Penggunaan SSE untuk Penyetoran Pajak Lebih Mudah - Klikpajak

Penggunaan SSE untuk Penyetoran Pajak Lebih Mudah

Perkembangan teknologi informasi terjadi setiap saat dan setiap waktu. Kini, segala proses birokrasi terkait urusan warga negara pada warga negara mulai beralih ke sistem online dengan basis operasional menggunakan internet. Sektor perpajakan juga ikut beralih, demi meningkatkan partisipasi pajak. Dirjen Pajak sendiri kemudian meluncurkan sistem SSE pada 2016 lalu.

SSE atau Surat Setoran Elektronik sendiri adalah model pembayaran atau penyetoran pajak dengan cara online. Artinya, Anda sebagai wajib pajak tidak perlu lagi mendatangi kantor pajak untuk membayarkan pajak yang menjadi tanggungan. Pembayaran dengan metode ini nantinya akan divalidasi dengan berkas bernama Bukti Penerimaan Negara.

Berkas tersebut berfungsi sebagai konfirmasi dari Dirjen Pajak bahwa pajak yang disetorkan telah masuk ke dalam kas negara, dan kewajiban membayar pajak telah terpenuhi. Dalam UU yang berlaku, berkas BPN ini derajatnya sama dengan berkas Surat Setoran Pajak yang dahulu digunakan untuk melakukan pembayaran pajak.

Salah Kaprah Terhadap SSE

Surat Setoran Elektronik, banyak disalah artikan sebagai cara untuk membayarkan pajak. Padahal sebenarnya ini adalah metode untuk membuat satu formulir berisi laporan pajak yang akan disetorkan, dan nantinya akan diwujudkan dengan 15 digit kode unik. Baru kemudian setelah mendapat kode ini, Anda bisa membayarkan pajak terkait.

Memang benar, branding yang dilakukan oleh Dirjen Pajak pada sistem penyetoran online ini sebenarnya kurang tepat jika dicerna secara harafiah. Namun pada prakteknya, sistem Surat Setoran Elektronik memang benar menjadi metode pembayaran baru, dengan mengidentifikasikan pajak yang akan disetorkan menggunakan kode billing.

Prosedur Penggunaan SSE

Sistem pembayaran ini akan menghasilkan kode billing. Anda tinggal mengakses pada situs yang disediakan oleh Dirjen Pajak, dan mengisi formulir yang tersedia secara lengkap dan benar. Proses pengisiannya tidak sulit, karena kolom yang tersedia memiliki penjelasan yang cukup jelas.

Setelah selesai melakukan pengisian, Anda akan dibawa pada panel selanjutnya, berisi rekap data yang telah dimasukkan sebelumnya. Pada bagian bawah panel ini, baru akan muncul ‘ID BILLING’ yang digunakan untuk menyetorkan pajak, dan masa berlaku. Setelah mendapatkan data tersebut, Anda bisa melakukan penyetoran pajak sampai batas waktu yang tertera.

Tidak Sulit dan Praktis

Jika dianalogikan, sebenarnya sistem SSE ini tidak jauh berbeda dengan cara pemesanan tiket kereta api dari berbagai aplikasi. Pemesanan dilakukan dengan mengisi data penumpang dan jadwal keberangkatan serta kereta yang akan digunakan. Kemudian calon penumpang akan melihat data yang telah dimasukkan, dan memilih metode pembayaran yang akan digunakan. Pada panel yang sama, akan terdapat serangkaian kode untuk digunakan sebagai ‘identitas’ pembayaran atas pemesanan.

Pada konteks penyetoran pajak, pengisian data pada situs yang disediakan DJP adalah tahap yang sama pada pengisian data yang dilakukan ketika memesan tiket. Kemudian data dikonfirmasi, sama dengan proses sebelumnya, dan akan mendapatkan kode bayar. Kode ini yang Anda gunakan ketika melakukan pembayaran, agar tujuan pembayaran sesuai dengan pajak yang menjadi tanggungan Anda.

Pembayaran bisa Anda lakukan melalui berbagai kanal, kantor pos misalnya, atau bank persepsi, atau untuk mengoptimalkan sistem online yang digunakan Anda bisa menggunakan ATM, internet banking serta mobile banking. Inilah kemudian yang benar-benar membedakan dari sistem lama, karena Anda tak lagi harus mendatangi kantor pajak dan bisa melakukan pembayaran kapanpun dan dimanapun.

Terkait konfirmasi penyetoran yang Anda lakukan, setelah proses selesai, Anda akan menerima BPN dari kanal yang Anda gunakan. Baik berbentuk digital maupun cetak, BPN kemudian harus disimpan dengan baik karena merupakan dokumen penting sebagai bukti penyetoran pajak telah dilakukan dengan sah dan valid.

Partisipasi Pajak

Ketersediaan sistem online ini tentu saja diharapkan menjadi cara agar kesadaran kewajiban wajib pajak, baik wajib pajak baru maupun lama, semakin meningkat. Kepraktisan sistem yang digunakan dan kemudahan yang ditawarkan hendaknya dapat mengurangi alasan untuk tidak menyetorkan pajak karena masalah teknis.

Penggunaan sistem ini sendiri menunjukkan efek yang cukup baik, dibuktikan dengan partisipasi pajak yang terus meningkat sejak tahun 2016. Tidak hanya itu, Dirjen Pajak juga mendukung penggunaan sistem ini dengan membentuk sistem online pada pelaporan pajak menggunakan e-SPT. Sistem pelaporan ini sendiri bisa dibaca penjelasannya pada artikel terkait pada situs ini.

 

Penggunaan sistem online telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi pajak. Baik pada bagian penyetoran maupun pelaporan, strategi ini ampuh untuk membuat wajib pajak menjadi sadar akan kewajibannya untuk membayar dan menyetorkan pajak.

SSE atau Surat Setoran Pajak adalah terobosan dari Dirjen Pajak dengan tujuan meningkatkan partisipasi penyetoran pajak dari setiap wajib pajak. Meski belum mencapai 100%, namun peningkatan partisipasi sudah terlihat dan ini merupakan pertanda baik. Sektor swasta sendiri turut memiliki andil sebagai mitra resmi untuk bayar dan melaporkan pajak. Klikpajak, sebagai salah satu penyedia jasa penyetoran dan pelaporan pajak yang merupakan mitra resmi DJP, siap membantu meningkatkan partisipasi pajak, dengan berbagai fitur dan kemudahannya. Daftar di sini sekarang untuk menikmati layanannya secara gratis!


PUBLISHED12 Apr 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: