E-filing, Lapor SPT Tahunan Pajak secara Online - Klikpajak

E-filing, Lapor SPT Tahunan Pajak secara Online

Setiap wajib pajak diwajibkan untuk melakukan lapor SPT Pajak online. Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) pajak yang dilakukan secara online, disebut dengan cara e-filing. Anda akan merasakan banyak keuntungan dengan memilih menggunakan layanan e-filing dalam pelaporan pajak tahunan pribadi maupun badan Anda.

 

Manfaat Pelaporan Pajak secara Online

  1. Lapor pajak tahunan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Sejak lahir dan berkembangnya sistem lapor pajak online e-filing, wajib pajak tidak perlu lagi mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk melakukan pelaporan pajak. Anda hanya cukup bermodalkan koneksi internet sebagai modal utama melapor pajak di mana saja dan kapan saja.
  2. Menghemat waktu produktif Anda. Dikarenakan lapor pajak tahunan dapat dilakukan secara online, Anda tidak perlu mengantre di KPP. Wajib pajak dapat menghemat waktu untuk dapat melakukan banyak aktivitas produktif lainnya.
  3. Terhindar dari risiko denda akibat keterlambatan lapor pajak tahunan. Hingga saat ini, masih banyak ditemui beberapa wajib pajak yang memilih menunda pelaporan pajak dengan alasan karena tenggat waktu pelaporan masih panjang. Melalui layanan e-filing pajak online, Anda diberikan keleluasaan waktu dalam melaporkan pajak. Dengan beberapa keunggulan pemanfaatan e-filing, Anda tidak memiliki alasan lagi untuk menunda waktu pelaporan pajak. Secara otomatis, Anda akan terhindar dari melewati batas waktu pelaporan dan pengenaan sanksi admnistratif akibat terlambat melapor SPT Tahunan.
  4. Bukti lapor akan terjaga dan tersimpan rapi. Ketika Anda melaporkan pajak tahunan dengan metode manual, Anda akan mendapatkan bukti lapor yaitu Bukti Penerimaan Surat (BPS) berwarna kuning atau lebih dikenal dengan bukti kuning. Dalam pelaporan pajak online, Anda akan menerima bukti lapornya yang lebih dikenal dengan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE), yang termasuk di dalamnya terdapat Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE).

 

Siapa Saja yang Wajib Lapor Pajak Online?

Wajib pajak yang telah terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya, Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jakarta Khusus dan Kanwil DPJ Wajib Pajak Besar diwajibkan untuk menyampaikan SPT Tahunan, SPT Masa Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21/26 serta SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui e-filing.

Selain diwajibkan bagi para wajib pajak di atas, kewajiban untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) secara online melalui e-filing, juga berlaku bagi wajib pajak tertentu lainnya, di antara lain:

  1. Wajib pajak yang melakukan pemotongan atau pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap lebih dari 20 karyawan ataupegawai, wajib menggunakan aplikasi e-filing pajak untuk melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21/26.
  2. Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib menggunakan aplikasi e-filing untuk menyampaiakn SPT Masa PPN.

Bagi Anda yang memenuhi kriteria wajib pajak tersebut di atas, penuhi kewajiban lapor SPT online Anda melalui e-filing. Konsekuensinya, apabila wajib pajak yang seharusnya berkewajiban lapor pajak online melalui e filing dan menggunakan cara penyampaian lain (seperti menyampaiakan langsung atau mengirimkan melalui pos), maka SPT yang diterima DJP tidak sah dan akan dikembalikan kepada wajib pajak.

Baca juga: Tata Cara Pelaporan SPT Masa PPh 21 Online

 

Sanksi Administrasi Terlambat atau Tidak Lapor SPT

Waktu pembayaran dan pelaporan SPT Tahunan PPh tentu memiliki jatuh temponya. Usahakan Anda membayar dan melapor pajak di awal waktu sebelum jatuh tempo. Hindari terlambat atau bahkan tidak melaporkan SPT karena lupa atau bahkan tidak mengetahui. Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi paling lama 3 bulan setelah batas akhir tahun pajak, yakni hingga 31 Maret. Sedangkan batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh Badan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak, yakni 30 April.

Keterlambatan atas penyampaian SPT akan menimbulkan risiko pengenaan sanksi administrasi berupa denda. Berdasarkan ketentuan UU No.28/2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, maka ditetapkan bahwa sanksi keterlambatan atau tidak melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilannya adalah sebagai berikut:

  • Wajib Pajak Orang Pribadi yang terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan PPh 21 akan dikenakan denda sebesar Rp 100.000,-.
  • Apabila wajib pajak Badan/Perusahaan terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan PPh 22 akan dikenakan denda sebesar Rp 1.000.000,-.
  • Sanksi administrasi untuk Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 500.000,-.
  • Denda untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya sebesar Rp 100.000,-.

 

Memilih Aplikasi E-Filing Pajak Online Terbaik

Sebelum menentukan aplikasi e-filing pajak untuk melaporkan pajak secara online, pastikan dahulu saluran e-filing pajak memenuhi hal-hal berikut ini:

1. Saluran Resmi DJP

Pastikan aplikasi e-filing pajak yang Anda gunakan adalah saluran resmi yang ditetapkan oleh DJP agar Anda mendapat bukti lapor atau Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang sah. Jika melakukan pelaporan pajak online melalui penyedia jasa aplikasi (Application Service Provider/ASP), periksalah dahulu Surat Keputusan penunjukan ASP oleh DJP yang biasanya terlampir di website ASP. Salah satu saluran resmi DJP untuk lapor SPT online adalah Klikpajak.

2. Berbasis website

Tidak semua layanan e-filing pajak berbasis website. Keuntungan menggunakan aplikasi lapor pajak online berbasis website adalah Bukti Penerimaan Elektronik, dapat disimpan secara online dan aman. Sehingga Anda tidak khawatir apabila BPE Anda hilang atau terselip. Klikpajak menyediakan fitur arsip pajak yang akan sangat memudahkan Anda saat melakukan pencarian arsip ketika membutuhkannya.

3. Terintegrasi

Gunakan aplikasi yang terintegrasi mulai dari hitung, buat ID Billing, setor hingga lapor atau e-filing pajak. Sehingga Anda menuntaskan administrasi pajak secara cepat dan efisien, tanpa menggunakan aplikasi yang terpisah-pisah. Aplikasi yang terintegrasi pun sangat membantu saat Anda hendak melacak riwayat data yang Anda perlukan dalam satu aplikasi.

4. Memiliki Fitur Impor Data

Tidak semua aplikasi lapor pajak online memiliki fitur impor data. Fitur impor data ini memungkinkan Anda untuk memindahkan data dari aplikasi SPT elektronik (e-SPT), aplikasi akuntansi atau SDM (Human Resources) dan sistem. Dengan adanya fitur data impor, Anda tidak perlu memasukkan data berulang kali ke aplikasi yang berbeda.

5. Pelaporan Semua Jenis Pajak dengan Beragam Status Pembayaran

Tidak semua aplikasi e-filing dapat melakukan pelaporan semua jenis pajak dengan beragam status pembayarannya. Contohnya adalah SPT Masa PPN / PPnBM lebih bayar. Walaupun, saluran pelaporan pajak online tersebut dimiliki pemerintah sekali pun. Karena itu, pastikan aplikasi e-filing Anda dapat mengakomodasi kebutuhan lapor pajak online.

Saat ini hanya penyedia jasa aplikasi e-filing KlikPajak yang menyediakan fitur untuk pelaporan semua jenis pajak dengan beragam status pembayaran, termasuk SPT Masa PPN dan PPnBM lebih bayar.

Baca juga: Simak Tutorial Lapor Pajak Online 2019 Berikut Ini!

 

Lapor SPT tahunan Anda secara online tanpa terlambat. Permudah pelaporan dengan menggunakan layanan e-filing Klikpajak. Klikpajak merupakan mitra resmi dari Ditjen Pajak yang menyediakan layanan untuk melakukan e-filing pajak online semua jenis SPT tahunan pajak. Lapor SPT tahunan GRATIS dengan mendaftarkan di Klikpajak!

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED03 Oct 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: