yang muncul ketika jutaan WP di seluruh Indonesia mengaksesnya secara bersamaan.

Silakan cek ke Daftar Kode Error untuk mengetahui kode error yang muncul dan bagaimana cara mengatasinya.

Kelemahan lain dari e-Filing adalah WP membutuhkan koneksi internet yang stabil dan kencang. WP yang tinggal di luar kota besar, tentu tak bisa menjamin jaringan internet mereka terus stabil saat proses pengisian SPT berjalan.  

DJP online Cara Lapor SPT pajak tahunanIlustrasi lapor SPT online 2021 lewat e-Filing

Lapor SPT Online 2021 Lewat e-Form

Untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan pada e-Filing, DJP pun membuat e-Form.

Fitur ini bisa dimanfaatkan oleh WP yang mengalami jaringan internet yang tidak stabil WP dapat memanfaatkan fitur e-Form.

e-Form adalah formulir SPT elektronik yang berbentuk file dengan ekstensi .xfdl sehingga pengisiannya dapat dilakukan secara offline.

Sama seperti e-Filing, fitur e-Form juga dapat diakses melalui laman djponline.pajak.go.id atau eform.pajak.go.id.

Berikut ini tahapan melaporkan SPT Tahunan melalui e-Form secara singkat: 

  1. Silakan Login ke laman DJP Online 
  2. Klik menu e-Form. 
  3. Setelah menu e-Form dipilih, akan muncul menu untuk mengunduh berkas terkait e-form seperti formulir e-Form, aplikasi form viewer (aplikasi agar formulir SPT elektornik dapat dibuka), petunjuk instalasi aplikasi form viewer dan petunjuk pengisian e-Form.
  4. Silakan memilih SPT e-Form sesuai dengan jenis formulir SPT yang diperlukan. 
  5. Setelah mengunduh SPT e-Form, WP dapat mengisi SPT tahunan secara offline menggunakan e-Form dan aplikasi form viewer yang sudah di-install.
  6. Silakan isi data penghasilan, harta, utang, dan daftar anggota keluarga yang menjadi tanggungan WP.
  7. Setelah diisi lengkap, silakan unggah file tersebut ke sistem DJP melalui fitur e-Form (tanpa harus masuk kembali ke laman DJP Online) 
  8. WP selanjutnya akan menerima bukti penerimaan elektronik yang merupakan tanda terima resmi SPT. Selesai 

Kelemahan e-Form adalah fitur ini hanya tersedia bagi WP yang menggunakan formulir SPT 1771, 1770, dan formulir SPT 1770S.

Note: Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan

Lebih jelasnya perbedaan e-Filing dan e-Form untuk lapor SPT online 2021

Secara detail, berikut ini perbedaan dari e-Filing dan e-Form 

e-Filing e-Form
WP  diharuskan selesai mengisi formulir SPT tahunan pada satu waktu pengisian. Sebab jika tidak, maka WP harus mengisi kembali formulir SPT dari awal lagi. 

Dengan begitu, WP bisa dikatakan sangat bergantung dengan kelancaran situs DJP Online dan kestabilan koneksi internet.

WP yang memilih mengisi SPT menggunakan fitur e-Form hanya memerlukan jaringan internet saat mengunduh dan mengupload. Sebab WP dapat mengisi formulir yang sudah diunduh secara offline.
Pelaporan SPT dengan e-Filing sudah dapat dilakukan menggunakan ponsel pintar berbasis Android. e-Form belum dapat dijalankan menggunakan Android dan belum dilengkapi dengan petunjuk pengisian teknis yang spesifik seperti e-Filing.
   

 

Baik e-Filing dan e-Form dibuat oleh DJP bukan untuk mencari mana yang lebih baik dan lebih mudah.

Namun fitur-fitur ini dibuat untuk memberikan pilihan pada WP dalam menyampaikan SPT Tahunan.

Penambahan opsi pelaporan ini dilaksanakan juga demi terwujudnya target DJP mengikuti perkembangan era digitalisasi.

Ilustrasi lapor SPT online 2021 dengan pilihan e-Filing atau e-Form

Pelaporan SPT 2021 Langsung ke Kantor Pajak

Selain e-Filing dan e-Form, DJP juga membuka layanan pelaporan SPT secara manual.

Cara ini untuk mengakomodasi WP yang masih konvensional dan belum melek teknologi.

Tahapan melapor SPT secara manual ini diawali dengan mengambil formulir SPT yang disediakan di seluruh KPP di Indonesia.

Selanjutnya, silakan isi formulir SPT Tahunan tersebut dengan benar, lengkap, dan jelas.

Sama seperti e-Filing dan e-Form, pengisian formulir secara manual meliputi data penghasilan, daftar harta, maupun utang, serta daftar keluarga yang menjadi tanggungan WP OP.

Bagi WP yang menggunakan laporan keuangan, maka wajib melampirkan laporan laba rugi dan neraca.

Formulir yang telah diisi dengan lengkap, harus dibubuhkan tanda tangan basah oleh wajib pajak.

Tahap selanjutnya, silakan datang ke KPP dan mengambil nomor antrian agar bisa menyerahkan berkas kepada petugas pajak untuk diproses lebih lanjut.

Ketika WP menerima bukti pelaporan SPT Tahunan yang ditandatangani oleh petugas, itu artinya proses pelaporan SPT Tahunan secara manual selesai.

Kelemahan dari pelaporan SPT secara manual ini adalah WP diminta untuk antrian, yang jika antrian panjang tentu membuat waktu produktif dan melelahkan.

Solusi untuk menghindari antrean, maka WP diharapkan melaporkan SPT Tahunan di awal waktu.

Dengan adanya tiga jalan kemudahan untuk melaporkan SPT ini, DJP berharap WP bersemangat saat harus melaporkan SPT.

Melaporkan SPT lewat cara online memungkinkan WP melaporkan SPT Tahunan dimana saja dan kapan saja selama ada sambungan internet. WP yang sudah melaporkan SPT Tahunan secara online, tentu tidak perlu lagi lagi melapor secara manual.  

Tahukan, Anda dapat lebih mudah lapor SPT online 2021 melalui e-Filing Klikpajak, karena Anda akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah dan sederhana serta terintegrasi

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

 Lapor SPT Online 2021 di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Ketahui Aturan Sanksi Tidak/Terlambat Lapor SPT Pajak Online di eFiling Pajak 2021

WP harus melakukan pelaporan pajak paling lambat 3 bulan setelah tahun pajak berakhir.

Itu artinya, WP dapat melaporkan SPT Tahunan 2020 mulai sekarang hingga tanggal 30 April 2021 untuk WP Badan.

Sedangkan untuk WP Pribadi batasnya 31 Maret 2021.

Untuk WP yang terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelapiran SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Fakktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan Kemudahan Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya fitur lapor SPT di e-Filing, Klikpajak juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang semakin memudahkan urusan perpajakan Anda.

Anda dapat membuat Faktur Pajak elektronik maupun Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 dengan cara yang simpel hingga bayar pajak online dalam satu platform.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang semakin membuat urusan administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

A. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan itur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Import Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

B. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

C. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED21 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: