Cara Lapor SPT Pajak Online Tahunan Pribadi e-Filing 1770 S

Cara Lapor SPT Pajak Online Tahunan Pribadi e-Filing 1770 S

Setahun sekali, Wajib Pajak karyawan maupun pegawai negeri wajib melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajaknya. Ketahui cara lapor SPT Pajak online tahunan pribadi e-Filing 1770 S untuk melaporkan gaji yang diterimanya telah dipotong pemberi kerja atau perusahaan.

Sebagai WP Orang Pribadi karyawan atau PNS, kewajiban pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 telah disetorkan pemberi kerja atau perusahaan ke kas negara yang dipotong dari gaji karyawan atau pegawai setiap bulannya.

Untuk itulah karyawan atau pegawai harus menyampaikan SPT Tahunan pajaknya setahun sekali sebagai bukti bahwa dirinya sebagai WP Pribadi telah memenuhi kewajiban pembayaran PPh 21 melalui perusahaan yang memotong PPh Pasal 21 tersebut.

Pelaporan SPT Tahunan pajak sudah bisa dilakukan secara daring melalui DJP Online maupun Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti e-Filing Klikpajak.id.

lapor spt tahunan

Tentu saja lapor SPT pajak online ini semakin memudahkan Anda karena tidak perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan mengantre giliran hanya untuk menyampaikan SPT Tahunan pajak.

Sebagai WP Pribadi karyawan/pegawai dengan penghasilan minimal atau lebih dari Rp60.000.000 setahun, maka formulir yang digunakan untuk lapor SPT pajak online adalah 1770 S.

Bagaimana cara lapor SPT pajak online tahunan pribadi melalui e-Filing untuk formulir 1770 S ini, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Persiapan Lapor SPT Pajak Online e-Filing 1770 S

Persiapan yang harus dilakukan oleh karyawan sebelum lapor SPT Tahunan PPh 21 adalah memiliki dokumen sebagai berikut:

1. Nomor NPWP

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

NPWP diberikan kepada WP yang telah memenuhi persyaralan subjektif dan objektif sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan perpajakan.

NPWP tidak berubah meskipun WP pindah tempat tinggal/tempat kedudukan atau mengalami pemindahan tempat terdaftar.

Belum memiliki NPWP? Ini syarat dan cara membuat NPWP Pribadi online.

2. Siapkan Nomor EFIN

Bagi yang belum memiliki nomor EFIN atau Electronic Filing Identification Number, maka harus menjalani prosedur untuk mendapatkannya terlebih dahulu.

EFIN yang diterbitkan oleh DJP kepada Wajib Pajak, digunakan yang melakukan transaksi atau mengakses layanan elektronik Ditjen Pajak, seperti lapor SPT melalui e-Filing.

Belum memiliki EFIN? Begini langkah mudah cara membuat atau daftar dan aktivasi EFIN online untuk wajib pajak pribadi.

3. Bukti potong 1721 A1 atau A2

Sebelum mengisi e-Filing formulir 1770 S, WP harus menyiapkan dokumen seperti berikut:

  • Bukti potong 1721 A1

Bukti potong 1721 A1 ini adalah formulir untuk karyawan atau pegawai swasta yang diberikan oleh perusahaan.

Jadi, Anda harus meminta bukti potong 1721 A1 ini ke HRD perusahaan tempat Anda bekerja sebelum melaporkan SPT pajak online.

Jika Anda dalam satu tahun pindah kerja sebanyak 2 atau 3 kali di perusahaan, maka Anda harus mendapatkan 2 bukti potong 1721 A1 dari perusahaan sekarang dan perusahaan sebelumnya.

  • Bukti potong 1721 A2

Bukti potong ini diperuntukkan bagi wajib pajak yang berstatus PNS atau pegawai negeri.

Untuk formulir 1721 A2 ini juga disediakan oleh perusahaan tempat kerja WP pegawai negeri ini.

4. Bukti potong 1721 VII

Bukti potong 1721 VII ini untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat final.

Ini biasanya wajib pajak selain sebagai karyawan, juga melakukan usaha atau pekerjaan bebas.

5. Bukti potong PPh Pasal 23

Bukti potong PPh 23 ini didapat jika wajib pajak memiliki penghasilan dari sewa selain tanah dan bangunan.

6. Bukti potong PPh Pasal 4 ayat 2

Sedangkan bukti potong PPh 4 ayat 2 ini jika ada penghasilan dari sewa tanah dan bangunan.

7. Daftar sumber-sumber penghasilan

8. Daftar harta yang dimiliki

Daftar harta yang dimiliki misalnya sertifikat tanah, bangunan, tabungan dan utang yang masih berjalan.

9. Jumlah keluarga yang masih dalam tanggungan 

10. Bukti pembayaran zakat atau sumbangan sosial lain

DJP online Cara Lapor SPT pajak tahunanIlustrasi lapor SPT pajak online melalui e-Filing 1770 S

Panduan Langkah-Langkah Lapor SPT Pajak Online e-Filing 1770 S

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karena pelaporan SPT Tahunan dapat dilakukan secara online, maka langkah yang perlu Anda lakukan untuk lapor SPT pajak online cukup mudah, cukup mengakses DJP Online atau e-Filing Klikpajak.id.

Hanya saja, untuk pengisian formulir 1770 S melalui pelaporan SPT Tahunan DJP Online, memang perlu perhatian ekstra karena formulir jenis ini memiliki struktur yang lebih luas dibanding formulir jenis 1770 SS.

Di formulir 1770 S, ada beberapa lampiran yang harus diisi.

Sebab yang menggunakannya adalah WP OP dengan penghasilan bruto atau kotor lebih dari Rp60.000.000 per tahun atau lebih, yang diperoleh lebih dari satu pemberi kerja di dalam negeri.

Contoh sumber penghasilan WP OP tersebut seperti bunga, royalti, penyewaan properti, atau keuntungan dari penjualan maupun pengalihan harta lain.

Mereka juga mungkin mendapat penghasilan yang dikenakan PPh Final atau bersifat final, seperti bunga deposito, surat berharga, dan sumber lainnya.

Berikut cara pengisian pelaporan SPT pajak online e-Filing 1770 S di DJP Online:

1. Masuk ke situs djponline.pajak.go.id atau efiling.pajak.go.id

lapor spt pajakDokumen: DJP

2. Login dengan memasukkan nomor NPWP dan password yang dibuat saat daftar akun DJP Online

3. Masukkan juga kode keamanan (captcha), klik “Login”

4. Setelah berhasil login. Lalu pilih layanan “e-Filing”, klik “Buat SPT”

5. Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke halaman untuk pembuatan formulir SPT.

6. Anda tinggal mengikuti panduan pengisian e-Filing seperti gambar dibawah ini dengan menjawab beberapa pertanyaan.

Untuk pengisian formulir 1770 S, Anda akan diminta untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada.

Contoh pertanyaannya:

  • Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas? Pilih opsi “Tidak” (jika memang tidak memiliki usaha sampingan ataupun pekerjaan bebas)
  • Apakah Anda suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau pisah harta? Pilih opsi “Tidak” (jika memang tidak)
  • Apakah penghasilan Bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari 60 juta rupiah? Pilih opsi “Tidak”

Jika jawabannya sesuai, maka Anda akan langsung diarahkan untuk mengisi formulir 1770 S dengan mengklik “SPT 1770 S”.

simulasi e filling
Dokumen: DJP

7. Pilih form yang akan digunakan. Jika Anda sudah tahu cara mengisi formulir 1770 S, maka bisa pilih jawaban “Dengan Bentuk Formulir”.

Namun jika Anda ingin dipandu bentuk tampilan pengisiannya, pilih jawaban “Dengan Panduan”.

8. Jika memilih ‘Dengan Panduan’, klik “SPT 1770 S dengan panduan”

9. Selanjutnya, Anda tinggal melakukan pengisian e-Filing 1770 S, caranya seperti berikut:

  • Mulai dengan mengisi data formulir tahun pajak, misalnya saja “tahun 2020”
  • Berikutnya, status SPT. 

Untuk Anda yang baru pertama kali lapor pajak, maka pilih status “SPT Normal”.

Sedangkan Anda yang sudah pernah lapor pajak sebelumnya, dan ingin ada pembetulan, maka pilih “Pembetulan”, lalu isi kolom ini pembetulan yang ke berapa.

formulir daftar efilingDokumen: DJP

10. Kemudian isi data SPT sesuai dengan formulir 1721-A1 dan A2, yang terdiri dari:

  • Bagian A. Pajak Penghasilan
  • Bagian B. Pajak Penghasilan
  • Bagian C. Pajak Penghasilan
  • Bagian D. Pajak Penghasilan

11. Kemudian klik “Berikutnya”

12. Silakan isi daftar pemotongan atau pemungutan PPh oleh pihak lain dan PPh yang ditanggung pemerintah.

Siapkan bukti potong pajak yang sudah disiapkan sebelumnya, tinggal tambahkan saja ke daftar tersebut.

Jangan lupa isi nama dan NPWP pemotong atau pemungut pajak (perusahaan pemotong PPh 21), nomor dan tanggal bukti pemotongan atau pemungutan, jenis pajak, dan jumlah PPh yang dipotong atau dipungut.

formulir sptDokumen: DJP

13. Masuk ke bagian bukti potong baru. 

  • Bukti potong pajak 1721 A1 ditujukan bagi pegawai swasta, 
  • Bukti potong pajak 1721 A2 untuk PNS.

Anda tinggal memasukkan saja sesuai kolomnya.

  • Bila Anda mengisi penghasilan dari pekerjaan, pilih Pasal 21 di kolom “Jenis Pajak”
  • Kemudian isi NPWP pemberi kerja (perusahaan tempat Anda bekerja atau bendahara). Kalau NPWP itu benar, maka nama perusahaan atau bendahara akan muncul secara otomatis di kolom “Nama Pemotong atau Pemungut Pajak”
  • Isi nomor bukti potong, tanggal bukti pemotongan atau pemungutan, dan jumlah PPh yang dipotong atau dipungut

isi formulir sptDokumen: DJP

14. Setelah selesai, klik tombol “Simpan” dan akan ditampilkan ringkasan pemotongan pajak Anda

lapor pajak online
Dokumen: DJP

15. Klik “Langkah Berikutnya”

16. Masukkan jumlah penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan.

laporan pajak online
Dokumen: DJP

17. Klik “Langkah Berikutnya”

18. Masukkan penghasilan neto dalam negeri, jika ada. Misalnya penghasilan dari sewa kontrakan atau properti, bunga deposito, dan sumber lainnya.

penghasilan neto dalam negeriDokumen: DJP

19. Klik “Langkah Berikutnya”

20. Silakan jawab pertanyaan dari “Apakah Anda memiliki penghasilan luar negeri?” Jika jawabannya “Ya”, sebutkan sumber penghasilannya. Kalau “Tidak”, klik “Langkah Berikutnya”

penghasilan neto luar negeriDokumen: DJP

21. Masukkan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak (jika ada). Contohnya, warisan, hadiah beasiswa dan lainnya.

penghasilan yang tidak termasuk objek pajakDokumen: DJP

22. Klik “Langkah Berikutnya”

23. Masukkan penghasilan yang telah dipotong PPh Final (kalau ada). Klik tombol tambah (+), lalu isi.

Contohnya, hadiah undian senilai Rp20 juta, telah dipotong PPh Final 25% berarti Rp5 juta. Lalu, klik “Simpan”.

PPh FinalDokumen: DJP

24. Klik “Langkah Berikutnya”

25. Selanjutnya, masukkan harta yang dimiliki saat ini dengan menjawab dahulu pertanyaan: “Apakah Anda memiliki harta?

  • Jika “Ya”, masukkan daftar harta satu-per-satu dengan klik tombol tambah (+). Misalnya :  mobil => isi kode harta => nama harta (merek mobil) => tahun membeli => harga saat membelinya => keterangan (seperti plat nomor kendaraan, nomor BPKB).
  • Apabila Anda sudah pernah mengisi daftar harta di e-Filing, dapat menampilkan lagi dengan klik “Harta pada SPT Tahun Lalu”

lapor hartaDokumen: DJP

26. Klik “Langkah Berikutnya”

27. Tambahkan utang yang masih berjalan (jika ada), misalnya sisa kredit mobil atau cicilan rumah.

  • Isi kode utang, nama pemberi pinjaman, alamat, tahun peminjaman, dan jumlah utang. Klik “Simpan”.
  • Kalau sudah pernah melaporkan daftar utang di e-Filing, Anda bisa menampilkan kembali dengan memilih “Utang pada SPT Tahun Lalu”.

lapor hutangDokumen: DJP

28. Isi berapa jumlah tanggungan anggota keluarga yang Anda miliki.

  • Kalau sudah pernah melaporkan daftar tanggungan di e-Filing, Anda tinggal menampilkan kembali dengan klik “Tanggungan pada SPT Tahun Lalu”.
  • Jika ada anggota keluarga baru yang menjadi tanggungan, masukkan di daftar tanggungan dengan klik tambah (+). Isi nama, NIK (nomor induk kependudukan), hubungan keluarga, dan pekerjaan.

Tanggungan pada SPT Tahun LaluDokumen: DJP

29. Klik “Langkah Berikutnya”

30. Isi zakat atau sumbangan keagamaan wajib yang pernah dibayarkan ke lembaga pengelola yang disahkan pemerintah. Misalnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)

lapor zakatDokumen: DJP

31. Klik “Langkah Berikutnya”.

32. Isi lampiran soal status kewajiban perpajakan suami istri jika Anda sudah berumah tangga (menikah).

  • Isi status perkawinan, status kewajiban perpajakan suami, misal Anda sebagai kepala keluarga dan istri tidak bekerja.
  • Pilih: Kewajiban perpajakan secara terpisah dengan suami atau istri (MT), hidup berpisah (HB), atau melakukan perjanjian pemisahan harta (PH).

status kewajiban perpajakan suami istriDokumen: DJP

33. Klik “Langkah Berikutnya”

34. Jika ada, isi pengembalian atau pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan di luar negeri.

PPh Pasal 24Dokumen: DJP

35. Klik “Langkah Berikutnya”

36. Isi pembayaran PPh Pasal 25 dan Pokok SPT PPh Pasal 25 (bila ada). Jika tidak ada, kosongkan, dan klik “Langkah Berikutnya”

PPh Pasal 25Dokumen: DJP

37. Masuk ke bagian perhitungan Pajak Penghasilan (PPh).

  • Di tahap ini, WP akan ditampilkan perhitungan PPh dan SPT berdasarkan data yang dimasukkan WP sebelumnya. Status SPT akan terlihat apakah Nihil, Kurang Bayar, atau Lebih Bayar
  • Cek atau periksa lagi data tersebut. Kalau sudah benar semua, klik “Langkah Berikutnya”

Pajak PenghasilanDokumen: DJP

38. Di bagian selanjutnya, akan ditampilkan:

  • Jika status SPT Kurang Bayar, akan muncul pertanyaan: Sudahkah Anda melakukan pembayaran?
  • Jika jawabannya belum, klik Jawaban Belum. Kalau sudah membayar, klik Jawaban Sudah
  • Kemudian masukkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan tanggal bayar sesuai bukti pembayaran
  • Jika Anda tidak punya kewajiban PPh Pasal 25 , klik “Langkah Berikutnya”

bayar pphDokumen: DJP

39. Tahapan selanjutnya adalah “Konfirmasi”

Anda akan mendapat pernyataan, yang harus dijawab dengan klik “Setuju” atau “Agree”

konfirmasi lapor pajak
Dokumen: DJP

40. Klik “Langkah Berikutnya”

41. Selanjutnya, akan muncul ringkasan SPT Anda dan pengambilan kode verifikasi.

  • Klik “Di Sini” untuk mengambil kode verifikasi
  • Beri jawaban atas pertanyaan pengiriman kode verifikasi, lewat email atau nomor ponsel
  • Nantinya akan ada pemberitahuan kode verifikasi yang dikirim ke email atau nomor ponsel Anda yang terdaftar
  • Cek email atau ponsel dan masukkan kode verifikasi yang dikirimkan tersebut ke kolom SPT
  • Klik “Kirim SPT”

sptDokumen: DJP

42. SPT sudah terkirim. Cek email untuk melihat Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT Pajak Online Anda.

Dengan begitu, pengisian dan pelaporan SPT Tahunan pajak online atau e-Filing 1770 S Anda sudah “Selesai”.

bukti lapor pajak
Dokumen: DJP

Cara Lapor SPT Pajak Online di e-Filing Klikpajak

Tahukah, Anda dapat melaporkan SPT Tahunan Pajak secara online dengan mudah melalui e-Filing Klikpajak.

Cara lapor SPT Tahunan di e-Filing Klikpajak, simak tutorial caranya di SINI.

Anda juga dapat melihat tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi melalui video berikut ini:

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

ebupotContoh BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Sanksi Denda Terlambat Lapor SPT Tahunan Pajak

Batas waktu lapor SPT Tahunan PPh 21 karyawan adalah paling lamabat 31 Maret setiap tahunnya.

Jika terlambat menyampaikan SPT pajak, akan dikenakan sanksi daan denda sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Besar denda atau sanksi tidak bayar pajak atau terlambat lapor SPT pajak diatur kembali dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja klaster perpajakan, yang mengubah 4 undang-undang perpajakan yaitu UU PPh, UU KUP, UU PPN & PPnBM, UU PDRD.

Note: Berapa sanksi dan denda tidak bayar dan terlambat lapor SPT pajak terbaru, selengkapnya baca Isi dan Poin-Poin ‘Omnibus Law’ UU Cipta Kerja Bidang Perpajakan

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

kalender pajak

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Bukan hanya mudah untuk menyampaikan SPT pajak, Klikpajak.id juga memiliki fitur lengkap yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan.

Lalu, apa saja fitur lengkap Klikpajak lainnya yang memudahkan urrusan perpajakan Anda ini?

a. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah meminta Kode Billing, selanjutnya Anda harus membayar atau menyetorkan billing pajak tersebut ke pos atau bank persepsi melalui ATM, internet banking maupun teller.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direkorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

e-Billing KlikpajakFitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

b. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 pada 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Apa perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2?

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Klikpajak Anda.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

e-Faktur KlikpajakFitur membuat Faktur Pajak dan lapor SPT Masa PPN di e-Faktur Klikpajak

c. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

e-Bupot KlikpajakFitur membuat bukti potong dan lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Pelajari lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company dari Klikpajak.id disini!

e. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui lebih lanjut bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda!

integrasi jurnal dan pajakIntegrasi Jurnal.id dan Klikpajak.id semakin memudahkan administrasi perpajakan Anda

Bagaimana dengan Keamanan Data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Anda dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

keamanan dataKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

tim support pajak

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

buat id billing gratis

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED09 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: