E-Filing sebagai Solusi Pelaporan Pajak Kekinian yang Praktis - Klikpajak

E-Filing sebagai Solusi Pelaporan Pajak Kekinian yang Praktis

Melaksanakan pelaporan atas pajak yang sudah dibayarkan merupakan salah satu kewajiban wajib pajak yang harus dilaksanakan. Mungkin dahulu jumlah wajib pajak yang melapor tidak terlalu besar, karena pelaporan harus dilakukan dengan mendatangi KPP dan membawa sejumlah berkas. Namun sejak kehadiran sistem e-Filing, kuantitas wajib pajak yang melakukan pelaporan pajak meningkat dengan cukup drastis.

E-Filing hadir sebagai salah satu metode pelaporan pajak secara online yang operasionalnya secara langsung ditangani oleh DJP, dalam hal ini DJP Online. Dengan layanan ini wajib pajak tak perlu lagi antri dan berbondong-bondong mendatangi KPP dengan membawa setumpuk berkas untuk melaporkan pajak yang sudah dibayarkannya atau masih terutang pada periode pajak tahun berjalan.

Lalu apakah perbedaan antara penggunaan pelaporan pajak secara manual dengan prosedur online ini? Untuk mengetahui selengkapnya, simak penjelasan berikut.

 

Perbedaan E-Filing dengan Prosedur Manual

Setidaknya ada 3 titik utama perbedaan antara metode online dengan metode manual dalam pelaporan pajak.

Pengisian

Pengisian yang dilakukan dalam metode pelaporan manual dilakukan dengan formulir yang didapatkan langsung dari DJP atau KPP terdekat. Pengisiannya juga manual dengan menggunakan alat tulis dan memiliki risiko tulisan atau huruf yang kurang jelas.

Sedangkan pada e-Filing, proses pengisian dilakukan pada laman yang disediakan oleh DJP secara online. Pengisian dilakukan dengan lebih cepat dan lebih akurat. Selain itu berkas pendukung juga disertakan dalam bentuk file digital yang diunggah bersamaan dengan SPT yang dilaporkan. Tentu dari segi waktu dan akurasi data hal ini lebih unggul daripada prosedur manual.

Identifikasi

Identifikasi yang digunakan dalam proses manual adalah kartu NPWP dan Kartu Tanda Penduduk dengan keterangan NIK. Kedua berkas ini disertakan sebagai validasi identitas yang tertera pada SPT yang akan dilaporkan.

Pada sistem elektronik, identitas yang digunakan adalah EFIN atau Electronic Filing Identification Number. Meski proses pelaporan dilaksanakan melalui kanal online, untuk mendapatkan EFIN Anda harus mendatangi KPP terlebih dahulu karena EFIN diterbitkan oleh dinas pajak terkait dengan konfirmasi identitas dan email yang digunakan wajib pajak.

Pembayaran dan Penyampaian Laporan

Seperti namanya, metode manual dilakukan secara langsung dengan mendatangi KPP dengan membawa berkas dan kelengkapan yang disyaratkan. Setiap berkas harus diteliti terlebih dahulu, dan proses dapat dilakukan ketika hari kerja efektif dari kantor layanan pajak tersebut.

Dengan sistem online, Anda sebagai wajib pajak tidak lagi harus bergantung pada hari kerja dan lokasi KPP. Pelaporan bisa dilakukan secara langsung kapan pun dan dimana pun selama Anda terhubung dengan jaringan internet aktif. Setiap berkas yang diperlukan juga dapat dikirim secara digital dengan cara diunggah pada kanal yang Anda gunakan.

Baca juga: Tata Cara Pelaporan SPT Masa PPh 21 Online

 

Keuntungan E-Filing

Karena prosesnya dilakukan dengan menggunakan sistem yang sudah disiapkan oleh DJP, terdapat beberapa keuntungan yang bisa Anda rasakan ketika menggunakan layanan ini.

Pengisian Praktis

Jelas secara pengisian yang dilakukan, proses akan berjalan lebih praktis karena Anda bisa menggunakan perangkat yang Anda miliki dari rumah dengan nyaman dan tanpa harus mengantri. Pengisian bisa dilakukan kapan saja selama belum melewati batas pelaporan SPT.

Hemat Waktu, Produktivitas Naik

Tanpa harus mendatangi KPP untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan, waktu yang Anda miliki akan dapat digunakan untuk keperluan lain yang lebih produktif. Daripada harus mengantri berjam-jam, Anda bisa melakukan pekerjaan sembari menyelesaikan kewajiban perpajakan Anda. Lagipula pemrosesan SPT yang masuk juga jauh lebih cepat.

Konfirmasi Data dengan E-Filing Lebih Cepat

Dengan menggunakan sistem online, data yang dimasukkan dapat dikonfirmasi dengan cepat. Misalnya saja dalam melakukan pengisian NPWP, jika terjadi kesalahan, proses akan secara otomatis tidak dapat dilanjutkan sehingga dapat dipastikan setiap data yang masuk adalah benar dan valid.

Mengurangi Risiko Kesalahan Hitung

Pada beberapa kanal resmi administrasi perpajakan mitra DJP, juga tersedia fitur penghitungan pajak. Hal ini dapat digunakan untuk membantu Anda mengetahui secara tepat berapa besar pajak yang menjadi tanggungan, yang sudah dibayarkan dan yang harus dibayarkan pada periode tersebut. Setidaknya dengan begini penghitungan pajak yang menjadi tanggung jawab Anda dapat dipastikan benar dan tidak ada kesalahan yang terjadi karena human error.

Baca Juga: Efiling: 3 Tahap Utama Lapor SPT Pajak Pribadi

 

Penggunaan kanal dan layanan online milik DJP dan mitra resminya seperti Klikpajak terus didorong oleh pemerintah agar administrasi pajak dapat dilakukan lebih cepat, lebih tepat dan jauh lebih praktis. Tentu saja hal ini tidak serta merta menutup kanal manual administrasi perpajakan. Namun secara bertahap setiap layanan manual dialihkan pada proses online.

E-Filing pada akhirnya bertujuan memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Dengan keberadaan layanan ini, diharapkan kepatuhan pajak terus meningkat. Untuk mendukung sistem online yang disediakan DJP, Klikpajak turut hadir membantu wajib pajak melaksanakan kewajiban perpajakannya. Mulai dari menghitung, membayar hingga melapor, semua bisa diselesaikan dalam satu platform modern yang tidak memungut biaya apapun dalam penggunaannya.

 


PUBLISHED23 Oct 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: