Pengertian Penjualan Bersih beserta Perhitungannya

Setiap kegiatan usaha tentu dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Bila kegiatan usaha berjalan lancar dan mendapat banyak pemasukan, kemungkinan keuntungan yang diperoleh pun besar. Sayangnya, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Pendapatan besar bukan berarti keuntungan perusahaan juga besar.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi perhitungan laba / rugi badan usaha yang semuanya harus dihitung dengan cermat. Agar tidak keliru memahami kesehatan keuangan usaha, perlu adanya pemahaman akan faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yakni tentang penjualan bersih.

Dalam usaha perdagangan, pendapatan utama didapatkan dari penjualan. Namun, besarnya angka penjualan bisa dikatakan masih merupakan data mentah untuk menghitung pendapatan. Ada beberapa faktor yang harus dipastikan untuk mendapatkan angka penjualan yang sebenarnya atau disebut juga dengan penjualan bersih.

penjualan bersih

Apa itu Penjualan Bersih?

Dalam mencapai usahanya untuk memasarkan suatu produk, perusahaan harus menggunakan cara-cara tertentu yang dapat menarik minat pembeli. Semakin gencar promosi yang diadakan, diharapkan semakin besar pula penjualan yang terjadi.

Besarnya angka penjualan setelah diadakan promosi bisa menimbulkan kepercayaan diri bahwa perusahaan memperoleh pendapatan yang besar. Namun, perusahaan harus berhati-hati, karena angka penjualan ini baru merupakan penjualan kotor yang belum mencerminkan pendapatan perusahaan yang sebenarnya.

Penjualan kotor berarti jumlah yang didapatkan perusahaan dalam aktivitas penjualan tanpa dikurangi biaya lain. Ada beberapa faktor terkait aktivitas penjualan yang dapat memengaruhi besarnya angka penjualan. Setelah dikurangi faktor-faktor tersebut, baru bisa didapatkan angka penjualan bersih.

Gambaran alur tersebut dapat menunjukkan bahwa penjualan bersih adalah pendapatan dari aktivitas penjualan setelah dikurangi faktor-faktor pengurang. Angka yang didapat baru menggambarkan besarnya pendapatan dari sektor penjualan yang sebenarnya.

Apa saja Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Bersih?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam usaha untuk mencapai target penjualan, perusahaan perlu melakukan promosi untuk mengenalkan produknya pada pembeli. Salah satu upaya untuk menarik minat calon pembeli di antaranya adalah pemberian diskon, jaminan barang kembali, komisi, dan tunjangan barang rusak.

Diskon atau potongan harga biasanya diberikan pada momen-momen tertentu seperti event cuci gudang, event perayaan hari besar, atau promo peluncuran produk. Trik promosi ini memang masih menjadi andalan dan terbukti berhasil meningkatkan minat pembeli untuk berbelanja sehingga target penjualan pun dapat tercapai. Dalam pencatatan keuangan, potongan harga ini tidak boleh dilupakan untuk menghitung penjualan bersih.

Adanya komitmen jaminan barang kembali berarti pembeli dapat mengembalikan barang yang telah dibeli bila didapati adanya cacat produk atau kerusakan pada barang tersebut. Jaminan ini membuat pembeli merasa aman dan percaya untuk membelanjakan uangnya di perusahaan tersebut. Saat barang kembali, perusahaan harus mengembalikan pula uang yang telah dibayarkan oleh pembeli secara penuh. Pengembalian dana ini juga harus dicatat dan mengurangi angka penjualan bersih.

Aplikasi e-Billing untuk kelola pembayaran pajak secara online. Gratis, buat ID Billing. Coba Sekarang!

Selain pengembalian barang, ada juga opsi tunjangan penjualan. Opsi ini digunakan bila didapati adanya kerusakan pada barang yang telah dibeli tapi pembeli tidak menghendaki pengembalian barang. Sehingga, pembeli tetap memperoleh barang tersebut, namun perusahaan memberi potongan harga sebagai kompensasi atas kekurangan pada produk tersebut. Kompensasi ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi penjualan bersih.

Selain promosi yang langsung dapat dinikmati oleh pembeli, tidak menutup kemungkinan perusahaan juga menggunakan jasa marketer atau pemasar untuk mempromosikan produknya. Strategi ini dapat membuat produk dikenali lebih banyak orang dan mencapai target market yang lebih luas. Atas keberhasilannya menghasilkan penjualan, seorang pemasar akan mendapat komisi dengan besaran yang telah disepakati sebelumnya. Besaran komisi ini juga mengurangi jumlah pendapatan perusahaan dari penjualan hingga didapatkan angka penjualan bersih.

Selain keempat faktor yang telah disebutkan, tidak menutup kemungkinan terdapat faktor lain yang dapat menentukan angka penjualan bersih. Setiap perusahaan mungkin berbeda tergantung pada aktivitas usaha yang dilakukan. Setelah mengetahui dan dapat mengerti apa saja faktor yang dapat mempengaruhi penjualan bersih, maka penghitungan pun dapat dilakukan.

Bagaimana Cara Menghitung Penjualan Bersih?

Sebelumnya, kita telah mengetahui apa yang dimaksud dengan penjualan bersih. Penjualan bersih adalah pendapatan dari aktivitas penjualan setelah dikurangi faktor-faktor pengurang. Berdasarkan definisi tersebut, dapat diketahui bahwa untuk menghitung penjualan bersih, caranya adalah dengan mengurangi total penjualan kotor dengan faktor-faktor penentu seperti diskon, retur, tunjangan barang rusak, dan komisi. Faktor lain yang mungkin muncul di luar poin-poin tersebut juga perlu dipertimbangkan. Dari hasil pengurangan tersebut baru diketahui jumlah penjualan bersih.

Ringkasnya, rumus untuk menghitung besarnya penjualan bersih adalah:

Penjualan bersih = Penjualan kotor – diskon – retur – tunjangan barang rusak – komisi

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, berikut contoh penghitungan penjualan bersih.

Suatu usaha UMKM sedang memasarkan produk barunya, yakni tas jinjing dengan harga Rp100.000. Dalam peluncuran produk tersebut, diadakan promo potongan harga sebesar 30% bagi pembeli yang memesan dalam jangka waktu tertentu. Saat peluncuran produk, diperoleh pemesanan sebanyak 100 pcs. Setelah semua barang terkirim dan diterima oleh pembeli, ada beberapa komplain yang masuk. 5 orang pembeli mendapati cacat produk dan ingin mengembalikan barang. 10 orang pembeli mendapati cacat minor dan ingin mendapat kompensasi.

Pemilik usaha sepakat untuk mengembalikan seluruh uang yang dibayar pembeli bila barang dikembalikan dan memberi kompensasi sebesar 20% dari harga tas bila didapati cacat minor. Berdasarkan kasus tersebut, berapakah penjualan bersih yang diterima pemilik usaha?

Pembahasan:

Dalam kasus tersebut, penjualan kotor dapat langsung diketahui dengan mengalikan jumlah pemesanan dengan harga tas. Selanjutnya, untuk mendapatkan penjualan bersih, faktor-faktor pengurangnya ialah diskon, retur atau barang kembali, dan kompensasi barang rusak atau tunjangan penjualan. Dengan demikian, dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut:

Penjualan kotor = 100 pcs x Rp100.000 = Rp10.000.000

Diskon = Rp10.000.000 x 30% = Rp3.000.000

Retur = 5 x Rp100.000 = Rp500.000

Tunjangan penjualan = 10 x 20% x Rp100.000 = Rp200.000

Penjualan bersih = Penjualan kotor – diskon – retur – tunjangan penjualan = Rp10.000.000 – Rp3.000.000 – Rp500.000 – Rp200.000 = Rp.6.200.000

Contoh lain:

Perusahaan yang memproduksi baju seharga Rp150.000 memilih strategi pemasaran dengan menggunakan jasa pemasar atau marketer agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Menjelang akhir tahun, perusahaan memutuskan mengadakan cuci gudang besar-besaran. Semua produk di diskon sebesar 30%. Setiap penjualan melalui marketer tetap mendapat komisi 15% dari harga barang setelah diskon. Bila pada periode tersebut perusahaan berhasil mendapat penjualan sebesar 1000 pcs melalui marketer, berapa penjualan bersih yang didapatkan?

Pembahasan:

Dalam contoh kasus tersebut, penjualan bersih bisa didapatkan dengan menghitung penjualan kotor, dikurangi dengan diskon, kemudian dikurangi juga dengan komisi untuk marketer. Ringkasanya, penghitungan penjualan bersihnya adalah sebagai berikut:

Penjualan kotor: 1000 x Rp 150.000 = Rp 150.000.000

Diskon: Rp 150.000.000 x 30% = Rp 45.000.000

Penjualan setelah diskon = Rp 150.000.000 – Rp 45.000.000 = Rp 105.000.000

Komisi marketer: 15% x Rp 105.000.000 = Rp 15.750.000

Penjualan bersih = Penjualan kotor – diskon – komisi = Rp 150.000.000 – Rp 45.000.000 – Rp 15.750.000 = Rp 89.250.000

Dari gambaran contoh kasus di atas, dapat diketahui bahwa penjualan kotor dan penjualan bersih memiliki perbedaan yang cukup besar dan signifikan, sehingga dapat diketahui bahwa penghitungan penjualan bersih adalah hal yang sangat penting.

Apa Pentingnya Menghitung Penjualan Bersih?

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan penjualan bersih dan bagaimana cara menghitungnya, selanjutnya penting untuk memahami apa manfaat mengetahui angka penjualan bersih.

Penghitungan penjualan bersih dalam pencatatan akuntansi sangat penting untuk dapat menghitung laba atau rugi suatu kegiatan usaha secara akurat. Seperti yang telah diketahui, rumus perhitungan laba / rugi adalah:

Pendapatan – Harga Pokok Penjualan (HPP) – Biaya Beban

Poin pendapatan didapatkan dari angka penjualan bersih ditambah pendapatan lain di luar usaha. Bila penghitungan penjualan bersih terlewat dan digunakan angka penjualan kotor, maka poin pendapatan akan terlihat lebih besar dari jumlah sebenarnya. Hal ini akan menjadi kesalahan yang besar karena sangat mempengaruhi perhitungan laba / rugi.

Sebagaimana tujuan akuntansi yang utama, yakni untuk mengetahui dan menganalisa kesehatan keuangan serta perkiraan prospeknya di masa depan, maka penghitungan penjualan bersih juga memiliki peran yang penting dalam analisa tersebut.

Sebagai contoh, dengan menghitung penjualan bersih dan mencatat faktor-faktor pengurang dengan detail, dapat dilakukan analisa sebagai berikut:

  • Bila pengurangan penjualan bersih terlalu besar pada faktor diskon, berarti strategi pemasaran yang dijalankan memakan biaya yang terlalu besar. Perlu dicari strategi lain yang biayanya tidak terlalu membebani usaha.
  • Bila faktor retur terlalu besar, berarti kualitas produk perlu ditinjau ulang. Pengecekan kualitas produk atau quality control perlu dilakukan lebih ketat. Perlu juga dicari solusi untuk meningkatkan kualitas produk.
  • Bila faktor tunjangan penjualan terlalu besar, berarti banyak terdapat cacat produk. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan bagaimana cara menanggulanginya.

Semua analisa tersebut dapat dilakukan bila pencatatan dilakukan secara rinci dan penghitungan penjualan bersih dilakukan dengan teliti.

Bagaimana Jika Tidak dilakukan Penghitungan Penjualan Bersih?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pentingnya penghitungan penjualan bersih adalah untuk mendapatkan perhitungan laba / rugi secara akurat, juga untuk melakukan analisa pada kegiatan usaha yang dilakukan. Bila penghitungan penjualan bersih dilewatkan, jumlah pendapatan yang diketahui akan lebih besar dari pendapatan yang sebenarnya. Kekeliruan ini dapat berakibat fatal, karena kesehatan keuangan usaha akan disalahpahami. Bisa jadi, berdasarkan penghitungan usaha mendapatkan laba, padahal pada kenyataannya mengalami kerugian.

Baca Juga: Apa itu Retur Barang?

Selain itu, kerugian yang didapatkan dengan melewatkan penghitungan penjualan bersih adalah terlewatnya kesempatan untuk menganalisa strategi penjualan yang dijalankan. Bila pencatatan dilakukan secara terperinci, keberhasilan atau kendala pada strategi penjualan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Besarnya angka yang ditunjukkan pada setiap faktor terlihat dengan jelas dan menunjukkan efektivitas strategi yang digunakan secara langsung.

Pemahaman yang baik pada kesehatan keuangan usaha akan menghasilkan analisis yang baik pula tentang efektivitas strategi penjualan yang telah dilakukan. Pengetahuan tentang kondisi keuangan yang benar juga dapat menghasilkan perencanaan usaha yang lebih tepat.

Pengaruh Penghitungan Penjualan Bersih dengan Pajak

Setiap usaha yang dilakukan di dalam suatu wilayah terikat dengan peraturan yang ada dalam wilayah tersebut, termasuk tentang peraturan pajak. Pada usaha perdagangan, nilai pajak ditentukan dari besarnya laba bersih yang diperoleh dari kegiatan usaha. Seperti yang telah diketahui, laba bersih diketahui dengan menghitung selisih antara pendapatan dan HPP juga beban biaya lain. Sedangkan besarnya pendapatan diperoleh dari hasil penjualan bersih ditambah dengan penghasilan lain.

Berdasarkan alur pencatatan tersebut, dapat diketahui bahwa penghitungan penjualan bersih pada akhirnya menentukan penghitungan laba bersih dan jumlah pajak yang harus dibayar. Pencatatan dan penghitungan yang sesuai akan menghasilkan jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan sesuai pula.

Kelola urusan pajak jadi lebih mudah menggunakan aplikasi pajak dari Klikpajak. Lapor hingga bayar pajak dapat dilakukan hanya dalam satu aplikasi saja. Coba sekarang.

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED01 Jun 2022
Pradana Vincentiar
Pradana Vincentiar

SHARE THIS ARTICLE: