Cara Lapor Pajak 'Online' Pribadi Pekerja Bebas Saat PSBB

Cara Lapor Pajak ‘Online’ Pribadi Pekerja Bebas Saat PSBB

Di tengah pandemi Covid-19, melakukan aktivitas termasuk perpajakan secara daring sangat dianjurkan untuk menghindari penyebaran virus. Ketahui cara lapor pajak online pribadi pekerja bebas atau freelancer saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Seperti diketahui, hingga saat ini belum ada penawar Virus Corona jenis baru ini. Sejumlah ahli di bidangnya pun mengakui vaksin Covid-19 kemungkinan besar baru tersedia akhir 2021.

Artinya, pada masa penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Masa Pajak 2020 yang paling lambat 31 Maret 2021 dimungkinkan masih dihadapkan pada keterbatasan aktivitas alias tidak bisa lapor pajak secara langsung dengan datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Maka, lapor pajak pun harus online. Bagaimana cara lapor pajak online pribadi pekerja bebas saat PSBB, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Pelaporan Pajak Pekerja Bebas

Pada dasarnya, terdapat perbedaan cukup signifikan dalam penyampaian pajak secara daring bagi Wajip Pajak (WP) Pribadi pegawai/karyawan dan bukan pegawai/pekerja bebas.

Bukan menjadi pekerja kantoran tak lantas membuat para pekerja bebas atau pekerja lepas dapat melengos begitu saja dari kewajiban pajaknya.

Meski sama-sama termasuk dalam kategori wajib pajak pribadi, pekerja bebas tidak melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing, melainkan dengan fitur e-Form atau aplikasi e-SPT yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

e-Form merupakan formulir SPT elektronik berupa file dengan ekstensi .xfdl., yang pengisiannya dapat dilakukan secara offline dan dapat diunduh melalui laman DJP online, sementara e-SPT merupakan aplikasi untuk melaporkan SPT Tahunan.

Kategori Wajib Pajak Orang Pribadi Pekerja Bebas

Mengacu pada Pasal 1 Angka 24 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), pekerja bebas diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan orang pribadi dengan keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat suatu hubungan kerja.

Note: Bagaimana Cara Menghitung Pajak Youtuber?

Berikut adalah beberapa di antara profesi yang termasuk dalam pekerja bebas atau pekerja lepas (freelancer):

  1. Tenaga ahli seperti pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris
  2. Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis dan seniman lainnya
  3. Olahragawan
  4. Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator
  5. Pengarang, peneliti, dan penerjemah
  6. Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk, teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan
  7. Agen iklan
  8. Pengawas atau pengelola proyek
  9. Perantara
  10. Petugas penjaja barang dagangan
  11. Agen asuransi
  12. Distributor perusahaan pemasaran berjenjang (multilevel marketing) atau penjualan langsung (direct selling) dan kegiatan sejenis lainnya

Terbaru! Kini Anda Dapat Membuat ID Billing Langsung Melalui eBilling di KlikpajakIlustrasi pekerja bebas yang melaporkan SPT pajaknya

Perlu Siapkan ini Sebelum Lapor Pajak ‘Online’

Sebelum melaporkan SPT Tahunan melalui e-Form ataupun e-SPT, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh wajib pajak orang pribadi pekerja bebas, diantaranya:

a. NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP. wajib dimiliki oleh setiap wajib pajak yang hendak melaporkan SPT Tahunan, termasuk pekerja bebas.

Memiliki NPWP secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi WP selain sebagai nomor identitas. 

Sebab WP dengan NPWP akan dikenakan tarif pajak yang lebih rendah dibanding wajib pajak tanpa NPWP.

Sedangkan WP tanpa NPWP dikenakan tarif tambahan sebesar 2%. Meski tidak banyak, tetap saja tarif tambahan tersebut berpengaruh terhadap penghasilan.

Untuk membuat NPWP, WP dapat melakukannya secara online maupun manual dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.

Note: Daftar NPWP Online, Ini Langkah dan Petunjuk Mudahnya!

b. Formulir 1770

Penting bagi masing-masing wajib pajak untuk menentukan apa jenis formulir yang digunakan untuk melaporkan SPT Tahunan.

Sebenarnya ada tiga jenis formulir SPT Tahunan yaitu, formulir 1770, 1770 S dan 1770 SS. Setiap formulir memiliki ketentuannya sendiri.

Bagi pekerja bebas, formulir yang digunakan adalah formulir 1770 yang terdiri dari beberapa lampiran. Hal ini mengindikasikan bahwa wajib pajak memperoleh penghasilan lebih dari satu sumber.

Jika biasanya wajib pajak pegawai mendapatkan lembaran formulir 1721 A1 atau A2 dari pemberi kerja untuk membantu mengisi formulir 1770 S atau 1770 SS, maka wajib pajak pekerja bebas harus mengisinya secara mandiri.

NPWP Sudah Terdaftar Tetapi Gagal LoginIlustrasi lapor pajak online pekerja bebas

Cara Lapor Pajak ‘Online’ Pribadi Pekerja Bebas

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, lapor pajak online pribadi bagi pekerja bebas dapat dilakukan melalui, baik e-SPT maupun e-Form.

Namun e-SPT jauh lebih rumit karena harus menginstal aplikasi terlebih dahulu.

Kelebihan e-Form adalah prosesnya jauh lebih sederhana. Prinsip penggunaan e-Form adalah mengisi secara offline namun melaporkan secara online.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka halaman DJP Online atau Klikpajak.id
  2. Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Anda dan kata sandi atau password. Lalu klik ‘Login’.
  3. Lalu pilih e-form dengan klik ‘Buat SPT’ dan pilih ‘Ya’ karena wajib pajak menjalankan pekerjaan bebas.
  4. Kemudian klik ‘e-Form SPT 1770’. Pilih tahun pajak dan klik ‘Kirim Permintaan’. Dokumen e-form otomatis terunduh dan WP akan mendapatkan kode verifikasi yang dikirim ke email.
  5. Di laman unduh formulir elektronik, klik ‘Download Viewer’. Lalu klik ‘windows (24mb)’. Tunggu proses unduh sampai selesai. Setelah itu, Anda install form viewer tersebut.
  6. Isi dokumen e-form dengan benar serta siapkan daftar peredaran bruto selama setahun pajak. Buka dokumen e-form melalui program viewer. Lalu isi lampiran-lampiran pada formulir 1770.
  • Lampiran 1770-IV Bagian A: Isi harta yang dimiliki hingga tahun pajak yang dipilih. 
  • Lampiran 17700-IV Bagian B: Isi utang yang dimiliki hingga akhir tahun pajak.
  • Lampiran 1770-IV Bagian C: Isi anggota keluarga.
  • Lampiran 1770-III Bagian A: Isi daftar penghasilan yang dikenakan pajak final, jika tidak ada, maka abaikan.
  • Lampiran 1770-III Bagian B: Isi daftar penghasilan yang tidak termasuk objek pajak.
  • Lampiran 1770-III Bagian C: Isi daftar penghasilan istri yang dikenakan pajak secara terpisah.
  • Lampiran 1770-II Bagian A: Isi daftar pemotongan/pungutan PPh oleh pihak lain.
  • Lampiran 1770-I Bagian A: Isi penghasilan neto dalam negeri dari pekerja bebas bagi WP yang menggunakan pembukuan.
  • Lampiran 1770-I Bagian B: Isi penghasilan neto dalam negeri dari pekerja bebas bagi WP yang menggunakan norma penghitungan penghasilan neto.
  • Lampiran 1770-I Bagian C: Isi penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan.
  • Lampiran 1770-I Bagian D: Isi penghasilan neto dalam negeri lainnya.
  1. Setelah semua lampiran diisi, maka masuk ke halaman induk dan isi formulir induk 1770 yang berisi informasi data diri dan tentang usaha dan status perpajakan. Kemudian rekapitulasi informasi dari lampiran I-IV. Pada bagian B, pilih penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sesuai dengan kondisi wajib pajak. Setelah itu isi kolom tanggal, lalu klik ‘submit’.
  2. Lalu pada halaman selanjutnya, klik ‘unggah lampiran’. Pastikan ukuran file yang akan diunggah tidak lebih dari 40 mb dan file harus berbentuk PDF. Buka email Anda, dan salin kode verifikasi.
  3. Setelah itu kembali ke form viewer. Lalu paste kode verifikasi, klik ‘submit’. Akan muncul kotak dialog, lalu klik ‘Yes’. Tunggu proses submit sampai selesai. Jika sudah, nanti akan muncul ‘submit SPT berhasil’.

Daripada ribet mesti menginstal aplikasi terlebih dahulu buat lapor pajak, lebih baik manfaatkan teknologi komputasi awan (cloud computing).

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) terlebih dahulu.

Ilustrasi teknologi cloud untuk kemudahan aktivitas daring

Teknologi Cloud Memudahkan Urusan Perpajakan

Cloud adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Teknologi ini memudahkan penggunanya untuk menjalankan program tanpa harus memasang (instal) aplikasi terlebih dahulu.

Sistem cloud juga memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Klikpajak.id didukung dengan teknologi berbasis cloud atau komputasi awan yang bisa menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak Anda dengan aman.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Dengan mengadopsi teknologi cloud ini pula, Anda bisa urus pajak melalui aplikasi Klikpajak.id hanya dengan ponsel (smartphone).

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Contoh fitur aplikasi pajak online Klikpajak.id

Bayar dan Lapor Pajak ‘Online’ Mudah di Klikpajak

Anda akan mendapatkan kemudahan cara lapor SPT Tahunan/Masa pajak dengan menggunakan aplikasi e-Filing Klikpajak karena akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Selain itu, melaporkan seluruh jenis SPT melalui e-Filing Klikpajak gratis selamanya dan bisa dilakukan kapan saja serta di mana saja, seperti:

  • Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Note: Langkah-langkah mudah menyampaikan SPT pajak melalui e-Filing Klikpajak, bisa Anda lihat di SINI.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Contoh fitur BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Kode Billing, e-Faktur, Bukti Potong Bisa Dibuat di Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

e-Billing Klikpajak

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Faktur Klikpajak

Melalui fitur e-Faktur yang terintegrasi dalam satu platform, Anda dapat mengelola administrasi perpajakan mulai dari:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Panduan langkah-langkah cara membuat e-Faktur dan contoh perhitungan PPN serta pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa lihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Note: Anda juga dapat menginput data Faktur Masukan menggunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak secara gratis. Langkah-langkah input Faktur Pajak Masukan lewat handphone selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Seperti diketahui, melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020, mulai 1 Agustus 2020 setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama seluruh Indonesia, harus membuat bukti potong pajak dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik melalui aplikasi e-Bupot.

Kini, penerapan wajib e-Bupot secara nasional berlaku mulai 1 September 2020 melalui KEP-368/PJ/2020 yang menyebutkan:

“Semua wajib pajak yang telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dari PER-04/PJ/2017 sudah langsung diwajibkan membuat SPT masa PPh Pasal 23/26 dan membuat bukti pemotongan secara elektronik melalui e-Bupot mulai September 2020.”

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

e-Bupot Klikpajak memiliki keunggulan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu bisnis perusahaan, di antaranya:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO, yang menjadi standar keamanan sistem teknologi informasi.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Note: Langkah-langkah membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 dan penjelasan lengkap mengenai bukti pemotongan, baca di SINI.

Contoh fitur akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan support system pajak online Klikpajak.id

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah.

Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED21 Sep 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: