Coba 3 Langkah Mudah Membuat NPWP Online - Klikpajak

Coba 3 Langkah Mudah Membuat NPWP Online

Setiap warga negara memiliki kewajiban membayar pajak, sehingga setiap Wajib Pajak harus memiliki NPWP. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) merupakan nomor yang diberikan untuk seseorang yang umumnya sudah bekerja atau memiliki penghasilan yang nantinya dapat digunakan sebagai identitas wajib untuk kepentingan perpajakan. Bagi Anda yang ingin membuat NPWP, coba 3 langkah mudah membuat NPWP online berikut ini.

Kegunaan NPWP Bagi Wajib Pajak

  • Untuk melaksanakan urusan perpajakan. NPWP menjadi kewajiban bagi Wajib Pajak yang ingin membayar dan melaporkan pajak. Dengan memiliki NPWP, setiap Wajib Pajak akan terhindar dari tarif pajak yang lebih mahal.
  • NPWP dipergunakan sebagai salah satu syarat untuk melamar pekerjaan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki kebijakan untuk membantu pembuatan NPWP bagi mereka yang akan masuk dunia kerja. Sejumlah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) biasanya mensyaratkan surat rekomendasi dari perusahaan atau meminta keterangan mengenai perusahaan tempat pemohon NPWP yang bersangkutan bekerja.
  • Sebagai syarat membuat rekening bank. Syarat melampirkan NPWP dalam pembukaan rekening merupakan suatu bentuk kepatuhan pihak bank kepada Bank Indonesia. Hal ini berdasar pada peraturan Bank Indonesia Nomor 14/27/PBI/2012 pasal 14 ayat 1 huruf a yang menjelaskan bahwa calon nasabah yang memiliki beneficial owner wajib menyerahkan NPWP untuk mencegah terjadinya pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris oleh bank umum.
  • Untuk membeli produk investasi, seperti Reksa Dana dan lainnya.
  • Sebagai syarat untuk mengikuti lelang proyek Pemerintah. Hal ini dilakukan untuk melaksanakan peraturan DJP yang mengharuskan peserta lelang atau tender memiliki NPWP.
  • Untuk pengajuan kredit ke bank. Hal ini penting karena selain KTP, NPWP menjadi dokumen yang harus ada ketika ingin mengajukan pinjaman ke bank. Apabila sudah memiliki NPWP, proses pengajuan kredit pun akan lebih mudah.
  • Untuk membuat SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). NPWP digunakan untuk membuktikan legalitas badan usaha yang baru saja didirikan.

3 Langkah Membuat NPWP Online

Untuk membuat NPWP online, terdapat 3 langkah penting yang harus Anda lakukan. Namun, sebelumnya ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi untuk membuat NPWP online, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Alamat email aktif
  • Scan KTP
  • Scan Surat Keterangan Kerja dari tempat Anda bekerja (bagi karyawan), atau scan SK PNS (khusus untuk PNS/ASN)
  • Surat Keterangan Usaha atau SIUP (khusus bagi wiraswasta)

1. Pendaftaran Akun NPWP Online

Untuk registrasi secara online, Anda harus mengakses website https://ereg.pajak.go.id. Kemudian klik daftar untuk membuat akun baru dengan memasukkan alamat email aktif Anda. Setelah berhasil mendaftar, Anda dapat langsung mengecek email dan klik link yang telah Anda dapatkan. Lanjutkan dengan mengisi data pendaftaran akun Anda. Setelah data pendaftaran terisi secara lengkap dan benar, cek email Anda sekali lagi dan klik link yang Anda dapatkan untuk melakukan Aktivasi akun.

2. Pengisian Formulir NPWP Online

Untuk mengisi formulir pendaftaran NPWP online, Anda harus login terlebih dahulu menggunakan akun yang baru saja Anda buat. Kemudian isikan seluruh data yang telah disediakan dengan cermat. Setelah Anda mengisi seluruh data yang dibutuhkan pada formulir NPWP online tersebut, jangan lupa untuk memberikan tanda centang pada pernyataan Benar dan Lengkap, lalu klik Finish untuk mengakhiri.

3. Penyampaian Formulir NPWP Online

Setelah Anda klik Finish pada menu formulir Pendaftaran NPWP online, maka Anda akan diarahkan ke menu dashboard. Langkah selanjutnya adalah silahkan klik tombol “minta token”. Kemudian Anda dapat langsung mengecek kembali email Anda. Silahkan salin kode yang telah Anda terima untuk proses selanjutnya. Setelah berhasil menyalin kode yang telah Anda terima melalui email, Anda harus kembali ke halaman dashboard, lalu klik tombol “kirim permohonan”. Masukkan kode yang telah Anda salin, kemudian klik kirim. Setelah selesai melakukan pendaftaran NPWP online, maka permohonan Anda akan diproses dalam waktu 14 hari kerja. Agar permohonan Anda segera diproses, Anda dapat menghubungi KPP yang bersangkutan melalui telepon dalam waktu 1 jam setelah Anda selesai melakukan registrasi online.

Alasan Mengapa Permohonan NPWP Ditolak

  • Pemohon tidak memenuhi syarat subjektif dan objektif sebagai Wajib Pajak. Syarat subjektif Wajib Pajak adalah setiap Warga Negara Indonesia yang sudah mempunyai KTP dan usia diatas 18 tahun. Sedangkan syarat objektif Wajib Pajak adalah Wajib Pajak sudah bekerja atau memiliki penghasilan. Bagi pemohon belum bekerja, ada beberapa ketentuan khusus yang harus dipenuhi bagi seseorang yang ingin mengajukan permohonan membuat NPWP online padahal belum bekerja.
  • Permohonan NPWP tidak diisi secara lengkap dan benar. Kasus yang paling sering terjadi adalah kolom NIK tidak diisi, atau kolom NIK diisi tetapi tidak benar. Kesalahan lainnya adalah kolom alamat tempat tinggal diisi dengan alamat tempat kerja (perusahaan), lalu tidak mencantumkan nomor telepon. Selain itu, kategori Wajib Pajak tidak sesuai (biasanya wanita kawin), jumlah tanggungan dan kisaran penghasilan. Semua data yang diisikan harus valid, agar permohonan NPWP Anda dapat disetujui.
  • Permohonan NPWP ditolak karena tidak melampirkan Surat Keterangan Kerja. Anda dapat menggabungkan dokumen yang diminta (KTP dan Surat Keterangan Kerja) ke dalam satu file dokumen.

Itulah 3 langkah mudah membuat NPWP online. Anda dapat langsung mencobanya sekarang. Membuat NPWP online memang lebih mudah dan dapat menghemat waktu, karena Anda tidak perlu repot untuk mendatangi KPP. Jangan lupa untuk memenuhi berbagai kewajiban perpajakan Anda setelah mendapatkan NPWP. Anda dapat menggunakan aplikasi Klikpajak untuk melakukan hitung, setor, dan lapor pajak. Klikpajak merupakan salah satu ASP resmi DJP yang dapat Anda gunakan dengan mudah dan gratis. Registrasi sekarang disini!


PUBLISHED25 Jan 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: